“Saudara Dimas Hartawan bin Angga Wirawan, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri saya yang bernama Suci Permata Sari binti Achmad Sholeh dengan maskawin berupa alat Shalat dengan perhiasan lengkap seberat 500 gram, dibayar tunai” ucap bapaknya Suci dengan tegas dan lantang sambil menatap Dimas.
“Saya terima nikah dan kawinnya Suci Permata Sari binti Achmad Sholeh dengan maskawin tersebut, dibayar tunai” jawab Dimas dengan satu tarikan napas dengan sangat tegas.
“Bagaimana para saksi?” ucap sang penghulu menatap para saksi.
“Sah...” teriak semua orang seisi gedung dengan sangat keras.
Dan tiba-tiba saja bapaknya Suci melepaskan tangannya dari genggaman tangan Dimas, kemudian beliau memegang dadanya.
"Hah... hah... hah..." nafasnya pun sudah mulai tidak beraturan.
Semua yang ada di sana langsung berbondong-bondong menolong bapaknya Suci sampai ada yang langsung inisiatif untuk menelepon ambulans.
"Hiks... Bapak, kenapa Pak?" Suci menangis sambil menatap bapaknya yang sudah berada di pelukan Dimas.
"Dimana obat Bapak?" tanya Dimas sambil menatap Suci dengan perasaan cemas.
"Suci tidak tahu mas hiks... Biasanya Bapak selalu membawanya di tas kecil. Tapi Suci sudah mencarinya barusan dan obatnya juga tidak ada hiks.. Bagaimana ini mas, Suci takut" ucap Suci yang sudah mulai panik dengan melihat kondisi Bapaknya.
"Di-dimas, Ba-bapak ti-titip Su-suci. Ja-jaga di-dia de-dengan ba-baik" ucap Bapaknya Suci dengan terbata-bata.
"Pasti, Pak. Bapak harus kuat ya, mereka sudah memanggilkan ambulans untuk membawa Bapak ke rumah sakit. Sabar ya Pak" saut Dimas dengan nada khawatir sambil menatap wajah Bapaknya Suci.
"Hiks... Bapak tidak boleh berbicara seperti itu, Suci tidak mau kehilangan Bapak. Ayo Bapak harus kuat untuk Suci, Bapak belum lihat perut Suci yang nanti akan membesar kan hiks... Jadi bapak tidak boleh pergi dulu sampai Suci dan Mas Dimas memberikan cucu untuk Bapak" Suci terisak dengan keadaan air mata yang terus menerus mengalir deras.
Dan tidak lama kemudian Bapaknya Suci pun menghembuskan nafas untuk yang terakhir kalinya dan membuat Suci menangis tersendu-sendu.
"Hiks... Bapak kenapa tega ninggalin Suci, kenapa Pak? Kenapa!!!" teriak Suci dengan penuh kehancuran.
Nyonya Mita yang melihat keadaan Suci kini merasa sangat kasihan dan mencoba untuk merangkul Suci agar bisa membuatnya tenang.
"Sudah, Nak. Ikhlaskan Bapakmu, biar dia bisa pergi dengan sangat tenang. Dan ingatlah, kamu masih punya kami semua" ucap Nyonya Mita sambil memeluk Suci dengan menumpahkan segala kasih sayang seorang ibu yang tidak pernah Suci dapatkan sejak lahir.
"Kami juga orang tuamu, Nak. Kamu sudah menjadi menantu kami sekarang, jadi jangan pernah beranggapan bahwa kami adalah orang lain" ucap Tuan Angga dengan sangat lembut.
...*...
...*...
Di kediaman rumah keluarga Dimas
Semua orang sudah pergi meninggalkan gedung pernikahan untuk kembali ke rumah masing-masing. Suci dan Dimas serta keluarganya juga sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian serba hitam.
Yang awalnya mereka memakai pakaian yang begitu bahagia di lambangkan dengan warna putih, kini malah berganti dengan warna hitam melambangkan kegelapan serta kesedihan yang teramat mendalam.
Dimas saat ini telah sibuk untuk mengurus semua yang bersangkutan dengan pemakaman. Sedangkan Suci selalu setia menunggu Bapaknya yang tertidur sangat pulas dengan tubuhnya yang sudah tertutup kain putih.
"Suci akan mulai untuk mencoba mengikhlaskan semuanya Pak, semoga Bapak di sana tidak akan merasakan kesakitan lagi seperti di sini" ucap Suci yang berada di pelukan Nyonya Mita.
Sampai akhirnya Dimas sudah selesai dengan urusannya, dan saatnya kini Bapaknya Suci telah siap untuk di kebumikan.
...*...
...*...
Bapaknya Suci di kebumikan tepat di sebelah makam Ibu kandung Suci yang memang dari dulu tanahnya sudah di pesan oleh sang Bapak agar ketika ia meninggal dunia nanti, ia ingin di makamkan bersebelahan dengan sang Istri.
Perlahan demi perlahan tanah mulai menutupi seluruh tubuh Bapaknya Suci sampai terbentuk gundukan tanah menjulang tinggi dan panjang, tak lupa atasnya di tancapkan papan nisan yang bertuliskan nama Bapaknya Suci.
Suci yang sudah tidak kuat menahan sesak di dalam dadanya seketika pingsan dan membuat semua yang ada di sana menjadi panik.
