BAB 11 . BELAJAR DARI KEGAGALAN

Dalam kehidupan ini pasti semua pernah mengalami sebuah kegagalan namun sudah kah kita belajar dari kegagalan dan menjadi lebih baik hingga mencapai kesuksesan, Kebanyakan orang bukan lah belajar dari sebuah kegagalan dan menjadi lebih baik namun mereka menikmati kegagalan itu dan berharap ada seseorang yang bisa merubah kegagalan nya menjadi kesuksesan bagi diri nya.

Sedang kan sudah tertulis bahwa tidak ada satu orang pun yang bisa merubah nasib orang lain selain diri mereka sendiri yang merubah nya, Lalu bagaimana dengan Dinda yang nasib nya lumayan buruk harus mendapatkan seorang suami yang tidak berguna dan dalam benak nya hanya tersimpan balas dendam, Mampukah Dinda bangkit demi masa depan putri kecil nya yang masih membutuhkan nya?

Setelah kejadian hari itu sikap Dinda berubah 180° kepada Sulaiman yang biasa nya ia selalu mengalah dan menuruti apa perkataan suami nya namun kini sikap Dinda lebih dingin dan terkesan tidak menghiraukan apa perkataan Sulaiman namun ia masih melaksanakan kewajiban nya sebagai istri, Pagi ini Dinda dengan senyuman menyambut mentari pagi yang sudah tersenyum menyapa seisi bumi.

Alhamdulillah hari ini perasaan ku lebih tenang dan lega, Aku sudah membulatkan tekad dalam hati ku untuk fokus menjalani hidup ku demi masa depan putri ku dan masalah Bang Sulaiman terserah saja dia mau apa aku sudah tidak peduli lagi, Bila ia berubah lebih baik ya alhamdulillah kalau pun tidak bisa berubah menjadi lebih baik ya itu masalah dia bukan masalah bagi ku.

Bergumam lah dalam hati Dinda sambil sesekali melirik ke arah Sulaiman suami nya yang masih tidur dan sesekali Dinda melemparkan senyum sinis kepada suami nya, Setelah shalat dan melipat mukena nya segera lah Dinda bangkit dari duduk nya dan merapikan rumah seperti biasa nya namun kali ini Dinda terlihat lebih tegar dalam menghadapi kehidupan.

Setelah selesai semua pekerjaan rumah nya maka Dinda segera mandi sebab ia harus segera pergi menuju rumah Diva sahabat nya untuk kursus menjahit, Sedang kan Sulaiman masih saja tidur lelap tanpa menghiraukan apa pun juga dan memang seperti itulah ulah Sulaiman setiap hari nya.

Tepat jam di dinding menunjukkan pukul 9 pagi segera lah Dinda keluar dari rumah nya sambil menggendong bayi nya untuk menuju rumah Diva dan ternyata di perjalanan menuju rumah Diva ia berjumpa dengan Ibu mertua nya bersama Weni adik ipar nya dan pasti nya Dinda sudah menebalkan telinga nya bila berjumpa dengan Bu Hasanah.

" Assalamualaikum Bu, Akan pergi kemana kalian?"

Sapa Dinda kepada Bu Hasanah dan Weni setelah mencium tangan Bu Hasanah.

" Wa'allaikumusallam, Harus nya kami yang bertanya akan pergi kemana kamu pagi-pagi begini, Bukan nya berberes rumah ini malah kelayapan pagi-pagi!"

Jawab Bu Hasanah dengan nada dan tatapan sinis kepada Dinda.

" Bu bisa tidak kalau bicara pakai filter jangan suka los dol seperti itu,"

Ucap Weni sambil melirik sinis ke arah Ibu nya.

" Sudah-sudah Wen aku tidak apa-apa kok dan sudah biasa di seperti itu kan, Saya akan ke rumah Diva untuk kursus menjahit Bu kalau masalah rumah alhamdulillah sudah selesai,"

Jawab Dinda diiringi senyum ramah kepada Bu Hasanah.

" Paling juga cuma masak sayur tumis kangkung dan goreng tempe saja kamu, Pantas anak ku makin kurus hidup dengan mu dasar generasi micin, Ayo Wen kita ke pasar,"

Ucap Bu Hasanah sambil menarik lengan Weni berlalu pergi dari hadapan Dinda.

