BAB 15 . MENGATASI RASA KECEWA

Sebagai manusia sudah suatu kewajaran bila kita merasakan kekecewaan di saat mengahadapi sesuatu yang tidak sesuai ekspektasi kita namun sebetulnya ada trik agar kita tidak terpuruk pada kekecewaan itu sendiri, Cara mengatasi nya adalah di saat kita dalam keadaan bahagia seyogyanya kita juga memikirkan kemungkinan yang tidak baik atau pun keadaan terburuk terjadi dalam hidup kita.

Sebab dengan seperti itu di saat hak terburuk itu terjadi dalam hidup kita dan kita sudah mengetahui apa yang harus kita lakukan bila hal itu terjadi maka sistem kerja otak kita tidak sampai blang atau biasa di sebut stress atau pun depresi maka dengan seperti itu kita mampu mengendalikan hati kita sendiri di saat kondisi sedang tidak baik-baik saja.

Seperti nya hal itu juga yang di lakukan oleh Dinda yang sudah cukup paham dengan watak Sulaiman suami nya yang di saat menghadapi permasalahan ia akan mencari pendukung untuk membenarkan segala alibi yang di buat nya dan pasti nya hal itu untuk menyudutkan Dinda dan agar semua orang menilai bahwa Dinda lah yang bersalah dalam masalah yang timbul di keluarga nya.

Namun sayang nya tidak semua orang bodoh dan buta tidak dapat memilah siapa yang salah dan siapa yang benar dalam hal ini, Semua alibi yang di katakan oleh Sulaiman kepada Ayah nya dan Weni hanya lah menjadi pertengkaran di antara mereka malam itu sedang kan Dinda sudah memantapkan hati untuk mengakhiri semua nya kisah rumah tangga nya bersama Sulaiman.

Aida anak ku sekarang kita hanya berdua dan Ibu berjanji akan menjaga dan merawat mu dengan baik, Meski Ayah mu tidak mengakui mu tapi tetap saja kamu putri nya dan saat kamu besar nanti jangan pernah menyimpan dendam kepada Ayah mu ya Nak.

Bergumam lah dalam hati Dinda sambil memberikan ASI kepada Aida putri kecil nya yang cantik dan lucu, Saat ini Dinda mencoba tersenyum meski rasa hati nya merasa perih dan sesak dada nya mengingat perlakuan Sulaiman kepada nya yang begitu tega nya memfitnah diri nya telah berselingkuh dengan Ustad Fadly.

Sedangkan bila benar diri nya menyukai Ustad Fadly tidak mungkin menerima lamaran dari Sulaiman saat kedua orang tua nya datang melamar sebab sudah sejak dahulu saat duduk di bangku sekolah Ustad Fadly menaruh rasa kepada Dinda hanya saja Ustad Fadly belum berani mengutarakan kepada Dinda hingga akhir nya Ustad Fadly harus mengikhlas kan Dinda menikah dengan Sulaiman.

Sore itu Pak Ilyas bukan lain Ayah nya Sulaiman benar-benar tidak habis pikir melihat ulah Sulaiman sudah begitu banyak laporan yang masuk ke telinga Pak Sulaiman mengenai kejadian siang tadi dan pasti nya Sulaiman mencari pembelaan dari keluarga nya yang pasti dari Ibu nya yang memang selama ini selalu mendukung apa pun yang di lakukan Sulaiman kepada Dinda.

" Sulaiman apa mau mu sebenarnya, Apakah kamu sudah putus urat malu mu hingga berbuat demikian?"

Tanya Pak Ilyas dengan nada dan tatapan marah.

" Yang sudah putus urat malu nya itu Dinda bukan aku Yah,"

Jawab Sulaiman dengan nada geram.

" Kamu sadar tidak sudah berbicara apa dan melakukan apa sampai-sampai Ayah malu pada masyarakat gara-gara ulah mu!"

Ucap Pak Ilyas yang sepertinya semakin naik pitam menghadapi Sulaiman.

" Yah, Aku sebagai suami nya Dinda berhak mengajar dia sebab dia sudah berani selingkuh dengan Ustad gadungan itu bahkan sampai memiliki anak itu,"

Jawab Sulaiman yang melakukan pembelaan.

" Sungguh suami gila kamu Sulaiman, Sampai-sampai tidak mengakui anak mu sendiri,"

Ucap Pak Ilyas dengan nada geram kepada Sulaiman.

