BAB 8 . TUGAS KITA MENOLONG

Kita sebagai manusia sosial seyogyanya saling tolong menolong kepada manusia di saat kita mengetahui ada orang lain yang sedang tertindas atau teraniaya namun yang sering terjadi hal seperti itu menjadi bahan pergunjingan di kalangan masyarakat pada umum nya, Begitu juga yang di alami oleh Dinda yang selama ini didzolimi oleh Sulaiman bukan lain suami nya sendiri.

Hal tersebut selalu menjadi berita hangat bagi masyarakat dan tanpa memberikan solusi atau pun bantuan kepada pihak yang bersangkutan, Kejadian ini berawal saat Sulaiman baru saja pulang dari rumah orang tua nya yang awal nya berniat untuk menjual perhiasan milik Ida putri nya yang baru saja berusia beberapa hari saat itu.

Kemarahan Sulaiman memuncak saat diri nya terkena tampar Ayah nya sebab bagi Ayah nya sikap Sulaiman sangat membuat malu kedua orang tua nya dan tidak pantas menjadi seorang suami sedangkan Sulaiman bersikap demikian kepada Dinda semata-mata untuk membalas kan sakit hati Ibu nya yang pernah di hina oleh Ibu nya Dinda di depan umum.

Malam ini terjadi pertengkaran besar antara Sulaiman dan Dinda pasti nya hal itu karena untuk meluapkan amarah Sulaiman setelah kena tampar Ayah nya namun semua kemarahan Sulaiman di tumpahkan kepada Dinda yang tidak tahu inti masalah sesungguhnya.

" Din sini kamu!"

Panggil Sulaiman kepada Dinda dengan tatapan penuh dendam.

" Iya Bang, Kenapa pipi nya memar memang habis bertengkar dengan siapa Bang?"

Tanya Dinda sambil mencoba melihat luka memar di pipi Sulaiman.

" Jangan sentuh luka ku, Ini semua karena kamu wanita bodoh!"

Ucap Sulaiman sambil menepis lengan Dinda dengan kasar.

" Aku, Memang nya aku berbuat apa Bang, Sedangkan sedari pagi hingga malam aku di rumah tidak pernah keluar dari rumah?"

Tanya Dinda dengan tatapan bingung.

" Kamu sudah bicara apa saja kepada orang tua ku, Pasti kamu mengadu kan aku pada mereka kan agar aku kena marah orang tua ku!"

Jawab Sulaiman sambil menggenggam lengan Dinda dengan kasar.

" Aooo sakit Bang, Aku tidak mengadu apa pun kepada orang tua mu dan bahkan aku hanya menahan nya sendiri semua perlakuan kasar mu pada ku Bang,"

Ucap Dinda sambil meringis menahan sakit lengan nya.

" PLAKK, Dasar pembohong kamu wanita jalanan tidak tahu malu dan tidak pernah bersyukur!"

Jawab Sulaiman setelah menampar wajah Dinda dengan keras hingga Dinda tersungkur di sofa.

" Bunuh saja aku sekalian Bang dari pada kamu terus menyiksa batin ku seperti ini!"

Bentak Dinda sambil menangis.

" Dengar kan aku ya wanita bodoh, Aku sampai kapan pun akan menyiksa mu sampai sakit hati Ibu ku terbalas kan!"

Ucap Sulaiman sambil menarik rambut Dinda lalu mendorong nya ke sofa.

" Bang bila memang orang tua ku salah dalam berkata-kata dengan orang tua mu mohon maaf kan Bang dan tolong hargai aku sebagai istri mu Bang,"

Ucap Dinda sambil menangis menahan perih dan sesak di dada nya.

" Apa kamu bilang memaafkan Ibu mu yang sombong dan sok kaya itu, Jangan mimpi kamu dan satu lagi jangan berharap aku akan menganggap mu istri di mata ku kamu tidak lebih sampah jalanan, PAHAM KAMU PLAKK!"

Bentak Sulaiman kemudian menampar wajah Dinda dengan keras.

" Ya Allah Bang, Bila memang benar seperti itu penilaian mu pada ku lalu untuk apa kamu menikahi ku Bang?"

Tanya Dinda sambil menangis dan memegang pipi nya yang terasa panas.

" Aku menikah dengan mu untuk menyiksa mu sampai kamu mati paham kamu!"

Jawab Sulaiman sambil memegang dagu Dinda dengan kasar.