Dimas yang melihat keadaan Suci tidak memungkinkan, ia pun langsung menggendong Suci dan membawanya pulang, sedangkan pemakaman di urus oleh sang Papah.
...*...
Di dalam mobil
Dimas meletakan Suci di kursi belakang dengan bantalan paha sang Mamah. Sedangkan Vina duduk di depan bersama Dimas.
Dimas langsung mengemudikan mobilnya menuju rumah. Namun, di tengah-tengah perjalanan Vina kembali bereaksi.
"Ck! Bisanya hanya menyusahkan orang saja" gumam Vina yang masih bisa terdengar.
"Dek, dia itu sekarang Kakak iparmu, jadi jaga sikapmu dengan dia, paham!!" bentak Dimas sambil menatap kesal ke arah Vina.
"Sudah jangan pada ribut, cepat bawa Suci ke rumah supaya dia bisa segera beristirahat. Kasihan dia sangat terpukul dengan kejadian hari ini" ucap Nyonya Mita sambil mengelus kepala Suci.
"Awas saja, akan aku buat hidupmu seperti di neraka. Karena gara-gara dirimu, Abang Dimas selalu menolak semua teman-temanku dan aku pun telah di jauhi oleh mereka semua !" ucap Vina di dalam hatinya dengan penuh dendam.
Dimas kembali fokus dengan setir mobilnya supaya segera sampai ke rumah. Hingga akhirnya tidak membutuhkan banyak waktu kini mobil Dimas sudah berhenti di depan halaman rumah.
Dimas keluar mobil lalu menggendong tubuh Suci kemudian berjalan dengan cepat menuju kamar Dimas yang diikuti oleh Nyonya Mita. Sedangkan Vina malah pergi ke arah kamarnya dan langsung merebahkan dirinya di kasur.
Dimas meletakkan Suci secara perlahan di atas kasurnya. Nyonya Mita duduk di samping Suci sambil mengolesi minyak kayu putih menggunakan tangannya kemudian di masukkan ke dalam kerudung Suci yang membuat Dimas langsung menghadap ke belakang.
Setelah selesai Nyonya Mita mengarahkan botol minyak kayu putih ke arah hidung Suci. Dengan hitungan detik Suci terbangun dengan mengerjapkan matanya.
"Erghh..." suara leng*kuhan Suci yang membuat Dimas kembali menghadap Suci.
"Alhamdulillah kamu sudah bangun" ucap Nyonya Mita sambil menutup minyak kayu putih dan menaruhnya di meja kecil samping tempat tidur.
"Hiks... Bapak, di mana bapak Mah, Mas. Hiks... Suci mau ketemu Bapak" Suci langsung duduk dengan keadaan menangis.
Nyonya Mita langsung memeluk Suci untuk mencoba menenangkannya, namun ia tidak berhasil.
Kini saatnya Dimas untuk mencoba menenangkan istrinya dengan keadaan yang masih sangat kaku. Nyonya Mita yang melihat kekakuan Dimas pun langsung keluar dari kamar dan menutup pintu untuk membiarkan mereka mengobrol berdua.
"Mas, Bapak kenapa ninggalin Suci secepat ini hiks... Suci belum bisa menerima kepergian Bapak hiks..." ucap Suci sambil terisak di dalam pelukan Dimas.
"Sabar, Dek. Mas yakin kamu bisa jadi wanita yang kuat, kepergian Bapak bukan menjadi suatu alasan untuk kamu terus menerus menangis seperti ini. Kasihan bapak jika kamu seperti ini, langkah bapak akan terasa sangat berat di sana, Dek"
Dimas mencoba untuk menenangkan Suci dengan mengusap dan sesekali mencium pucuk kepala Suci dengan sangat lembut. Sampai akhirnya Suci berhenti dari tangisannya dan tertidur di pelukan Dimas.
Dengan perlahan Dimas mencoba menidurkan Suci supaya badannya tidak merasakan sakit karena menekuk dalam pelukannya Dimas.
Lalu, Dimas mengecup kening Suci sesekali mengelus kepala Suci dengan penuh kasih sayang, dan meninggalkan kamar tersebut supaya Suci bisa beristirahat dengan keadaan tenang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai para readers semuanya 🤗
Perkenalkan ini adalah karya novel ke-3 Author loh 🤩
Semoga kalian menyukainya ya 🤝
Dukung Author terus dengan cara berikut :
Like 👍
Komen 📨
Favorite ❤️
Rate 🌟
Dan tidak lupa selipkan hadiahnya ya 😍🙏
Bunga, kopi atau sebagainya pun tak apa kok malah lebih bagus lagi pundi-pundi receh yang berterbangan di karyaku ini hihi 😆😜
Terima kasih 🙏🙏
Papaaayyy~~~ 🤗🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 282 Episodes
Comments
AdindaRa
Sambil aku cek typonya gak papa kan kak? Ini mungkin seharusnya Vina ya bukan Vani
2022-08-22
2
AdindaRa
Woooow. Mahar nikahnya bikin ngiler 😄 bagi dong 100gram aja gk papa 🤭
2022-08-22
2
⃟✬۞🧚♀️ᗩᑘᒪᓰᗩ ᘔᗩ ⍣⃝﷽ ❤💚༄㉿ᶻ⋆☪︎
aku tepatin janji ku mampir kecini☺️☺️🤭 nyimak dulu KK moga cerita nya menarik☺️🙏🏻
2022-08-07
3