BAB.15 Perempuan Bercadar

“Dengan berat hati, Zhao Juren berusaha membuka matanya, bukan karena dia takut pada gertakan orang yang berbicara padanya tetapi karena penasaran pada suara perempuan itu. Suara yang sama dengan suara perempuan dalam baju besi Jenderal Qui!

Sesaat, Zhao Juren merasakan silau pada cahaya lentera yang menyambut kelopak matanya terbuka. Dengan reflek Zhao Juren memicingkan matanya, mengumpul cahaya pada satu titik, sebuah wajah di depannya.

 Dia tak pernah mendengarkan apa-apa dari bibir orang itu kecuali hembusan nafasnya yang teratur, diam-diam memandangi dirinya. Karena itulah Zhao Juren enggan membuka matanya.   Ia mengetahui semuanya, namun tak mau bangun, Zhao Juren hanya merasa kelelahan yang amat sangat mendera segenap dagingnya merasuk hingga tulang belulangnya, hatinya bagai kayu kering di musim kemarau, meranggas, kering kerontang.

 Berulangkali dia bermimpi dalam tak sadarnya, dalam mimpi itu ia merasa berdiri di tengah api yang berkobaran, kakinya menginjak bara yang demikian panas, dirinya mengambang di atas tanah berbatu yang terbuat dari bara yang merah menyala. Di setiap penjuru dan sudut seakan ingin membakarnya. Tetapi dia sama sekali tidak merasakan panas itu. Kulitnya kebas dan mati rasa. Dia hanya ingin tidur saja menenggelamkan dirinya dalam panas itu, seberkas cahaya samar-samar muncul dari kejauhan di belakang dirinya seakan mengejarnya seperti obor, dan dia bertwemu dengan sepasang mata itu! Mata yang mana? Kenapa mata itu sangat mirip dengan mata yang bersembunyi di balik ketopong besi jenderal Qui? Mata sebening kaca yang kini menatapnya seperti elang dari balik cadarnya yang berwarna hitam dengan ukiran bunga persik itu.

 “Kenapa kamu menatapku seperti hantu?” Tanyanya sembari menaikkan alisnya yang tampak sehitam bola matanya itu. Matanya bulat, seperti cermin tempat berkaca. Zhao Juren tak pernah melihat mata sebening itu. Tidak

hitam tetapi tidak juga terlalu abu-abu.

“Si..siapa kamu?” Zhao Juren berusah beringsut tetapi badannya terasa berat sehingga hanya ada gerakan kecil saja yang bisa di lakukannya. Perempuan itu mundur beberapa dua langkah dari pinggiran tempat tidur Zhao Juren. Gerakannya ringan tetapi tidak gemulai seperti perempuan pada umumnya.

 “Aku telah menotok beberapa titik di badanmu, racun kelabang hijau itu melemuhkan syarafmu. Aku telah membuangnya dan meberikan hawa murni yang baru tetapi tubuhmu menolaknya. Itu yang membuat kamu tidak bisa segera menjadi sadar. Tidak usah terlalu banyak bergerak dulu. Beristirahat yang cukup, itu baik untukmu supaya segera pulih.” Ucapnya dengan acuh.

 Sekarang yang terpampang di depan mata Zhao Juren seorang perempuan dengan tubuh tinggi ramping, rambutnya di kuncirnya seperti seorang pria hanya saja di puncak kepalanya ada hiasan rambut dari bunga persik yang berwarna emas kehitaman, terlihat mencolok.

 Pakaiannya dari sutra hitam yang lembut dengan hiasan benang emas di beberapa bagian, itu nampak seperti bunga lotus dan persik yang di padu dalam lukisan aneh pada sebuah pakaian perempuan. Dan dua orang bercadar lain dalam balutan baju yang sama berdiri tak jauh darinya dalam balutan jubah sewarna. Mereka terlihat seperti pengawal yang patuh dan sigap.

“Aku bertanya, siapa kamu?” Zhao Juren berusaha menaikkan volumenya, dia memutar pandangannya pada suasana kamar yang begitu asing baginya itu. Dia sedikit berharap mengenali tempat yang kini menjadi tempatnya terbaring seperti seorang pasien itu.

“Tidak perlu berteriak begitu, di sini kamu bukan lagi seorang jenderal. Sebagai tamu yang tak berdaya seharusnya kamu lebih hormat pada tuan rumahmu.” Suara itu terdengar tajam, memperingatkan.

