Bab 15 - MBV -

Jenderal Virendra begitu marah mendengar Venus ingin membatalkan pernikahan mereka. Jenderal Virendra kecewa karena Venus begitu cepat menyerah.

Pria itu merasa Venus tidak melihat perjuangannya. Bagaimana dia berjuang untuk bisa mendapatkan restu dari rakyat Negara Aleister.

"Bukankah sudah saya peringatkan, Jenderal." Perkataan itu membuat Jenderal menoleh dan mendapati Bibi Martha yang menatapnya dengan tenang.

"Aku tidak membutuhkan omong kosongmu." Balas Jenderal Virendra sinis.

"Langkah Anda terlalu terburu-buru, Jenderal. Lihatlah apa yang sudah Anda lakukan? Gadis kecilku harus melewati cobaan berat seperti ini." Bibi Martha terus berucap mengabaikan Jenderal Virendra yang menatapnya tajam.

"Aku bisa mengatasi ini dengan mudah, kau terlalu ikut campur Martha!" Desis Jenderal Virendra menahan amarah.

"Kalau begitu segera bereskan masalah ini. Saya tidak mau jika gadis kecilku terluka." Setelah mengucapkan hal itu Bibi Martha segera berlalu.

Jenderal Virendra menatap penuh amarah pada Bibi Matha yang sudah menghilang dari balik pintu. Dengan marah Jenderal Virendra melempar barang-barang di atas meja kerjanya.

Melampiaskan amarahnya pada benda mati yang berada di ruang kerjanya.

*

*

Usai kepergian Jenderal Virendra, sebuah keputusan diambil oleh Venus. Gadis itu ingin keluar dari istana ini dan melihat kekacauan di luar sana.

Dengan cerdik Venus mengalihkan perhatian Avi dan Velly. Venus segera menyamar dan diam-diam menyelinap keluar istana.

Setelah diam-diam menyelinap, akhirnya Venus berhasil keluar istana. Gadis itu menatap orang-orang yang berdemo di depan istana.

Venus menghela napas, tenyata demo itu memang benar adanya. Venus merasa berkecil hati, banyak rakyat yang tidak menyukai kehadirannya.

"Aku merasa kasihan dengan gadis itu, sepertinya dia dipaksa." Ucap salah satu wanita yang berdiri di belakang pendemo.

Venus menoleh, diam-diam menguping pembicaraan kedua wanita di hadapannya itu.

"Kau yakin? Bukankah seharusnya gadis itu bahagia? Dia menikah dengan orang nomor satu di Negara Aleister." Balas wanita kedua dengan nada sinis.

Venus mengelus dada berusaha lebih sabar mendengar ucapan sinis itu.

"Gadis itu masih berumur delapan belas tahun. Aku yakin kehidupannya terkekang mengingat statusnya yang tinggi."

Venus mengangguk samar, membenarkan ucapan wanita pertama.

Sedang asik Venus menguping, tiba-tiba wanita tidak dikenali menyenggol dirinya. Venus menoleh dan mendapati sosok Putri Selena yang tengah menyamar.

Putri Selena tersenyum manis, tidak tampak terkejut melihat Venus berada dikerumunan orang-orang.

"Nyonya," bisik Putri Selena menyapa.

Venus sendiri tampak terkejut, penyamarannya terbongkar dengan mudah. Seolah Putri Selena tahu bahwa Venus kabur dari istana.

"Anda siapa?" Tanya Venus berpura-pura tidak mengenal Putri Selena.

"Saya Putri Selena, Nyonya tidak perlu berpura-pura seperti ini." Jawab Putri Selena masih dengan suara kecilnya.

Venus mengubah ekspresi wajahnya. Sepertinya Putri Selena benar-benar mengetahui perihal kaburnya.

"Ada apa, Putri?" Tanya Venus memilih mengalah daripada penyamarannya dibongkar oleh Putri Selena.

"Seharusnya saya yang bertanya, mengapa Nyonya ada sini?" Putri Selena bertanya dengan anggun masih sambil berbisik lirih.

"Saya hanya melihat-lihat." Jawab Venus tenang.

"Nyonya seorang diri?" Tanya Putri Selena berbasa-basi.

Venus mengangguk, masih bersikap tenang terhadap Putri Selena. Venus tidak mau Putri Selena memancing keributan di depan rakyat yang sedang berdemo.

"Kalau begitu, saya permisi." Pamit Venus yang segera ditahan oleh Putri Selena.

"Anda sudah menerima surat dari saya? Anda percaya terhadap isi surat saya?" Tanya Putri Selena sambil menahan langkah kaki Venus.

