“Ekhem... Baiklah, hukumannya adalah...” ucapan Dimas terpotong, ia menatap Suci dengan sangat lama yang membuat Suci pun merasa deg-degan atas hukuman yang akan ia jalani ini.
“Adalah...” jawab Suci sambil menatap Dimas dengan penuh penasaran.
“Kamu harus mencium bibirku dengan sangat lama” ucap Dimas sambil tersenyum.
“Yakkk... Astaghfirullah, Mas Dimas. Kamu ini bikin aku jantungan saja loh...” teriak Suci saat terkejut dengan hukuman yang Dimas berikan ini.
“Hehe... Maaf sayang, ya sudah ayo cepat. Mumpung masih sore, kalau sudah malam takutnya nanti aku hilap hehe...” ucap Dimas sambil cengengesan.
“Memangnya kalau hilap kenapa, Mas? Dosakah? Bukannya kuta sudah suami istri? Jadi kalau hilap bukannya malah bagus ya? Kan itu sama saja dengan beribadah” tanya Suci dengan wajah polosnya yang membuat Dimas hanya bisa mengusap pipi Suci dengan sangat lembut.
“Mas tahu, saat ini pasti kamu sedang cape dan lelah karena kan seharian kemarin kamu menemani sahabatmu. Otomatis pasti kalian selalu bercerita, jalan-jalan, bahkan menghabiskan waktu kalian dengan melepas rasa kangen. Jadi, Mas tidak mau memintanya sekarang. Apa lagi dengan kondisi tubuh Mas yang masih kurang sehat seperti ini. Jadi, Mas cuma ingin kamu berikan vitamin untuk membuat Mas kembali pulih” jawab Dimas sambil tersenyum dan menggenggam tangan Suci.
“Mas tahu, tidak. Suci itu sangat beruntung sekali bisa mendapatkan suami sebaik Mas Dimas ini. Bahkan, jika ada laki-laki sebaik Mas di dunia ini, tapi tetap saja menurut Suci itu Mas Dimas adalah suami impian yang selalu memperlakukan seorang istri bagaikan bidadari surga. Tidak memaksakan kehendak dan tidak pernah berkata kasar bahkan tidak pernah membentak istri sedikit pun”
“Suci sangat bangga bisa memiliki laki-laki teristimewa seperti Mas Dimas. Terima kasih sayang, sudah memilih Suci untuk menjadi pendamping Mas Dimas dan maaf jika Suci banyak memiliki kekurangan serta belum bisa menjadi istri yang sempurna untuk Mas Dimas”
Suci menatap Dimas dengan sangat dalam hingga ia mengeluarkan kata-kata yang membuat Dimas terdiam seribu bahasa. Tanpa perhitungan, Suci memberanikan diri untuk mendekati wajah Dimas dan entah bagaimana keadaannya kini mereka sudah tertidur di atas kasur dengan posisi Dimas yang lurus.
Lalu, Suci dengan tubuh yang miring sambil sedikit membelai wajah Dimas. Dimas pun ikut membelai lembut wajah Suci, sambil mereka saling tatap menatap satu sama lain. Suci menirukan apa pun yang Dimas lakukan saat ia sedang ingin mencumbu Suci dan pada akhirnya bibir mereka pun saling berpautan satu sama lain.
“Hemptt...” suara deheman mereka berdua yang sedang menikmati permainan.
Dimas bisa merasakan perbedaan dari Suci yang biasanya hingga Suci yang saat ini. Entah kenapa, permainan Suci membuat Dimas terhanyut dalam decapan-decapan suara penyatuan bibir mereka.
Dimas yang sudah mulai terbawa suasana kini bergantian untuk berada di atas Suci sambil memimpin sebuah permainan yang sedikit panas.
Lidah mereka saling melilit satu sama lain, bahkan tangan Dimas tak gencar mencari mainan kesukaannya hingga membuat tangan Dimas membuka 3 kancing atas baju gamis Suci yang memang terdapat kacing di dadanya.
Kemudian setelah berhasil membuka kancing baju tersebut, tangan Dimas pun langsung menyusup masuk menerobos kacamata Suci hingga ia menemukan benda kecil imut yang sudah menonjol.
Perlahan demi perlahan penyatuan bibir mereka yang awalnya sangat lembut, kini berubah sedikit lebih agresif. Bahkan tangan Dimas pun tak gencar untuk meremas serta memilin-milin benda kecil tersebut yang sebesar genggaman tangan Dimas.
“Hemm... Sttttt...” suara rengkuhan Suci terdengar di sela-sela ciuman panas mereka.
Hingga entah bagaimana kini kerudung yang Suci gunakan sudah terlepas dengan sendirinya karena gesekan demi gesekan yang membuat mereka bagaikan ulet bulu yang saling meliuk satu sama lain.
Dimas yang sudah tidak tahan dengan benda kecil yang sudah menonjol sangat keras, membuat ia melepaskan ciumannya dan langsung beralih untuk membuka serta mengangkat gamis Suci. Tak lupa Dimas mengambil remot kunci kamar untuk mengunci pintu serta tak lupa menyalakan kedap suara.
Ya, meskipun Dimas tahu jika di rumah tidak ada orang karena Mamah dan adiknya telah berpamitan untuk pergi ke salon, sedangkan sang Papah sedang berada di luar kota. Namun, ia khawatir jika tiba-tiba saja Mamah dan adiknya pulang lebih cepat. Jadi, ia hanya mau berjaga-jaga saja.
