BAB 18 . NAMA BAIK

Seperti nya kali ini nama baik Pak Ali sudah sudah hancur karena prilaku Bu Hasanah dan Sulaiman yang membuat ulah hingga merugikan banyak pihak dan pasti nya dengan tertangkap nya Bu Hasanah dan Sulaiman menjadi buah bibir masyarakat sekitar bahkan Weni pun harus menanggung malu karena ulah mereka berdua.

Sedang kan Dinda hanya mampu diam melihat semua perbuatan mereka berdua hingga membuat mereka mendekam di balik jeruji besi meski demikian Dinda tetap berbuat baik kepada mereka berdua bahkan Dinda datang bersama Ibu nya ke penjara untuk menengok kondisi mereka namun seperti nya kehadiran Dinda dan Bu Isfa di salah artikan oleh Bu Hasanah.

Pagi ini Dinda memasak cukup banyak sebab ia berfikir akan membagi nya kepada suami dan mertua nya yang saat ini mendekam di penjara dan juga Dinda meminta ijin kepada Diva sebab hari ini belum bisa mengikuti kursus menjahit dahulu sebab ia akan pergi ke lapas untuk menjenguk suami dan mertua nya.

" Div, aku tidak bisa ikut kursus dulu ya hari ini sebab aku dan Ibu ku akan menengok suami dan mertua ku di lapas,"

Ucap Dinda melalui telepon nya sambil menata beberapa kue di kotak mika.

" Iya Din santai saja, Sampaikan salam ku juga untuk mereka ya dan semoga dengan semua kejadian ini ada hikmah nya untuk mereka berdua."

Jawab Diva diiringi dengan senyum simpul.

Kemudian mereka berdua saling menguatkan dalam menghadapi hidup yang semakin terasa berat bagi Dinda yang pasti nya di pandang sebelah mata oleh masyarakat setempat dengan kejadian tersebut, Sekitar 20 menit kemudian mereka berdua pun mengakhiri percakapan nya di telepon.

Lalu Dinda pun bersiap-siap untuk pergi ke lapas sedangkan Bu Isfa sebenarnya sangat malas harus berhadapan dengan Bu Hasanah yang sebenarnya masih saudara se Bapak namun beda Ibu tersebut tapi seperti nya rasa enggan Bu Isfa di kalahkan oleh rasa kasihan melihat putri nya sambil menggendong Aida yang masih bayi saat itu.

" Bu apakah Ibu tidak mau menemani ku untuk menemui mereka?"

Tanya Dinda sambil mengikat kantung plastik yang berisi makanan.

" Sebenarnya Ibu sangat malas melihat wajah nya Din, Sudah cukup dia membuat Ibu sakit hati dan kali ini perbuatan mereka sudah melampaui batas,"

Jawab Bu Isfa mengenang toko nya yang habis hangus terbakar di lahap si jago merah.

" Iya Bu, Aku tahu kok bagaimana perasaan Ibu saat ini biar aku saja yang menemui mereka dan Ibu beristirahat saja jangan terlalu lelah nanti Ibu sakit,"

Ucap Dinda sambil memegang beberapa kantong plastik di tangan nya.

" Din, Ibu ikut dengan mu dan biar Ibu yang menggendong Aida agar kamu tidak kesusahan."

Jawab Bu Isfa yang berubah pikiran setelah melihat Dinda kerepotan membawa beberapa kantong plastik.

Kemudian mereka berdua pun pergi menuju lapas dimana Bu Hasanah dan Sulaiman berada saat ini sedangkan di sisi lain ada Ustad Fadly dan kedua keponakan nya sedang menata rumah kontrakan baru nya dan Ustad Fadly tidak menyangka bahwa Pak Husein dan Pak Ali akan datang ke rumah kontrakan nya yang pasti nya masih kosong dan hanya ada dua tikar yang terhampar di lantai.

" Assalamualaikum Ustad Fadly,"

Ucap Pak Husein memberi salam kepada Ustad Fadly yang saat itu sedang berada di teras rumah.

" Wa'allaikumusallam Pak Husein dan Pak Ali, Mari silahkan masuk Pak tapi maaf belum ada kursi nya,"

Jawab Ustad Fadly diiringi dengan senyum ramah.

" Tidak apa-apa Ustad malah saya yang mau minta maaf sebab sudah bertamu pagi-pagi,"

Ucap Pak Husein membalas senyuman Ustad Fadly.

