BAB 2 . SISA RASA

Di dalam suatu hubungan pasti ada sebuah rasa namun bila begitu banyak nya masalah yang tibul dalam hubungan itu maka rasa itu pun akan terkikis secara perlahan dan bila sudah terkikis maka akan hilang dengan berjalan nya waktu.

Begitu juga dengan rasa sayang dan cinta nya Dinda kepada Sulaiman yang seperti nya mulai terkikis karena sikap nya, Selama ini Dinda tidak mengetahui dengan betul bagaimana sifat dan watak Sulaiman sebab selama mereka berpacaran Sulaiman selalu menunjukkan perhatian yang lebih kepada Dinda.

Sedangkan selama ini Dinda hidup di lingkup keluarga yang toxic, Ayah nya yang perangai nya tidak bisa di jadi kan contoh untuk anak-anak nya dan selama ini pun Ibu nya Dinda lah yang menjadi tulang punggung membesarkan ketiga anak nya sedangkan Ayah nya Dinda hanya bisa nya menghamburkan uang demi kesenangan nya pribadi.

Saat pertama Dinda berjumpa dengan Sulaiman berfikir bahwa Sulaiman berbeda dengan Ayah nya namun ternyata setelah menikah dan mengetahui Dinda mengandung semua nya berubah drastis menjadi kasar dan tidak pernah menghargai istri nya sama sekali.

Saat ini setelah makan Dinda merebahkan tubuh nya sebab merasa sangat letih dan mata nya pun mulai terpejam sekitar 30 menit kemudian terdengar lah suara pintu ada yang membuka, Namun karena mata nya sangat berat maka Dinda tidak bangkit dari tidur nya.

" Enak sekali tidur nya, Hei bangun siap kan makan untuk ku!"

Bentak Sulaiman sambil melemparkan jaket nya ke arah wajah nya Dinda yang baru saja memejamkan mata nya.

Sontak Dinda terkejut dan membuka mata nya lebar untuk memastikan siapa yang melempar nya itu tadi, Saat melihat Sulaiman yang berdiri di samping ranjang nya maka Dinda mencoba tenang dan menata detak jantung nya yang berdegub kencang karena terkejut.

" Ya Allah Bang, Bisa tidak membangun kan dengan bicara baik-baik?"

Tanya Dinda sambil mencoba menuruni ranjang nya.

" Sudah bagus aku hanya melempar mu dengan jaket tidak aku geret kamu dari ranjang!"

Jawab Sulaiman sambil membuka sepatu nya dan melempar nya ke pojok ruangan.

" Astagfirullohalazim ... Bang aku ini istri mu bukan budak mu!"

Ucap Dinda dengan nada tinggi yang merasa kesal mendengar perkataan suami nya.

" Lalu yang mengatakan kamu budak ku siapa, Aku kan hanya berkata siap kan aku makan karena kamu istri ku, Apa kamu mau aku minta makan kepada wanita lain?"

Ucap Sulaiman dengan tatapan sinis.

" Tapi tolong bicara yang sopan, Apakah kamu tidak tahu sopan santun?"

Jawab Dinda sambil melangkah menuju dapur.

" Apa perlu aku menyembah mu begitu, Orang aneh!"

Ucap Sulaiman sambil mendorong kepala Dinda dari sebelah kanan.

Saat itu rasa nya Dinda ingin sekali melemparkan piring yang berisi nasi ke wajah Sulaiman namun lagi dan lagi diri nya ingat dengan pesan Ibu nya agar selalu bersabar dan mendoakan suami kita agar berubah dan menyadari kesalahan nya.

Karena menahan sesak di dada nya kemudian Dinda berlari masuk kamar mandi setelah menyiapkan makan untuk suami nya, Di kamar mandi itu lah Dinda menangis sejadi-jadi nya untuk melampias kan sakit hati nya kepada Sulaiman dan yang membuat Dinda semakin marah saat melihat Sulaiman sedang telepon dengan seorang wanita.

Sebenarnya dia ini manusia atau iblis sudah tahu aku sedang hamil besar dia malah enak-enakan teleponan dengan seorang wanita dengan panggilan yang romantis seperti itu, Di pikir aku tidak dengar apa meski dia bicara nya bisik-bisik seperti itu, Kalau tidak ingat aku sedang hamil sudah minta cerai aku!

Bergumam lah dalam hati Dinda dengan tatapan sebal dari jendela kamar nya, Sedangkan makanan yang di sediakan Dinda di meja makan tidak di sentuh sama sekali oleh Sulaiman saat itu, Lalu setelah Dinda sudah rapi maka segera lah ia pergi menuju pasar untuk membantu Ibu nya membuka toko kain.

Sepanjang perjalanan menuju kepasar tanpa sengaja jatuh lah air mata Dinda membasahi pipi nya mengenang prilaku suami nya selama ini dan Dinda pun mulai bertanya-tanya siapa sebenarnya wanita yang sedang di telepon oleh suami nya dengan mesra itu.

