Bab 15. Kegelisahan Sonya

Sonya duduk di depan teras dengan sorot mata yang tidak lepas dari gawai yang berada di dalam genggaman tangannya. Hampir satu jam lamanya, ia mencoba untuk menghubungi salah satu rekan bisnis berliannya namun selama itu pula, tidak ada jawaban dari sang rekan. Kini ia seakan menyerah, setelah berpuluh kali mencoba untuk menghubungi, namun hanya hasil nihil yang ia dapati. Sang rekan bisnis sama sekali tidak mengangkat panggilan ponselnya.

"Aduuhhh ... ini Angelica kemana? Mengapa dia sama sekali tidak menjawab teleponku?"

Meskipun terlihat duduk santai di depan teras, namun rona kecemasan terlukis jelas di wajahnya. Hati wanita itu seakan dipeluk oleh perasaan khawatir yang begitu luar biasa. Semua juga tersirat melalui kakinya yang tiada henti ia hentakkan di lantai sehingga menimbulkan bunyi tuk, tuk, tuk, dari alas kakinya. Tangannya juga terasa begitu dingin yang semakin menandakan ia sedang ketakutan.

"Apakah Angelica menipuku dengan adanya bisnis berlian itu? Apakah saat ini dia membawa lari uangku dan uang ibu-ibu komplek yang sudah aku setorkan kepadanya?"

Berkali-kali Sonya mengusap wajahnya untuk mencoba terlepas dari rasa khawatirnya. Secangkir white coffee di hadapannya pun ia biarkan saja sedari tadi hingga tak lagi panas. Perasaannya yang kalut benar-benar bisa mengalihkan perhatiannya dari aroma white coffee yang sedari tadi ia mengeluarkan sensasi aroma nikmat.

"Tidak, tidak, tidak ... Angelica tidak mungkin menipuku. Aku dan dia adalah sahabat karib jadi tidak mungkin ia tega melakukan ini semua."

Sonya berkali-kali menggeleng-gelengkan kepala untuk membunuh segala prasangka buruk yang muncul tentang sahabatnya. Ia masih berupaya berpikir positif bahwa Angelica memang orang baik dan tidak mungkin menipunya. Namun, tetap saja, semakin ia meyakinkan diri bahwa Angelica adalah orang baik, justru kepingan-kepingan bayang masa depannya yang suram dan menyedihkan justru semakin tergambar jelas. Ia bahkan merasa akan merasakan ke-apesan yang membuatnya terjerembab ke dalam jurang kesusahan.

Mata wanita itu tiba-tiba memanas. Ia lirik penunjuk waktu yang berada di dalam ponsel. Sepuluh menit lagi, kumpulan ibu-ibu yang sudah menitipkan uang mereka untuk membeli berlian akan datang. Karena hari ini merupakan waktu yang telah dijanjikan oleh Angelica untuk menyerahkan berlian setelah inden selama dua bulan lamanya. Sonya semakin didera oleh rasa takut dan cemas, karena di detik-detik terakhir ia harus berhadapan dengan kumpulan ibu-ibu komplek, batang hidung Angelica pun sama sekali tidak nampak. Kali ini Sonya benar-benar merasa telah ditipu oleh sahabatnya sendiri.

"Ya Tuhan ... sekarang aku harus bagaimana? Sepuluh menit lagi mereka akan tiba di rumah dan wujud berlian itu sama sekali tidak ada. Sekarang apa yang harus aku lakukan Tuhan?"

Sonya sibuk bermonolog lirih sembari menggigit-gigit ujung kuku jari telunjuknya. Pikirannya pun sudah tidak lagi fokus dan bercabang-cabang untuk memikirkan apa yang harus ia lakukan. Dan tiba-tiba saja senyum seringai terbit dari bibir Sonya. Ia memiliki sebuah rencana yang ia yakini bisa menjadi jalan keluar dari kepelikan yang ia rasakan.

"Lebih baik aku ikut kabur saja dari sini. Masih ada waktu untukku meninggalkan rumah ini. Aku hanya akan membawa sertifikat rumah dan motor saja. Setelah keadaan aman, aku akan menjual rumah serta motor ini dan aku akan pindah ke rumah Bayu. Ya, aku rasa ini merupakan rencana yang cukup baik."

