Terkadang kebenaran itu sangat menyakitkan namun bagaimana pun sakit dan pahit nya sebuah kebenaran itu lah yang harus kita terima dan sikapi agar kita lebih bisa mawas diri dalam mengambil sebuah keputusan.
Begitu juga saat ini yang dialami oleh Dinda yang harus menelan kebenaran yang sangat pahit namun semua kebenaran yang Dinda terima selalu di tepis oleh nya meski sesungguh nya dalam hati nya terbersit rasa curiga.
Pagi ini Dinda setelah mandi dan bayi nya yang cantik pun sudah mandi lalu Dinda berniat untuk pergi ke warung sayur yang letak nya tidak begitu jauh dari rumah kontrakan nya, Dengan menggunakan uang yang jumlah nya tidak banyak sisa dari tabungan maka uang itu lah yang di gunakan Dinda untuk berbelanja.
Sebab selama menikah Sulaiman sebagai suami hanya bekerja ala kadar nya dan hasil kerja nya tidak pernah sampai kepada Dinda sebagai istri, Sulaiman berangkat kerja bila mau tapi bila ia sudah bosan dengan pekerjaan tersebut maka jangan harap Sulaiman mau pergi kerja dengan berbagai alasan.
Dinda sambil menggendong bayi nya yang baru berusia 2 hari menuju warung sayur untuk membeli sayur dan lauk dengan harapan agar bisa segera memasak nya sebelum suami nya bangun dari tidur, Sebab bila Sulaiman sudah bangun dan Dinda belum selesai memasak maka hinaan dan cacian yang akan di terima oleh Dinda.
" Bu, Sayur kangkung dan tempe nya satu ya,"
Ucap Dinda sambil menyodorkan seikat sayur kangkung dan sepotong tempe kepada penjual nya.
" Din siapa nama anak mu yang cantik itu?"
Tanya pemilik kontrakan dengan senyum renyah.
" Nama nya Aida Zarah Kumaira panggilan nya Ida Bu,"
Jawab Dinda sambil tersenyum simpul.
" Cantik nya nama nya seperti anak nya yang cantik dan menggemaskan,"
Ucap Ibu pemilik kontrakan sambil mencubit lembut hidung bayi mungil tersebut.
" Ini Din, Ada yang di beli lagi tidak Din dari pada nanti sampai rumah baru ingat mau membeli sesuatu?"
Tanya Ibu pemilik warung sayur diiringi senyum ramah.
" Tidak Bu, Bumbu dan yang lain nya masih ada di rumah, Berapa Bu jadi nya?"
Jawab Dinda sambil balik bertanya.
" Sudah tidak usah Din biar sekalian saya yang membayar nya, Anggap saja saya membayar untuk bayi mu yang cantik dan membuat aku gemas,"
Ucap Ibu pemilik kontrakan sambil sibuk mengoda Ida.
" Wah ... saya jadi merepotkan saja Bu kalau seperti ini, Terimakasih banyak ya Bu sudah di bayar belanjaan saya."
Jawab Dinda diiringi senyum simpul.
Kemudian tidak lama kemudian Dinda mohon pamit kedapa Ibu-Ibu yang sedang berada di warung sayur tersebut sebab Dinda harus segera masak untuk sarapa pagi suami nya sebelum pergi ke kantor, Namun saat Dinda baru melangkahkan kaki nya berapa langkah ia mendengar salah satu dari Ibu-Ibu tersebut sedang membicarakan Sulaiman suami Dinda.
" Kasihan sekali aku melihat Dinda ini, Masa punya suami tapi dia yang harus jadi tulang punggung dalam keluarga nya,"
Ucap Bu Santoso pemilik kontrakan tempat Dinda tinggal.
" Benar Bu, Bahkan saya sering itu melihat Sulaiman bergoncengan dengan seorang wanita,"
Imbuh Bu Yudi tetangga kontrakan Dinda.
" Dinda itu jadi istri terlalu sabar dan memanjakan suami nya jadi begitu lah suami nya semakin tidak tahu diri,"
Imbuh Bu Darso pemilik warung.
Saat itu yang bisa Dinda lakukan hanya mengambil nafas panjang dan di anggap tidak mendengar apa yang sudah di bicarakan oleh Ibu-Ibu yang sedang belanja di warung sayur lalu Dinda pun melanjutkan langkah kaki nya menuju rumah namun baru sampai depan pintu Dinda sudah di kejutkan oleh air kopi yang di siramkan Sulaiman ke wajah Dinda.
" Astagfirullohalazim ya Allah!"
Teriak Dinda yang terkejut wajah nya disiram air kopi.
" Sudah capek kamu menjelekkan suami mu sendiri di depan orang maka kamu pulang,"
Ucap Sulaiman dengan tatapan sinis.
" Bang memang nya siapa yang menjelek kan mu di depan orang, Aku hanya ke warung untuk membeli sayuran dan setelah itu pun aku pulang!"
Jawab Dinda menjelaskan kepada Sulaiman yang terlihat sedang marah.
" Banyak alasan saja, Kalau cuma membeli sayur kenapa lama sekali dari kopi ku masih panas hingga dingin kamu baru pulang dari warung,"
Ucap Sulaiman sambil bangkit berdiri berjalan mendekati Dinda.
" Tapi benar aku tidak sedang membicarakan atau menjelek kan mu Bang, Kalau masalah kopi mu dingin tadi waktu aku membuat nya saat kamu masih tidur jadi pantas lah saat kamu bangun kopi nya sudah dingin Bang,"
Jawab Dinda yang mulai bingung dengan ulah suami nya.
