Bab 5 - Negosiasi -

Jenderal Virendra bukannya tidak tahu ada yang diam-diam memperhatikannya. Bertahun-tahun mejalani latihan militer yang keras, tentu saja Jenderal Virendra selalu bersikap waspada.

Jenderal Virendra belum tahu apa yang ada dipikiran Putri Negara Selatan itu, tapi yang jelas akan ada hal buruk yang sedang direncanakan.

“Ehmm ... Jenderal, bolehkah saya bertanya?” Venus berdeham tidak nyaman, terlihat ragu untuk bertanya.

Jenderal Virendra menoleh, melalu tatapannya mempersilahkan Venus untuk bertanya.

“Kapan acara ini selesai? Saya sudah lelah, Jenderal.” Tanya Venus dengan berani, jujur saja dia sudah mulai lelah. Terlebih beberapa hari ini dia tidak bisa tidur karena memikirkan pernikahan mendadak ini.

“Letnan Dean, bubarkan acara ini. Istriku sudah lelah, dia ingin segera beristirahat.” Perintah Jenderal Virendra yang segera dilaksanakan oleh Letnan Dean.

Letnan Dean segera membubarkan acara dengan penuh rasa hormat kepada para tamu. Disisi lain Venus tampak merona mendengar Jenderal Virendra mengucapkan kata istriku.

Venus tidak pernah mendapat perlakuan istimewa dari lawan jenis karena itulah hal kecil seperti ini membuatnya berbunga-bunga.

Setelahnya Jenderal Virendra mengajak Venus untuk segera pergi meninggalkan acara. Keduanya pergi diiringi penghormatan para tamu.

“Angkat kepalamu!” Bisik Jenderal Virendra dengan nada memerintah.

Venus segera mengangkat kepalanya, gadis tidak sadar saat melewati para tamu dia menundukkan kepalanya.

“Maafkan saya, Jenderal.” Ucap Venus dengan lembut. Itu adalah hasil didikan Bibi Martha dan Avi selama beberapa hari ini.

Jenderal Virendra tidak menyahut melainkan menatap Letnan Dean dan segera memberi perintah melalui tatapannya.

“Mari ikut saya, Nyonya.” Ucap Letnan Dean pada Venus yang kini menatapnya bingung. Venus kembali menatap Jenderal Virendra yang dibalas anggukan singkat pria itu.

Mau tidak mau Venus mengikuti langkah kaki Letnan Dean yang sepertinya akan membawa Venus ke kediaman Jenderal Virendra. Venus menghela napas, benar dia sudah menjadi istri dari Jenderel Virendra dan tentu saja dia akan tinggal di kediaman pria itu.

*

*

Jenderal Virendra diam-diam pergi meninggalkan kediamannya. Pria itu ingin bertemu salah satu orang kepercayaannya yang bertugas di luar istana.q

“Sean, mulai hari ini aku tugaskan kau mengawasi dan melindungi istriku.” Perintah Jenderal Virendra pada pria merupakan saudara kembar Letnan Dean.

Sean sendiri adalah pria berbakat yang sayangnya tidak menyukai dunia militer, karena itulah Sean ditugaskan sebagai mata-mata dan saat ini Jenderal Virendra akan memberinya tugas baru.

“Siap, Jenderal!” Ucap Sean memberi hormat.

“Satu lagi, perintah anak buahmu untuk mengawasi setiap gerak gerik Putri Negara Selatan itu. Dia terlihat sangat mencurigakan, aku tidak ingin ada kecerobohan.” Jenderal Virendra kembali memberi perintah.

“Siap, Jenderal!” Ucap Sean memberi hormat.

Jujur saja, Sean merasa senang diberikan perintah ini karena itu artinya Jenderal masih mempercayainya.

"Jangan sampai lengah dan membuatku kecewa. Kau tahukan aku tidak suka kegagalan." Bisik Jenderal Virendra yang sarat akan ancaman.

Sean mengangguk yakin, dia tidak akan mengecewakan Jenderal Virendra. Selama ini kerjanya dinilai bagus dan Jenderal Virendra memberinya apa saja yang dia butuhkan.

Karena itulah Sean selalu bekerja keras memenuhi perintah dari Jenderel Virendra. Dia akan selalu setia dan akan selalu menjadi orang kepercayaan Jenderal Virendra

*

*

Venus tengah menatap keindahan bangunan megah yang selama ini menjadi kamar Jenderal Virendra. Pemimpin Negara Aleister ini sungguh memiliki selera yang luar biasa, hal itu bisa Venus lihat dari beberapa barang antik dan indah yang dipajang di kamar ini.

“Sudah puas menatap kamar ini, istriku?” Tanya Jenderal Virendra membuat Venus terkejut, pasalnya Venus tidak tahu sejak kapan Jenderal berada di belakangnya.

“Jenderal, maaf saya – ”

“Berhenti minta maaf, kau tidak membuat kesalahan. Satu lagi, ubah kata saya itu. Aku tidak suka mendengarnya karena terdengar kau seperti orang lain bukan istriku.” Potong Jenderal Virendra membuat Venus bungkam.

