Sering kali kita melihat sebuah fakta yang menyuguhkan bahwa mertua tidak bisa di jadi kan penengah yang netral dalam rumah tangga anak nya bahkan kesan nya lebih membela anak nya meski sebenarnya anak nya lah yang melakukan kesalahan dan yang menjadi korban nya adalah sang menantu.
Seperti yang terjadi dalam rumah tangga Sulaiman dan Dinda di mana seharusnya sebagai mertua bisa bersikap bijaksana namun yang terjadi Bu Hasanah lebih berpihak kepada Sulaiman sedang kan apa pun yang di lakukan oleh Dinda selalu salah di mata nya, Hingga kejadian siang ini di saat Dinda pulang dari rumah Diva sahabat nya untuk di ajarkan menjahit.
Siang ini udara lumayan panas dan matahari pun terik menerpa wajah Dinda yang berjalan pulang menuju rumah kontrakan nya sambil menggendong Ida putri nya yang baru berusia berapa hari, Sesekali Dinda menyeka keringat nya sambil membasuh keringat di kening Ida dengan kain gendongan nya.
Alhamdulillah Diva masih mau membantu ku meski ia kurang menyukai watak suami ku dan aku tahu sebenarnya Diva orang nya baik hanya saja orang banyak salah sangka dengan sikap keras nya dalam menyampaikan pendapat nya.
Bergumam lah dalam hati Dinda sambil sesekali tersenyum simpul memandang ke langit yang biru dan awan yang menghiasi namun semua itu segera berubah saat ia mendengar suara motor milik nya dan terlihat dari kejauhan suami nya sedang berboncengan dengan seorang wanita dengan mesra dan lebih menyakitkan lagi Sulaiman yang sedang membonceng wanita berpura-pura tidak melihat Dinda.
Ya Allah bukan kah itu Bang Sulaiman tapi itu tadi dengan siapa, Wanita mana lagi yang sedang di dekati nya saat ini dan sampai kapan semua ini harus aku alami, Ya Allah tambahkan kesabaran dan kekuatan ku menghadapi ujian di pernikahan ku ini.
Bergumam lah dalam hati Dinda dengan air mata yang sudah tidak mampu dibendung lagi, Sambil melangkahkan kaki nya air mata Dinda mengucur deras bercampur dengan keringat dan menahan rasa perih di hati nya melihat kenyataan bahwa suami nya tidak berubah sampai detik ini dan masih saja bermain perempuan setiap hari nya.
Tidak lama kemudian tiba lah Dinda di depan rumah kontrakan nya dan ternyata Bu Hasanah bukan lain Ibu mertua nya Dinda sudah berada di teras rumah nya menanti kedatangan Dinda dengan tatapan sinis Bu Hasanah bangkit dari duduk nya saat melihat kedatangan Dinda saat itu.
" Assalamualaikum Bu, Apakah Ibu sudah lama di sini?"
Sapa Dinda sambil mencium telapak tangan Bu Hasanah.
" Wa'allaikumusallam, Memang nya kamu dari mana saja masih pagi sudah kelayapan tidak jelas,"
Jawab Bu Hasanah dengan lirikan sinis.
" Saya bukan kelayapan Bu, Tapi saya dari rumah Diva minta di ajarkan menjahit, Mari masuk Bu,"
Ucap Dinda setelah membuka pintu rumah kontrakan nya.
" Memang nya bisa apa kamu menjahit, Din jadi istri itu yang pandai-pandai bersyukur dan pandai mengatur uang belanja jangan suka foya-foya!"
Jawab Bu Hasanah dengan nada ketus dan lirikan sinis.
" Saya selalu bersyukur Bu dengan apa pun yang di berikan Bang Sulaiman selama ini bahkan hingga detik ini, Tapi tolong Ibu nasehati Bang Sulaiman ingat kan dia bahwa sekarang sudah memiliki anak dan istri,"
Ucap Dinda dengan menahan dada yang mulai terasa sesak mengingat kejadian tadi.
" Apa maksud mu berkata demikian dan perlu kamu tahu ya Din bahwa tidak mungkin anak ku demikian kalau tingkah laku mu benar!"
Jawab Bu Hasanah dengan sedikit menarik lengan Dinda dengan kasar.
" Bu bukan saya suudzon kepada Bang Sulaiman tapi memang seperti itu ada nya sikap nya kepada kami dan apa kesalahan saya selama ini Bu?"
Ucap Dinda sambil meringis menahan sakit di lengan nya.