Tepat di pertigaan jalan Dinda merasakan sakit perut yang teramat sangat hingga akhir nya ia terduduk di tepian jalan tersebut sambil merasakan sakit perut dan seperti nya saat ini Dinda akan melahirkan, Dan untung saja saat itu ada seorang Ibu-Ibu yang pulang dari pasar melihat kondisi Dinda yang terduduk di tepian jalan sambil menahan sakit.

" Ya Allah, Nak kamu kenapa?"

Tanya Ibu itu sambil mendekati Dinda.

" Bu tolong antar saya ke rumah sakit,"

Jawab Dinda dengan nada gemetar dan wajah yang pucat menahan sakit.

" Iya tunggu sebentar ya Nak,"

Ucap Ibu tersebut dengan panik memanggil becak yang ada di seberang jalan.

Kemudian segeralah Ibu itu di bantu oleh tukang becak membopong Dinda masuk kedalam becak lalu membawa nya ke rumah sakit bersalin terdekat, Setiba nya di rumah sakit dan Dinda di tangani oleh medis maka Ibu tersebut segera pergi menuju pasar untuk memberi tahu Ibu nya Dinda bahwa saat ini Dinda sedang berada di rumah sakit.

Maka tanpa berfikir panjang lagi segera lah Ibu nya Dinda menutup toko nya lagi dan segera menuju rumah sakit bersalin, Sedangkan adik nya Dinda di minta untuk memberi tahu Sulaiman bahwa saat ini istri nya sedang melahirkan.

Pada umum nya seorang suami saat mengetahui istri nya sedang melahirkan pasti ada rasa khawatir dan panik namun seperti nya hal itu tidak berlaku bagi Sulaiman saat mendapatkan kabar bahwa istri nya sedang melahirkan di rumah sakit.

" Assallamuallaikum ... Bang,"

Ucap Gufron adik nya Dinda di depan pintu rumah kontrakan Dinda.

" Wa'allaikumusallam Fron, Ada apa kamu pagi-pagi kemari?"

Tanya Sulaiman tanpa melihat ke arah Gufron.

" Bang, Kak Dinda melahirkan di rumah sakit tolong Abang ke sana sekarang,"

Jawab Gufron dengan tatapan panik.

" Kok sudah melahirkan, Bukan nya masih dua bulan lagi ya seharus nya?"

Tanya Sulaiman dengan nada cuek.

" Tidak tahu Bang, Saya hanya di perintah Ibu untuk memberi tahu Abang saja itu tadi,"

Jawab Gufron yang bingung melihat ekspresi Sulaiman.

" Ya sudah nanti aku kesana setelah memandi kan burung peliharaan ku yang akan ikut lomba, Sudah sana pergi kamu mengganggu ku saja dengan berita tidak penting!"

Ucap Sulaiman dengan nada ketus mengusir Gufron.

Sebenar nya Abang ini punya hati tidak, Masak mendengar berita istri nya melahirkan dia setenang itu dan seperti tidak peduli seperti itu bahkan ia lebih mementingkan lomba burung, Sungguh tidak masuk akal!

Bergumam lah dalam hati Gufron sambil sesekali melirik ke arah Sulaiman yang sedang sibuk dengan burung peliharaan nya, Sedangkan Dinda di rumah sakit sedang bertarung dengan maut untuk melahirkan bayi yang dahulu menjadi impian mereka berdua saat baru saja menikah.

Lalu apakah Sulaiman akan datang ke rumah sakit untuk melihat kondisi istri dan anak nya ataukah lebih memilih pergi ke tempat lomba burung dan bagaimana kondisi Dinda dan bayi nya apakah mereka baik-baik saja ataukah ada sebuah kendala saat Dinda melahirkan?

Jangan pernah beranjak dari kisah kehidupan rumah tangga mereka berdua dan temukan jawaban nya hanya di MY LORD HELP ME dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.

Terpopuler

Comments

Zidan Malik Ibrahim

Zidan Malik Ibrahim

Dinda harus menelan pil pahit atas cintanya yg buta😊

2023-01-24

1

💜⃞⃟𝓛 ༄༅⃟𝐐🇺𝗠𝗠𝗜ᴰᴱᵂᴵ 🌀🖌

💜⃞⃟𝓛 ༄༅⃟𝐐🇺𝗠𝗠𝗜ᴰᴱᵂᴵ 🌀🖌

bukan lempar aja tuh piring ke mukanya Sulaiman, gedek bener. istri mau ngelahirin kok di anggap tidak penting.

2022-08-05

1

Mutia Callysta

Mutia Callysta

Ayah nya dinda ternyata kelakuan nya sama kyk Sulaiman yg bisa nya cuma menghamburkan uang buat kesenangan nya sendiri

2022-07-05

8

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!