BAB 10 . MELEPAS MU

Sering kali kita merasakan lelah bila harus berhadapan dengan seseorang yang sangat sulit untuk memahami orang lain dan selalu ingin di pahami hingga serasa hidup kita bagaikan lilin yang harus terus menerangi dan membakar habis diri nya sendiri namun di saat ingin lepas dari semua itu begitu banyak pertimbangan yang harus kita perhitungkan dari berbagai sudut pandang masyarakat sebab bagaimana pun juga kita sebagai mahkluk sosialis yang hidup bermasyarakat.

Begitu pun yang di alami oleh Dinda yang sangat lelah hati dan pikiran nya harus menghadapi Sulaiman suami nya sendiri yang lebih mengedepankan ego nya semata hingga pertengkaran nya di ketahui oleh Paman nya sendiri yang menjadi ketua RT setempat bukan lain Pak Husen dan rasa malu pun harus di rasakan oleh Pak Husen yang memiliki keponakan dengan perangai tidak baik di mata masyarakat.

Malam ini Pak Husein mendatangi rumah kedua orang tua Sulaiman dengan tujuan mengajak kedua orang tua Sulaiman untuk menasehati Sulaiman yang sudah melakukan kekerasan dalam rumah tangga dan Pak Husen pun memberikan ancaman kepada Sulaiman bila melakukan hal itu lagi akan di laporkan kepada pihak berwajib sebab semua ada hukum nya.

Tidak perlu waktu lama Pak Husen sampai juga di rumah kedua orang tua Sulaiman, Setelah memarkir motor nya di teras rumah Pak Ali lalu segera lah Pak Husen melangkah kan kaki nya menuju pintu rumah Pak Ali yang lampu ruang tamu nya masih terlihat menyala.

" Assalamualaikum,"

Ucap Pak Husen setelah mengetuk pintu rumah Pak Ali.

" Wa'allaikumusallam, Seperti nya suara Bang Husen itu lekas buka kan pintu Bu, Tumben Bang Husen kemari malam-malam ada apa ya?"

Jawab Pak Ali sambil bangkit dari duduk nya.

" Iya Pak, Ada apa Abang ku malam-malam kemari apa mau meminjam uang lagi untuk istri nya yang sakit-sakitan itu?"

Imbuh Bu Hasanah adik dari Pak Husen sambil melangkah menuju ruang tamu.

Tidak lama kemudian di buka lah pintu ruang tamu oleh Bu Hasanah dan terlihat lah wajah Pak Husen yang terlihat geram dan merah saat itu, Sontak Bu Hasanah bingung melihat ekspresi Abang nya yang bagi nya aneh malam itu dan tidak lama kemudian muncul lah Pak Ali suami Bu Hasanah dari dalam sambil membetulkan peci yang sedang di kenakan nya.

" Bang, Mari masuk tumben malam-malam kemari apakah istri mu masuk rumah sakit lagi?"

Tanya Bu Hasanah dengan lirikan sinis sambil membalikkan badan nya.

" Bang silah kan duduk, Apa ada masalah hingga membawa Abang kemari?"

Imbuh Pak Ali diiringi senyum ramah.

" Kedatangan ku kemari bukan masalah istri ku tapi aku kemari untuk memberi tahu ulah anak mu Sulaiman yang sudah melampaui batasan,"

Jawab Pak Husen dengan nada geram.

" Memang nya anak ku melakukan apa Bang, Apakah anak ku sudah mengambil rokok dan belum membayar nya atau toko mu rugi karena memberi utangan untuk anak ku?"

Tanya Bu Hasanah dengan nada sinis.

" Apa pernah aku mempermasalahkan bila kamu apa anak mu mengambil apa pun dari toko ku, Ini masalah nya anak mu yang tidak tahu diri itu sudah melakukan tindakan kekerasan dalam rumah tangga maka dari itu aku kemari!"

Jawab Pak Husen dengan nada geram kepada Bu Hasanah.

" Apa yang sudah di lakukan Sulaiman kepada Dinda, Bang lalu bagaimana keadaan Dinda sekarang apakah masuk rumah sakit?"

Tanya Pak Ali dengan tatapan bingung.