"Baik, Jenderal." Ucap Venus pelan, tentu saja dia akan menuruti keinginan Jenderal Virendra. Dia masih sayang nyawanya.

"Aku akan keluar, kau tetaplah disini dan jangan coba-coba untuk kabur." Ucap Jenderal Virendra sekaligus memberi perintah.

"Jenderal, begini ... Venus ... apakah Venus boleh tidak tinggal disini untuk sementara. Venus masih butuh waktu untuk menerima semua ini."

Venus segera menyuarakan kegelisahannya selama beberapa waktu ini. Meski takut, gadis itu tetep memaksakan diri setidaknya dia harus mencoba.

"Kita suami istri dan kau pasti tahu tidak ada suami istri yang tinggal terpisah." Jawaban Jenderal Virendra kebingungan untuk menjawab.

"Tapi, Jenderal ... Venus merasa tidak nyaman." Bantah Venus mengundang dengusan kesal Jenderal Virendra.

"Buat dirimu nyaman, siap atau tidak siap kau harus bisa membiasakan dirimu. Kau ada istri seorang Jenderal, setiap gerak gerikmu akan diawasi oleh banyak orang."

Venus tahu itu dan karena itulah dia sempat menolak pernikahan ini. Akan tetapi, untuk gadis biasa seperti dirinya tentu saja Venus tidak memiliki kuasa untuk menolak.

"Kalau begitu, bolehkah aku membawa Avi. Dia adalah seseorang yang selama ini menemaniku selain Bibi Martha." Venus akhirnya mengalah dan mengajukan negosiasi lain.

Ya, Venus memang sedang melakukan negosiasi. Berharap satu saja negosiasi darinya akan diterima oleh Jenderal Virendra.

"Baik, aku akan memerintah pelayanmu itu tinggal disini dan menemanimu." Ucapan Jenderal membuat Venus tersenyum lebar.

"Terima kasih, Jenderal." Ucap gadis itu dengan senyum lebarnya.

"Aku menerima negosiasi apapun jika menurutku itu tidak merugikan siapapun." Ucapan Jenderal membuat senyum Venus luntur.

Gadis itu malu karena ketahuan diam-diam bernegosiasi dengan Jenderal Virendra. Sedangkan Jenderal Virendra, berusaha menahan diri untuk tidak mencubit pipi chubby di hadapannya itu.

Sepertinya cupid cinta mulai bekerja, menembakan panah-panah cinta.

TBC

Rekomendasi novel keren dan bagus karya author Desy Puspita

yuk mampir dan jangan lupa dukungannya ya 😊

JUDUL : GAIRAH CINTA SANG PRESDIR

Tampan, kaya, berkuasa dan sempurna. Tiada kurangnya seorang Mikhail Abercio, tak pernah ia duga kesempurnaan yang ia miliki ternyata belum cukup untuk mendapatkan kesetiaan dari seorang wanita.

Dikhianati sang kekasih dan melihat dengan mata kepalanya sendiri wanita yang dia cintai tengah bercinta bersama sahabatnya di apartemen membuat Mikhail Abercio merasa gagal menjadi laki-laki. Sakit, dendam dan kekacauan dalam batinnya membuat pribadi Mikhail berubah 180 derajat bahkan sang Mama angkat tangan dengan ulah putranya.

Hingga, semua berubah ketika takdir mempertemukannya dengan gadis belia yang merupakan mahasiswi magang di kantornya. Valenzia Arthaneda, gadis cantik yang baru merasakan sakitnya menjadi dewasa tak punya pilihan lain ketika Mikhail menuntutnya ganti rugi hanya karena hal sepele.

"1 Miliar atau tidur denganku? Kau punya waktu dua hari untuk berpikir," bisik Mikhail Abercio sebelum kemudian kembali duduk ke kursi kekuasaannya. Dia tidak suka basa-basi, apalagi jika harus membuang waktu dengan gadis ingusan seperti Valenzia.

