Bab 3 - Berita Mengejutkan-

Jenderal Virendra tidak main-main dengan ucapannya. Ketika Bibi Martha datang menemui Jenderal Virendra, pria itu sudah menyiapkan jawaban yang tidak bisa dibantah oleh Bibi Martha.

Mau tidak mau, Bibi Martha harus merelakan Venus menikah diusia muda.

"Bibi ... Bibi Martha!" Venus berteriak memanggil Bibi Martha.

"Ada apa, Venus. Kenapa berteriak seperti itu?" Tanya Bibi Martha lembut, dia sudah terbiasa menghadapi sikap menggebu-gebu Venus.

"Mereka bilang ... mereka bilang, Venus mau menikah. Apa itu benar Bibi?" Venus bertanya pelan, memastikan berita yang beredar tidaklah benar.

Bibi Martha terdiam sejenak sebelum menjawab dengan ragu, "Benar, kau akan segera menikah."

Jawaban Bibi Martha membuat Venus terkejut, bagaimana bisa dia menikah saat usianya baru 18 tahun.

"Tapi ... Bibi ... Bagaimana ini bisa terjadi? Venus tidak memiliki kekasih. Bagaimana bisa Venus menikah?" Tanya Venus tidak mengerti.

Bibi Martha memaksakan senyuman agar menenangkan Venus.

"Jenderal Virendra akan menikahimu." Jawaban tenang dari Bibi Martha semakin membuat Venus terkejut.

"A-apa? Bagaimana mungkin? Ini mustahil, Bibi!" Venus melotot tidak percaya.

"Semua mungkin saja terjadi, Venus. Apa yang mustahil di dunia ini? Jika Tuhan berkehendak, semua akan menjadi mungkin."

"Tapi, Bibi maksudku bukan itu. Bibi tahukan dia seorang Jenderal dan Venus hanya gadis biasa."

Bibi Martha tersenyum, "percaya pada Bibi."

Bibi Martha terus berusaha meyakinkan Venus, meski hatinya sendiri meragu. Venus masih begitu kecil, begitu polos dan apa adanya. Dia takut Venus akan dimanipulasi orang-orang serakah.

*

*

Kabar mengenai pernikahan Jenderal Virendra sungguh mengejutkan banyak orang. Namun, yang lebih mengejutkan adalah calon istri Jenderal Virendra.

Departemen politik Mila bertanya-tanya, apa yang sebenarnya direncanakan oleh Jenderal. Untuk itulah Departemen politik Barat dan Timur segera meminta diadakannya rapat.

"Jenderal, kami mendengar berita mengejutkan. Apakah benar Anda akan menikah dengan gadis berusia delapan belas tahun?" Tanya Endo, kepala Departemen politik Timur.

"Benar, lalu apakah tujuan kalian mengadakan pertemuan ini hanya untuk mencari tahu kebenaran berita itu?" Jenderal Virendra menatap sinis para elit politik yang haus akan kekuasaan.

"Mohon maaf Jenderal, Anda jelas sangat tahu mengapa kami mempertanyakan keputusan Anda." Kali ini John bersuara, mengutarakan keresahannya.

"Sudah ku peringatkan untuk tidak ikut campur mengenai pernikahanku. Apakah kalian berniat menentang?" Jenderal Virendra berucap dingin membuat siapa saja yang mendengarnya menggigil ketakutan.

"KAMI TIDAK BERANI, JENDERAL!" Ucap mereka kompak mengundang kepuasan Jenderal Virendra.

"Kalau begitu, tutup mulut kalian semua!" Jenderal Virendra berteriak penuh peringatan.

"Bagaimana dengan Putri dari Negara Selatan? Anda tahu perjodohan Anda dan -" Ucapan Endo terpotong saat Jenderal Virendra dengan marah melempar gelas hingga hancur berkeping-keping.

"Siapa yang berani mengaturku akan bernasib sama dengan gelas itu!" Jenderal Virendra mengancam dengan sungguh-sungguh.

Tanpa berniat melanjutkan pembicaraan, Jenderal Virendra segera pergi meninggalkan aula.

Jenderal Virendra begitu marah karena pertentangan yang orang-orang itu lakukan. Mereka seolah meragukan keputusan Jenderal Virendra.

Jenderal Virendra sangat tahu alasan dibalik perjodohannya dengan Putri dari Negara Selatan. Dia tidak sudi jika harus menikahi gadis yang akan dijodohkan dengannya.