" Tadi aku sepulang dari masjid ada Bu Santoso pemilik kontrakan di mana Dinda tinggal datang kerumah dan menyampaikan bahwa anak mu sudah melakukan kekerasan dalam rumah tangga!"

Jawab Pak Husen dengan tatapan sinis.

" Bagus kalau begitu, Tidak mungkin Sulaiman seperti itu bila istri nya betul dan pasti istri nya sudah ketahuan selingkuh jadi pantas mendapat kan semua itu dari anak ku,"

Ucap Bu Hasanah dengan tatapan sinis.

" Lebih baik kamu diam dan jangan menilai orang suka hati mu, Bang mari kita ke rumah kontrakan Dinda untuk melihat kondisi nya,"

Ucap Pak Ali dengan tegas menegur istri nya dan bangkit berdiri mengajak Pak Husen menuju rumah kontrakan di mana Dinda tinggal.

Kemudian Pak Husen dan Pak Ali pun pergi menuju ke rumah kontrakan Dinda dan sebenar nya Pak Husen meski pun Abang kandung dari Bu Hasanah tapi kurang menyukai tabiat Adik nya selama ini namun Pak Husen lebih memilih diam meski sebenar nya hubungan Bu Hasanah dengan Bu Rena istri Pak Husen tidak baik hingga kini.

Saat di perjalanan Pak Husen dan Pak Ali melihat Sulaiman sedang tertawa lepas bercanda dengan beberapa kawan nya di sebuah warung kopi, Maka seketika itu Pak Ali meminta Pak Husen untuk menghentikan motor nya sebab Pak Ali sudah geram melihat ulah Sulaiman selama ini dan tanpa waktu lama Pak Ali menghampiri Sulaiman kedalam warung kopi tersebut dan menyeret nya keluar.

" KELUAR KAMU ANAK TIDAK TAHU DIRI!"

Teriak Pak Ali sambil menarik lengan Sulaiman dengan kasar.

" Ayah ada apa si sakit tahu,"

Jawab Sulaiman sambil mengerutkan dahi nya.

" Lebih sakit mana dengan kamu yang sudah mempermalukan Ayah di depan masyarakat, PLAK!"

Ucap Pak Ali lalu menampar Sulaiman dengan keras di depan warung kopi.

" Memang apa yang sudah aku lakukan sampai Ayah menampar ku lagi di depan kawan-kawan ku?"

Tanya Sulaiman dengan tatapan bingung sambil memegang pipi nya yang terasa panas.

" Ali hentikan amarah mu, Lebih baik kita bicarakan di rumah."

Ucap Pak Husen dengan tegas kepada Pak Ali dan Sulaiman.

Kemudian Pak Ali menarik lengan Sulaiman dengan kasar dan menyuruh nya naik ke atas motor setelah itu mereka bertiga menuju rumah kontrakan dimana Dinda tinggal, Sedangkan saat itu Dinda sedang mencoba menenangkan putri kecil nya yang sedang menangis sedari tadi di ruang tamu.

Tidak butuh waktu lama mereka bertiga pun tiba di rumah kontrakan di mana Dinda tinggal dan pasti nya saat itu Dinda merasa bingung melihat mereka bertiga datang malam-malam yang biasa nya tidak pernah terjadi, Kemudian mereka bertiga pun masuk kedalam kontrakan di mana Dinda tinggal.

" Assalamualaikum Din,"

Ucap Pak Husen diiringi senyum ramah kepada Dinda.

" Wa'allaikumusallam Paman, Ayah tumben kemari malam-malam apa ada masalah dengan Bang Sulaiman?"

Tanya Dinda dengan tatapan bingung setelah mencium tangan Pak Ali dan Pak Husen.

Kemudian mereka pun dipersilahkan duduk oleh Dinda dengan tatapan bingung bergantian melihat mereka bertiga, Setelah itu Pak Husen pun mulai menjelaskan maksud kedatangan mereka berdua sebab mendapat kan laporan dari salah satu warga yang melihat Sulaiman melakukan tindakan kekerasan dalam rumah tangga dan hal itu sangat tidak pantas bagi seorang suami dalam memperlakukan seorang istri.

Saat itu Sulaiman hanya diam sambil melirik penuh dendam kepada Dinda seolah-olah Dinda bukan lah sebagai seorang istri melainkan sebagai musuh dalam kehidupan Sulaiman, Sedangkan Dinda mencoba ikhlas dan menerima semua nya dengan lapang dada mengenai perlakuan suami nya sebab Dinda masih memikirkan masa depan bayi nya kelak.

