BAB 20 . MUSYAWARAH

Manusia adalah mahkluk sosialis yang pasti membutuhkan orang lain dan tidak mungkin hidup sendiri pasti masih membutuhkan orang lain, Maka bila ada suatu masalah hendaklah di selesaikan dengan cara bermusyawarah untuk mendapat kan solusi bukan dengan main hakim sendiri yang hanya menimbulkan permasalahan baru.

Begitu juga kali ini yang di lakukan dengan korban kebakaran yang terjadi pasar dan pelaku nya adalah Bu Hasanah dan Sulaiman juga di bantu beberapa rekan Sulaiman dengan imbalan yang sudah di janjikan oleh Bu Hasanah, Namun hukum tetap lah hukum dan hukum itu di adakan untuk membuat efek jerah bagi sang pelaku dan yang akan melakukan tidakan yang sama agar tidak terulang main hakim sendiri.

Di pagi ini Pak Husein, Pak Ali, Bu Hasanah dan Dinda serta beberapa warga yang juga menjadi korban kebakaran tersebut berkumpul di sebuah masjid untuk berjumpa dengan Ustad Fadly yang di anggap sebagai tokoh masyarakat yang bisa memutuskan dengan bijaksana tanpa merugikan atau memberatkan sebelah pihak.

" Assallamualaikum Bapak dan Ibu semua kami semua berkumpul di masjid ini untuk bermusyawarah mengenai musibah yang telah terjadi dan semoga dari musyawarah ini kita bisa menarik kesimpulan dan tidak main hakim sendiri,"

Ucap Pak Husein sebagai ketua RT setempat sekaligus Kakak dari Bu Hasanah.

" Benar yang di katakan oleh Pak Husein, Tapi bagaimana pun juga Bu Hasanah dan Sulaiman harus bertanggung jawab mengganti kerugian kepada kita,"

Jawab Jarot salah satu warga yang merasa di rugikan oleh prilaku Bu Hasanah dan Sulaiman.

" Iya benar itu, Bila mereka memiliki masalah pribadi kenapa kita yang menjadi korban nya yang tidak tahu menahu permasalahan nya, Pasti nya kita menuntut ganti rugi Pak,"

Imbuh Bu Hanum dengan nada sinis.

" Tolong tenang dahulu ya Bapak dan Ibu mari kita bicarakan masalah ini dengan pikiran dan hati yang tenang, Saya paham dengan apa yang di rasakan oleh Bapak dan Ibu saat ini,"

Ucap Ustad Fadly yang mencoba menenangkan warga yang mulai gaduh.

Saat itu rasa di dalam hati Pak Ali ingin sekali berteriak sekuat tenaga menghadapi masyarakat yang menatap nya dengan sinis namun kali ini Pak Ali hanya mampu menunduk dan meneteskan air mata sebab serasa sesak dada nya mendengar semua cibiran yang di lontarkan masyarakat kepada nya setelah kejadian tersebut.

Saat itu Ustad Fadly melihat kondisi kejiwaan Pak Ali yang sudah depresi maka Ustad Fadly hanya mampu mengelus punggung Pak Ali sambil berbisik agar beristigfar untuk menenangkan hati dan pikiran nya dan Pak Ali hanya membalas nya dengan menganggukkan kepala sambil masih menangis.

" Bapak dan Ibu pasti nya sudah mendengar bahkan mungkin sudah melihat sendiri bahwa pelaku kejahatan sudah tertangkap oleh pihak berwajib dan saat ini sudah di tangani kasus nya,"

Ucap Pak Husein yang menerangkan posisi pelaku pembakaran toko Ustad Fady yang berujung mengenai toko milik orang lain.

" Kami semua sudah melihat bahwa pelaku sudah di tangkap dan di aman kan pihak kepolisian tapi bagaimana dengan toko kami siapa yang akan bertanggung jawab untuk mengganti kerugian kami?"

Tanya Bu Helen yang sudah mulai hilang kesabaran nya.

" Bapak dan Ibu saya sebagai suami nya dan juga Ayah dari Sulaiman berjanji akan mengganti kerugian tapi tidak bisa secara langsung kalian juga tahu saya hanya bekerja sebagai PNS,"

Jawab Pak Ali sambil sesekali menyeka air mata nya.

Saat itu juga mulai lah kondisi kembali tidak kondusif bahkan hampir saja terjadi main hakim sendiri untuk melampiaskan amarah masyarakat yang merasa di rugikan atas kejadian tersebut namun untung nya Ustad Fadly mampu meredam nya agar tidak terjadi kejadian tersebut.

