“Loh sayang... Kok gitu sih, aku kan suamimu kenapa aku enggak boleh melihat wajah cantik istriku?” rengek Dimas.
“Kan Mas sendiri yang bilang tadi tidak ada pengecualian, jadi ya sudah jangan menatap Suci. Eh, tu-tunggu deh. Kalau tanpa pengecualian berarti Suci juga tidak boleh menatap wajah Suci sendiri di cermin dong Mas. Lalu, bagaimana jika Suci ingin berias? Apa Suci harus menutup mata saat di cermin?” tanya Suci yang penuh kebingungan.
Dion pun yang dari tadi berusaha menahan tawanya tidak bisa terus menerus seperti ini, ia langsung berlari keluar ruangan Dimas lalu ia tertawa sepuasnya.
“Bhahahahaaa...” tawa Dion pun pecah yang membuat Lisa langsung terlonjak kaget.
“Ya ampun, Pak Dion...” teriak Lisa dengan wajah kesalnya.
“Bhahahaaa... Nanti dulu ceramahnya ya haha...” Dion kembali tertawa sambil membungkukkan badannya.
“Astaga, Pak Dion kenapa sih? Keluar dari ruangan Tuan Dimas langsung ketawa begitu? Apa jangan-jangan ia kesambet setan ketawa lagi. Ish... Ngeri jadi merinding kan aku ” ucap Lisa di dalam hati kecilnya sambil memeluk tubuhnya sendiri dan sedikit menjauhi Dion.
Dion yang sudah berhenti tertawa dan mulai cape pun langsung kembali seperti semua yang menunjukkan sisi ketampanannya.
“Kenapa kamu lihat-lihat saya seperti itu, sampai peluk tubuh sendiri?” tanya Dion sambil menyegarkan rambutnya ke belakang.
“Ti-tidak, Pak Dion. Sudah sana jauh-jauh jangan dekat-dekat dengan saya” ucap Lisa yang berjalan mundur saat mendapati Dion yang ingin mendekat.
“Kenapa? Bukannya kamu ingin dipeluk hem... Ayo sini aku peluk mumpung gratis loh” goda Dion sambil merentangkan tangannya dan berjalan mendekati Lisa.
“Huaa... Jangan dekat-dekat Pak Dion, saya tidak mau ketempelan setan ketawa darimu. Saya tidak mau gila sepertimu tadi” teriak Lisa yang langsung berlari menjauhi Dion.
Dion yang mendengar ucapan dari Lisa pun langsung terdiam dan berkata “Setan ketawa? Gila? Maksudnya apa sih, aku tidak paham” ucap Dion.
“Itu tadi Pak Dion keluar dari ruangan Tuan Dimas langsung tertawa tanpa sebab seperti itu, berarti tandanya Pak Dion sedang ketempelan makhluk halus kan” saut Lisa dengan wajah ketakutan.
Dion mencerna semua ucapan dari Lisa, kemudian ia langsung menepuk jidatnya.
“Ya ampun, Lisa... Lisa. Kamu itu polos apa blo*on sih. Mana ada setan ketawa, lagian kalau aku ketempelan pasti tidak akan mengenal namamu paham” ucap Dion.
“Te-terus kalau Pak Dion tidak ketempelan, kenapa tadi tertawa seperti itu? Aku kan jadi takut lihatnya” ucap Lisa.
“Kamu pengen tahu alasan kenapa aku bisa tertawa seperti itu?” tanya Dion yang langsung diangguki kepala oleh Lisa.
“Ya sudah sini duduk dekat aku kalau mau dengar. Jika tidak ya sudah, aku kembali ke dalam” ucap Dion yang duduk di kursi depan meja Lisa.
Dengan perlahan Lisa kembali duduk di kursinya masih dengan perasaan sedikit ketakutan. Kemudian Dion pun langsung menjelaskan penyebab kenapa ia bisa tertawa seperti itu kepada Lisa.
Di saat Dion menceritakan semuanya, hal itu malah membuat Lisa selalu mencoba menahan tawanya di setiap Dion bercerita. Namun, di saat Dion sudah selesai bercerita Lisa malah tertawa dengan sangat gemas.
“Hahahaaa... Aduh perutku sakit haha... Bu Suci lucu banget sih” ucap Lisa di sela ketawanya.
Dion yang menatap Lisa sedang tertawa pun seolah-olah tidak berkedip. Ia merasa baru kali ini melihat wajah Lisa yang sangat cantik dengan tertawa seperti itu.
“Astaga, ini bocah kenapa saat tertawa benar-benar membuat aku gemas. Boleh enggak sih aku karungin terus bawa pulang ke apartemen untuk teman tidurku ?” tanya Dion di dalam hatinya sambil menatap Lisa.
Suci yang baru saja keluar dari ruangan Dimas seketika langsung membuat Lisa berhenti tertawa.
“Eh, Bu Suci. Ada apa ya?” tanya Lisa yang langsung berdiri membenarkan pakaiannya.
“Kamu kenapa tertawa seperti itu? Apakah ada yang lucu?” tanya Suci dengan wajah polosnya.
“Tidak kok, Bu. Itu tadi Pak Dion sedang bercerita tentang cerita yang lucu jadi saya tertawa deh hehe...” jawab Lisa yang mencoba membuat alasan.
“Oh gitu, ya sudah ayo ikut aku masuk. Kita makan bersama di dalam. Aku sudah bawakan makanan yang lumayan banyak loh, mubazir jika sisa. Apa lagi aku dan Mas Dimas tidak mungkin bisa menghabiskan semuanya” ajak Suci.
