Dalam menjalani kehidupan ini sama persis dengan orang yang merangkai mutiara satu persatu hingga menjadi indah pada akhir nya, Begitu juga dalam menjalani kehidupan kita merangkai setiap kisah yang kita jalani hingga menjadi sebuah cerita untuk generasi selanjutnya.
Kisah itu akan hancur bila ada nya sebuah kesombongan yang menguasai diri seseorang hingga tidak mampu terangkai menjadi sebuah kisah yang indah namun menjadi sebuah petaka dalam hidup seseorang, Sama hal nya dengan kisah rumah tangga Dinda dan Sulaiman yang menjadi hancur hanya karena sebuah kesombongan dari Bu Hasanah bukan lain Ibu mertua nya Dinda.
Watak sombong Bu Hasanah yang akhir nya menimbulkan ucapan yang kurang pantas dari Bu Isfa bukan lain Ibu dari Dinda membuat rumah tangga Dinda yang di harapkan indah namun kini berubah bagaikan di neraka, Setiap detik Dinda mendapat hinaan dan cacian dari suami nya sendiri yang merasa tersinggung dengan ucapan Ibu Isfa.
Lalu apakah yang sebenarnya di ucapkan oleh Bu Isfa hingga membuat Sulaiman menaruh dendam yang tiada berujung dan penyiksaan secara batin juga fisik kepada Dinda sebagai istri yang taat dan patuh kepada suami sebagai imam dalam rumah tangga, Mari kita tilik sumber kejadian sesungguhnya.
Malam itu Bu Santoso bukan lain pemilik kontrakan di mana Dinda tinggal sudah sampai di rumah Bu RT untuk mencari solusi untuk masalah kekerasan dalam rumah tangga Dinda yang di perlakukan tidak pantas dengan Sulaiman suami nya sendiri sebab bagaimana pun juga Dinda adalah warga di daerah tersebut dan lagi Sulaiman masih keponakan dari Pak RT setempat.
" Assalamualaikum Bu Rena,"
Ucap Bu Santoso setelah mengetuk pintu rumah Bu Rena.
" Wa'allaikumusallam, Sebentar Bu,"
Jawab Bu Rena yang baru saja menunaikan shalat isaq.
Tidak lama kemudian Bu Rena pun bangkit dari duduk nya dan melepas mukenah nya serta meletakkan nya di tepian ranjang tidur nya lalu melangkah menuju ruang tamu untuk membuka kan pintu dan melihat siapa yang datang kerumah nya malam-malam.
" Oh Bu Santoso mari Bu masuk, Saya pikir siapa itu tadi kok tumben malam-malam ada tamu,"
Sapa Bu Rena dengan senyum renyah mempersilahkan Bu Santoso masuk kedalam rumah.
" Iya Bu Rena, Maaf lo Bu saya malam-malam mengganggu jam istirahat Bu Rena jadi nya ini,"
Jawab Bu Santoso sambil melangkah masuk ke ruang tamu lalu duduk di sofa.
" Tidak apa-apa Bu, Ada apa Bu apakah ada masalah dengan yang tinggal di rumah kontrakan Ibu seperti waktu itu atau masalah lain Bu?"
Tanya Bu Rena yang duduk di samping Bu Santoso.
" Benar Bu, Ini masalah Dinda istri nya Sulaiman keponakan dari Pak Husen,"
Jawab Bu Santoso diiringi senyum segan.
" Anak itu lagi rupa nya yang membuat ulah, Apa yang di lakukan Sulaiman kepada istri nya Bu sampai membuat Bu Santoso kemari?"
Tanya Bu Rena dengan raut wajah sedih dan malu karena Sulaiman sebagai keponakan selalu membuat masalah di kampung itu.
" Sulaiman baru saja tadi memukuli istri nya Bu dan saya melihat nya dengan mata kepala saya sendiri maka dari itu saya kemari untuk meminta solusi Bu,"
Jawab Bu Santoso dengan tatapan sedih mengenang perlakuan Sulaiman kepada Dinda.