" Jangan kebanyakan bicara kamu Din lebih baik kamu lebih bersikap tahu diri dan bila kamu masih banyak bicara maka aku akan memerintahkan anak ku untuk menceraikan mu, PAHAM KAMU!"
Jawab Bu Hasanah dengan tatapan tajam dan mengancam kepada Dinda.
" Iya Bu, Memang saya bukan dari kalangan orang kaya tapi saya hanya meminta agar Bang Sulaiman bisa menghargai saya sebagai istri,"
Ucap Dinda dengan nada pelan dan air mata nya pun sudah membasahi pipi.
" Sudah lah susah bicara dengan perempuan egois seperti mu!"
Jawab Bu Hasanah sambil bangkit dari duduk nya dan beranjak pergi dari rumah kontrakan Dinda.
Setelah Bu Hasanah pergi meninggalkan rumah kontrakan lalu Dinda pun segera bangkit dari duduk nya sambil masih menahan sesak di dada nya melihat suami nya berboncengan dengan wanita lain dan begitu mesra nya di hadapan nya belum lagi perkataan Ibu mertua nya yang begitu mudah nya mengucapkan kata yang sangat di benci oleh Allah namun Bu Hasanah mengucapkan dengan enteng nya.
Sambil mengerjakan pekerjaan rumah Dinda mencoba kuat dan tegar menghadapi apa yang sedang di alami nya saat ini dan tepat pukul 4 sore setelah selesai semua pekerjaan rumah dan Dinda berniat untuk makan sebab dirasakan cacing dalam perut nya mulai memainkan nada instrumen efek lapar.
Di saat Dinda akan menikmati makanan yang berada di hadapan nya tiba-tiba terdengar suara motor berhenti di teras depan rumah nya bukan lain Sulaiman lah yang datang dan pasti nya Sulaiman akan membuat ulah dan menyakiti perasaan Dinda lagi kali ini.
" BRAK ... DIN MANA KOPI KU!"
Teriak Sulaiman setelah menendang pintu ruang tamu lalu duduk di sofa.
" Wa'allaikumusallam Bang, Apakah kamu tidak bisa mengucapkan salam saat masuk kedalam rumah?"
Tanya Dinda dengan tatapan sebal kepada Sulaiman.
" Kebanyakan peraturan kamu, Lekas buatkan aku kopi!"
Jawab Sulaiman sambil menyandarkan kepala nya ke sofa dengan mata terpejam.
" Bang siapa wanita tadi yang bersama mu?"
Tanya Dinda sambil duduk di samping Sulaiman.
" Apa urusan mu harus tahu aku bersama siapa tadi?"
Jawab Sulaiman sambil memijat kening nya.
" Bang aku ini istri mu dan aku berhak tahu kamu dengan siapa itu tadi!"
Ucap Dinda dengan nada emosi.
" Dengan siapa pun aku itu tidak penting buat kamu sebab aku juga tidak pernah mempertanyakan saat kamu pulang malam dari pasar, Aku mau mandi siapkan baju ku,"
Jawab Sulaiman sambil melemparkan jaket nya ke wajah Dinda.
Kemudian Sulaiman pun bangkit dari duduk nya dan berjalan menuju kamar mandi sedangkan Dinda masih berfikir apa salah bila ia bertanya dengan wanita mana suami nya pergi sedangkan selama ini Dinda hanya menuruti perintah Sulaiman dan belajar memahami apa keinginan suami nya agar suami nya memahami posisi nya sebagai suami.
Setelah menyiapkan baju untuk suami nya lalu Dinda pun menuju ke dapur untuk menyiapkan kopi dengan harapan suami nya tidak berteriak dan marah kepada nya mengenai pertanyaan yang sudah di ajukan nya, Seusai Sulaiman mandi dan mengenakan baju yang sudah di siap kan oleh Dinda lalu Sulaiman berjalan mendatangi Dinda yang sedang menikmati makanan nya di meja makan.
" Din bagi aku uang untuk ganti oli motor mu yang suka mogok itu,"
Ucap Sulaiman sambil menarik kursi di sisi meja makan.
" Mana ada aku uang Bang, Lagi pula simpanan ku sudah habis untuk membayar rumah sakit waktu aku melahirkan,"
Jawab Dinda sambil mengaduk makanan di hadapan nya.
" Jangan bohong kamu Din mana mungkin kamu tidak ada uang sedangkan kamu selalu pergi ke pasar untuk menemui kekasih mu itu kan, Jangan kamu pikir aku tidak tahu mengenai hal itu,"
Ucap Sulaiman sambil menikmati kopi di hadapan nya.