" Silahkan semua orang mengatakan aku gila atau tidak waras tapi itu fakta nya dan sudah bagus selama ini aku diam melihat kelakuan Dinda yang tak ubah nya wanita jalanan itu!"

Jawab Sulaiman dengan menaikkan nada suara nya.

" PLAK, Bang sudah keterlaluan kamu kalau kamu menganggap anak mu itu bukan darah daging mu besok kita bawa bayi itu tes DNA dan kita lihat hasil nya!"

Ucap Weni yang semakin tersulut emosi nya setelah menampar wajah Sulaiman.

" Baik tapi ingat dia yang harus membayar semua nya aku tidak mau mengeluarkan uang sepeser pun untuk anak haram itu!"

Jawab Sulaiman dengan mata terbelalak menatap ke arah Weni adik nya yang berani menampar nya.

" Aku yang akan membayar semua biaya nya, Dasar suami tidak berguna!"

Ucap Weni dengan tatapan sinis kepada Sulaiman.

" Wen untuk apa kamu buang-buang uang untuk anak haram itu, Lebih baik uang nya kamu simpan untuk kebutuhan mu,"

Ucap Bu Hasanah dengan ekspresi cuek.

" Ibu dan Abang sama saja, Kalian sadar tidak kalau kalian memiliki anak dan adik perempuan bila posisi Kak Dinda itu aku yang mengalami apa tindakan kalian apa kalian akan cuek seperti itu juga?"

Tanya Weni yang semakin tersulut emosi nya.

" Terus saja kamu bela wanita murahan itu dan kamu sudah berani melawan Ibu dan Abang mu sendiri sekarang ya Wen,"

Jawab Bu Hasanah sambil bangkit dari duduk nya.

" Aku dan Weni membela yang benar, Meski anak ku sendiri yang melakukan kesalahan tetap harus mendapat kan hukuman."

Ucap Pak Ilyas dengan nada tegas.

Kemudian Bu Hasanah mengajak Sulaiman keluar dari rumah nya untuk menuju rumah kontrakan Sulaiman dan berharap Dinda berada di sana sedangkan Pak Ilyas dan Weni mencoba menenangkan diri setelah tersulut emosi nya karena ulah Sulaiman yang selalu saja membuat masalah.

Di sisi lain ada Ustad Fadly yang baru saja selesai menjalankan sholat magrib duduk di ruang keluarga bersama dua keponakan nya bukan lain Fahri dan Firhad yang kebetulan sedang berlibur di daerah tersebut, Pasti nya mereka berdua menanyakan kebenaran mengenai kejadian tadi siang hingga membuat kegaduhan di depan rumah Ustad Fadly.

" Paman apakah benar yang di katakan oleh lelaki tadi siang itu?"

Tanya Fahri dengan tatapan bingung.

" Lalu bila benar mengapa Paman tidak menikahi wanita itu saja, Apakah ada hal lain hingga Paman tidak menikahi Wanita itu?"

Imbuh Firhad dengan tatapan serius.

" Aku tidak pernah takut kepada siapa pun dan yang membuat ku takut hanya lah Allah, Jadi apakah aku seperti yang di fitnah kan lelaki tadi siang itu?"

Jawab Fadly diiringi dengan senyum tenang.

" Lalu bila memang benar seperti yang di kata kan oleh Paman mengapa tadi siang Paman tidak membalas atau menghajar lelaki itu yang sudah memfitnah Paman?"

Tanya Firhad dengan tatapan bingung.

" Bila kita membalas keburukan dengan hal buruk juga maka sesungguhnya derajat kita sama dengan orang tersebut, Maka yang lebih tepat kita cukup istighfar agar hati kita di tenang kan Allah,"

Jawab Ustad Fadly sambil tersenyum simpul.

" Iya benar juga apa yang di katakan Paman bila kita meladeni orang gila yang berteriak-teriak tidak jelas maka kita akan sama gila nanti."

Ucap Fahri diiringi dengan tertawa lepas.

Kemudian tidak lama kemudian terdengar lah suara yang lumayan keras dari teras dan seperti nya ada yang melemparkan batu atau botol ke kaca jendela rumah Ustad Fadly saat itu dan hal itu membuat Ustad Fadly, Firhad dan Fahri terkejut lalu segera bangkit dari duduk nya dan berlari menuju asal suara, Ternyata benar saja kain kelambu, sofa dan beberapa lemari sudah terbakar oleh kobaran api yang lumayan besar saat itu.