Kemudian tidak lama datang lah Pak RT dari masjid setelah menjalankan shalat berjama'ah dan pasti nya Pak Husen sebagai RT serta Paman dari Sulaiman merasa sangat malu mendengar Sulaiman sebagai keponakan telah melakukan kekerasan dalam rumah tangga dan masalah sesungguhnya Pak Husen mengetahui nya sebab kejadian itu terjadi di depan toko kelontong milik Pak Husen saat itu.
" Pak bagaimana cara kita untuk mengingatkan Sulaiman agar tidak melakukan hal itu lagi kepada istri nya, Kasihan Dinda Pak,"
Ucap Bu Rena sambil menatap ke arah Pak Husen suami nya.
" Ini semua karena ulah Ibu nya Sulaiman yang selalu sombong bila berbicara hingga membuat Bu Isfa geram saat itu,"
Jawab Pak Husen sambil mengenang kejadian saat itu.
" Maaf Pak Husen, Memang nya apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa bisa Dinda yang harus menanggung semua ini?"
Tanya Bu Santoso dengan tatapan bingung.
Kemudian Pak Husen mulai menceritakan kejadian 5 tahun yang lalu hingga membuat Bu Hasanah mengucapkan sumpah akan membalas sakit hati nya kepada semua keturunan Bu Isfa, Awal nya pagi itu seperti biasa Bu Hasanah di antar oleh Sulaiman menggunakan motor menuju toko kelontong milik Pak Husen untuk mengambil beberapa bahan pokok.
Hal itu setiap bulan di lakukan oleh Bu Hasanah dan setelah menerima gaji barulah di bayar, Namun pagi itu seperti nya berbeda sebab Bu Isfa pun juga berbelanja di situ sedangkan sejak dari jaman mereka bersekolah pun mereka sering adu argumen hanya masalah sepele.
KEJADIAN 5 TAHUN YANG LALU.
" Pak Husen, Indomie goreng, soto dan kare nya 5 bungkus lalu beras nya 3 liter ya Pak,"
Ucap Bu Isfa sambil membuka dompet dan menghitung uang receh di dalam dompet nya.
" Pantas saja anak nya kurang gizi dan menjadi generasi micin, Makan nya saja cuma mie instan setiap hari,"
Celetuk Bu Hasanah sambil melirik sinis.
" Tidak apa-apa anak saya menjadi generasi micin asal dari uang halal bukan hasil utangan,"
Jawab Bu Isfa sambil lirikan tajam.
" Yang penting kan bayar dari pada suami mu yang tidak berguna itu, Kerja nya hanya keluar masuk club malam tidak berfikir anak dan istri nya mengalami gizi buruk!"
Ucap Bu Hasanah dengan nada tinggi.
" Orang kok hidup hanya pencitraan sejak dulu, Pakai perhiasan imitasi bangga pamer lagi kesemua orang, Lekas sadar kamu itu Hasanah seumur hidup cuma pencitraan, Kasihan aku melihat mu."
Jawab Bu Isfa diiringi senyum sinis lalu melangkah pergi meninggalkan warung sambil membawa belanjaan nya.
Sedangkan saat itu posisi toko milik Pak Husen sedang ramai pembeli dan otomatis semua pembeli melihat kearah Bu Hasanah dengan tatapan tertuju ke arah perhiasan yang sedang di gunakan nya saat itu, Sontak wajah Bu Hasanah memerah karena menahan malu karena sebuah kebenaran di ungkap di depan publik bahwa semua perhiasan yang di pakai adalah imitasi.
Sejak saat itu lah rasa sakit hati Bu Hasanah hingga bersumpah akan mempermalukan seluruh keturunan Bu Isfa dan Sulaiman sebagai anak juga mendukung nya hingga berpura-pura mencintai dan menyayangi Dinda dan semua itu di lakukan hanya untuk membalas dendam sakit hati Ibu nya yang sudah dipermalukan di depan banyak orang.