 Zhao Juren terdiam, dia berusaha mengenali wanita bercadar ini, siapa tahu dia pernah melihatnya di suatu tempat atau di suatu kala. Tapi yang kemudian bisa di rasakannya, hatinya berdegup samar menatap bulu mata yang lentik dan lebat yang menaungi mata hitam itu.

 “Aku di mana?” Akhirnya Zhao Juren menyerah untuk menanyakan jati diri perempuan itu. Sekarang yang mau di ketahuinya adalah di mana dirinya berada. Apakah masih berpijak di dunia ataukah sudah menginjak neraka. Dia tak yakin berada di surga, karena semua dosa-dosanya.

 “Aku tak akan mengatakannya.” Jawab perempuan itu dingin, bahasa tubuhnya menunjukkan hendak membalikkan badannya.

“Apakah aku, berada di tanah Niangxi?” Tanya Zhao Juren, nadanya seperti sebuah tebakan. Perempuan itu sesaat urung membalikkan badannya tetapi dia sama sekali tak menjawab, hanya suara dengus lembutnya seolah tak berminat memberi keterangan apapun pada Zhao Juren.

 “Kamu adalah pesuruh jenderal Qui?” Zhao Juren mendesis, di sambut tatapan sesaat dari perempuan itu.

“Terserah kau saja menebaknya.” Dia menggedikkan bahunya.

“Kamu terlalu banyak bertanya, dan terlalu banyak ingin tahu. Itu sama sekali tidak cocok dengan statusmu, tuan Jenderal.” Dia terkekeh kecil, sedikit mengejek. Lalu benar-benar berbalik. Dia memberikan kode pada dua orang perempuan bercadar lainnya yang berdiri di belakangnya tadi.

“Atau…Kamu adalah jenderal Qui itu?” Pertanyaan Zhao Juren dari tempatnya berbaring itu sejenak membuat langkah perempuam itu terhenti. Nafasnya seolah tertahan.

“Sepertinya Tuan ini sudah cukup sehat. Panggil tabib untuk memeriksanya sekali lagi sebelum kita membuangnya ke seberang!” Suaranya terdengar tegas, tak ingin di bantah.  Lalu dengan langkah gusar dia keluar dari dalam kamar itu meninggalkan Zhao Juren yang berusaha untuk bangun tetapi tubuhnya yang lemah tak bisa melakukan apa-apa kecuali menggeliat seperti ulat. Beberapa bagian tubuhnya mungkin sudah di totok sehingga dia tak bisa terlalu banyak bergerak.

 “Ukh…” Zhao Juren memejamkan matanya, berusaha mengumpulkan ingatannya pada kejadian terakhir kali yang membuatnya harus terbaring seperti orang sekarat di atas sebuah dipan besar ini.

 Tubuhnya terasa meriang bukan karena begitu sakitnya dia menahan sakit dari beberapa luka maya panah pada tubuhnya dan sabetan pedang pada punggungnya, tetapi dia merasa benar-benar malu dengan keadaannya, seorang jenderal besar dengan tak terhitung pengalaman di medan perang begitu tak berdayanya di sebuah tempat tidur asing bersama seorang perempuan yang seakan sengaja menawan tubuhnya yang terluka.

Desir angina malam, melewati celah ruangan yang berada di seberang dipannya, meniupkan aroma dupa yang harum, seperti bau cendana yang berpadu dengan wangi persik yang nyaman.

Rasa kantuk menyerang begitu kuat, membuat kepala Zhao Juren terasa begitu berat. Semakin dia melawan kantuknya semakin saja dia ingin memejamkan mata. Dan akhirnya Zhao Juren menyerah. Dia sangat ingin tidur. Suara langkah wanita bercadar itu semakin jauh dan kemudian hening. Yang tersisa hanya aroma lembut bunga persik yang khas.

“Siapa kamu?” Pertanyaan itu menggantung di kepalanya, sebelum lelap menjemputnya.

...Terimakasih telah membaca novel CINTA TERAKHIR ZHAO JUREN ini💜 Yuk berikan VOTE, LIKE dan KOMEN biar Author tambah rajin...