" Eh ... assalamualaikum Kak,"

Ucap Weni yang terkejut di tarik lengan nya dengan Ibu nya.

" Iya Wen wa'allaikumusallam."

Jawab Dinda yang diiringi senyum simpul dan menggelengkan kepala melihat prilaku mertua nya.

Kemudian Dinda pun melanjutkan langkah kaki nya dengan penuh kepastian, Sedangkan di rumah kontrakan Sulaiman baru saja bangun dari tidur nya dan sudah kebiasaan Sulaiman saat bangun dari tidur nya selalu berteriak memanggil istri nya dengan nada tinggi pasti nya.

" DIN ... DINDA ....!"

Teriak Sulaiman dari atas ranjang nya sambil masih memejamkan mata nya.

Namun tidak ada jawaban sama sekali dan rumah kontrakan itu lumayan sepi hanya ada suara kendaraan bermotor yang berlalu lalang dari arah depan rumah kontrakan nya tersebut, Karena merasa tidak ada yang menjawab teriakan nya maka mata Sulaiman pun terbuka lebar dan pandangan nya menyebar ke sekeliling ruangan.

" Kemana lagi pergi nya perempuan bodoh ini, Bukan nya berpamitan kepada ku malah main pergi saja, Lihat saja nanti kalau pulang habis kamu Din!"

Ucap Sulaiman sambil bangkit dari tidur nya dan menuruni ranjang nya.

Kemudian Sulaiman pun keluar dari kamar nya dan menuju ke meja makan dan membuka tudung saji di sana sudah di hidangkan nasi, sayur sup, tahu, tempe dan sambal serta kopi pun sudah tersedia di sana namun memang dasar nya Sulaiman tipe suami yang susah bersyukur maka hal itu tetap saja kurang di mata nya.

" Sup lagi kalau tidak tumis kangkung lagi memang nya dia hanya bisa masak ini apa, MENYEBALKAN!"

Ucap Sulaiman sambil menutup tudung saji dengan kasar.

Setelah itu segera ia menuju kamar mandi untuk mandi setelah itu segeralah ia bergegas keluar dari rumah kontrakan nya untuk menemui teman-teman nya yang suka berkumpul di bengkel motor dan pasti nya bukan untuk bekerja melainkan hanya untuk menghabiskan waktu saja namun bila ada yang menegur nya pasti Sulaiman akan marah besar kepada orang yang menegur nya.

Sedangkan Dinda sedikit terlambat sampai di rumah Diva, Hal tersebut membuat Dinda merasa tidak enak sebab Diva harus menunggu nya sedangkan orang lain yang juga ikut kursus sudah berdatangan pagi itu dan bagi Diva hal itu biasa dan tidak di permasalah kan oleh nya dan kursus menjahit pun di mulai pagi itu.

" Div maaf ya aku tadi terlambat datang nya jadi kamu menunggu,"

Ucap Dinda dengan wajah segan kepada Diva.

" Sudah jangan dipikirkan hal itu Din, Yang terpenting ayo kamu semangat belajar menjahit nya sebab dua bulan lagi ada lomba di kecamatan dan kamu harus ikut,"

Jawab Diva diiringi senyum ramah kepada Dinda.

Saat itu Dinda merasa termotivasi dan timbul lagi rasa percaya diri nya serta memiliki harapan baru untuk menatap masa depan, Dengan penuh semangat Dinda belajar menjahit meski di sela-sela belajar nya ia harus memberi ASI kepada putri nya bahkan Dinda sangat yakin dalam waktu dua bulan ia pasti sudah bisa menguasai materi dasar dalam menjahit.

Semua itu ia lakukan demi masa depan putri kecil nya dan tekad nya yang kuat untuk bangkit dari keterpurukan selama ini yang selalu di siksa secara batin dan fisik oleh Sulaiman suami nya sendiri, Sedangkan Sulaiman di bengkel mendapatkan informasi dari salah satu teman nya yang melihat Dinda berjalan sambil menggendong bayi nya pagi tadi.