Tidak lama kemudian Sulaiman pun pergi dari rumah setelah puas menyiksa Dinda secara lahir dan batin yang bisa Dinda lakukan hanya lah menangis dan meratapi semua yang telah terjadi, Rasa hati ingin pergi meninggalkan semua ini tapi harus pergi kemana dan tidak mungkin malam-malam pergi ke rumah orang tua nya sambil membawa bayi nya berjalan kaki.

Sedangkan jarak antara rumah kontrakan Dinda dengan rumah orang tua Dinda lumayan jauh dan melewati beberapa kebun yang gelap tanpa penerangan lampu jalan, Rasa hati Dinda sangat hancur menerima hinaan yang di lontarkan oleh suami nya sendiri dan Dinda masih berfikir tentang yang di katakan suami nya mengenai ucapan orang tua Dinda yang telah menyinggung orang tua Sulaiman.

Ya Allah sampai kapan hamba menerima perlakuan kasar dari suami hamba sendiri dan sebenarnya ucapan apa yang sudah membuat sakit hati Ibu mertua ku dan mengapa harus aku yang menerima semua hukuman ini ya Allah.

Bergumam lah dalam hati Dinda sambil mengompres pipi nya yang memar karena terkena tamparan dua kali dari suami nya dan air mata terus mengalir deras membasahi pipi Dinda yang lebam, Sedangkan pemilik rumah kontrakan sedang berada di depan rumah nya sedang duduk sambil berfikir bagaimana cara menolong Dinda agar terlepas dari cengkeraman Sulaiman yang tidak pantas menjadi suami.

Sungguh kasihan aku melihat Dinda tapi bagaimana cara ku menolong nya, Yang aku takut kan bila aku mendatangi rumah kontrakan nya nanti dipikir aku ikut campur masalah rumah tangga orang tapi Sulaiman sudah melakukan kekerasan dalam rumah tangga, Tidak bisa di biarkan ini aku harus meminta batuan ke Bu RT siapa tahu punya solusi.

Bergumam lah dalam hati Bu Santoso lalu bangkit dari tempat duduk nya dan berjalan menuju rumah Bu RT setempat untuk membicarakan masalah Dinda dengan suami nya Sulaiman yang sudah melakukan kekerasan dalam rumah tangga sebab saat ini semua ada hukum nya tidak bisa orang seenak nya main hakim sendiri.

Namun saat Bu Santoso sedang di jalan menuju rumah Bu RT dari kejauhan tepat nya di sebuah warung kopi di sana terlihat Sulaiman sedang tertawa lepas sambil memegang botol minuman dan di samping nya ada seorang wanita yang berlagak manja kepada Sulaiman hal tersebut menambah rasa kesal Bu Santoso kepada Sulaiman yang sikap nya sangat buruk.

Lalu apakah yang akan terjadi kepada Sulaiman bila semua prilaku nya yang sudah melakukan kekerasan dalam rumah tangga di sampaikan oleh Bu Santoso kepada Bu RT yang sesungguhnya Pak RT masih ada hubungan kerabat dengan Sulaiman, apakah Sulaiman akan terbebas dari jerat hukum dan bisa melakukan kekerasan dalam rumah tangga lagi atau kah hukum bisa di tegak kan bagi yang lemah seperti Dinda?

Jangan pernah beranjak dari kisah ini dan temukan jawaban nya hanya di MY LORD HELP ME dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.

Terpopuler

Comments

💜⃞⃟𝓛 ༄༅⃟𝐐🇺𝗠𝗠𝗜ᴰᴱᵂᴵ 🌀🖌

💜⃞⃟𝓛 ༄༅⃟𝐐🇺𝗠𝗠𝗜ᴰᴱᵂᴵ 🌀🖌

seharusnya Dinda ini jangan terlalu lemah, kamu GK punya kewajiban mengikuti suami seperti itu

2022-08-07

1

𝙍𝙖𝙝𝙢𝙖𝙣𝙞𝙖✧・ 。゚★: *.

𝙍𝙖𝙝𝙢𝙖𝙣𝙞𝙖✧・ 。゚★: *.

Sulaiman bener keterlaluan kenapa Dinda ga di anggap istri dan malah d bilang sampah.
Kenapa menikah klo hanya utk menyakiti dan membalas dendam saja, d mana janji kamu saat menikah dulu

2022-07-17

1

Anita Christabel Fariista

Anita Christabel Fariista

cara balas dendam yg salah, knpa bukan dgn cara memperlaku dinda dgn baik dn bertanggung jawab, sehingga terpatahkan pandangan buruk orang lain terhadap diri mu, itu akan menjadi pembuktian balas dendam yg baik akan diri mu.

2022-07-14

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!