“Maaf, Mbak. Ini urusan percintaan kami. Sebaiknya Mbak tidak perlu ikut campur, karena kami tahu mana yang terbaik buat kami mana yang tidak. Semua ini saya lakukan demi cinta saya ke Elsa, dan kalau bukan karena Ibu saya... Mungkin saat ini saya dan Elsa sudah menikah” ucap Fajar yang tidak terima dengan nasihat dari Suci.
“Ya sudah, Mbak. Biarkan ini menjadi urusan kami berdua saja, Mbak tidak perlu khawatir lagi. Cukup doakan kami supaya bisa bersama” ucap Elsa sambil tersenyum memegang tangan Fajar.
“Terserah kalian saja, aku sudah tidak tahu lagi pikiran kalian dimana. Dengan kalian seperti ini sama saja kalian menggali lubang kalian sendiri. Kamu tahu kan, Sa. Bagaimana rasanya sakit hati di tinggal oleh kekasih, tapi kenapa kamu malah ingin melihat wanita itu untuk bisa merasakan rasa sakit di tinggal oleh suaminya sendiri demi wanita lain” ucap Suci dengan kesal.
“Dia duluan yang merebut Mas Fajar dariku, Mbak jadi bukan aku yang merebutnya. Aku hanya mengambil kembali apa yang seharusnya jadi milikku dan aku tidak mau membaginya kepada siapa pun” jawab Elsa.
“Ya sudah terserah kalian saja, aku mau pulang. Kamu mau ikut denganku atau dengan laki-laki itu?” tanya Suci sambil berdiri.
“Mas aku pulang dulu ya, nanti kita komunikasi lagi. Jangan lupa hubungi aku ya. Itu nomornya sudah aku simpan di ponselmu” ucap Elsa sambil mengembalikan ponsel Fajar kepadanya.
Fajar hanya bisa tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Di situ Suci sudah mulai tidak enak, melihat tingkah keduanya yang seperti tidak memikirkan perasaan orang lain. Dan akhirnya Suci berpamitan dengan Fajar yang langsung diikuti oleh Elsa.
Kecewa, marah, kesal semuanya campur aduk di dalam diri Suci. Ia tidak menyangka semuanya bisa terjadi seperti ini, padahal di dalam pikirannya mereka bisa menyelesaikan hubungan mereka dengan baik. Tapi, semua di luar dugaan Suci. Mereka malah berbaikan dan memiliki janji untuk kembali dengan meninggalkan luka untuk wanita lain.
Elsa berjalan sambil menggandeng tangan Suci tanpa rasa bersalah sedikit pun, malah ia terlihat sangat bahagia setelah bertemu dengan Fajar. Dengan begitu Suci langsung mengantarkan Elsa untuk pulang ke kontrakannya.
Sepanjang perjalanan Suci terdiam tanpa bersuara sedikit pun. Sedangkan Elsa malah tersenyum saat mendapati pesan dari Fajar yang menurutnya begitu romantis. Jenuh, ya memang Suci sangat jenuh dengan drama mereka yang seperti sebuah sinetron.
Suci tidak menyangka jika Elsa bisa berpikir sejauh itu untuk membuat Fajar meninggalkan istrinya dengan waktu yang sangat singkat. Sesampainya di kontrakannya Elsa, Suci hanya berpamitan dengan Elsa tanpa harus turun dari mobilnya. Terlihat sekali wajah Elsa yang berubah drastis.
Saat Elsa sudah masuk ke kontrakannya dengan belanjaan yang sangat banyak, kemudian Suci menyuruh pak sopir untuk segera mengantarkannya pulang ke rumah. Entah kenapa kini mood Suci benar-benar tidak enak saat melihat kelakuan sahabat dan kekasihnya Elsa itu. Yang membuat Suci sedikit memasang muka kesalnya.
Namun, sesampainya di rumah Suci malah bertemu dengan sang mertua yang sudah menunggunya dari kemarin.
“Assalammuaikum, Mah” ucap Suci sambil memasuki rumah dan bersalaman pada Mamah Mita.
Mamah Mita yang terlihat tidak menyukai Suci pun langsung sedikit menempelkan tangannya dan menghempaskannya.
“Waalaikumsalam. Kemana saja kamu dari kemarin, hah...” bentak Mamah Mita yang sedikit membuat Suci terkejut.
“Ma-maaf, Mah. Suci kemarin menginap di rumah sahabat Suci, dan Suci sudah meminta izin sama Mas Dimas kok. Dia juga sudah melihat sahabat Suci dari video call kemarin” jawab Suci dengan apa adanya.
“Apa kamu tahu suamimu sedang sakit, hah? Pasti enggak kan! Kamu enak-enakan leha-leha di sana sedangkan suamimu pulang kerja dengan keadaan sakit. Istri macam apa kamu Suci? Mengurus suami saja tidak becus, bagaimana mau mengurus yang lainnya” celetuk Mamah Mita yang membuat Suci kebingungan.
“Mas Dimas sakit, Mah? Sakit apa, Mah? Kok kemarin Mas Dimas tidak bilang apa-apa pada Suci? Bahkan saat di telepon pun Mas Dimas terlihat baik-baik saja, sama sekali tidak mengeluh jika ia sedang sakit. Lalu, sekarang Mas Dimas kemana, Mah? Apa dia tetap masuk ke kantor?” tanya Suci bertubi-tubi dengan perasaan penuh kekhawatiran pada sang suami.