" Man tumben baju mu kusut seperti itu apakah tidak di setrika dengan istri mu?"

Tanya Burhan sambil membongkar body motor milik nya.

" Bagaimana istri nya akan setrika sedang kan pagi-pagi tadi sudah pergi meninggalkan rumah nya,"

Imbuh Darwis sambil meniup kopi di gelas.

" Memang nya kamu tahu istri ku pergi dari rumah dan menuju kemana dia?"

Tanya Sulaiman sambil melirik ke arah Darwis yang duduk di samping nya.

" Kalau masalah pergi kemana aku tidak tahu pasti hanya saja aku melihat istri mu pergi ke arah jalan itu Man,"

Jawab Darwis sambil menunjuk ke sebuah gang yang berada di seberang jalan.

" Untuk apa dia ke arah sana sedangkan pasar di sebelah sana dan lagi rumah orang tua nya juga dekat pasar, Aneh ke rumah siapa dia sebenarnya?"

Ucap Sulaiman dengan tatapan bingung melihat gang yang berada di seberang jalan.

" Man bukan nya rumah bos pemilik toko sembako yang di pasar itu rumah nya di sekitaran gang itu, Bisa saja istri mu menemui lelaki itu?"

Tanya Wahyu sambil bangkit dari duduk nya.

" Benar Man bisa saja istri mu sedang menjalin kasih dengan lelaki kaya yang bujang lapuk tidak laku nikah itu dan bukan kah lelaki itu ada rasa dengan istri mu Man?"

Imbuh Burhan sambil meletakkan body motor nya di bangku samping Sulaiman.

" Tidak bisa di biar kan, Harus aku beri pelajaran wanita bodoh ini berani-berani nya main gila, Mana itu kunci inggris buat mukul kepala bujang lapuk itu!"

Ucap Sulaiman dengan penuh amarah bangkit dari tempat duduk nya.

Tanpa menunggu waktu lama segera Sulaiman mengambil kunci inggris yang lumayan besar dari tangan Burhan lalu memacu motor nya menuju rumah lelaki yang di curigai Sulaiman selama ini yang sudah bermain gila dengan istri nya hingga menghasilkan anak yang suka di sebut anak haram oleh nya.

Sedangkan selama ini yang suka bermain gila adalah Sulaiman sendiri namun semua yang di lakukan Sulaiman di tuduh kan kepada Dinda istri nya yang selalu taat kepada nya dan selalu menjaga norma dalam masyarakat.

Lalu apa yang akan terjadi bila benar Sulaiman mendatangi lelaki tersebut yang tidak tahu menahu masalah nya dan apakah Sulaiman kali ini benar-benar berurusan dengan hukum bila sampai terjadi pemukulan kepada lelaki tersebut ataukah hal itu tidak sampai terjadi dan bisa di gagal kan?

Ikuti terus kisah rumah tangga Sulaiman dan Dinda serta temukan jawaban nya hanya ada di MY LORD HELP ME dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.

Terpopuler

Comments

Zidan Malik Ibrahim

Zidan Malik Ibrahim

perjalanan rumah tangga yang penuh dengan konflik dan intrik. Hubungan antara menantu dan mertua yang tidak harmonis seringkali terjadi dalam badai kehidupan.

2023-02-08

1

💜⃞⃟𝓛 ༄༅⃟𝐐🇺𝗠𝗠𝗜ᴰᴱᵂᴵ 🌀🖌

💜⃞⃟𝓛 ༄༅⃟𝐐🇺𝗠𝗠𝗜ᴰᴱᵂᴵ 🌀🖌

kalau aqu suami qu GK ku masakin, kalau pun di Masakin di kasih racun sianida, biar mati sekalian, kan emosi 🙄🙄🙄

2022-08-07

1

𝙍𝙖𝙝𝙢𝙖𝙣𝙞𝙖✧・ 。゚★: *.

𝙍𝙖𝙝𝙢𝙖𝙣𝙞𝙖✧・ 。゚★: *.

Sulaiman gampang bgt terpengaruh sama omongan orang lain ya, seharusnya tanya aja ke istrinya kemana aja dy pergi pagi", nah ini malah bisa nya cma marah" saja.

2022-07-17

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!