"Jenderal, bagaimana dengan cadarnya?" tanya Venus hati-hati.
"Mulai detik ini kau tidak boleh memakai cadar itu ketika bersamaku." Jenderal Virendra berucap dengan tegas, terdengar jelas tidak menerima bantahan apapun dari Venus.
...----------------...
“Kenapa, Jenderal?” Tanya Venus yang masih bingung dengan permintaan mendadak dari Jenderal Virendra.
Jenderal Virendra hanya menatap Venus dalam diam. Pria itu terlihat enggan untuk menjawab dengan jujur.
"Kau tetap menggunakan cadar ketika bersama orang lain. Tapi, ketika bersamaku kau tidak boleh menggunakan cadar lagi. Itu permintaan seorang suami pada istrinya." Usai mengatakan hal itu Jenderal Virendra segera berlalu menuju mobilnya.
Venus hanya mampu menatap punggung Jenderal Virendra dengan wajah bersemu. Gadis itu terlihat malu ketika mendengar kata suami dan istri keluar dari bibir Jenderal Virendra.
"Kena aku harus malu? Sadarlah Venus, kau terlihat seperti remaja yang sedang jatuh cinta." Bisik Venus pada dirinya sendiri sembari menepuk kedua pipinya.
Kemudian, seakan tersadar Venus langsung terima membeku. "Jatuh cinta?" Venus bertanya dalam hati.
*
*
Disepanjang perjalanan menuju istana, Venus memilih diam tidak tahu ingin membahas apa bersama dengan Jenderal Virendra. Jenderal Virendra begitu kaku dan Venus tidak bisa melunakkan pria itu.
"Kenapa kau kabur?" Tanya Jenderal Virendra tiba-tiba memecah keheningan di dalam mobil.
Venus menoleh, menatap Jenderal Virendra yang fokus mengendarai mobilnya.
"Venus tidak kabur, Jenderal. Venus hanya ingin melihat keadaan di luar dan ternyata semua seperti yang Venus bayangkan." Jawab Venus kembali menatap jalanan dari kaca jendela mobil disisinya.
"Apa yang kau bayangkan?" Tanya Jenderal Virendra lagi.
"Mereka tidak menerima pernikahan ini. Mereka beranggapan Venus masih terlalu muda dan tidak pantas menyandang gelar istri orang nomor satu di Negara Aleister."
Jenderal Virendra menoleh menatap Venus yang lebih memilih menikmati pemandangan di luar sana. Diam-diam Jenderal Virendra mengutuk orang-orang yang berdemo itu.
"Ketika aku memutuskan sesuatu, itu sudah pasti penuh pertimbangan. Kau tahu, seorang Jenderal besar sepertiku tidak akan mengambil langkah ceroboh."
Venus membenarkan ucapan Jenderal Virendra. Dia juga yakin ada hal yang mendorong Jenderal Virendra mengambil keputusan menikah secara tiba-tiba. Namun, Venus tidak dapat menemukan alasan itu.
"Lantas, apa yang harus Venus lakukan?" tanya Venus lirih.
"Cukup percaya padaku. Percayalah masalah ini akan segera teratasi." Jawab Jenderal Virendra dengan tegas.
Venus mengangguk, tidak memiliki pilihan lain lagi. Jenderal Virendra jelas tidak mau membatalkan pernikahan mereka. Sedangkan Venus tidak memiliki kuasa apapun, bahkan mungkin Venus akan diusir dari istana jika Jenderal Virendra membatalkan pernikahan mereka.
*
*
Sementara, Putri Selena tengah mengadakan pertemuan dengan ketua departemen politik Barat dan Timur. Pertemuan diam-diam itu diadakan di luar istana guna menghindari mata-mata Jenderal Virendra.
"Bagaimana Putri?" Tanya Endo dengan penasaran, pria paruh baya itu tahu alasan Putri Selena keluar istana.
"Sudah separuh jalan, tenyata lumayan sulit. Saya tidak tahu bahwa gadis kecil itu pintar juga." Jawab Putri Selena dengan gaya anggunnya.
Putri Selena tersenyum kecil mengingat bagaimana Venus menentangnya. Gadis kecil itu ternyata lumayan tangguh, begitulah pikir Putri Selena.
"Bagaimana selanjutnya, Putri?" Kali ini ganti John yang bertanya.
Terlihat sekali kedua elite politik Negara Aleister itu sangat bersemangat. Entah apa yang mereka rencanakan sebenarnya.
"Saya hanya perlu memastikan gadis itu berada dipihak kita. Sepertinya dia sudah menaruh percaya pada saya, dia melihat bagaimana rakyat menentang keputusan Jenderal." Putri Selena berkata dengan penuh keyakinan.
"Saya harap secepatnya, Putri. Para pimpinan mulai mempertanyakan kelanjutan perjodohan Putri dan Jenderal. Kita harus memperkuat posisi kita." Ucap Endo mengingatkan kembali tujuan utama mereka yang sebenarnya.
Putri Selena hanya tersenyum dengan anggun. Dia sudah menyusun rencana sendiri. Putri Selena tidak memedulikan para elite politik yang serakah itu, tujuan Putri Selena hanya ingin menjadi istri dari Jenderal Virendra. Pria yang Putri Selena cintai selama ini, pria yang dia impikan menjadi suaminya kelak.
Ketiga tidak sadar bahwa ada seseorang yang mengintai mereka. Seseorang yang sudah merekam dengan jelas percakapan penuh rencana buruk itu.
Ketiganya mungkin lupa bahwa seorang Jenderal Virendra tidak mungkin membebaskan lawan dengan mudah. Jenderal Virendra sudah pasti menyiapkan mata-mata dimanapun itu. Orang yang mengawasi setiap gerak gerik sang lawan.
Itulah Jenderal Virendra, pria hebat dari Negara Aleister. Pria yang menjadi incaran pemimpin Negara lain. Begitu tampan, cerdik dan selalu memiliki rencana tersendiri.
TBC
Rekomendasi novel keren dan menarik karya author KAY_21
yuk, mampir dan jangan lupa dukung karyanya ya 😉😊
Judul : HASRAT SANG PENGGODA
Aku, adalah protagonis jahat. Pemeran utama yang menggoda suami orang, membuat konflik diantara hubungan suami istri hingga membuat keduanya berpisah.
Aku … adalah protagonis.
Semua demi apa?
Heyri merubah nama, wajah, penampilan, bahkan seluruh hidupnya demi bisa menarik perhatian seorang pria bernama Jeff. Hakim kondang dengan karir yang gemilang, serta menantu dari keluarga Yoon, konglomerat kaya dengan sederet bisnis sukses.
"Aku bersumpah, akan mendapatkanmu kembali, Jeff. Tidak peduli jika harus merebutmu secara paksa dari istrimu!"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
Lhia
akhirnya dr sekian purnama up jg , lanjut thorr 💪💪
2022-07-25
2