Sonya merasa kagum akan dirinya sendiri. Karena otaknya masih bisa diajak mencari solusi di detik-detik terakhir keselamatannya. Ia beranjak dari posisi duduknya dan masuk ke dalam rumah untuk mengambil sertifikat rumah dan juga BPKB motor. Setelah semua siap, wanita itupun bergegas untuk pergi dari rumah ini.

Namun, takdir baik nampaknya sedang tidak berpihak pada Sonya. Saat ia akan mengeluarkan motor, kumpulan ibu-ibu komplek sudah datang berbondong-bondong untuk bertemu dengan Sonya. Kedua bola mata Sonya pun hanya bisa membulat sempurna.

"Jeng Sonya .... wah pagi-pagi seperti ini mau kemana Jeng? Bukankah pagi ini kita akan mendapatkan berlian yang sudah kita inden selama dua bulan yang lalu? Kok jeng Sonya malah akan pergi seperti ini?" tanya salah satu kumpulan ibu-ibu yang bernama Aisha.

Sonya hanya mengangguk kikuk. "Tidak kemana-mana Jeng, saya hanya ingin meletakkan motor ini di halaman karena mau saya cuci."

"Mau cuci motor? Tapi kok membawa tas selempang juga Jeng? Jeng Sonya ini benar-benar terlihat seperti seseorang yang akan bepergian," sambung seorang ibu yang bernama Sri Waltiyah mengutarakan pendapatnya.

Sonya semakin terhenyak, ia baru sadar bahwa ia membawa tas selempang. "Astaga ... saya sampai lupa kalau membawa tas selempang ini Jeng. Aduuh .. aku benar-benar sudah tua dan mengalami pikun."

Sonya berkilah sembari meletakkan kembali tas selempang yang ia kenakan. Kali ini, ia benar-benar tidak bisa untuk melarikan diri, karena pergerakan kumpulan ibu-ibu komplek ini sungguh sangat cepat sekali.

"Kalau begitu, masa dari tadi kita tidak dipersilakan untuk masuk Jeng? Masa kita-kita ini hanya dibiarkan berada di depan halaman? Padahal kita ini tamu lho Bu," timpal seorang ibu bernama Candra Rahma tak ingin kalah untuk mengemukakan pendapat.

Sonya tersenyum kikuk sembari menggaruk tengkuknya yang tiada gatal. "Ah iya, saya sampai lupa Bu. Mari-mari silakan masuk Bu-Ibu. Kita ngobrol di dalam!"

Pada akhirnya, Sonya memandu ibu-ibu komplek untuk masuk ke araa ruang tamu. Meskipun tubuhnya sudah sedikit gemetaran dan keringat dinginnya sudah mulai merembes keluar melalui pori-pori kulit, wanita itu mencoba untuk tetap tenang agar tidak menimbulkan kecurigaan.

Ya Tuhan .... semoga Angelica akan menampakkan batang hidungnya di detik-detik terakhir seperti ini. Kalau tidak, hancur sudah hidupku Tuhan...

.

.

. bersambung..

Di Part ini saya pinjam nama kak Aisha, kak Sri Waltiyah dan kak Candra Rahma ya... Hihi hihihihi mohon maaf gak pakai izin dulu😂😂😂 untuk yang lainnya, Insha Allah di part-part berikutnya akan saya masukkan ❤️❤️❤️

Terpopuler

Comments

Rumini Parto Sentono

Rumini Parto Sentono

nahh lohh... anak sama emak pada terpuruk semuanya, di dalam harta kita ada hak anak yatim dan fakir miskin ya jadi bersihkan dengan zakat dan sodaqoh.