Terpopuler

Comments

HNF G

HNF G

warrior princes and the gang😁😁😁😁

2023-02-15

0

City all

City all

waow....!! jendral berjodoh dengan jendral, kerenn Thor....!!😍😍
tapi pasti kisah cinta nya tidak mulus ,, bakal banyak penghalang 🤔🤔

2022-11-09

1

Semar X Petung

Semar X Petung

huffff seru

2022-08-29

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 1. Sejarah Singkat Yanzhie & Niangxi
2 BAB 2. VISUALISASI
3 BAB 3. Hati Yang Sakit
4 BAB 4. Pertempuran Terakhir
5 BAB 5. Cinta Tak Sampai
6 BAB 6. Berharap Bertemu Ujung
7 BAB 7. Istana Bidadari
8 BAB 8. Perang Hari ke-6
9 BAB 9. NAGA TERLUKA
10 BAB 10. Merebut Gerbang Seorang Diri
11 BAB. 11 Mari Bertarung
12 BAB 12. Salju Di Penghujung Musim Gugur
13 Bab. 13 Seharusnya Tak Begini
14 BAB 14. Membuka Mata
15 BAB.15 Perempuan Bercadar
16 BAB. 16 Di Atas Danau Lima Warna
17 BAB. 17 Tiga Pertanyaan
18 Bab. 18 Puteri Xue Lian
19 BAB 19. Menyelamatkan Dua Muka
20 Bab 20. Berhutang Nyawa
21 Bab. 21 Berkabung di Awal Musim
22 BAB. 22 Berjalan Di Garis Takdir
23 BAB. 23 Sebuah Rahasia di Balik Kisah
24 Bab 24. Mata Sebening Berlian
25 Bab 25. Cinta Yang Tak Terungkap
26 Bab 26. Pulang Kembali
27 Bab 27. Ikan Bakar Guo dan Saus Releng
28 Bab. 28 Sembayang Arwah
29 Bab 29. Tuan Seribu Nyawa
30 Bab 30. Setelah Menghilang
31 Bab. 31 Senja di Atas Lantian
32 Bab 32. Mengemban Misi
33 Bab 33. Menjadi hitam di antara Merah
34 Bab 34. Menjelang Pesta Lentera
35 BAB 35. Tak Bisa Kembali
36 BAB 36. Tujuan Yang Sama
37 BAB 37. Puteri Nan Luoxia
38 BAB 38. Menunggu Bertemu
39 BAB 39. Rindu di Bawah Pohon Liu
40 BAB 40. Tetaplah Di Sini
41 BAB 41. Pesta di Aula Wanxiang
42 BAB 42. Kesepian Dalam Keramaian
43 BAB 43. Tangisan Tanpa Suara
44 BAB 44. Pesta Dalam Kesedihan
45 BAB 45. Cemburu Yang Jahat
46 BAB 46. Menyelundup Masuk Istana
47 BAB 47. Mabuk Sampai Pagi
48 BAB 48. Cinta Dan Kesumat
49 BAB 49. Kabar Buruk
50 BAB 50. Jalan Masuk Ke Istana
51 BAB 51. Sandiwara Di Mulai
52 BAB 52. Pelayan Dapur Istana
53 BAB 53. Hukuman Jasad
54 BAB 54. Bijak Dalam Keraguan
55 BAB 55. Menghayati Peran
56 BAB 56. Pertemuan di Dalam Istana
57 Bab 57. Melayani Sang Puteri
58 BAB 58. Permainan Puteri Nan
59 BAB 59. Perempuan Seribu Wajah
60 BAB 60. Perjamuan Harem