“Banyak nanya, sudah Mah biarkan saja. Istri model begini yang di banggain sama Mas Dimas? Cih... Dasar istri tidak tahu di untung” saut Vina sambil meludah di depan Suci.
“Kamu ini benar-benar ya Suci, bisa-bisanya kamu membiarkan anakku sakit seperti ini. Kamu tidak lihat dia dari pagi ketemu pagi bekerja demi mencukupi kebutuhan kita semua, tapi kamu sebagai istrinya malah hanya bisa menghamburkan uangnya saja. Dasar istri matre!!” ucap Mamah Mita sambil sedikit mendorong bahu Suci yang membuat ia hampir terjatuh.
“Hiks... Ma-maaf Mah, Suci tahu Suci salah karena sudah lalai mengurus Mas Dimas. Tetapi Suci tidak tahu apa pun Mah, sumpah demi Allah. Suci tidak tahu apa-apa jika Mas Dimas sedang sakit dan Bahkan dari semalam pun Mas Dimas tidak menghubungi atau mengabari Suci” jawab Suci sambil menangis dan menatap Mamah Mita dengan mata sembabnya.
“Sudah, Mah. Jangan di urusi istri kaya begitu. Lebih baik kita ke salon saja, yuk... Bukannya hari ini jadwal kita untuk memanjakan tubuh, dari pada di rumah malah semakin membuat kita pusing melihat tingkah wanita yang satu ini. Sudah hidup numpang, tidak punya anak pula haha... Dasar mandul!!” ejek Vina dengan suara manjanya.
Degh !...
Betapa sakitnya perkataan dari Vina adik ipar Suci, membuat hati Suci terasa teriris-iris. Hidup di rumah mewah bersama dengan suami yang baik, tetapi di kelilingi dengan orang-orang yang tidak menyukainya membuat Suci hanya bisa mengelus dadanya.
Sabar... Itulah yang selalu Suci ucapkan di setiap saat. Karena ia yakin suatu saat nanti semua air mata ini akan berubah menjadi kebahagiaan.
“Ayo sayang, Mamah juga sudah tidak kuat lama-lama bersama wanita mandul seperti dia. Dari pada nanti Mamah marah-marah terus membuat wajah Mamah keriput, mending kita senang-senang saja. Lagian Masmu sudah ada yang mengurusnya, tuh... Istri rasa pembantu haha...” ejek Mamah Mita yang membuat Vina ikut tertawa.
Suci hanya bisa menunduk dan menangis saat kata-kata kasar selalu terlontar dari mulut mereka yang tidak di sekolahkan.
“Sabar, Suci. Kamu harus kuat, kamu adalah wanita yang hebat, wanita yang baik. Biarkan mereka mau berbicara apa tentangmu, yang kau fokuskan saat ini adalah suamimu. Saat ini pasti Mas Dimas sangat membutuhkanku ” ucap Suci di dalam hatinya sambil meneteskan air mata.
Vina dan Mamah Mita pun langsung pergi meninggalkan Suci yang masih terdiam dengan isak tangisnya. Tak lupa Vina sedikit menyenggol bahu Suci dengan sengaja yang membuat Suci terjatuh ke lantai.
Bugh !...
“Aduh...” keluh Suci dengan meringis kesakitan.
“Makanya kalau orang mau lewat tuh minggir, jangan nutupin jalan. Bagaimana? Sakit kan... Aduh... Kacian haha...” ledek Vina sambil tertawa bersama Mamah Mita dan pergi keluar rumah.
Di situ Suci menangis dengan sangat deras, namun beberapa menit kemudian ia menyudahi isak tangisnya dan langsung mencuci wajahnya agar tidak terlihat seperti orang yang habis menangis. Suci menenangkan emosinya sambil menarik nafas untuk menetralkan detak jantungnya yang sehabis berdetak sangat kencang.
Kemudian, setelah Suci tenang. Ia mengukir senyumnya sambil berjalan menuju kamarnya untuk mengecek kondisi Dimas. Perlahan Suci membuka pintu kamar dengan sangat hati-hati, karena ia takut jika sampai mengganggu Dimas yang sedang beristirahat.
Namun, saat Suci menutup kembali pintu kamarnya tiba-tiba saja ia di kagetkan dengan suara Dimas.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai para readers semuanya 🤗
Perkenalkan ini adalah karya novel ke-3 Author loh 🤩
Semoga kalian menyukainya ya 🤝
Dukung Author terus dengan cara berikut :
Like 👍
Komen 📨
Favorite ❤️
Rate 🌟
Share 📲
Dan tidak lupa pula selipkan hadiahnya ya 😍🙏
Bunga, kopi atau sebagainya pun tak apa kok malah lebih bagus lagi pundi-pundi receh yang berterbangan di karyaku ini hihi 😆😜
Sayang kalian banyak banyak ❤️❤️❤️
Terima kasih semuanya 🙏🙏
Papaaayyy~~~ 🤗🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 282 Episodes
Comments
Suryani
semoga suci dan Dimas tetap selalu bersama dalam keadaan apapun
2023-11-25
0