Bab 4 - Pernikahan -

Venus tidak tahu harus melakukan apa. Dia ingin menolak pernikahan ini, tapi mengingat bagaimana kejamnya Jenderal Virendra membuat Venus hanya bisa memasrahkan diri.

Jenderal Virendra sendiri diam-diam selalu memantau Venus. Melihat setiap gerak gerik gadis bermata biru itu. Jenderal Virendra tidak mau jika gadis itu tiba-tiba melarikan diri karena pernikahan mendadak ini.

"Jenderal, ada para tamu undangan sudah hadir." Letnan Dean datang memberi kabar.

Pria kepercayaan Jenderal Virendra itu bertugas memantau para tamu undangan yang akan dijamu dengan istimewa.

Para tamu undangan pernikahan Jenderal Virendra dan Venus. Para tamu dari Negara tetangga yang datang dengan berbagai maksud.

Jenderal Virendra segera menuju aula. Dia akan menyambut para tamu hebat itu.

Sebelum masuk ke dalam aula, Jenderal Virendra memberi kode pada Letnan Dean untuk diam. Dia ingin mendengar sejenak komentar dari para tamu undangan.

"Apakah gadis itu benar-benar berusia delapan belas tahun?" Sebuah suara dengan logat asing menyambut Jenderal Virendra.

"Saya pikir itu benar. Tidak mungkin ada yang berani menyebar gosip." Seseorang menyahuti, sepertinya dia dari Negara yang jauh mengingat gaya bicaranya.

"Kami bahkan belum pernah melihatnya." Sahut John yang disetujui oleh para ketua departemen politik Negara Aleister.

"Saya rasa dia tidak secantik Putri Selena." Ucapan itu berhasil membuat raut wajah Jenderal Virendra mengeras.

Pria itu segera masuk ke dalam aula dan disambut keterkejutan para tamu undangan.

"Ku pikir hanya para rakyat biasa yang suka bergosip. Ternyata, para kaum elit seperti kalian juga suka bergosip di belakang." Sindirian Jenderal Virendra membungkam para tamu undangan.

"Maafkan kami, Jenderal!" Tony, perwakilan dari Negara Selatan.

Jenderal Virendra hanya menatap sinis tanpa berniat membalas ucapan Tony.

"Aku Jenderal Virendra, mengundang kalian hadir di istana Negara Aleister untuk menghadiri acara pernikahanku. Silahkan menikmati setiap jamuan yang ada." Ucap Jenderal Virendra membuka acara perjamuan.

Pernikahan akan diadakan besok pagi dan seperti kebiasaan Negara Aleister. Mereka akan mengadakan perjamuan demi menyambut tamu penting sang pengantin.

Sebenarnya Jenderal Virendra tidak mau mengadakan perjamuan ini. Namun, demi menghormati budaya Negara yang dia pimpin mau tidak mau Jenderal Virendra harus mengadakan perjamuan.

*

*

Acara pernikahan akhirnya tiba. Para tamu undangan, prajurit yang berjaga serta para saksi warga Negara Aleister sudah bersiap menyambut kedua mempelai.

Jenderal Virendra berjalan dengan penuh wibawa kemudian berhenti di depan panggung aula pernikahan menunggu calon istrinya.

Tidak lama, Venus masuk dengan gaun pengantin yang begitu cantik. Wajah cantik itu tertutup tudung pengantin sebagaimana ritual Negara Aleister. Namun, entah mengapa orang-orang yang menyaksikan menganggap Venus begitu mempesona.

Serangkaian acara pernikahan dilakukan dan akhirnya mereka sah menjadi suami istri. Kemudian, tibalah waktu membuka tudung pengantin wanita.

Semua menatap penasaran, namun ternyata pengantin wanita memakai cadar hingga hanya mata indahnya yang terlihat.

"Kau menjalankan perintah dengan baik." Bisik Jenderal Virendra membuat Venus menatap wajahnya.

Venus terpesona menatap wajah rupawan di hadapannya itu hingga tanpa sadar memujinya.

"Tampan," bisik Venus lirih.

Jenderal Virendra menarik sedikit sudut bibirnya. Pria itu tersenyum tipis, sangat tipis hingga tidak terlihat oleh Venus.

Jenderal Virendra menatap mata biru yang begitu indah itu. Dia seolah menyelam kedasar lautan yang begitu jernih dan indah.