2022-07-29

0

Maulana ya_Rohman

Maulana ya_Rohman

bikin syok terapi🤔

2022-07-21

0

wanita biasa

wanita biasa

wah, wah, wah... ketipu nih si Sonya😆😆😆

2022-07-21

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Pernikahan
2 Bab 2. Ibu Mertua
3 Bab 3. Salah Di Mata Mertua
4 Bab 4. Malam Panjang
5 Bab 5. Salah Lagi
6 Bab 6. Merasa Tersaingi
7 Bab 7. Hari-Hari Indah
8 Bab 8. Hidup Yang Sempurna
9 Bab 9. Doa Seorang Istri
10 Bab 10. Kabar dari Pimpinan
11 Bab 11. Bertemu Teman Lama
12 Bab 12. Mabuk
13 Bab 13. Menguatkan
14 Bab 14. Solusi
15 Bab 15. Kegelisahan Sonya
16 Bab 16. Ikut Hancur
17 Bab 17. Terkejut
18 Bab 18. Kemalangan Yang Bertubi-tubi
19 Bab 19. Pembawa Sial
20 Bab 20. Kepedihan Hati
21 Bab 21. Niat Terselubung
22 Bab 22. Memaafkan
23 Bab 23. Sadar Ditipu
24 Bab 24. Apes Lagi
25 Bab 25. Semakin Tak Mengenali
26 Bab 26. Di Belahan Kota Jakarta
27 Bab 27. Sebuah Tawaran
28 Bab 28. Bertandang
29 Bab 29. Permintaan Dinda
30 Bab 30. Dimanfaatkan?
31 Bab 31. Berangkat
32 Bab 32. Tiba di Ibu Kota
33 Bab 33. Sambutan Hangat
34 Bab 34. Pencuri?
35 Bab 35. Salah Duga
36 Bab 36. Ndoro Putri
37 Bab 37. Kopi Pas di Hati
38 Bab 38. Guru Geografi
39 Bab 39. Protes Erlan
40 Bab 40. Kebohongan Bayu
41 Bab 41. Pingsan
42 Bab 42. Dendam Pribadi?
43 Bab 43. Menguping
44 Bab 44. Celah Bagi Bayu
45 Bab 45. Meragu
46 Bab 46. Maukah?
47 Bab 47. Licik
48 Bab 48. Kesiangan
49 Bab 49. Detak Jantung
50 Bab 50. Lah Kok Ngamuk?
51 Bab 51. Sah
52 Bab 52. Siap-siap
53 Bab 53. Tidak Terasa
54 Bab 54. Pamit
55 Bab 55. Merenungi
56 Bab 56. Drama King
57 Bab 57. Palsu
58 Bab 58. Disiram
59 Bab 59. Tak Dihargai
60 Bab 60. Membangkang
61 Bab 61. Party
62 Bab 62. Angin Surga
63 Bab 63. Dingin
64 Bab 64. Nggak Jadi
65 Bab 65. Tiket Honeymoon
66 Bab 66. Tiga Ratus Ribu
67 Bab 67. Sertifikat
68 Bab 68. Bekas Milik Siapa?
69 Bab 69. Bertemu Calon Besan
70 Bab 70. Semakin Terkesima
71 Bab 71. Liburan ke Eropa
72 Bab 72. Hanyut
73 Bab 73. Sedang Tidak Berhasrat
74 Bab 74. Rencana Menikah
75 Bab 75. Renternir
76 Bab 76. Semakin Lancar
77 Bab 77. Berangkat Liburan
78 Bab 78. Apes
79 Bab 79. Menyusul
80 Bab 80. Mengintai
81 Bab 81. Kita Lihat Nanti
82 Bab 82. O O Kamu Ketahuan
83 Bab 83. Bukan Istriku Lagi
84 Bab 84. Alasan
85 Bab 85. Rencana Pulang
86 Bab 86. Persiapan
87 Bab 87. Tiba di Kampung Halaman
88 Bab 88. Teman Lama
89 Bab 89. Perlahan Terkuak
90 Bab 90. Cerita Sebenarnya
91 Bab 91. Memasang Badan
92 Bab 92. Aku Sudah Siap
93 Bab 93. Apa Kabar Mas Bayu?
94 Bab 94. Atiku Tatag
95 Bab 95. Kembali Miskin Lagi?
96 Bab 96. Keluar dari Istana
97 Rilis Novel Baru..
98 Bab 97. Salah Alamat?
99 Bab 98. Terapi
100 Bab 99. Para Preman
101 Bab 100. Tuan Erlan?
102 Bab 101. Kembali ke Tangan
103 Bab 102. Jadilah Istriku