Episodes
1 Bab 1 - Pertemuan Tanpa Kesan -
2 Bab 2 - Gadis Bermata Biru -
3 Bab 3 - Berita Mengejutkan-
4 Bab 4 - Pernikahan -
5 Bab 5 - Negosiasi -
6 Bab 6 - Janji untuk Venus
7 Bab 7 - Gosip yang Beredar -
8 Bab 8 - Tidak Boleh Percaya -
9 Bab 9 - Hasutan -
10 Bab 10 - Sandiwara Dimulai -
11 Bab 11 - Debaran -
12 Bab 12 - Tiga Kubu -
13 Bab 13 -MBV-
14 Bab 14 - MBV -
15 Bab 15 - MBV -
16 Bab 16 - MBV -
17 Bab 17 - MBV -
18 Bab 18 - MBV -
19 Bab 19 - MBV -
20 Bab 20 - MBV -
21 Bab 21 - MBV -
22 Bab 22 - MBV -
23 Bab 23 - MBV -
24 Bab 24 - MBV -
25 Bab 25 - MBV -
26 Bab 26 - MBV -
27 Bab 27 - MBV -
28 Bab 28 - MBV -
29 Bab 29 - MBV -
30 Bab 30 - MBV -
31 Bab 31 - MBV -
32 Bab 32 - MBV -
33 Bab 33 - MBV -
34 Bab 34 - MBV -
35 Bab 35 - MBV -
36 Bab 36 - MBV -
37 Bab 37 - MBV -
38 Bab 38 - MBV -
39 Bab 39 - MBV -
40 Bab 40 - MBV -
41 Bab 41 - MBV -
42 Bab 42 - MBV -
43 Bab 43 - MBV -
44 Bab 44 - MBV -
45 Bab 45 -MBV -
46 Bab 46 - MBV -
47 Bab 47 - MBV -
48 Bab 48 - MBV -
49 Bab 49 - MBV -
50 Bab 50 - MBV -
51 Bab 51 - MBV -
52 Bab 52 - MBV -
53 Bab 53 - MBV -
54 Bab 54 - MBV-
55 Bab 55 - MBV -
56 Bab 56 - MBV -
57 Bab 57 - MBV -
58 Bab 58 - MBV -
59 Bab 59 - MBV -
60 Bab 60 - MBV -
61 Bab 61 - MBV -
62 Bab 62 - MBV -
63 Bab 63 - MBV -
64 Bab 64 - MBV-
65 Bab 65 - MBV -
66 Bab 66 - MBV -
67 Bab 67 - MBV -
68 Bab 68 - MBV -
69 Bab 69 - MBV -
70 Bab 70 - MBV -
71 Bab 71 - MBV -
72 Bab 72 - MBV -
73 Bab 73 - MBV -
74 Bab 74 - MBV -
75 Bab 75 - MBV -
76 Bab 76 - MBV -
77 Bab 77 - MVB -
78 Bab 78 -MBV -
79 Bab 79 - MBV -
80 Bab 80 - MBV (END) -
Episodes

Updated 80 Episodes

1
Bab 1 - Pertemuan Tanpa Kesan -
2
Bab 2 - Gadis Bermata Biru -
3
Bab 3 - Berita Mengejutkan-
4
Bab 4 - Pernikahan -
5
Bab 5 - Negosiasi -
6
Bab 6 - Janji untuk Venus
7
Bab 7 - Gosip yang Beredar -
8
Bab 8 - Tidak Boleh Percaya -
9
Bab 9 - Hasutan -
10
Bab 10 - Sandiwara Dimulai -
11
Bab 11 - Debaran -
12
Bab 12 - Tiga Kubu -
13
Bab 13 -MBV-
14
Bab 14 - MBV -
15
Bab 15 - MBV -
16
Bab 16 - MBV -
17
Bab 17 - MBV -
18
Bab 18 - MBV -
19
Bab 19 - MBV -
20
Bab 20 - MBV -
21
Bab 21 - MBV -
22
Bab 22 - MBV -
23
Bab 23 - MBV -
24
Bab 24 - MBV -
25
Bab 25 - MBV -
26
Bab 26 - MBV -
27
Bab 27 - MBV -
28
Bab 28 - MBV -
29
Bab 29 - MBV -
30
Bab 30 - MBV -
31
Bab 31 - MBV -
32
Bab 32 - MBV -
33
Bab 33 - MBV -
34
Bab 34 - MBV -
35
Bab 35 - MBV -
36
Bab 36 - MBV -
37
Bab 37 - MBV -
38
Bab 38 - MBV -
39
Bab 39 - MBV -
40
Bab 40 - MBV -
41
Bab 41 - MBV -
42
Bab 42 - MBV -
43
Bab 43 - MBV -
44
Bab 44 - MBV -
45
Bab 45 -MBV -
46
Bab 46 - MBV -
47
Bab 47 - MBV -
48
Bab 48 - MBV -
49
Bab 49 - MBV -
50
Bab 50 - MBV -
51
Bab 51 - MBV -
52
Bab 52 - MBV -
53
Bab 53 - MBV -
54
Bab 54 - MBV-
55
Bab 55 - MBV -
56
Bab 56 - MBV -
57
Bab 57 - MBV -
58
Bab 58 - MBV -
59
Bab 59 - MBV -
60
Bab 60 - MBV -
61
Bab 61 - MBV -
62
Bab 62 - MBV -
63
Bab 63 - MBV -
64
Bab 64 - MBV-
65
Bab 65 - MBV -
66
Bab 66 - MBV -
67
Bab 67 - MBV -
68
Bab 68 - MBV -
69
Bab 69 - MBV -
70
Bab 70 - MBV -
71
Bab 71 - MBV -
72
Bab 72 - MBV -
73
Bab 73 - MBV -
74
Bab 74 - MBV -
75
Bab 75 - MBV -
76
Bab 76 - MBV -
77
Bab 77 - MVB -
78
Bab 78 -MBV -
79
Bab 79 - MBV -
80
Bab 80 - MBV (END) -

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!