"Saya tidak ingin membahasnya." Jawab Venus dan segera menepis tangan Putri Selena.

"Pertimbangkan kembali, Nyonya. Saya berkata seperti ini sebagai sesama wanita. Saya tahu Anda tidak bahagia, maka dari itu bujuklah Jenderal untuk membatalkan pernikahan kalian." Putri Selena dengan tenang memberi usulan gila.

Venus menoleh, mata menatap tajam pada sosok Putri Selena yang berdiri dengan anggun di hadapannya.

"Anda berkata seperti karena perhatian terhadap saya atau karena ingin menyingkirkan saya?" Tanya Venus santai, tapi sorot matanya begitu tajam.

"Nyonya, saya rasa Anda terlalu berlebihan menyikapi usulan saya." Putri menjawab dengan tenang, seolah tidak memiliki niat buruk apapun.

"Benarkah begitu? Saya pikir Anda ingin menggantikan posisi saya, karena itulah Anda mengusulkan saya untuk membatalkan pernikahan saya dengan Jenderal." Venus melirik sinis membuat Putri Selena salah tingkah.

Sebelum Putri Selena menjawab, Venus kembali membuka suara.

"Pernikahan ini menjadi urusan saya dan Jenderal. Orang luar seperti Anda tidak perlu ikut campur. Bagaimana tanggapan Jenderal jika mendengar usulan Anda?"

Usai mengatakan hal itu Venus segera pergi meninggalkan Putri Selena yang tercengang. Putri Selena tidak menyangka Venus bisa bersikap seperti itu.

Putri Selena pikir Venus adalah gadis kecil biasa yang mudah dia pengaruhi. Namun, ternyata Venus bukanlah gadis biasa. Gadis kecil itu tampak tangguh, mungkin alasan itulah yang membuat Jenderal Virendra memilihnya menjadi seorang istri.

TBC

Rekomendasi novel menarik untuk kalian karya author nophie

yuk mampir kekaryanya dan jangan lupa dukungannya 😊

Judul : SUAMIKU KEKASIH MAMAKU

Aletta Wijaya, gadis manis berusia 20 tahun dipaksa menikah dengan kekasih mamanya yang bernama Hans Armando Javier, 39 tahun. Nilam Wijaya, 38 tahun, mama dari Letta, meninggal tepat sehari sebelum pernikahannya dengan Hans berlangsung karena mengetahui rahasia kelam sang kekasih.

Arland dan Merlita Javier, memaksa Letta untuk menikah dengan Hans agar pernikahan bisnis antara keluarga Javier dan Wijaya tetap berjalan.

Sedangkan kakek Wijaya hanya bisa pasrah karena perusahaannya sangat bergantung dengan kucuran dana dari keluarga Javier.

Lalu apakah sebenarnya yang menjadi rahasia seorang Hans?

Berhasilkah pernikahan beda usia antara Hans dan Aletta?

Temukan jawabannya disini...

Episodes
1 Bab 1 - Pertemuan Tanpa Kesan -
2 Bab 2 - Gadis Bermata Biru -
3 Bab 3 - Berita Mengejutkan-
4 Bab 4 - Pernikahan -
5 Bab 5 - Negosiasi -
6 Bab 6 - Janji untuk Venus
7 Bab 7 - Gosip yang Beredar -
8 Bab 8 - Tidak Boleh Percaya -
9 Bab 9 - Hasutan -
10 Bab 10 - Sandiwara Dimulai -
11 Bab 11 - Debaran -
12 Bab 12 - Tiga Kubu -
13 Bab 13 -MBV-
14 Bab 14 - MBV -
15 Bab 15 - MBV -
16 Bab 16 - MBV -
17 Bab 17 - MBV -
18 Bab 18 - MBV -
19 Bab 19 - MBV -
20 Bab 20 - MBV -
21 Bab 21 - MBV -
22 Bab 22 - MBV -
23 Bab 23 - MBV -
24 Bab 24 - MBV -
25 Bab 25 - MBV -
26 Bab 26 - MBV -
27 Bab 27 - MBV -
28 Bab 28 - MBV -
29 Bab 29 - MBV -
30 Bab 30 - MBV -
31 Bab 31 - MBV -
32 Bab 32 - MBV -
33 Bab 33 - MBV -
34 Bab 34 - MBV -
35 Bab 35 - MBV -
36 Bab 36 - MBV -
37 Bab 37 - MBV -
38 Bab 38 - MBV -
39 Bab 39 - MBV -
40 Bab 40 - MBV -
41 Bab 41 - MBV -
42 Bab 42 - MBV -
43 Bab 43 - MBV -
44 Bab 44 - MBV -
45 Bab 45 -MBV -
46 Bab 46 - MBV -
47 Bab 47 - MBV -
48 Bab 48 - MBV -
49 Bab 49 - MBV -
50 Bab 50 - MBV -
51 Bab 51 - MBV -
52 Bab 52 - MBV -
53 Bab 53 - MBV -
54 Bab 54 - MBV-
55 Bab 55 - MBV -
56 Bab 56 - MBV -
57 Bab 57 - MBV -
58 Bab 58 - MBV -
59 Bab 59 - MBV -
60 Bab 60 - MBV -
61 Bab 61 - MBV -
62 Bab 62 - MBV -
63 Bab 63 - MBV -
64 Bab 64 - MBV-
65 Bab 65 - MBV -
66 Bab 66 - MBV -
67 Bab 67 - MBV -
68 Bab 68 - MBV -
69 Bab 69 - MBV -
70 Bab 70 - MBV -
71 Bab 71 - MBV -
72 Bab 72 - MBV -
73 Bab 73 - MBV -
74 Bab 74 - MBV -
75 Bab 75 - MBV -
76 Bab 76 - MBV -
77 Bab 77 - MVB -
78 Bab 78 -MBV -
79 Bab 79 - MBV -
80 Bab 80 - MBV (END) -
Episodes