104 Bab 103. Resmi Menjadi Sepasang Suami-Istri
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Bab 1. Pernikahan
2
Bab 2. Ibu Mertua
3
Bab 3. Salah Di Mata Mertua
4
Bab 4. Malam Panjang
5
Bab 5. Salah Lagi
6
Bab 6. Merasa Tersaingi
7
Bab 7. Hari-Hari Indah
8
Bab 8. Hidup Yang Sempurna
9
Bab 9. Doa Seorang Istri
10
Bab 10. Kabar dari Pimpinan
11
Bab 11. Bertemu Teman Lama
12
Bab 12. Mabuk
13
Bab 13. Menguatkan
14
Bab 14. Solusi
15
Bab 15. Kegelisahan Sonya
16
Bab 16. Ikut Hancur
17
Bab 17. Terkejut
18
Bab 18. Kemalangan Yang Bertubi-tubi
19
Bab 19. Pembawa Sial
20
Bab 20. Kepedihan Hati
21
Bab 21. Niat Terselubung
22
Bab 22. Memaafkan
23
Bab 23. Sadar Ditipu
24
Bab 24. Apes Lagi
25
Bab 25. Semakin Tak Mengenali
26
Bab 26. Di Belahan Kota Jakarta
27
Bab 27. Sebuah Tawaran
28
Bab 28. Bertandang
29
Bab 29. Permintaan Dinda
30
Bab 30. Dimanfaatkan?
31
Bab 31. Berangkat
32
Bab 32. Tiba di Ibu Kota
33
Bab 33. Sambutan Hangat
34
Bab 34. Pencuri?
35
Bab 35. Salah Duga
36
Bab 36. Ndoro Putri
37
Bab 37. Kopi Pas di Hati
38
Bab 38. Guru Geografi
39
Bab 39. Protes Erlan
40
Bab 40. Kebohongan Bayu
41
Bab 41. Pingsan
42
Bab 42. Dendam Pribadi?
43
Bab 43. Menguping
44
Bab 44. Celah Bagi Bayu
45
Bab 45. Meragu
46
Bab 46. Maukah?
47
Bab 47. Licik
48
Bab 48. Kesiangan
49
Bab 49. Detak Jantung
50
Bab 50. Lah Kok Ngamuk?
51
Bab 51. Sah
52
Bab 52. Siap-siap
53
Bab 53. Tidak Terasa
54
Bab 54. Pamit
55
Bab 55. Merenungi
56
Bab 56. Drama King
57
Bab 57. Palsu
58
Bab 58. Disiram
59
Bab 59. Tak Dihargai
60
Bab 60. Membangkang
61
Bab 61. Party
62
Bab 62. Angin Surga
63
Bab 63. Dingin
64
Bab 64. Nggak Jadi
65
Bab 65. Tiket Honeymoon
66
Bab 66. Tiga Ratus Ribu
67
Bab 67. Sertifikat
68
Bab 68. Bekas Milik Siapa?
69
Bab 69. Bertemu Calon Besan
70
Bab 70. Semakin Terkesima
71
Bab 71. Liburan ke Eropa
72
Bab 72. Hanyut
73
Bab 73. Sedang Tidak Berhasrat
74
Bab 74. Rencana Menikah
75
Bab 75. Renternir
76
Bab 76. Semakin Lancar
77
Bab 77. Berangkat Liburan
78
Bab 78. Apes
79
Bab 79. Menyusul
80
Bab 80. Mengintai
81
Bab 81. Kita Lihat Nanti
82
Bab 82. O O Kamu Ketahuan
83
Bab 83. Bukan Istriku Lagi
84
Bab 84. Alasan
85
Bab 85. Rencana Pulang
86
Bab 86. Persiapan
87
Bab 87. Tiba di Kampung Halaman
88
Bab 88. Teman Lama
89
Bab 89. Perlahan Terkuak
90
Bab 90. Cerita Sebenarnya
91
Bab 91. Memasang Badan
92
Bab 92. Aku Sudah Siap
93
Bab 93. Apa Kabar Mas Bayu?
94
Bab 94. Atiku Tatag
95
Bab 95. Kembali Miskin Lagi?
96
Bab 96. Keluar dari Istana
97
Rilis Novel Baru..
98
Bab 97. Salah Alamat?
99
Bab 98. Terapi
100
Bab 99. Para Preman
101
Bab 100. Tuan Erlan?
102
Bab 101. Kembali ke Tangan
103
Bab 102. Jadilah Istriku
104
Bab 103. Resmi Menjadi Sepasang Suami-Istri

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!