Kemudian mereka pun masuk kedalam rumah kontrakan Ustad Fadly yang masih kosong tidak ada barang satu pun, Bagaimana lagi memang kondisi nya membuat Ustad Fadly harus berusaha dari nol lagi dan yang pasti hidup tetap berjalan dan semua itu harus di terima dengan lapang dada.

" Maaf bila boleh tahu apa tujuan Pak Husein dan Pak Ali pagi ini mendatangi kediaman saya?"

Tanya Ustad Fadly dengan diiringi senyum ramah.

" Begini Ustad maksud kedatangan kami berdua untuk membicarakan kejadian kemarin masalah terbakar nya rumah dan toko milik Ustad dan pelaku nya saat ini sudah tertangkap oleh pihak berwajib,"

Jawab Pak Husein menjelaskan maksud dan tujuan nya kepada Ustad Fadly.

" Alhamdulillah bila pelaku nya sudah tertangkap Pak, Lalu sekarang pelaku nya apakah kondisi nya baik-baik saja atau sempat dihakimi warga Pak?"

Tanya Ustad Fadly dengan tatapan khawatir.

" Alhamdulillah tidak sempat dihakimi oleh warga sudah di aman kan oleh pihak yang berwajib Ustad,"

Jawab Pak Husein diiringi dengan senyuman.

" Iya Ustad saya kemari sebenarnya untuk meminta maaf atas perlakuan istri dan anak saya yang membuat kerugian sangat besar bagi Ustad,"

Imbuh Pak Ali dengan mata berkaca-kaca.

" Maaf Pak Ali maksud nya bagaimana ya, Saya kurang faham dengan maksud Bapak?"

Tanya Ustad Fadly sambil menatap serius kepada Pak Ali.

Kemudian Pak Husein pun membantu Pak Ali untuk menjelaskan siapa pelaku dari pembakaran rumah dan toko milik Ustad Fadly hingga memakan korban meninggal nya pekerja Ustad Fadly yang terkunci di dalam toko nya dan semua itu pelaku nya adalah Bu Hasanah dan Sulaiman serta di bantu oleh beberapa teman Sulaiman yang di janji kan uang oleh Bu Hasanah, Saat mendengar penjelasan Pak Husein dan Pak Ali seketika Ustad Fadly terbelalak terkejut.

" Astagfirullahalazim ternyata mereka berdua pelaku nya,"

Ucap Ustad Fadly dengan nada heran dan pandangan sedikit bingung.

" Maka dari itu kami kemari untuk menjelaskan semua nya serta meminta maaf kepada Ustad atas perlakuan istri dan anak saya, Saya berjanji akan mengembalikan kerugian yang Ustad alami tapi tidak bisa sekaligus Ustad,"

Jawab Pak Ali sambil menyodorkan amplop kepada Ustad Fadly.

" Pak Ali bukan saya sombong atau apa pun tapi saya sudah ikhlas dengan yang terjadi dan hal itu bagi saya adalah teguran dari Allah, Mungkin saya yang kurang bersedekah maka hal tersebut di ijin kan Allah terjadi dalam hidup saya,"

Ucap Ustad Fadly diiringi senyum tenang.

" Subhanallah sungguh mulya hati Ustad, Entah dengan apa saya membalas kebaikan Ustad kepada keluarga saya saat ini,"

Ucap Pak Ali yang sudah tidak sanggup lagi menahan air mata nya yang mengucur deras di pipi nya.

" Yang saya minta tolong Pak Ali didik istri dan anak Bapak kembali takut akan Allah dan selalu bersyukur apa pun yang telah dimiliki nya."

Jawab Ustad Fadly sambil menepuk pundak Pak Ali yang sedang menangis merasakan sesak di dada nya.

Pasti nya kata-kata yang terucap dari Ustad Fadly adalah sebuah pukulan yang sangat menyakitkan dan Pak Ali merasa tidak mampu mendidik istri dan anak nya selama ini hingga melakukan tindakan yang sangat fatal dan merugikan banyak pihak, Bahkan kali ini Ustad Fadly bersama Pak Husein dan Pak Ali pergi ke kantor kepolisian dengan tujuan untuk membebaskan mereka berdua.

