Apa pun yang kita lakukan dengan setengah hati pasti hasil nya tidak akan baik maka bila ingin hasil yang sempurnah dan membanggakan maka lakukan lah segala sesuatu dengan segenap hati yang tulus bukan bulus.
Seperti yang di lakukan oleh Sulaiman saat ini kepada istri yang baru saja melahirkan bayi cantik dan sehat, Namun Sulaiman menemui istri dan anak nya di rumah sakit hanya setengah hati semua di lakukan Sulaiman hanya agar tidak mendapat teguran dari pihak keluarga nya saja tidak lebih.
Saat itu setelah ia mempersiap kan burung yang akan di ikut kan sebuah event lalu Sulaiman segera mandi dan setelah mandi ia membuka ponsel nya dan melihat ada empat kali panggilan tidak terjawab dari Ibu nya dan Sulaiman sebenar nya sangat malas menghubungi Ibu nya namun ia berfikir bila tidak di telepon lagi bisa-bisa Ibu nya marah besar kepada nya.
" Hallo asallamuallaikum Bu, Ada apa tadi menelpon ku?"
Tanya Sulaiman sambil merapikan kemeja nya.
" Wa'allaikumusallam, Man kamu sedang di mana?"
Jawab Hasana Ibu kandung Sulaiman.
" Aku masih di rumah Bu, Baru saja selesai mandi,"
Ucap Sulaiman dengan nada datar.
" Ya sudah lekas ke rumah sakit bersalin, Anak mu perempuan cantik sekali Man,"
Jawab Hasana dengan nada bahagia.
" Bagus lah kalau sudah lahir itu bayi, Ya sudah Bu aku kunci pintu dahulu."
Ucap Sulaiman sambil mematikan ponsel nya lalu berjalan menuju motor nya yang di parkir di teras.
Sedangkan di rumah sakit sudah ada kedua orang tua Sulaiman dan juga kedua orang tua Dinda serta sanak keluarga yang sedang berbahagia menyambut kelahiran bayi mungil dan cantik, Saat itu Dinda bahagia dan lega akhir nya lahir juga putri yang di harapkan oleh mereka berdua.
Alhamdhulillah anak ku lahir dengan selamat dan sehat, Semoga setelah melihat putri nya sudah terlahir nanti Bang Sulaiman bisa berubah sikap nya dan bisa memberi contoh yang baik kepada putri nya serta lebih bisa menghargai aku sebagai istri nya.
Bergumam lah dalam hati Dinda sambil tersenyum memandang ke bayi mungil yang berada di gendongan nya, Pasti nya beberapa teman Dinda yang berada di ruangan itu menanyakan di mana Sulaiman mengapa tidak terlihat sedari tadi.
" Din, Kemana suami mu mengapa sedari tadi kami tidak melihat nya?"
Tanya Sintia sahabat Dinda yang berdiri di samping nya.
" Mungkin sedang ada urusan di tempat nya bekerja jadi belum bisa kemari Sin,"
Jawab Dinda diiringi senyum simpul.
Aku tidak percaya kalau Sulaiman sedang sibuk di pekerjaan nya hingga tidak bisa menemani istri nya saat melahirkan, Dari dahulu watak Sulaiman tidak pernah berubah selalu mementingkan teman di banding istri nya sendiri, Sungguh suami tidak berguna!
Bergumam lah dalam hati Sintia dengan menahan geram kepada Sulaiman, Pasti nya Sintia lebih mengenal bagaimana watak dan keseharian Sulaiman sebab rumah Sintia berseberangan dengan rumah Sulaiman jadi semua prilaku buruk Sulaiman pasti nya Sintia mengetahui nya.
Tidak lama kemudian datang lah Sulaiman dan masuk kedalam ruangan di mana mereka semua berkumpul, Setelah Sulaiman bersalam-salaman dengan tamu yang mengucap kan selamat kepada Sulaiman kemudian ia berjalan mendekati Dinda dan bayi nya yang baru saja lahir.
" Din, Kamu saja ya yang memberi nama kan kamu lebih pandai untuk mencari nama di banding aku,"
Ucap Sulaiman sambil melirik ke arah Dinda dan bayi nya.
" Iya Bang, Tolong adzan dan komat di bayi mu yang baru lahir dan doa kan dia Bang,"
Pinta Dinda diiringi senyum kepada suami nya.