" TOLONG TENANG ... TENANG JANGAN ADA KEKERASAN DI MASJID, Bapak dan Ibu tolong kendalikan emosi kalian, Bila kalian ingin menuntut Pak Ali harus menyelesaikan semua nya saat ini juga tolong kembalikan kata-kata tersebut kepada diri masing-masing, Posisikan kalian semua di posisi Pak Ali apakah kalian bisa sanggup melakukan nya!"

Teriak Ustad Fadly sambil berdiri di hadapan Pak Ali yang akan di hakimi masyarakat saat itu.

" Ustad tolong jangan halangi kami sebab kami tahu betul dia tidak akan mampu mengganti kerugian yang di timbulkan anak dan istri nya!"

Ucap salah satu warga yang tersulut emosi nya saat itu.

" Baik bila begitu maka saya yang akan mengganti rugi kerugian kalian, Tolong kalian tulis nama toko kalian dan nanti agar Pak Husein yang memeriksa kelokasi, Jadi sekarang silahkan kalian membubarkan diri!"

Ucap Ustad Fadly yang sedikit tinggi nada suara nya untuk memberi ketegasan kepada masyarakat yang hilang kendali.

Maka saat Ustad Fadly berkata demikian sontak masyarakat terdiam dan membubarkan diri dan pasti nya dalam pikiran mereka tibul berbagai macam asumsi mengenai tindakan Ustad Fadly ada yang berasumsi bahwa Ustad Fadly melakukan hal tersebut karena memiliki hubungan spesial dengan Weni dan ada juga yang berasumsi bahwa Ustad Fadly melakukan hal tersebut agar tidak di curigai hubungan nya dengan Dinda hingga memiliki anak satu seperti yang di katakan Sulaiman.

Dan tidak sedikit juga yang memuji kebaikan Ustad Fadly yang rela berkorban demi orang yang sudah berniat untuk menghancurkan nya, Jadi begitu banyak nya asumsi yang bermunculan di sekitar masyarakat dan pasti nya sebuah asumsi tidak bisa di pastikan kebenaran nya, Lalu apa sebenar nya yang membuat Ustad Fadly melakukan hal tersebut kepada Bu Hasana dan Sulaiman mari kita tilik bersama.

Setelah warga membubarkan diri kemudian Pak Ali, Pak Husein, Bu Isfa dan Dinda masih berada di masjid itu pasti nya bersama Ustad Fadly juga yang mencoba menenangkan Pak Ali yang semakin tertekan dengan kondisi yang semakin memojokkan diri nya saat ini.

" Ustad terimakasih banyak atas bantuan nya dan saya tidak tahu bagaimana harus membalas kebaikan Ustad kepada keluarga saya,"

Ucap Pak Husein sambil menyeka air mata nya yang tidak mampu terbendung karena menahan malu.

" Pak Husein jangan berterimakasih kepada saya tetapi berterimakasih lah kepada Allah sebab semua ini saya lakukan demi Allah bukan demi nama saya sendiri,"

Jawab Ustad Fadly diiringi dengan senyum simpul.

Kemudian Pak Husein pun di minta untuk mencatat nama beberapa toko yang terkena imbas kebakaran tersebut lalu Pak Husein dan Pak Ali pun mohon pamit kepada Ustad Fadly, Bu Isfa dan Dinda, Sedangkan Bu Isfa dan Dinda sengaja tidak pulang terlebih dahulu sebab ingin memberi tahu Ustad Fadly seperti apa sebenar nya Bu Hasanah tersebut.

" Ustad maaf saya hanya ingin menyampaikan apa yang saya tahu mengenai Bu Hasanah,"

Ucap Bu Isfa diiringi senyum simpul kepada Ustad Fadly yang duduk di hadapan nya.

" Silahkan Bu, Sebenar nya apa yang Bu Isfa ketahui mengenai Bu Hasanah apakah ada yang membahayakan Bu?"

Tanya Ustad Fadly dengan wajah penasaran.

Kemudian Bu Isfa pun menceritakan semua yang di alami nya kepada Ustad Fadly bahwa memang sudah menjadi sifat Bu Hasanah yang memiliki penyakit hati yang parah dan karena penyakit hati yang parah itu maka sudah banyak korban bahkan Ibu nya Bu Isfa pun menjadi korban nya hingga meninggal dunia dan harapan Bu Isfa setelah menceritakan hal tersebut maka Ustad Fadly akan berubah pikiran untuk selalu menolong Bu Hasanah.