Sebab dalam pola pikir Ustad Fadly bukan lah penjara yang membuat mereka bertaubat melainkan kesadaran jiwa nya lah yang akan membuat seseorang bertaubat sebab bagi Ustad Fadly percuma saja seseorang di jeblos kan kedalam penjara bila ia tidak menyadari apa kesalahan nya yang akan terjadi di saat mereka terlepas dari penjara akan mengulangi lagi bahkan bisa lebih fatal lagi yang akan di lakukan.

Di sisi lain Bu Isfa dan Dinda telah tiba di depan lapas dan mereka pun mengikuti prosedur harus menunggu antrian bila ingin berjumpa dengan terdakwa dan sekitar 15 menit kemudian baru lah mereka berdua diijinkan masuk ke ruangan kunjungan dan saat itu terlihat wajah penuh dendam saat Bu Hasanah melihat ternyata Bu Isfa dan Dinda yang menjenguk nya saat ini.

" Assalamualaikum Bu, Bagaimana keadaan Ibu sekarang?"

Tanya Dinda setelah mencium telapak tangan Bu Hasanah.

" Wa'allaikumusallam, Untuk apa kalian kemari pasti kalian akan menertawakan ku kan dengan kondisi ku seperti ini!"

Jawab Bu Hasanah dengan ketus dan lirikan sinis kepada Dinda dan Bu Isfa.

" Bukan seperti itu Bu, Ibu sudah salah sangka saat ini, Bahkan saat ini kami sedang mengkhawatirkan kesehatan Ibu,"

Ucap Dinda dengan mencoba tetap tenang menghadapi Ibu mertua nya.

" Halah basa-basi saja kamu, Aku jadi seperti ini gara-gara kamu ya wanita jalanan, Anak dan Ibu sama saja memang dasar nya kalian itu keturunan wanita jalanan yang suka mempermalukan diri sendiri!"

Jawab Bu Hasanah yang semakin lepas kendali.

" Astagfirullahalazim Ya Allah tambah kesabaran ku menghadapi orang seperti dia, Hasanah jangan kamu mengungkit masa lalu yang tidak di ketahui oleh putri ku dan dendam mu sudah salah kaprah, Din ayo kita pergi tidak usah meladeni orang tidak waras ini!"

Ucap Bu Isfa yang tersulut emosi nya sambil bangkit dari duduk nya dan menarik lengan Dinda.

Otomatis saat itu Dinda berfikir apa maksud dari perkataan Ibu nya dan Ibu mertua nya lalu dendam apa yang sebenarnya terjadi antara Ibu nya dan Ibu mertua nya lalu bila benar mereka berdua yang memiliki dendam mengapa harus diri nya dan Ustad Fadly yang menjadi korban nya, Sambil mengikuti langkah Bu Isfa menuju pintu keluar Dinda hanya mampu terdiam dan berfikir tentang apa yang baru saja di dengar nya.

Lalu apakah Bu Hasanah dan Sulaiman akan semudah itu lepas dari jerat hukum dengan usaha Ustad Fadly untuk membebaskan mereka berdua dari jeruji besi ataukah hukum tetaplah hukum dan berlaku kepada siapa pun yang sudah melanggar nya dan apakah Dinda akan menemukan jawaban dari semua pertanyaan di benak nya?

Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan temukan jawaban nya hanya di MY LORD HELP ME dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.

Terpopuler

Comments

𝙍𝙖𝙝𝙢𝙖𝙣𝙞𝙖✧・ 。゚★: *.

𝙍𝙖𝙝𝙢𝙖𝙣𝙞𝙖✧・ 。゚★: *.

Kenapa malah bilang seperti itu ya, mereka udh baik lho ingin menjenguk kalian..

2023-01-06

1

𝙍𝙖𝙝𝙢𝙖𝙣𝙞𝙖✧・ 。゚★: *.

𝙍𝙖𝙝𝙢𝙖𝙣𝙞𝙖✧・ 。゚★: *.

Kasihan sekali akibat kejadian itu memakan korban jiwa y

2023-01-06

1

💜⃞⃟𝓛 ༄༅⃟𝐐🇺𝗠𝗠𝗜ᴰᴱᵂᴵ 🌀🖌

💜⃞⃟𝓛 ༄༅⃟𝐐🇺𝗠𝗠𝗜ᴰᴱᵂᴵ 🌀🖌

adakah orang yang seperti Dinda dan ustadz Fadli, sungguh mulia hatinya, berbesar hati utk memaafkan 😘😘

2022-08-08

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!