" Sudah nanti saja sepulang Aku ikut lomba burung dan kamu punya uang kan buat membayar rumah sakit nya Din?"
Tanya Sulaiman sambil menarik lengan nya dari pegangan tangan Dinda.
" Ada Bang, Tapi Bang kamu kan Ayah nya tidak seharus nya lebih mementingkan perlombaan itu dari pada bayi mu sendiri,"
Jawab Dinda dengan raut wajah yang kesal.
" Sudah lah jangan mengajak ku adu argumen sekarang buat mood ku hilang saja kamu, Ingat ya itu anak mu bukan anak ku jadi urus dia dengan baik, Dasar bodoh!"
Ucap Sulaiman sambil menunjuk kening istri nya dengan jari telunjuk nya.
" Ya Allah Bang, Begitu perlakuan mu pada anak mu, darah daging mu sendiri Bang?"
Tanya Dinda dengan air mata yang sudah tidak mampu terbendung.
" Senetron deh, Sudah aku mau pergi ke perlombaan burung, Itu kalau pulang ambil kunci nya di atas pintu!"
Jawab Sulaiman sambil melangkahkan kaki nya menuju keluar ruangan.
Sedangkan di sana masih berkumpul teman, saudara dan kedua orang tua dari Sulaiman dan Dinda namun seperti nya Sulaiman tidak menghiraukan tentang pendapat mereka bila diri nya bersikap seperti itu kepada istri nya yang baru saja melahirkan saat ini.
Bahkan Sulaiman tega mengatakan bahwa bayi itu adalah hanya anak dari Dinda saja maka bisa di tarik sebuah kesimpulan secara tidak langsung Sulaiman menuduh istri nya telah berselingkuh hingga lahir lah bayi mungil yang cantik dan lucu tersebut.
Saat ini yang bisa Dinda laku kan hanya lah menangis dan menjerit dalam hati nya menerima fitnah yang tidak pernah ia lakukan sama sekali sambil memeluk erat bayi nya yang baru saja terlahir, Saat itu kedua orang tua Dinda melihat bahwa putri nya sedang menangis sambil memeluk bayi nya.
" Din ada apa, Mengapa kamu menangis Nak?"
Tanya Isfa Ibu nya Dinda sambil mengelus kepala Dinda.
" Tidak apa-apa Bu, Sudah biasa semua harus aku laku kan sendiri,"
Jawab Dinda sambil menyeka air mata dan mencoba tersenyum.
" Kemana Sulaiman tadi pergi nya, Apakah putri nya sudah di adzan kan dan di komat kan Din?"
Tanya Isfa Ibu nya Dinda dengan wajah bingung.
" Belum Bu, Bang Sulaiman sedang ada urusan di kantor nya jadi dia harus segera pergi kekantor."
Jawab Dinda dengan mencoba tegar menghadapi kenyataan memiliki suami seperti Sulaiman.
Lalu bisa kah Sulaiman berubah setelah kelahiran putri nya dan mengapa Sulaiman mengatakan bayi itu hanya anak dari Dinda dan bukan putri nya, Sebenar nya apa yang terjadi sehingga Sulaiman berkata demikian kepada istri nya yang baru saja melahirkan atau kah itu hanyalah alasan bagi Sulaiman saja agar bisa menyiksa batin istri nya, Lalu apa sebenarnya kesalahan Dinda hingga di perlakukan demikian dengan Sulaiman?
Jangan pernah beranjak dari kisah rumah tangga mereka berdua dan temukan jawaban nya yang hanya ada di MY LORD HELP ME dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 24 Episodes
Comments
Zidan Malik Ibrahim
segala sesuatu apabila dijalankan dengan setengah hati maka hasilnya tidak akan baik, jadi lebih baik terus terang saja agar tidak saling menyakiti satu sama lain😊
2023-01-24
1
💜⃞⃟𝓛 ༄༅⃟𝐐🇺𝗠𝗠𝗜ᴰᴱᵂᴵ 🌀🖌
kok ya kesel amat baca novel ini, hadeh emak-emak baperan,
Dinda suami seperti itu tinggalin aja, minta cerai, jangan sampai badan kamu kurus kering, mikirin laki seperti itu
2022-08-05
1
Tania Callia
Sulaiman sebagai suami seharus nya berada di samping istri nya saat istri nya lahiran bkn baru dateng itu pun terpaksa biar tdk di omongin kluarga nya.
2022-07-12
8