Updated 80 Episodes

1
Bab 1 - Pertemuan Tanpa Kesan -
2
Bab 2 - Gadis Bermata Biru -
3
Bab 3 - Berita Mengejutkan-
4
Bab 4 - Pernikahan -
5
Bab 5 - Negosiasi -
6
Bab 6 - Janji untuk Venus
7
Bab 7 - Gosip yang Beredar -
8
Bab 8 - Tidak Boleh Percaya -
9
Bab 9 - Hasutan -
10
Bab 10 - Sandiwara Dimulai -
11
Bab 11 - Debaran -
12
Bab 12 - Tiga Kubu -
13
Bab 13 -MBV-
14
Bab 14 - MBV -
15
Bab 15 - MBV -
16
Bab 16 - MBV -
17
Bab 17 - MBV -
18
Bab 18 - MBV -
19
Bab 19 - MBV -
20
Bab 20 - MBV -
21
Bab 21 - MBV -
22
Bab 22 - MBV -
23
Bab 23 - MBV -
24
Bab 24 - MBV -
25
Bab 25 - MBV -
26
Bab 26 - MBV -
27
Bab 27 - MBV -
28
Bab 28 - MBV -
29
Bab 29 - MBV -
30
Bab 30 - MBV -
31
Bab 31 - MBV -
32
Bab 32 - MBV -
33
Bab 33 - MBV -
34
Bab 34 - MBV -
35
Bab 35 - MBV -
36
Bab 36 - MBV -
37
Bab 37 - MBV -
38
Bab 38 - MBV -
39
Bab 39 - MBV -
40
Bab 40 - MBV -
41
Bab 41 - MBV -
42
Bab 42 - MBV -
43
Bab 43 - MBV -
44
Bab 44 - MBV -
45
Bab 45 -MBV -
46
Bab 46 - MBV -
47
Bab 47 - MBV -
48
Bab 48 - MBV -
49
Bab 49 - MBV -
50
Bab 50 - MBV -
51
Bab 51 - MBV -
52
Bab 52 - MBV -
53
Bab 53 - MBV -
54
Bab 54 - MBV-
55
Bab 55 - MBV -
56
Bab 56 - MBV -
57
Bab 57 - MBV -
58
Bab 58 - MBV -
59
Bab 59 - MBV -
60
Bab 60 - MBV -
61
Bab 61 - MBV -
62
Bab 62 - MBV -
63
Bab 63 - MBV -
64
Bab 64 - MBV-
65
Bab 65 - MBV -
66
Bab 66 - MBV -
67
Bab 67 - MBV -
68
Bab 68 - MBV -
69
Bab 69 - MBV -
70
Bab 70 - MBV -
71
Bab 71 - MBV -
72
Bab 72 - MBV -
73
Bab 73 - MBV -
74
Bab 74 - MBV -
75
Bab 75 - MBV -
76
Bab 76 - MBV -
77
Bab 77 - MVB -
78
Bab 78 -MBV -
79
Bab 79 - MBV -
80
Bab 80 - MBV (END) -

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!