" Jadi seperti itu kejadian nya Bu,"

Jawab Ustad Fadly diiringi senyum yang menenangkan.

" Benar Ustad dan sebenar nya apa tujuan Ustad melakukan semua ini bukan kah dalam kejadian ini ustad yang paling banyak di rugi kan?"

Tanya Dinda dengan tatapan serius.

" Saya bukan lah orang yang sempurna mungkin dengan kejadian ini Allah menegur saya melalui Bu Hasanah dan Sulaiman yang membakar rumah dan toko saya hingga rata dengan tanah, Maka dari itu saya melakukan sodaqoh untung menggugurkan dosa-dos saya yang mungkin tidak saya sengaja, Sebab dengan cara mengampuni mereka berdua dan membawa nya ke jalan Allah maka nama Allah pun di permulyakan.

Jawab Ustad Fadly diiringi dengan senyum ramah kepada Bu Isfa dan Dinda.

Di situ lah mereka berdua terdiam dan mulai berfikir serta instropesi diri apakah musibah tersebut yang menimpa diri nya juga adalah teguran dari Allah dan Bu Hasanah juga Sulaiman hanya di pakai Allah untuk menegur umat nya yang mulai lalai karena nikmat nya duniawi hingga di datangkan musibah tersebut.

Kemudian mereka berdua pun berpamitan untuk pulang dan sepanjang jalan menuju rumah nya Bu Isfa dan Dinda hanya berdiam diri sambil terus berinstropeksi diri masing-masing dan mereka masih terngiang-ngiang dengan apa yang sudah di katakan oleh Ustad Fadly.

" Bu dari mana ya uang nya Ustad Fadly hingga berani menanggung ganti rugi toko yang sudah terbakar begitu banyak?"

Tanya Dinda dengan tatapan bingung.

" Din, Keturunan dari Ustad Fadly itu Syeh semua dan dahulu juga pernah ada kejadian seperti ini yang menimpa sebuah masjid hingga terbakar habis namun hanya waktu semalam masjid itu sudah berdiri lagi bahkan lebih megah lagi, Bahkan beberapa rumah warga pun juga di buat kan saat itu bahkan lebih bagus lagi."

Jawab Bu Isfa sambil mengenang Kakek Ustad Fadly yang bernama Syeh Abdul Qodir.

Lalu apakah sebuah keturunan yang baik akan mengahsil kan generasi yang baik juga dan bila keturunan yang buruk maka akan menghasil kan yang buruk juga, Mungkin begitulah rumusan dunia namun sebenar nya rumusan dunia tersebut bisa di putus kan dengan sebuah ilmu agama yang kuat namun bila ilmu agama sudah kuat namun memiliki penyakit hati maka yang perlu di sembuhkan adalah kejiwaan nya agar mata rantai tidak berkelanjutan.

Bagaimana langkah selanjut nya yang akan di ambil oleh Ustad Fadly yang memang dari keturunan nya selalu menolong orang lain dan itu di lakukan hanya demi memulyakan nama Allah semata, Lalu apakah Bu Hasanah dan Sulaiman bisa bertaubat dan hidup lebih baik lagi dan berjalan di jalan Allah bila mengetahui kebaikan Ustad Fadly yang sudah mereka berdua musuhi?

Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan temukan jawaban nya hanya di MY LORD HELP ME dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.

Terpopuler

Comments

𝙍𝙖𝙝𝙢𝙖𝙣𝙞𝙖✧・ 。゚★: *.

𝙍𝙖𝙝𝙢𝙖𝙣𝙞𝙖✧・ 。゚★: *.

Kasihan pak Ali sampai kaya gtu krn ulah istri dan anaknya

2023-01-07

1

𝙍𝙖𝙝𝙢𝙖𝙣𝙞𝙖✧・ 。゚★: *.

𝙍𝙖𝙝𝙢𝙖𝙣𝙞𝙖✧・ 。゚★: *.

Betul itu tdk mungkin kan mereka angkat tangan gtu aja.

2023-01-07

1

EsterEka.

EsterEka.

ketika kita sudah berusaha untuk berbuat baik. tp bila dr org tersbt tak menganggap kebaikan kita. ttp lah kita menjadi baik dn kerjakan apa yg menjadi bagian tujuan hidup kita. selebih nya biar Tangan Tuhan yg kerjakan. krna dgn begitu bukan kita yg mempermalukan nya tp Tuhan yg akan berbuat sedemikian.

2022-08-09

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!