Setelah semuanya sudah di pastikan aman, kini Dimas langsung membuka kacamata Suci dengan sangat agresif.
“Hah... Hah... Hah... ” suara deru nafas Suci yang sudah tidak beraturan.
Dimas bisa melihat betapa Suci menikmati permainan kali ini, tidak seperti biasanya yang sangat malu-malu. Tapi, ini malah membuat Dimas semakin bersemangat lagi. Bahkan rasa sakit, lemas serta pusing yang Dimas rasakan seketika hilang begitu saja.
Dimas terlihat seperti orang yang sudah sembuh bahkan semangatnya terlihat jelas di wajahnya. Tanpa basa-basi lagi, Dimas langsung melahap benda kecil itu yang sudah menarik perhatiannya. Kelembutan, kekenyalan serta kenikmatan bisa Dimas rasakan dalam satu rasa.
Suci dapat merasakan sentuhan lidah serta isapan demi isapan yang Dimas berikan kepadanya, dan perasaan tersebut selalu membuat Suci kegelian dan selalu meliuk-liukkan tubuhnya.
“Stt... Arghhh... Hem...” suara indah terdengar sangat jelas di telinga Dimas, meskipun Suci masih sangat malu-malu untuk melepaskannya.
“Lepaskan sayang, jangan ditahan. Itu akan semakin menyiksa dirimu, tapi jika kamu lepaskan maka kamu akan menikmatinya dengan perasaan yang berbeda” ucap Dimas di sela isapannya.
“Ta-tapih, Mashh... I-inih, sa-sangat ge-gelih...” ucap Suci yang penuh dengan desa*han.
“Lepaskan sayang, percayalah padaku. Pasti kamu akan merasakan rasa yang jauh berbeda dari ini” saut Dimas.
Suci mencoba untuk menetralkan rasa geli yang saat ini melanda tubuhnya. Sebisa mungkin, Suci mencoba untuk melepaskan rasa itu dan pada akhirnya ia baru mendapati rasa yang sangat berbeda dari tadi.
Bahkan saat ini Suci merasa sangat nyaman dengan perlakuan Dimas kepadanya, Suci hanya bisa sedikit meremas rambut Dimas sambil mengeluarkan suara indahnya.
“Sayang, bolehkah aku...” ucapan Dimas terpotong saat Suci langsung menyerobot.
“Lakukan apa pun yang bisa membuatmu bahagia, maka aku pun ikut bahagia Mas. Tubuhku semua ini adalah milikmu, jadi kapan pun kamu mau, aku selalu siap untuk melayanimu dengan sangat baik. Meskipun aku masih memiliki sifat yang malu, namun aku tidak akan pernah menolak keinginan suamiku” ucap Suci dengan sangat serius yang membuat Dimas mengukir senyum yang indah.
Dimas kemudian membuka semua pakaian yang menutupi tubuhnya sendiri. Lalu, ia langsung membuka celana Suci dengan sangat lembut. Perlahan demi perlahan Dimas kembali menjelajahi tubuh Suci. Mulai dari wajah, leher hingga ke dada.
Di sana terlihat sangat jelas tanda-tanda merah yang telah Dimas berikan sebagai tanda untuk Suci jika ia sangat-sangat mencintainya. Hampir beberapa kali Suci mengeluarkan suara indahnya yang membuat Dimas semakin bersemangat. Kali ini suasananya sungguh sangat berbeda, bahkan ini terlihat seperti hari yang sangat panas untuk mereka berdua.
Ciuman demi ciuman Dimas berikan di tubuh Suci hingga sampai di perut. Dimas yang sudah benar-benar tidak tahan karena dari tadi ada yang sudah berdiri tegak namun bukan keadilan. Melainkan sang adik yang sudah sangat gagah perkasa untuk menyambut tempat ternyamannya.
“Bagaimana sayang, apa sudah siap?” tanya Dimas dengan suara paraunya yang hanya diangguki oleh Suci.
Kemudian, Dimas secara perlahan menekuk kaki Suci sambil merenggangkannya dengan lembut.
“Sa-sayang...” panggil Dimas dengan suara terbata-bata karena ia begitu terkejut dengan apa yang ia lihat.
“Ke-kenapa, Mas? Ada apa? A-apa punya Suci bau? A-atau punya Suci becek? A-atau punya Suci sudah sangat jelek ya” ucap Suci dengan wajah bingungnya namun terlihat sangat polos.
Setelah mendengar perkataan Suci, lalu Dimas langsung menatap wajah Suci dengan sangat serius.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai para readers semuanya 🤗
Perkenalkan ini adalah karya novel ke-3 Author loh 🤩
Semoga kalian menyukainya ya 🤝
Dukung Author terus dengan cara berikut :
Like 👍
Komen 📨
Favorite ❤️
Rate 🌟
Share 📲
Dan tidak lupa pula selipkan hadiahnya ya 😍🙏
Bunga, kopi atau sebagainya pun tak apa kok malah lebih bagus lagi pundi-pundi receh yang berterbangan di karyaku ini hihi 😆😜
Sayang kalian banyak banyak ❤️❤️❤️
Terima kasih semuanya 🙏🙏
Papaaayyy~~~ 🤗🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 282 Episodes
Comments
Yoyoh
kenapa ya kak?
2022-07-15
0