" Sulaiman dengarkan, Paman tidak ingin hal ini sampai terulang lagi dalam rumah tangga mu dan bila ada permasalahan dalam rumah tangga bicarakan baik-baik jangan gunakan kekerasan,"

Ucap Pak Husen dengan nada tegas.

" Dan Ayah tidak akan segan-segan menyeret mu ke jalur hukum bila sampai kejadian seperti ini terulang lagi, Paham kamu Sulaiman!"

Bentak Pak Ali kepada Sulaiman dengan tatapan geram.

" Paman dan Ayah saya ucap kan banyak terimakasih atas kepedulian nya kepada saya tapi saat ini jujur saya katakan bahwa saya sudah melepaskan Bang Sulaiman dari hati dan hidup saya jadi silahkan saja Bang Sulaiman akan berbuat apa,"

Jawab Dinda sambil menyeka air mata nya yang menetes.

" Din aku minta maaf dan aku janji tidak akan melakukan hal itu lagi pada mu Din sebab aku tidak bisa hidup tanpa mu Din,"

Ucap Sulaiman sambil berlutut di depan Dinda memasang ekspresi wajah sedih.

Saat itu Dinda hanya menjawab ucapan Sulaiman dengan mengangguk kan kepala dan mencoba tersenyum meski perih dan sesak di dada nya mengingat perlakuan Sulaiman kepada nya, Namun berbeda dengan Sulaiman yang sedang memainkan drama di hadapan Ayah dan Paman nya saat itu.

Jangan bermimpi kamu Dinda untuk meminta cerai dari ku sebab semua pembalasan dendam ku baru saja aku mulai dan itu belum sebanding dengan rasa malu yang di rasakan Ibu ku saat itu, Lihat saja aku akan lebih menyiksa batin mu lagi!"

Bergumam lah dalam hati Sulaiman yang sedang bersimpuh di hadapan Dinda agar mendapat simpati dari Ayah dan Paman nya sehingga mereka berdua percaya bahwa Sulaiman akan berubah sikap nya kepada istri nya dan bisa menghargai Dinda sebagai seorang wanita yang sudah melahirkan anak nya.

Lalu apakah Pak Ali dan Pak Husen akan tertipu dengan drama Sulaiman dan bagaimana sikap Bu Hasanah setelah menerima kabar tersebut apakah akan berubah lebih baik kepada anak mantu nya ataukah semakin parah Bu Hasanah menyudutkan Dinda dan bagaimana sikap Dinda yang mengatakan sudah melepaskan Sulaiman dari hati dan pikiran nya apakah Dinda akan pergi meninggalkan Sulaiman atau kah tertipu dengan drama Sulaiman?

Jangan pernah beranjak dari kisah rumah tangga Sulaiman dan Dinda serta temukan jawaban nya hanya di MY LORD HELP ME dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.

Terpopuler

Comments

💜⃞⃟𝓛 ༄༅⃟𝐐🇺𝗠𝗠𝗜ᴰᴱᵂᴵ 🌀🖌

💜⃞⃟𝓛 ༄༅⃟𝐐🇺𝗠𝗠𝗜ᴰᴱᵂᴵ 🌀🖌

memberikan kesempatan itu bijak, tapi kamu harus kuat Dinda, kamu jangan terlalu naif dinda

2022-08-07

1

𝙍𝙖𝙝𝙢𝙖𝙣𝙞𝙖✧・ 。゚★: *.

𝙍𝙖𝙝𝙢𝙖𝙣𝙞𝙖✧・ 。゚★: *.

Sulaiman pintar bgt acting d depan semua orang ya, padahal sebenarnya dy masih aja dendam sama Dinda

2022-07-17

1

𝙍𝙖𝙝𝙢𝙖𝙣𝙞𝙖✧・ 。゚★: *.

𝙍𝙖𝙝𝙢𝙖𝙣𝙞𝙖✧・ 。゚★: *.

Bu Hasanah malah berpikir klo abangnya dtg cma mau meminjam uang saja ya, ga tau aja klo dy ada perlu dengan nya

2022-07-17

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!