" Terus saja kamu membela diri, Dasar wanita tidak punya otak suami nya sendiri di jelek-jelek kan di depan orang lain, Minggir kamu bodoh!"
Ucap Sulaiman dengan kasar sambil mendorong pundak Dinda hingga terjatuh ke sofa.
Saat itu jatuh lah air mata Dinda membasahi pipi nya dan Ida pun putri kecil nya ikut menangis karena terkejut mendengar suara Sulaiman yang keras menendang motor di hadapan, Kemudian Dinda pun segera bangkit dari duduk nya lalu melangkahkan kaki nya menuju kamar mandi untuk mencuci wajah nya yang terkena air kopi.
Aku tidak boleh lemah, Aku harus kuat demi putri ku dan aku harus berjuang demi putri ku yang masih kecil, Cukup aku yang merasakan hinaan dan cacian tapi tidak akan ku ijin kan orang lain menghina putri ku, Sabar ya sayang Ibu akan berusaha lebih keras lagi untuk membawa mu jauh dari Ayah mu yang biadab itu.
Bergumam lah dalam hati kecil Dinda dan ia bertekad tidak mau membebani siapa pun dalam hidup nya sudah cukup bagi nya hinaan yang di terima oleh nya dari suami nya selama ini, Kemudian Dinda segera memasak dan sarapan setelah memberi ASI kepada bayi nya lalu Dinda mencoba pergi ke rumah sahabat nya.
" Assallamuallaikum,"
Ucap Dinda berdiri di teras rumah Diva.
" Wa'allaikumusallam Din, Masuk Din tumben kamu main kemari Din?"
Tanya Diva dengan tatapan bingung melihat kedatangan Dinda.
" Iya Div, Aku hanya ingin tanya apakah kamu mau mengajari ku menjahit Div?"
Tanya Dinda dengan tatapan penuh harap.
" Ya Allah Dinda kamu itu seperti bukan sahabat ku saja, Dari dulu juga aku sering menawari mu hanya kamu nya saja yang suka menolak,"
Jawab Diva diiringi senyum renyah.
" Terimakasih ya Div, Tapi saat ini aku belum bisa membayar uang kursus nya Div tapi aku janji nanti saat aku sudah mendapatkan penghasilan pasti aku membayar nya,"
Ucap Dinda dengan senyum simpul.
" Aku hanya ingin melihat mu bahagia Din dan terlepas dari suami mu yang pecundang itu, Lihat anak mu apakah kamu tidak kasihan dengan anak mu yang baru usia berapa hari itu?"
Tanya Diva sambil mengelus kepala Ida yang sedang tertidur di gendongan Dinda.
" Terimakasih banyak Div, Kamu memang sahabat terbaik ku yang selalu membantu ku selama ini."
Jawab Dinda dengan mata berkaca-kaca mendengar perkataan Diva.
Sebenar nya selama Dinda kenal dengan Sulaiman hingga berpacaran semua teman-teman Dinda tidak suka dengan perangai Sulaiman yang super egois dan protek kepada Dinda sedangkan Sulaiman sendiri sering berjalan dengan wanita lain.
Bahkan saat akan melakukan akad nikah dengan Dinda saat itu Sulaiman masih sempat masuk hotel dengan seorang wanita dan pagi hari nya baru keluar dari hotel, Namun saat Dinda di beri tahu oleh sahabat dan teman-teman nya bagaimana sebenarnya sikap Sulaiman yang terjadi Dinda tidak mempercayai nya dan pernikahan mereka terus berlangsung saat itu.
Kini yang di terima oleh Dinda dari pernikahan nya hanyalah sakit hati setiap detik di tambah lagi Sulaiman tidak mempercayai bahwa Aida adalah putri nya hanya karena Dinda membantu Ibu nya di toko kain dan di pasar itu Sulaiman mencurigai seorang lelaki pedagang kelontong yang toko nya berada tepat di depan toko kain milik Ibu nya Dinda.
Sejak hari itu lah sikap Sulaiman berubah kepada Dinda istri nya dan selalu mencurigai Dinda yang bukan-bukan, Sedangkan fakta nya ia lah yang seperti itu keluar masuk hotel dan club malam dengan wanita tidak benar.
Lalu apakah itu cara Dinda untuk menghukum Sulaiman dengan cara tidak menghiraukan nya ataukah hal itu di buat alasan lagi bagi Sulaiman untuk lebih menyalahkan Dinda dan apakah Dinda akan sukses dengan niat nya belajar menjahit kepada Diva sahabat nya?
Jangan pernah beranjak dari kisah mereka dan temukan jawaban nya hanya di MY LORD HELP ME dan jangan pernah bosan untuk selalu mendukung author agar semangat nulis nya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 24 Episodes
Comments
Zidan Malik Ibrahim
waduh sisi buruk sang suami, seharusnya diselidiki dulu bagaimana sebenarnya sifat asli dari sang kekasih sebelum menikah😊
2023-01-24
1
💜⃞⃟𝓛 ༄༅⃟𝐐🇺𝗠𝗠𝗜ᴰᴱᵂᴵ 🌀🖌
di RL banyak tuh kejadian seperti itu, si laki mah selingkuh Ama istrinya di curigai, karena dia takut jg selingkuhi.
ada jg suami selingkuh istri juga ikut selingkuh, dunia mau kiamat
2022-08-05
1
Tania Callia
Miris bnr nasib mu dinda baru aja pulang beli sayur sdh di siram pake air kopi.
2022-07-12
8