Bab 11 - Debaran -

"Mengapa kau bisa berbicara seperti itu, Venus?" Tanya Jenderal Virendra yang mulai menaruh curiga.

...----------------...

"Apakah, Jenderal tidak merasa ada yang aneh dengan hubungan kita? Bahkan hanya sekedar makan bersamapun tidak pernah kita lakukan." Venus berkata dengan sangat berani, gadis itu saat ini terlihat tangguh.

"Ada orang yang menghasutmu? Mengapa kau bisa berbicara seperti itu?" Jenderal Virendra menatap Venus dengan tajam, mencari tahu apa yang sebenarnya disembunyikan oleh Venus.

"Venus hanya berbicara seperti apa yang Venus rasakan. Itu sebuah kenyataan, Jenderal." Jawab Venus tenang.

"Tidak ada yang aneh dengan hubungan kita. Sebenarnya apa yang ingin kau coba sampaikan?" Jenderal Virendra masih berusaha untuk mencaritahu apa yang telah terjadi.

"Tidak ada, Jenderal. Venus hanya menyampaikan apa yang sebenarnya terjadi." Venus kembali menjawab dengan tenang. Namun, Jenderal Virendra tentu tidak percaya begitu saja.

Menghela napas, Jenderal Virendra akhirnya memilih mengalah. Dia akan mencari tahu sendiri siapa yang berani menghasut Venus.

"Baiklah, kita mulai kembali hubungan ini. Pertama-tama, kita akan memulai dari mana?" Tanya Jenderal Virendra menatap Venus dengan dalam.

"Mungkin dengan memberikan sedikit waktu Jenderal untuk Venus." Venus menjawab dengan malu-malu.

Bagaimanapun, ini pertama kali mereka membahas hubungan keduanya. Tentu saja Venus malu, apalagi dia yang memulai pembahasan ini.

"Akan aku coba. Mungkin bisa memulai dengan makan malam bersama." Ucap Jenderal Virendra dengan pelan.

Venus hanya mengangguk lemah, dia masih merasa canggung.

"Baiklah, untuk sekarang kau bisa istirahat lebih dulu. Ada pekerjaan yang harus aku selesaikan." Putus Jenderal Virendra yang justru ditolak oleh Venus.

"Aku akan menemani, Jenderal. Mungkin kehadiranku tidak berarti apa-apa, tapi Venus ingin menemani Jenderal sebagai seorang istri yang menemani suaminya."

Sesaat Jenderal Virendra tertegun, jantungnya berdebar kencang. Dulu, dia melihat sang Ibu yang menemani Ayahnya menyelesaikan pekerjaan. Dia sangat ingat, bahwa tanpa sadar dia ingin mendapatkan perhatian seperti itu setelah menikah.

Saat ini, Venus mau mewujudkan keinginan kecilnya. Jenderal Virendra merasa hal kecil ini ternyata bisa menghangatkan hatinya.

"Baiklah, temani aku bekerja disini." Ucap Jenderal Virendra setelah berhasil menenangkan debaran di dadanya.

Venus tersenyum lebar, merasa permintaan kecilnya dihargai oleh Jenderal Virendra. Sedangkan Jenderal Virendra kembali dibuat tertegun melihat mata biru Venus yang tampak bersinar saat tersenyum.

Sepertinya pengantin baru ini sedang dilanda asmara. Perlahan cinta itu menyusup ke hati mereka tanpa mereka sadari.

*

*

Pagi harinya, Jenderal Virendra dibuat cukup terkejut dengan kehadiran Letnan Dean yang terlihat tergesa-gesa.

"Lapor, Jenderal!" Letnan Dean yang baru saja datang segera memberi hormat. Pria kepercayaan Jenderal Virendra itu ingin menyampaikan sesuatu.

"Ada apa?" Tanya Jenderal Virendra, mengalihkan perhatian dari setumpuk dokumen di hadapannya.

"Beberapa warga sudah mulai menunjukkan protes. Mereka melakukan demo, mempertanyakan alasan Jenderal menikahi gadis berusia delapan belas tahun."

Jenderal Virendra menatap tajam pada Letnan Dean yang masih berdiri dengan tegak. Pria itu tidak terlihat takut.

"Temui Sean dan katakan padanya untuk menggerakkan sebagian warga yang memihak padaku." Perintah Jenderal Virendra tegas, namun pemimpin Negara Aleister itu masih terlihat tenang.