" Astagfirullahalazim apa si yang ada di dalam pikiran mu itu Bang, Aku pergi ke pasar untuk membantu Ibu ku menjaga toko agar kita masih bisa beli beras dan sayur Bang!"
Jawab Dinda yang mulai tersulut emosi nya.
" Sudah lah tidak usah munafik kamu, Lanjutkan saja tingkah laku mu seperti itu tapi jangan harap kamu aku cerai kan."
Ucap Sulaiman sambil melirik sinis ke arah Dinda.
Sebenarnya saat itu Dinda ingin sekali melawan Sulaiman yang sudah menuduh diri nya melakukan hal yang macam-macam namun saat itu Ida terbangun dan menangis maka segera lah Dinda meninggalkan meja makan dan berjalan menuju ranjang dimana Ida putri nya sedang menangis.
Sedangkan Sulaiman berjalan mengikuti Dinda dan awal nya Dinda berfikir bahwa Sulaiman ingin melihat putri yang sedang menangis namun yang sebenar nya terjadi Sulaiman menghampiri Ida yang sedang menangis hanya untuk mengambil anting dan gelang pemberian dari Ibu Isfa untuk cucu nya.
" BANG APA YANG KAMU LAKUKAN!"
Ucap Dinda dengan nada tinggi melihat kelakuan Sulaiman.
" Anak bayi buat apa memakai seperti ini lebih baik aku jual untuk beli oli dan bensin,"
Jawab Sulaiman sambil melepas anting yang menempel di telinga Aida putri nya.
" BENAR-BENAR KETERLALUAN KAMU BANG, ITU PEMBERIAN DARI IBU KU BANG!"
Bentak Dinda sambil mencoba menghentikan Sulaiman.
" BERISIK KAMU, Memang nya aku mau tahu siapa yang memberi ini semua kepada bayi haram mu ini, MINGGIR KAMU WANITA BODOH!"
Teriak Sulaiman sambil mendorong tubuh Dinda hingga terjerembab ke lantai.
Ya Allah sebenarnya dia manusia atau iblis hingga begitu tega mengambil perhiasan milik anak nya sendiri dan itu pun pemberian dari Ibu ku bukan hasil dari dia yang membelikan bahkan dia sangat tega mengatakan bahwa darah daging nya sendiri anak haram, Ya Allah berikan petunjuk kepada hamba mu.
Bergumam lah dalam hati Dinda sambil duduk bersimpuh di lantai dan memeluk erat Ida yang sedang menangis dan saat itu Dinda pun menangis merasakan sesak di dada nya karena ulah suami nya yang semakin melampaui batasan sebagai suami.
Lalu apakah tindakan Dinda selanjutnya apakah masih mampu bertahan dengan kondisi rumah tangga yang toxic dan suami yang tidak berguna bahkan tidak pantas di jadi kan suami dan bagaimana respon dari Bu Hasanah sebagai mertua setelah mendapat pengaduan dari Sulaiman apakah Dinda yang akan selalu di salahkan atau kah Sulaiman yang akan mendapat teguran dari Ibu nya?
Jangan pernah beranjak dari kisah rumah tangga mereka dan temukan jawaban nya hanya di MY LORD HELP ME dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 24 Episodes
Comments
Zidan Malik Ibrahim
Di dalam rumah tangga ada 3 hal yang harus diperhatikan yaitu mertua, ipar dan tetangga. Klo yang namanya mertua ya pasti bela anaknya namanya darah dagingnya udh pasti sang ibu akan membela anak dari pada menantu walaupun menantu itu benar ya tetap dianggap salah oleh mertua.
Klo hukum laki2 ada 3 yaitu judi, minum dan wanita. Klo udh tiga2nya diikuti ya udh gak betul lagilah tu laki2 maka lihat dulu sebelum menambatkan hati jika tidak hanya kekecewaan saja yg didapat😊
2023-01-24
1
💜⃞⃟𝓛 ༄༅⃟𝐐🇺𝗠𝗠𝗜ᴰᴱᵂᴵ 🌀🖌
sesek nya punya suami dan mertua seperti itu, lama lama bengek hidup seperti itu,
2022-08-05
1
Anita Christabel Fariista
tingkah laku yg benar seperti apa yg sudah anak ibu buat, yg ada setiap saat melukai secara fisik dn perasaan nya dinda,
2022-07-14
3