“Sa-sayang...” panggil Dimas dengan suara terbata-bata karena ia begitu terkejut dengan apa yang ia lihat.
“Ke-kenapa, Mas? Ada apa? A-apa punya Suci bau? A-atau punya Suci becek? A-atau punya Suci sudah sangat jelek ya” ucap Suci dengan wajah bingungnya namun terlihat sangat polos.
Dimas langsung menatap wajah Suci dengan sangat serius.
“Ada apa, Mas? Ayo jawab, jangan bikin Suci panik dong” ucap Suci yang sudah penasaran dengan apa yang Dimas lihat.
“Ini tanggal berapa?” tanya Dimas.
“Tanggal 10, Mas. Kenapa Mas Dimas malah bertanya masalah tanggal sih, apa hubungannya sama punya Suci? Memangnya di punya Suci terlihat ada angka gitu?” tanya Suci dengan menggebu-gebu.
“Kamu berhalangan terakhir, tanggal berapa?” tanya Dimas lagi yang malah semakin membuat Suci bingung.
“Berhalangan? Ma-maksudnya menstruasi gitu, Mas?” tanya Suci yang langsung di angguki oleh Dimas.
“Hem... Sepertinya tanggal 12 deh, Mas. Tapi, Suci lupa antara 12 sampai 15 kalau enggak salah, karena Suci lupa buat kasih tanda di kalender hehe...” ucap Suci sambil cengengesan.
“Hem... Ya sudah, lebih baik kamu bersih-bersih gih sudah sore sekalian mandi ya” ucap Dimas sambil tersenyum dan kembali merapatkan kaki Suci.
“Loh, Mas enggak jadi kita gitu-gitunya? Tadi Mas minta mau goyang-goyang, terus kenapa enggak jadi? Memangnya punya Suci sudah tidak enak lagi buat di goyang? Atau punya Suci sudah jelek jadi Mas enggak nafsu melihat Suci” tanya Suci dengan polosnya yang membuat Dimas merasa bingung.
Padahal, sudah jelas Dimas mengkode soal tanggal halangan terakhirnya Suci. Namun, ia masih belum bisa tanggap dengan apa yang Dimas maksud.
“Ya, sudah deh kalau Mas sudah tidak mau sama Suci. Tidak apa-apa kok, nanti coba Suci konsultasi sama dokter bagaimana caranya membuat suami kembali nafsu. Soalnya, Suci kasihan melihat Mas Dimas yang sudah pengen tapi saat melihat punya Suci malah tidak jadi. Maaf ya Mas, nanti Suci akan buat Mas Dimas kembali nafsu sama Suci. Suci janji kok, ya sudah Suci mandi dulu ya Mas” ucap Suci yang berusaha tegar saat tahu kalau Dimas tidak mau menyentuhnya.
Suci pun berjalan memunguti semua pakaiannya dan langsung menuju kamar mandi. Dan di saat Suci sudah memasuki kamar mandi Dimas langsung tertawa dengan sangat geli.
“Haha... Aduh, istriku benar-benar sangat polos. Padahal aku sudah mengkodenya tadi, tapi dia tidak paham kalau dirinya sedang lampu merah haha... Ya Allah, Suci kamu benar-benar membuatku sakit perut. Bahkan adikku bisa langsung tertidur dengan sangat tenang hihi...” ucap Dimas yang masih tertawa sambil kembali memakai pakaiannya.
Kemudian, Dimas mengganti seprai kasur yang terdapat noda merah Suci. Setelah selesai merapikan kasur serta seprai kini tak lama Suci keluar dari kamar mandi dengan terburu-buru untuk mengambil roti jepangnya.
“Hati-hati, awas jatuh sayang...” ucap Dimas yang melihat Suci berlari kecil menggunakan handuk yang melilit di tubuhnya.
“Hehe... Mas Dimas sayang, maafin Suci ya tadi sudah seudzon” ucap Suci sambil cengengesan yang membuat Dimas tersenyum.
“Huaaa... Suci lupa kalau lagi banjir, aduh... Jangan sampai kemana-mana selai strawberry nya. Nanti, bisa-bisa belecetan di lantai” saut Suci yang langsung buru-buru kembali ke kamar mandi.
Sedangkan Dimas hanya bisa tertawa terpingkal-pingkal melihat kepolosan Suci yang begitu menghiburnya. Hampir 10 menit Suci di kamar mandi, kini ia keluar dengan wajah yang malu sambil cengengesan.
“Sudah tidak apa-apa, lagian selai strawberry mu itu terlihat sangat lezat bukan? Hem...” ledek Dimas sambil berdiri.
“Yakk... Mas Dimas...” teriak Suci sambil memukul kecil dada bidang Dimas.
“Haha... Aduh, auchh... Sakit sayang, haha... Ya ya haha... Ampun sayang hahah...” keluh Dimas sambil tertawa saat melihat wajah kesal campur malunya Suci.
“Biarin, biar rasain. Lagian dari tadi meledek saja bisanya. Bukannya kasih tahu kalau Suci lagi halangan, ini malah kode-kode pakai tanggalan, ishh... Dasar suami menyebalkan” ucap Suci yang kembali memukuli Dimas.
“Haha... Ya maaf sayang, kan aku ingin mengerjai kamu. Jadi enggak apa-apa dong, lagian kalau lagi lampu merah bukannya moodnya suka berantakan ini malah sangat nafsu haha...” ledek Dimas.
“Yakk... Mas Dimas, bisa diam tidak. Atau Suci pukul lagi nih hem...” ancam Suci yang sudah sangat malu.
“Haha... Yayaya, ampun sayang. Tapi, kamu sangat cantik jika sedang nafsu seperti itu huaaa... Kaburrr haha...” teriak Dimas yang langsung lari ke kamar mandi.