"Baik, Jenderal!" Letnan Dean memberi hormat dan segera pergi melaksanakan perintah Jenderal Virendra.

Jenderal Virendra segera meninggalkan ruang kerjanya. Dia akan menemui Venus dan memastikan istrinya itu belum mendengar berita buruk ini.

Sayangnya, diperjalanan Jenderal Virendra justru bertemu dengan Bibi Martha. Wanita paruh baya itu menatap tidak suka pada Jenderal Virendra.

"Bukankah sudah saya katakan Jenderal, bahwa Venus masih terlalu muda untuk menikah." Bibi Martha membuka percakapan membuat Jenderal Virendra menghentikan langkahnya.

"Aku bisa menangani ini, Martha. Simpan rasa khawatirmu." Desis Jenderal Virendra, menatap tajam Bibi Martha.

"Saya mengkhawatirkan seorang anak yang telah saya besaran seperti putriku sendiri." Jawab Bibi Martha dengan berani.

"Kau terlalu berlebihan, aku bisa menangani masalah ini. Yang perlu kau lakukan adalah menutup mulut orang-orang di sekitar Venus agar tidak menyampaikan berita sampah ini."

Jenderal Virendra segera pergi, melanjutkan niatnya untuk menemui Venus. Dia harus memastikan bahwa Venus belum mengetahui masalah ini.

Bibi Martha sendiri hanya menatap kepergian Jenderal Virendra sambil mengelus dada. Jenderal Virendra begitu angkuh dan percaya diri. Mungkin pria itu lupa bahwa dia sendirilah sumber masalah untuk Venus.

"Semoga Venus selalu dilindungi dari orang-orang jahat dan selalu bahagia." Bisik Bibi Martha, memohon dia yang terbaik untuk Venus.

TBC

Rekomendasi novel keren karya author Alviesha_athninamisy

mampir dan jangan lupa dukungannya 😊

Judul : CINTA COOL DAN BARBAR

Blurb

Aliando Ivander sang idola sekolah. Dia mencintai murid baru yang ada di sekolahnya. Tepat di hari pertama gadis itu sekolah, dia langsung menyatakan perasaannya.

"Aku tidak minta persetujuanmu dan aku tidak menerima penolakan!" Itu kalimat andalannya.

Alisha Leandra gadis cantik murid pindahan dengan terpaksa harus menjalin hubungan dengan Aliando. Bagaimana dia menghadapi fans gilanya Aliando? Bagaimana akhirnya dia bisa menerima Aliando? dan apakah misteri kehidupan Alisha bisa diterima oleh Aliando? Karena ternyata Aliando bukan satu-satunya pria dalam hidupnya.

Terpopuler

Comments

Mam Lilu

Mam Lilu

venus tuh sebnernya anak siapa

2022-08-13

1

putrirhaya

putrirhaya

masih blm bisa nebak alurnya gimn apa aq nya yg g paham alurnya ya thor

2022-07-15

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Pertemuan Tanpa Kesan -
2 Bab 2 - Gadis Bermata Biru -
3 Bab 3 - Berita Mengejutkan-
4 Bab 4 - Pernikahan -
5 Bab 5 - Negosiasi -
6 Bab 6 - Janji untuk Venus
7 Bab 7 - Gosip yang Beredar -
8 Bab 8 - Tidak Boleh Percaya -
9 Bab 9 - Hasutan -
10 Bab 10 - Sandiwara Dimulai -
11 Bab 11 - Debaran -
12 Bab 12 - Tiga Kubu -
13 Bab 13 -MBV-
14 Bab 14 - MBV -
15 Bab 15 - MBV -
16 Bab 16 - MBV -
17 Bab 17 - MBV -
18 Bab 18 - MBV -
19 Bab 19 - MBV -
20 Bab 20 - MBV -
21 Bab 21 - MBV -
22 Bab 22 - MBV -
23 Bab 23 - MBV -
24 Bab 24 - MBV -
25 Bab 25 - MBV -
26 Bab 26 - MBV -
27 Bab 27 - MBV -
28 Bab 28 - MBV -
29 Bab 29 - MBV -
30 Bab 30 - MBV -
31 Bab 31 - MBV -
32 Bab 32 - MBV -
33 Bab 33 - MBV -
34 Bab 34 - MBV -
35 Bab 35 - MBV -
36 Bab 36 - MBV -
37 Bab 37 - MBV -
38 Bab 38 - MBV -
39 Bab 39 - MBV -
40 Bab 40 - MBV -
41 Bab 41 - MBV -
42 Bab 42 - MBV -
43 Bab 43 - MBV -
44 Bab 44 - MBV -
45 Bab 45 -MBV -
46 Bab 46 - MBV -
47 Bab 47 - MBV -
48 Bab 48 - MBV -
49 Bab 49 - MBV -
50 Bab 50 - MBV -
51 Bab 51 - MBV -
52 Bab 52 - MBV -
53 Bab 53 - MBV -
54 Bab 54 - MBV-
55 Bab 55 - MBV -
56 Bab 56 - MBV -
57 Bab 57 - MBV -
58 Bab 58 - MBV -
59 Bab 59 - MBV -
60 Bab 60 - MBV -
61 Bab 61 - MBV -
62 Bab 62 - MBV -
63 Bab 63 - MBV -
64 Bab 64 - MBV-
65 Bab 65 - MBV -
66 Bab 66 - MBV -
67 Bab 67 - MBV -
68 Bab 68 - MBV -
69 Bab 69 - MBV -
70 Bab 70 - MBV -
71 Bab 71 - MBV -
72 Bab 72 - MBV -
73 Bab 73 - MBV -
74 Bab 74 - MBV -
75 Bab 75 - MBV -
76 Bab 76 - MBV -
77 Bab 77 - MVB -
78 Bab 78 -MBV -
79 Bab 79 - MBV -
80 Bab 80 - MBV (END) -
Episodes