61 BAB 61. Pengumuman di Perhelatan
62 BAB 62. Mencari Jalan Melupakan
63 BAB 62. Kebimbangan
64 BAB.63 Akhirnya Berbicara
65 BAB 64. Sandera Politik
66 BAB 65. Kisah Sedih pangeran Nan Yuhuai
67 Bab 66. Meninggalkan Janji di Gunung Beiyu
68 BAB 67. Bagian Dari Permainan
69 Bab 68. Membenci Dalam Senyum
70 Bab 69. Deburan Aneh
71 BAB 69. Sepenggal Ingatan Dari Masa Lalu
72 BAB 70. Takut Rindu
73 BAB 71. Bersembunyi Dalam Selimut
74 BAB 72. Isi Kepala Yang Kacau
75 BAB 73. Cinta Itu...?
76 Bab 74. Cinta Bertepuk Sebelah Tangan
77 BAB 75. Tentang Rasa Kehilangan
78 BAB 76. Mimpi-Mimpi Manis
79 BAB 90. MENANGIS DALAM PELUKAN
80 BAB 78. Pulang Sekali Lagi
81 BAB 79. Sama-Sama Hantu
82 BAB 80. Mari Berjanji
83 BAB 81. Permusuhan Yang Aneh
84 BAB 82. KAPAL KARAM
85 BAB 83.TAK PERNAH SAMA
86 BAB 84. BOLEHKAH AKU MENCINTAIMU
87 BAB 85. PERANG BESAR AKAN DI MULAI
88 BAB 86. MENULIS TAKDIR DENGAN DARAH
89 BAB 87. APA YANG KAMU TUNGGU?
90 BAB 88. MATA YANG SAMA
91 BAB 89. BERKACA DI PERMUKAAN TELAGA
92 BAB 90. MENANGIS DALAM PELUKAN
93 BAB 91. KEKACAUAN TIBA-TIBA
94 BAB 92. REMBULAN SEDINGIN ES
95 BAB 93. KUIL YICHEN
96 BAB 94. INGIN BERTEMU ORANG YANG SAMA
97 BAB 95. Mimpi Darah Menggenang
98 BAB 96. Sumpah Meterai Darah
99 BAB 97. Anak Catur Menuju Tahta
100 BAB 98. Tangga Menuju Langit
101 BAB 99. Menikam Jantung Hati
102 BAB 100. Sebelum Jatuh
103 BAB 101. SIAPA YANG MENYANGKA
104 BAB 102. Giok Naga Hijau
105 BAB 103. AKU PULANG
106 BAB 104. Pulang Ke Tempat Yang Di rindukan
107 BAB 105. Hari Perkabungan
108 BAB 106. Menuntaskan Rasa Usang
109 BAB 107. Mengantar Sampai akhir
110 BAB 108. Memilih Jalan Hidup Sendiri
111 BAB 109. Pusaran Takdir
112 BAB 110. Siapa Pengganti Raja?
113 BAB 111. Rumor Jahat dari Istana
114 BAB 112. Kembali Ke Danau Lima Warna
115 BAB 112. Bunga Juhua Musim Gugur
116 BAB 113. Berpisah di Ujung Ngarai
117 BAB 114. Lukisan Terakhir Yuhuai
118 BAB 115. Melepaskan Rindu
119 BAB 116. Di bawah Lentera Redup
120 BAB 117. Aku melamarmu
121 BAB 118. Mencari Xiao Perak
122 BAB 119. Berpura-pura
123 BAB 120. Tak perlu Mengangkat Telunjuk
124 BAB 121. Bangun Setelah Pemakaman
125 BAB 123. Menyembunyikan Rahasia Besar
126 BAB 124. Cinta Mencurangi Takdir
Episodes