"Sihir apa yang sebenarnya kau gunakan?" tanya Jenderal Virendra pelan.

Venus menatap Jenderal Virendra dengan bingung, sungguh dia tidak mengerti maksud ucapan Jenderal Virendra.

Jenderal Virendra mengalihkan tatapannya, terlihat enggan untuk menjawab kebingungan Venus. Biar ini menjadi rahasia Jenderal Virendra seorang diri.

*

*

"Jadi, itu gadis kecil yang begitu berani merebut posisiku?" bisik seorang wanita anggun pada dirinya sendiri.

"Merahasiakan wajahnya itu? Apakah buruk rupa atau ada hal lain yang disembunyikan?" Wanita itu kembali berbisik, tidak memedulikan orang-orang di sekitarnya.

Mata wanita itu menatap tajam pada sosok Venus yang kini sedang diperkenalkan kepada para tamu.

Wanita itu begitu penasaran dengan wajah gadis kecil yang sudah dengan lancang merebut tahta yang seharusnya menjadi miliknya.

"Ku pikir kau akan membakar pengantin wanita melalui tatapanmu itu." Bisik seorang wanita lainnya.

Wanita yang tengah menatap Venus itu mengalihkan tatapannya. Wanita itu bernama Selena, putri dari Negara Selatan yang berniat dijodohkan dengan Jenderal Virendra.

"Jika aku bisa membakar sekarang melalui tatapanku, mungkin sudah aku lakukan sejak gadis kecil itu memasuki aula pernikahan."

Selena menatap berbisik penuh dendam, kemudian pergi begitu saja. Dia tidak bisa berlama-lama melihat pengantin baru itu.

Selena ingin merebut posisi itu, dia beranggapan hanya dialah yang pantas menyandang status istri dari pemimpin Negara Aleister. Dia cantik, pintar, anggun dan seorang Putri dari Negara Selatan. Siapa pria yang bisa menolak pesonanya?

TBC

Rekomendasi novel keren dan menarik karya author Putri Nilam Sari

mampir dan dukung karyanya ya biar author tambah semangat 😉😊

Judul : PENDAMPING HIDUP MOMMY SASHI

Bercerita tentang manis pahitnya kehidupan seorang wanita cantik bernama Sashi yang harus berjuang membesarkan putranya seorang diri setelah kematian suaminya karena kecelakaan. Sashi yang seorang desainer harus mampu mengelola dan mempertahankan perusahaan peninggalan suaminya dari sifat tamak adik iparnya.

Seiring waktu, Sashi berubah menjadi seorang CEO wanita dan seorang Ibu serta akan menguak misteri kematian suaminya. Apakah ketika semuanya terkuak Sashi masih sendiri, atau ia berhasil menemukan pendamping hidupnya?

Episodes
1 Bab 1 - Pertemuan Tanpa Kesan -
2 Bab 2 - Gadis Bermata Biru -
3 Bab 3 - Berita Mengejutkan-
4 Bab 4 - Pernikahan -
5 Bab 5 - Negosiasi -
6 Bab 6 - Janji untuk Venus
7 Bab 7 - Gosip yang Beredar -
8 Bab 8 - Tidak Boleh Percaya -
9 Bab 9 - Hasutan -
10 Bab 10 - Sandiwara Dimulai -
11 Bab 11 - Debaran -
12 Bab 12 - Tiga Kubu -
13 Bab 13 -MBV-
14 Bab 14 - MBV -
15 Bab 15 - MBV -
16 Bab 16 - MBV -
17 Bab 17 - MBV -
18 Bab 18 - MBV -
19 Bab 19 - MBV -
20 Bab 20 - MBV -
21 Bab 21 - MBV -
22 Bab 22 - MBV -
23 Bab 23 - MBV -
24 Bab 24 - MBV -
25 Bab 25 - MBV -
26 Bab 26 - MBV -
27 Bab 27 - MBV -
28 Bab 28 - MBV -
29 Bab 29 - MBV -
30 Bab 30 - MBV -
31 Bab 31 - MBV -
32 Bab 32 - MBV -
33 Bab 33 - MBV -
34 Bab 34 - MBV -
35 Bab 35 - MBV -
36 Bab 36 - MBV -
37 Bab 37 - MBV -
38 Bab 38 - MBV -
39 Bab 39 - MBV -
40 Bab 40 - MBV -
41 Bab 41 - MBV -
42 Bab 42 - MBV -
43 Bab 43 - MBV -
44 Bab 44 - MBV -
45 Bab 45 -MBV -
46 Bab 46 - MBV -
47 Bab 47 - MBV -
48 Bab 48 - MBV -
49 Bab 49 - MBV -
50 Bab 50 - MBV -
51 Bab 51 - MBV -
52 Bab 52 - MBV -
53 Bab 53 - MBV -
54 Bab 54 - MBV-
55 Bab 55 - MBV -
56 Bab 56 - MBV -
57 Bab 57 - MBV -
58 Bab 58 - MBV -
59 Bab 59 - MBV -
60 Bab 60 - MBV -
61 Bab 61 - MBV -
62 Bab 62 - MBV -
63 Bab 63 - MBV -
64 Bab 64 - MBV-
65 Bab 65 - MBV -
66 Bab 66 - MBV -
67 Bab 67 - MBV -
68 Bab 68 - MBV -
69 Bab 69 - MBV -
70 Bab 70 - MBV -
71 Bab 71 - MBV -
72 Bab 72 - MBV -
73 Bab 73 - MBV -
74 Bab 74 - MBV -
75 Bab 75 - MBV -
76 Bab 76 - MBV -
77 Bab 77 - MVB -
78 Bab 78 -MBV -
79 Bab 79 - MBV -
80 Bab 80 - MBV (END) -
Episodes