*

*

Venus duduk merenung di halaman kediamannya. Memikirkan nasibnya yang harus menikah dengan Jenderal Virendra. Seorang Jenderal yang terkenal kejam.

Venus tidak tahu alasan mengapa dia harus menikah dengan Jenderal Virendra. Mereka bahkan baru bertemu satu kali dan pertemuan itu tidaklah berkesan.

Venus terlalu asik merenung, hingga tidak sadar ada seseorang yang tengah memperhatikannya dari jauh.

Dia adalah Jenderal Virendra. Pria itu berdiri di bawah pohon sembari mengamati Venus. Entah apa yang ada dipikirannya.

"Maafkan aku karena kau harus terlibat seperti ini." Ucap Jenderal Virendra pelan.

Jenderal Virendra sesungguhnya menyesal telah menyeret gadis bermata biru itu. Terlebih usia gadis itu masih terlalu muda.

Jenderal Virendra juga tahu akan banyak pertentangan mengenai keputusannya ini. Namun, dia tidak akan mundur. Dia akan tetap pada keputusannya, yaitu menikahi gadis itu.

Jenderal Virendra juga tahu bahwa orang-orang di Negara Aleister sangat menentang pernikahan gadis dibawah usia 20 tahun.

Bagi mereka usia dibawah 20 tahun sangat rentan dan beresiko besar jika melahirkan. Negara Aleister sangat menjaga anak-anak gadis dibawah usia 20 tahun.

Namun, saat ini Jenderal Virendra pemimpin Negara Aleister justru melanggarnya. Jenderal Virendra justru memaksa untuk mempercepat pernikahannya dengan gadis berusia 18 tahun.

Tidak ada yang tahu apa rencana Jenderal Virendra sebenarnya. Mereka hanya bisa menebak-nebak tanpa tahu jawaban pastinya.

TBC

Rekomendasi novel keren dan menarik karya author CovieVy

yuk mampir dan dukung karyanya ya..

Judul : AKHIR PERNIKAHAN DINI

*Blurb :

Seperti biasanya, Bang Alan pulang kerja ketika Azan Subuh mulai menggema. Saat itu pula aku mulai bekerja mengais rezeki sebagai buruh cuci, pakaian para tetangga.

Sebelum mencuci pakaian orang lain, aku memprioritaskan mencuci pakaian keluargaku sendiri. Namun, aku sungguh dikejutkan oleh benda keramat dari kantong celana yang digunakan suamiku tadi malam.

Benda itu merupakan sebuah bekas bungkus ****** yang dulu sering aku lihat di televisi. Ini milik siapa? Kenapa ada di kantong celana milik suamiku*?

Terpopuler

Comments

SoVay

SoVay

aku fav dan like ya kak, terima kasih sudah bantu promo ya 😇😇😇 mari sama2 berjuang 😇😇😇

2022-07-06

3

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Pertemuan Tanpa Kesan -
2 Bab 2 - Gadis Bermata Biru -
3 Bab 3 - Berita Mengejutkan-
4 Bab 4 - Pernikahan -
5 Bab 5 - Negosiasi -
6 Bab 6 - Janji untuk Venus
7 Bab 7 - Gosip yang Beredar -
8 Bab 8 - Tidak Boleh Percaya -
9 Bab 9 - Hasutan -
10 Bab 10 - Sandiwara Dimulai -
11 Bab 11 - Debaran -
12 Bab 12 - Tiga Kubu -
13 Bab 13 -MBV-
14 Bab 14 - MBV -
15 Bab 15 - MBV -
16 Bab 16 - MBV -
17 Bab 17 - MBV -
18 Bab 18 - MBV -
19 Bab 19 - MBV -
20 Bab 20 - MBV -
21 Bab 21 - MBV -
22 Bab 22 - MBV -
23 Bab 23 - MBV -
24 Bab 24 - MBV -
25 Bab 25 - MBV -
26 Bab 26 - MBV -
27 Bab 27 - MBV -
28 Bab 28 - MBV -
29 Bab 29 - MBV -
30 Bab 30 - MBV -
31 Bab 31 - MBV -
32 Bab 32 - MBV -
33 Bab 33 - MBV -
34 Bab 34 - MBV -
35 Bab 35 - MBV -
36 Bab 36 - MBV -
37 Bab 37 - MBV -
38 Bab 38 - MBV -
39 Bab 39 - MBV -
40 Bab 40 - MBV -
41 Bab 41 - MBV -
42 Bab 42 - MBV -
43 Bab 43 - MBV -
44 Bab 44 - MBV -
45 Bab 45 -MBV -
46 Bab 46 - MBV -
47 Bab 47 - MBV -
48 Bab 48 - MBV -
49 Bab 49 - MBV -
50 Bab 50 - MBV -
51 Bab 51 - MBV -
52 Bab 52 - MBV -
53 Bab 53 - MBV -
54 Bab 54 - MBV-
55 Bab 55 - MBV -
56 Bab 56 - MBV -
57 Bab 57 - MBV -
58 Bab 58 - MBV -
59 Bab 59 - MBV -
60 Bab 60 - MBV -
61 Bab 61 - MBV -
62 Bab 62 - MBV -
63 Bab 63 - MBV -
64 Bab 64 - MBV-
65 Bab 65 - MBV -
66 Bab 66 - MBV -
67 Bab 67 - MBV -
68 Bab 68 - MBV -
69 Bab 69 - MBV -
70 Bab 70 - MBV -
71 Bab 71 - MBV -
72 Bab 72 - MBV -
73 Bab 73 - MBV -
74 Bab 74 - MBV -
75 Bab 75 - MBV -
76 Bab 76 - MBV -
77 Bab 77 - MVB -
78 Bab 78 -MBV -
79 Bab 79 - MBV -
80 Bab 80 - MBV (END) -
Episodes