Updated 126 Episodes

1
BAB 1. Sejarah Singkat Yanzhie & Niangxi
2
BAB 2. VISUALISASI
3
BAB 3. Hati Yang Sakit
4
BAB 4. Pertempuran Terakhir
5
BAB 5. Cinta Tak Sampai
6
BAB 6. Berharap Bertemu Ujung
7
BAB 7. Istana Bidadari
8
BAB 8. Perang Hari ke-6
9
BAB 9. NAGA TERLUKA
10
BAB 10. Merebut Gerbang Seorang Diri
11
BAB. 11 Mari Bertarung
12
BAB 12. Salju Di Penghujung Musim Gugur
13
Bab. 13 Seharusnya Tak Begini
14
BAB 14. Membuka Mata
15
BAB.15 Perempuan Bercadar
16
BAB. 16 Di Atas Danau Lima Warna
17
BAB. 17 Tiga Pertanyaan
18
Bab. 18 Puteri Xue Lian
19
BAB 19. Menyelamatkan Dua Muka
20
Bab 20. Berhutang Nyawa
21
Bab. 21 Berkabung di Awal Musim
22
BAB. 22 Berjalan Di Garis Takdir
23
BAB. 23 Sebuah Rahasia di Balik Kisah
24
Bab 24. Mata Sebening Berlian
25
Bab 25. Cinta Yang Tak Terungkap
26
Bab 26. Pulang Kembali
27
Bab 27. Ikan Bakar Guo dan Saus Releng
28
Bab. 28 Sembayang Arwah
29
Bab 29. Tuan Seribu Nyawa
30
Bab 30. Setelah Menghilang
31
Bab. 31 Senja di Atas Lantian
32
Bab 32. Mengemban Misi
33
Bab 33. Menjadi hitam di antara Merah
34
Bab 34. Menjelang Pesta Lentera
35
BAB 35. Tak Bisa Kembali
36
BAB 36. Tujuan Yang Sama
37
BAB 37. Puteri Nan Luoxia
38
BAB 38. Menunggu Bertemu
39
BAB 39. Rindu di Bawah Pohon Liu
40
BAB 40. Tetaplah Di Sini
41
BAB 41. Pesta di Aula Wanxiang
42
BAB 42. Kesepian Dalam Keramaian
43
BAB 43. Tangisan Tanpa Suara
44
BAB 44. Pesta Dalam Kesedihan
45
BAB 45. Cemburu Yang Jahat
46
BAB 46. Menyelundup Masuk Istana
47
BAB 47. Mabuk Sampai Pagi
48
BAB 48. Cinta Dan Kesumat
49
BAB 49. Kabar Buruk
50
BAB 50. Jalan Masuk Ke Istana
51
BAB 51. Sandiwara Di Mulai
52
BAB 52. Pelayan Dapur Istana
53
BAB 53. Hukuman Jasad
54
BAB 54. Bijak Dalam Keraguan
55
BAB 55. Menghayati Peran
56
BAB 56. Pertemuan di Dalam Istana
57
Bab 57. Melayani Sang Puteri
58
BAB 58. Permainan Puteri Nan
59
BAB 59. Perempuan Seribu Wajah
60
BAB 60. Perjamuan Harem
61
BAB 61. Pengumuman di Perhelatan
62
BAB 62. Mencari Jalan Melupakan
63
BAB 62. Kebimbangan
64
BAB.63 Akhirnya Berbicara
65
BAB 64. Sandera Politik
66
BAB 65. Kisah Sedih pangeran Nan Yuhuai
67
Bab 66. Meninggalkan Janji di Gunung Beiyu
68
BAB 67. Bagian Dari Permainan
69
Bab 68. Membenci Dalam Senyum
70
Bab 69. Deburan Aneh
71
BAB 69. Sepenggal Ingatan Dari Masa Lalu
72
BAB 70. Takut Rindu
73
BAB 71. Bersembunyi Dalam Selimut
74
BAB 72. Isi Kepala Yang Kacau
75
BAB 73. Cinta Itu...?
76
Bab 74. Cinta Bertepuk Sebelah Tangan
77
BAB 75. Tentang Rasa Kehilangan
78
BAB 76. Mimpi-Mimpi Manis
79
BAB 90. MENANGIS DALAM PELUKAN
80
BAB 78. Pulang Sekali Lagi
81
BAB 79. Sama-Sama Hantu
82
BAB 80. Mari Berjanji
83
BAB 81. Permusuhan Yang Aneh
84
BAB 82. KAPAL KARAM
85
BAB 83.TAK PERNAH SAMA
86
BAB 84. BOLEHKAH AKU MENCINTAIMU
87
BAB 85. PERANG BESAR AKAN DI MULAI
88
BAB 86. MENULIS TAKDIR DENGAN DARAH
89
BAB 87. APA YANG KAMU TUNGGU?
90
BAB 88. MATA YANG SAMA
91
BAB 89. BERKACA DI PERMUKAAN TELAGA
92
BAB 90. MENANGIS DALAM PELUKAN
93
BAB 91. KEKACAUAN TIBA-TIBA
94
BAB 92. REMBULAN SEDINGIN ES
95
BAB 93. KUIL YICHEN
96
BAB 94. INGIN BERTEMU ORANG YANG SAMA
97
BAB 95. Mimpi Darah Menggenang
98
BAB 96. Sumpah Meterai Darah
99
BAB 97. Anak Catur Menuju Tahta
100
BAB 98. Tangga Menuju Langit
101
BAB 99. Menikam Jantung Hati
102
BAB 100. Sebelum Jatuh
103
BAB 101. SIAPA YANG MENYANGKA
104
BAB 102. Giok Naga Hijau
105
BAB 103. AKU PULANG
106
BAB 104. Pulang Ke Tempat Yang Di rindukan
107
BAB 105. Hari Perkabungan
108
BAB 106. Menuntaskan Rasa Usang
109
BAB 107. Mengantar Sampai akhir
110
BAB 108. Memilih Jalan Hidup Sendiri
111
BAB 109. Pusaran Takdir
112
BAB 110. Siapa Pengganti Raja?
113
BAB 111. Rumor Jahat dari Istana
114
BAB 112. Kembali Ke Danau Lima Warna
115
BAB 112. Bunga Juhua Musim Gugur
116
BAB 113. Berpisah di Ujung Ngarai
117
BAB 114. Lukisan Terakhir Yuhuai
118
BAB 115. Melepaskan Rindu
119
BAB 116. Di bawah Lentera Redup
120
BAB 117. Aku melamarmu
121
BAB 118. Mencari Xiao Perak
122
BAB 119. Berpura-pura
123
BAB 120. Tak perlu Mengangkat Telunjuk
124
BAB 121. Bangun Setelah Pemakaman
125
BAB 123. Menyembunyikan Rahasia Besar
126
BAB 124. Cinta Mencurangi Takdir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!