Updated 80 Episodes

1
Bab 1 - Pertemuan Tanpa Kesan -
2
Bab 2 - Gadis Bermata Biru -
3
Bab 3 - Berita Mengejutkan-
4
Bab 4 - Pernikahan -
5
Bab 5 - Negosiasi -
6
Bab 6 - Janji untuk Venus
7
Bab 7 - Gosip yang Beredar -
8
Bab 8 - Tidak Boleh Percaya -
9
Bab 9 - Hasutan -
10
Bab 10 - Sandiwara Dimulai -
11
Bab 11 - Debaran -
12
Bab 12 - Tiga Kubu -
13
Bab 13 -MBV-
14
Bab 14 - MBV -
15
Bab 15 - MBV -
16
Bab 16 - MBV -
17
Bab 17 - MBV -
18
Bab 18 - MBV -
19
Bab 19 - MBV -
20
Bab 20 - MBV -
21
Bab 21 - MBV -
22
Bab 22 - MBV -
23
Bab 23 - MBV -
24
Bab 24 - MBV -
25
Bab 25 - MBV -
26
Bab 26 - MBV -
27
Bab 27 - MBV -
28
Bab 28 - MBV -
29
Bab 29 - MBV -
30
Bab 30 - MBV -
31
Bab 31 - MBV -
32
Bab 32 - MBV -
33
Bab 33 - MBV -
34
Bab 34 - MBV -
35
Bab 35 - MBV -
36
Bab 36 - MBV -
37
Bab 37 - MBV -
38
Bab 38 - MBV -
39
Bab 39 - MBV -
40
Bab 40 - MBV -
41
Bab 41 - MBV -
42
Bab 42 - MBV -
43
Bab 43 - MBV -
44
Bab 44 - MBV -
45
Bab 45 -MBV -
46
Bab 46 - MBV -
47
Bab 47 - MBV -
48
Bab 48 - MBV -
49
Bab 49 - MBV -
50
Bab 50 - MBV -
51
Bab 51 - MBV -
52
Bab 52 - MBV -
53
Bab 53 - MBV -
54
Bab 54 - MBV-
55
Bab 55 - MBV -
56
Bab 56 - MBV -
57
Bab 57 - MBV -
58
Bab 58 - MBV -
59
Bab 59 - MBV -
60
Bab 60 - MBV -
61
Bab 61 - MBV -
62
Bab 62 - MBV -
63
Bab 63 - MBV -
64
Bab 64 - MBV-
65
Bab 65 - MBV -
66
Bab 66 - MBV -
67
Bab 67 - MBV -
68
Bab 68 - MBV -
69
Bab 69 - MBV -
70
Bab 70 - MBV -
71
Bab 71 - MBV -
72
Bab 72 - MBV -
73
Bab 73 - MBV -
74
Bab 74 - MBV -
75
Bab 75 - MBV -
76
Bab 76 - MBV -
77
Bab 77 - MVB -
78
Bab 78 -MBV -
79
Bab 79 - MBV -
80
Bab 80 - MBV (END) -

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!