Sontak kepanikan pun terjadi di rumah Ustad Fadly dan mereka bertiga pun berusaha untuk memadamkan api yang semakin berkobar melahap apa pun yang berada di ruangan itu bahkan begitu besar nya api itu hanya dalam hitungan menit api sudah menjalar ke ruangan lain, Saat itu lah warga berdatangan untuk membantu memadamkan api di rumah Ustad Fadly yang semakin membesar.

Pasti nya hal itu di luar nalar para warga yang terkejut melihat kejadian tersebut dan tidak lama kemudian datang lah pasukan pemadam kebakaran untuk menjinakkan kobaran api yang semakin membesar dan menghanguskan seisi rumah Ustad Fadly dan pasti nya mengalami kerugian yang lumayan besar.

Di saat semua warga panik dengan kejadian itu namun berbeda dengan yang dilakukan oleh Bu Hasanah, Sulaiman dan beberapa rekan-rekan nya, Mereka semua melihat dari kejauhan dengan tatapan senang sudah bisa menghancurkan rumah Ustad Fadly orang yang lumayan disegani di wilayah tersebut namun berbeda dengan sudut pandang Sulaiman, Bu Hasanah dan rekan-rekan nya.

" Kalau sudah begitu apa lagi yang dia bangga kan, Sebentar lagi kita ratakan toko nya biar tahu diri orang sombong yang sok alim itu,"

Ucap Sulaiman dengan tatapan sinis serta penuh dendam.

" Benar orang munafik seperti dia harus di beri pelajaran agar tidak seenak nya saja,"

Imbuh Bu Hasanah yang berdiri di samping Sulaiman.

" Mari kita ke pasar sekarang jangan membuang waktu di sini, Pasti nya pasar sudah sepi sekarang jadi lebih mudah kita hancurkan toko milik orang munafik itu."

Ucap Hendi teman Sulaiman sambil menyalakan motor nya.

Kemudian mereka pun menaiki motor masing-masing dan memacu nya menuju pasar dengan niatan akan membakar dan menghancurkan toko milik Ustad Fadly juga toko milik Bu Isfa bukan lain Ibu nya Dinda sebab toko mereka berdua berdekatan dan pasti saat api menjalar maka toko Bu Isfa lah yang pertama kali terkena imbas nya.

Lalu apakah mereka akan berhasil untuk menjalan kan niat nya ataukah niat mereka ada yang memergoki hingga niat untuk membakar toko Ustad Fadly tidak terlaksana dan apakah Ustad Fadly mengetahui siapa pelaku pembakaran rumah nya hingga menghanguskan seisi rumah nya dan apa tindakan Ustad Fadly selanjutnya nya?

Jangan pernah beranjak dari kisah mereka semua dan temukan jawaban nya hanya di MY LORD HELP ME dan jangan pernah bosan untuk selalu dukung author agar semangat nulis nya.

Terpopuler

Comments

💜⃞⃟𝓛 ༄༅⃟𝐐🇺𝗠𝗠𝗜ᴰᴱᵂᴵ 🌀🖌

💜⃞⃟𝓛 ༄༅⃟𝐐🇺𝗠𝗠𝗜ᴰᴱᵂᴵ 🌀🖌

pak ustadz, setelah rumah mu di bakar dan toko mu di incar, akan kah kau berkata, keburukan jangan di balas dgn keburukan,,,,

2022-08-07

1

𝙍𝙖𝙝𝙢𝙖𝙣𝙞𝙖✧・ 。゚★: *.

𝙍𝙖𝙝𝙢𝙖𝙣𝙞𝙖✧・ 。゚★: *.

Nah rasain tuh kamu Sulaiman, udah dpt tamparan dr berapa orang tuh td ya.. Lagian aneh² aja sih kamu ga menganggap darah dagingnya sndr.

2022-08-01

2

𝙍𝙖𝙝𝙢𝙖𝙣𝙞𝙖✧・ 。゚★: *.

𝙍𝙖𝙝𝙢𝙖𝙣𝙞𝙖✧・ 。゚★: *.

Ohh jd ustadz Fadly menyukai Dinda sejak lama to, dan mau mengikhlaskan dia menikah dg orang lain. Semoga saja kamu cepat d kasih jodoh deh y

2022-08-01

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!