“Tidak usah, Bu. Nanti saya makan bareng Pak Dion saja, ya kan Pak Dion?” ucap Lisa sambil menatap Dion.
Dion hanya terdiam memandangi wajah Lisa, yang membuat Suci merasa bingung.
“Pak Dion kenapa melihat Lisa seperti itu? Apa ada yang salah sama Lisa?” tanya Suci sambil menatap Dion.
“Pak Dion, itu Bu Suci nanya loh kenapa diam saja sih” ucap Lisa dengan kesal saat sedang mencoba menyadarkan Dion dari lamunanya.
“Yuk... Ikut aku ke apartemen” ucap Dion tanpa sadar.
“Apartemen?” tanya Lisa dan Suci bersamaan.
“Eh, e-enggak ma-maksudnya ayo ikut ke ruangan Tuan Dimas kita makan bareng di sana” ucap Dion dengan wajah gugupnya.
“Tadi Apartemen maksudnya apa Pak Dion?” tanya Lisa yang masih penasaran.
“Apa jangan-jangan Mas Dion ingin menculik Lisa yaaa?” ucap Suci dengan wajah penuh tanda tanya.
“E-enggak kok, mana mungkin aku menculik Lisa anak bau kencur seperti ini. Mana masih bocah pula, kalau mau culik mah sekalian saja tante-tante dari pada anak di bawah umur” ucap Dion yang langsung masuk ke ruangan Dimas dengan menutupi kegugupannya.
“Yakk... Pak Dion, enak saja kamu mengataiku bocah. Bapak tuh yang sudah tua, jomblo angkut lagi” teriak Lisa yang mengejar Dion masuk ke dalam ruangan Dimas.
“Ya ampun, mereka berdua kenapa sih setiap bertemu pasti berantem. Hati-hati saja nanti bisa-bisa mereka saling jatuh cinta. Tapi itu malah bagus dong, aku doakan semoga mereka berjodoh hehe...” gumam Suci yang juga ikut masuk ke dalam ruangan Dimas.
“Pak Dion, berhenti enggak! Tadi Pak Dion bilang saya apa? Bocah bau kencur? Bocah di bawah umur? Maksudnya apa ya Pak? Pak Dion tahu tidak kalau saya ini sudah berumur 21 tahun jadi bukan bocah di bawah umur. Lagi pula minyak wangiku bau Cerry bukan bau kencur paham” saut Lisa yang berlari mengejar Dion dan langsung menarik tangan Dion di depan Dimas.
“Apaan sih, kalau suka bilang jangan main pegang-pegang saja” ucap Dion dengan wajah kesalnya.
Lisa pun langsung melepaskan tangannya dengan kasar dan berkata “Dish... Ogah banget saya suka sama Pak Dion yang sok kegantengan ini. Kaya di luar sana tidak ada saja laki-laki yang jauh lebih baik dari Pak Dion. Jadi jangan geer ya”
“Loh itu faktanya bukan, banyak di luaran sana yang mengantre untuk menjadi pacarku. Tapi kamu malah dengan gengsinya berkata seperti itu. Jangan munafik Nona, kalau suka bilang saja suka. Lagian saya tidak marah kok itu malahan wajar karena saya ganteng” jawab Dion dengan santai.
“Sayang mereka kenapa sih ribut terus, pusing aku dengarnya” ucap Dimas sambil menatap Suci.
“Entahlah, Mas. Suci juga tidak tahu, mungkin mereka berjodoh jadi ya begitu ribut-ribut, nanti juga ujung-ujungnya saling suka” jawab Suci sambil menatap kedua sejoli yang masih berargumen.
“Yakk... Anak saja, ada juga Pak Dion kali yang suka sama saya. Apa lagi saya cantik, imut, menggemaskan, lucu, putih, langsing, dan baik pula... Jadi, Pak Dion naksir kan sama saya. Ayo ngaku saja deh, jadi laki-laki kok gengsian banget” ucap Lisa dengan nada sewotnya.
“Sa...” ucapan Dion terhenti saat mendengar suara bariton bergema.
“Kalau kalian masih pengen ribut lebih baik keluar dari kantor ini! Saya pusing lihatnya, setiap kalian bertemu pasti ada saja keributan. Kalau kalian sama-sama suka yasudah bilang, jangan malah saling gengsi seperti ini” ucap Dimas yang penuh dengan rasa kesalnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai para readers semuanya 🤗
Perkenalkan ini adalah karya novel ke-3 Author loh 🤩
Semoga kalian menyukainya ya 🤝
Dukung Author terus dengan cara berikut :
Like 👍
Komen 📨
Favorite ❤️
Rate 🌟
Share 📲
Dan tidak lupa pula selipkan hadiahnya ya 😍🙏
Bunga, kopi atau sebagainya pun tak apa kok malah lebih bagus lagi pundi-pundi receh yang berterbangan di karyaku ini hihi 😆😜
Sayang kalian banyak banyak ❤️❤️❤️
Terima kasih semuanya 🙏🙏
Papaaayyy~~~ 🤗🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 282 Episodes
Comments
AdindaRa
Wkwkwkwkwk. Sumpah aku ngakak thor 😅🤣😂😄
2022-08-22
2
AdindaRa
Wkwkwkwk. Mana ada setan dateng siang siang 🤣😂
2022-08-22
2
Desilia Chisfia Lina
biasanya begitu saling benci tapi sebenarnya sayang
2022-08-16
1