Updated 80 Episodes

1
Bab 1 - Pertemuan Tanpa Kesan -
2
Bab 2 - Gadis Bermata Biru -
3
Bab 3 - Berita Mengejutkan-
4
Bab 4 - Pernikahan -
5
Bab 5 - Negosiasi -
6
Bab 6 - Janji untuk Venus
7
Bab 7 - Gosip yang Beredar -
8
Bab 8 - Tidak Boleh Percaya -
9
Bab 9 - Hasutan -
10
Bab 10 - Sandiwara Dimulai -
11
Bab 11 - Debaran -
12
Bab 12 - Tiga Kubu -
13
Bab 13 -MBV-
14
Bab 14 - MBV -
15
Bab 15 - MBV -
16
Bab 16 - MBV -
17
Bab 17 - MBV -
18
Bab 18 - MBV -
19
Bab 19 - MBV -
20
Bab 20 - MBV -
21
Bab 21 - MBV -
22
Bab 22 - MBV -
23
Bab 23 - MBV -
24
Bab 24 - MBV -
25
Bab 25 - MBV -
26
Bab 26 - MBV -
27
Bab 27 - MBV -
28
Bab 28 - MBV -
29
Bab 29 - MBV -
30
Bab 30 - MBV -
31
Bab 31 - MBV -
32
Bab 32 - MBV -
33
Bab 33 - MBV -
34
Bab 34 - MBV -
35
Bab 35 - MBV -
36
Bab 36 - MBV -
37
Bab 37 - MBV -
38
Bab 38 - MBV -
39
Bab 39 - MBV -
40
Bab 40 - MBV -
41
Bab 41 - MBV -
42
Bab 42 - MBV -
43
Bab 43 - MBV -
44
Bab 44 - MBV -
45
Bab 45 -MBV -
46
Bab 46 - MBV -
47
Bab 47 - MBV -
48
Bab 48 - MBV -
49
Bab 49 - MBV -
50
Bab 50 - MBV -
51
Bab 51 - MBV -
52
Bab 52 - MBV -
53
Bab 53 - MBV -
54
Bab 54 - MBV-
55
Bab 55 - MBV -
56
Bab 56 - MBV -
57
Bab 57 - MBV -
58
Bab 58 - MBV -
59
Bab 59 - MBV -
60
Bab 60 - MBV -
61
Bab 61 - MBV -
62
Bab 62 - MBV -
63
Bab 63 - MBV -
64
Bab 64 - MBV-
65
Bab 65 - MBV -
66
Bab 66 - MBV -
67
Bab 67 - MBV -
68
Bab 68 - MBV -
69
Bab 69 - MBV -
70
Bab 70 - MBV -
71
Bab 71 - MBV -
72
Bab 72 - MBV -
73
Bab 73 - MBV -
74
Bab 74 - MBV -
75
Bab 75 - MBV -
76
Bab 76 - MBV -
77
Bab 77 - MVB -
78
Bab 78 -MBV -
79
Bab 79 - MBV -
80
Bab 80 - MBV (END) -

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!