Cerita Pak Husen kepada Bu Santoso dan Bu Rena yang saat itu sedang duduk bersama di sofa ruang tamu rumah Pak Husen, Setelah mendengar kisah sesungguhnya Bu Santoso dan Bu Rena diam sejenak bermain dengan pikiran masing-masing mencari cara untuk menolong Dinda lepas dari balas dendam Sulaiman.
Tidak lama kemudian Pak Husen bangkit dari duduk nya dan melangkah keluar dari rumah nya dengan wajah geram mengingat kelakuan Sulaiman yang tidak pernah berubah sama saja dengan Ibu nya yang selalu menekan suami nya untuk memenuhi keinginan nya agar mendapat sanjungan dari masyarakat sekitar.
Sedangkan Dinda di rumah kontrakan nya hanya mampu berteriak dalam hati nya merasa perih dan sesak dada nya menerima perlakuan dari suami nya sendiri tanpa mengetahui titik masalah sebenarnya mengapa diri nya di perlakukan demikian dengan suami nya sedangkan selama Dinda mengenal Sulaiman ia tidak pernah melawan apa pun yang di kata kan dan di perintahkan Sulaiman kepada nya.
Ya Allah apakah semua harus berakhir disini dan bila aku menuntut cerai apakah Bang Sulaiman mau menceraikan ku begitu saja belum lagi bagaimana dengan pandangan masyarakat bila aku menjadi janda memiliki anak satu pasti nya banyak yang akan mengguncingkan ku dan bagaimana nasib anak ku yang tidak memiliki Ayah pasti akan menjadi bahan hinaan teman-teman nya, Ya Allah apa yang harus aku lakukan.
Bergumam lah dalam hati kecil Dinda sambil menengadah kan tangan nya memohon petunjuk dari Allah jalan yang terbaik untuk kelangsungan rumah tangga nya, Air mata Dinda pun tidak henti membasahi pipi nya dan pasti nya putri kecil Dinda yang baru saja berusia beberapa hari juga merasakan kesedihan hati Ibu nya maka bayi mungil itu pun menangis tiada henti.
Lalu apakah yang akan di lakukan Pak Husen kepada Sulaiman apakah Pak Husen mampu membuka pola pikir Sulaiman atau kah Pak Husen memilih mendatangi rumah kedua orang tua Sulaiman dan membicarakan masalah rumah tangga Sulaiman dengan kedua orang tua Sulaiman dan bila begitu bagaimana respon kedua orang tua Sulaiman mengetahui Sulaiman yang melakukan tindakan kekerasan dalam rumah tangga?
Jangan pernah beranjak dari kisah rumah tangga Sulaiman dan Dinda serta temukan jawaban nya hanya di MY LORD HELP ME dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 24 Episodes
Comments
💜⃞⃟𝓛 ༄༅⃟𝐐🇺𝗠𝗠𝗜ᴰᴱᵂᴵ 🌀🖌
kamu bisa menuntut cerai Dinda, bahkan kamu memenjarakan suami kami, setiap kamu di siksa bisa divisum, dan masyarakat di situ bisa menjadi saksi, dan kamu jgn takut menjadi janda, karena sekarang janda selalu di depan 🤔🤔🤔
2022-08-07
1
𝙍𝙖𝙝𝙢𝙖𝙣𝙞𝙖✧・ 。゚★: *.
Bu Hasanah klo ngmng pedes bgt ya dh kaya cabe aja, kan mmg benar apa yg d katakan bu Isfa spy jd org itu jgn pencitraan saja
2022-07-17
1
Tania Callia
Ternyata dendam nya sulaiman ke dinda berawal dr kejadian 5 tahun yg lalu
2022-07-16
9