“Yakk... Dasar suami menyebalkan, awas saja ya jatahmu 1 minggu ini enggak aku kasih biar tahu rasa” teriak Suci.
“Bhaha... Ya sudah gapapa, lagian kamu kan halangan 1 minggu jadi saat kamu selesai, aku bisa langsung gempur beronde-ronde kan, haha...” teriak Dimas dari dalam kamar mandi dengan tertawa terbahak-bahak.
“Oh iya, ya. Aku kan halangan seminggu, kenapa aku bilangnya seperti itu. Aduh, mau taruh di mana mukaku ini aaa... Aku malu banget ini sama Mas Dimas. Lagian aku sedang halangan tapi kenapa moodku malah jadi nafsu begini ya, biasanya aku malu-malu tapi tadi kenapa aku begitu menikmatinya?” ucap Suci kepada dirinya sendiri.
“Itu karena kamu terlalu mencintai suamimu, jadi kamu ingin membuatnya hanyut dalam suasana. Tapi sayangnya ada lampu merah yang mencegah kita untuk bergoyang haha...” ucap Dimas di dalam kamar mandi yang mendengar ucapan Suci.
“Huaaa... Mas Dimas, diam bisa enggak sih. Suci malu tahu, dahlah... Kalau begitu Suci nanti menginap di rumah sahabat Suci saja. Dari pada di sini di ledekin mulu” saut Suci.
“Yakkk... Jangan sayang, iya ya ampun ya. Aku janji enggak meledek kamu lagi” ucap Dimas yang berlari dari dalam kamar mandi sambil memegang tangan Suci.
“Aaaaa... Mas Dimas, itumu gelantung-gelantung. Awas di cokot kucing baru tahu rasa” ucap Suci sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
“Huuaaa... Sayang, maaf aku hilap” teriak Dimas yang kembali memasuki kamar mandi.
Setelah Dimas masuk, Suci membuka tangannya dengan perlahan dan kemudian tertawa terpingkal-pingkal.
“Haha... Aduh, ada apa dengan aku. Padahal tadi aku sudah lihat gantungan Mas Dimas membesar dan sekarang saat sudah menciut menjadi bentuk aslinya kenapa aku jadi takut haha... Dasar Suci-Suci, ada-ada saja kamu ini hihi...” ucap Suci di dalam hatinya sambil tertawa.
...*...
...*...
Malam hari pukul 8
Suci sudah selesai menyiapkan masakan dengan menu ayam goreng crispy, oseng-oseng cah kangkung, udang balado dan tak lupa susu pisang kesukaan Dimas. Namun, di saat mereka berdua sudah duduk di meja makan dan Suci ingin mengambilkan secentong nasi untuk di taruh di piring Dimas.
Mereka berdua mendengar suara ketawa dari arah luar yang ternyata adalah suara Mamah Mita dan Vina. Mereka berjalan dengan sangat senang sambil menenteng beberapa belanjaan di tangannya menuju meja makan. Dimas yang melihatnya pun sedikit kesal, karena uang yang ia berikan itu malah selalu di hambur-hamburkan untuk membeli yang tidak penting hampir setiap harinya.
“Haha... Aduh, Mah. Sepertinya perutku sudah lapar. Ayo kita makan dulu, baru nanti kita cerita-cerita lagi. Habisnya saking sibuknya kita memanjakan tubuh serta mata ini, membuat perut yang tadinya sudah terisi menjadi kembali kosong. Lagi pula Kakak ipar rasa pembantu tersayangku sudah masak banyak kan mubazir dong, kalau sampai terbuang. Kasihan Abang yang sudah lelah bekerja mencari uang untuk kita” ucap Vina sambil duduk di meja makan dengan menaruh belanjaannya di kursi lainnya.
“Ya, benar sayang. Mamah juga sudah lapar. Jadi sekarang kita makan dulu, terus bersih-bersih baru kita lanjutin mengobrolnya, oke...” saut Mamah Mita yang juga ikut duduk di dekat Vina.
Suci yang melihatnya pun langsung mendekati Mamah Mita, lalu ia mencium tangannya dan sedikit menanyakan bagaimana jalan-jalan mereka tadi. Lalu, Mamah Mita hanya terdiam sambil mengambil dan meletakkan makanan ke piringnya tanpa harus menjawab semua pertanyaan dari Suci.
Begitu pula dengan Vina yang selalu manja untuk diambilkan makanan oleh Mamahnya. Dengan senang hati sang Mamah melayani Vina dengan sangat ramah. Dimas yang melihatnya pun semakin geram atas sikap buruk mereka terhadap istrinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai para readers semuanya 🤗
Perkenalkan ini adalah karya novel ke-3 Author loh 🤩
Semoga kalian menyukainya ya 🤝
Dukung Author terus dengan cara berikut :
Like 👍
Komen 📨
Favorite ❤️
Rate 🌟
Share 📲
Dan tidak lupa pula selipkan hadiahnya ya 😍🙏
Bunga, kopi atau sebagainya pun tak apa kok malah lebih bagus lagi pundi-pundi receh yang berterbangan di karyaku ini hihi 😆😜
Sayang kalian banyak banyak ❤️❤️❤️
Terima kasih semuanya 🙏🙏
Papaaayyy~~~ 👋🏻👋🏻👋🏻
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 282 Episodes
Comments
Suryani
kenapa gk pindah rumah aja Dimas biar rumah tangganya langgeng dan saling menghormati
2023-12-14
2
Yoyoh
lumayan ngakak hiburan ny kak. kasian suci moga cepat dapat momongan
2022-07-15
0