Updated 80 Episodes

1
Bab 1 - Pertemuan Tanpa Kesan -
2
Bab 2 - Gadis Bermata Biru -
3
Bab 3 - Berita Mengejutkan-
4
Bab 4 - Pernikahan -
5
Bab 5 - Negosiasi -
6
Bab 6 - Janji untuk Venus
7
Bab 7 - Gosip yang Beredar -
8
Bab 8 - Tidak Boleh Percaya -
9
Bab 9 - Hasutan -
10
Bab 10 - Sandiwara Dimulai -
11
Bab 11 - Debaran -
12
Bab 12 - Tiga Kubu -
13
Bab 13 -MBV-
14
Bab 14 - MBV -
15
Bab 15 - MBV -
16
Bab 16 - MBV -
17
Bab 17 - MBV -
18
Bab 18 - MBV -
19
Bab 19 - MBV -
20
Bab 20 - MBV -
21
Bab 21 - MBV -
22
Bab 22 - MBV -
23
Bab 23 - MBV -
24
Bab 24 - MBV -
25
Bab 25 - MBV -
26
Bab 26 - MBV -
27
Bab 27 - MBV -
28
Bab 28 - MBV -
29
Bab 29 - MBV -
30
Bab 30 - MBV -
31
Bab 31 - MBV -
32
Bab 32 - MBV -
33
Bab 33 - MBV -
34
Bab 34 - MBV -
35
Bab 35 - MBV -
36
Bab 36 - MBV -
37
Bab 37 - MBV -
38
Bab 38 - MBV -
39
Bab 39 - MBV -
40
Bab 40 - MBV -
41
Bab 41 - MBV -
42
Bab 42 - MBV -
43
Bab 43 - MBV -
44
Bab 44 - MBV -
45
Bab 45 -MBV -
46
Bab 46 - MBV -
47
Bab 47 - MBV -
48
Bab 48 - MBV -
49
Bab 49 - MBV -
50
Bab 50 - MBV -
51
Bab 51 - MBV -
52
Bab 52 - MBV -
53
Bab 53 - MBV -
54
Bab 54 - MBV-
55
Bab 55 - MBV -
56
Bab 56 - MBV -
57
Bab 57 - MBV -
58
Bab 58 - MBV -
59
Bab 59 - MBV -
60
Bab 60 - MBV -
61
Bab 61 - MBV -
62
Bab 62 - MBV -
63
Bab 63 - MBV -
64
Bab 64 - MBV-
65
Bab 65 - MBV -
66
Bab 66 - MBV -
67
Bab 67 - MBV -
68
Bab 68 - MBV -
69
Bab 69 - MBV -
70
Bab 70 - MBV -
71
Bab 71 - MBV -
72
Bab 72 - MBV -
73
Bab 73 - MBV -
74
Bab 74 - MBV -
75
Bab 75 - MBV -
76
Bab 76 - MBV -
77
Bab 77 - MVB -
78
Bab 78 -MBV -
79
Bab 79 - MBV -
80
Bab 80 - MBV (END) -

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!