Suci mencoba untuk menjelaskan semuanya dengan sangat lembut agar tidakenyinggung perasaannya Elsa, namun Elsa yang mendengarnya hanya bisa duduk terdiam tanpa mengatakan apapun.
“Jika, dia benar-benar mencintaiku kenapa harus menikahi wanita itu Mbak? Kalau dia mencintaiku, harusnya dia rela dong menungguku hingga aku siap menjadi istrinya, bukan malah mencari jalan pintas dan menikahi wanita lain?” ucap Elsa.
“Ya, seperti yang aku bilang tadi Elsa. Mungkin saja dia sudah sadar atas semua kesalahannya dalam menjalin hubungan. Jadi kamu harus bisa mencoba untuk mengikhlaskannya. Semoga di balik ini semua Allah akan memberimu laki-laki yang jauh lebih baik dari dia” ucap Suci sambil tersenyum.
“Tidak, Mbak. Elsa sudah tidak mau mencari laki-laki. Semuanya sama! Mereka hanya bisa membuat kita jatuh hati pada mereka, sehingga ia bisa mempermainkan perasaan kita semaunya. Setelah dia mendapatkan apa yang ia inginkan, lalu dia buang kita seperti sampah yang tidak ada artinya” ucap Elsa dengan wajah yang sangat kecewa.
“Ma-maksudmu apa, Elsa? A-apa kamu sudah memberikan...” ucapan Suci terhenti saat Elsa langsung menjawabnya.
“Ya, Mbak. Elsa sudah melakukan hubungan intim dengan dia beberapa kali, dia berhasil membuat Elsa terlena di dalam pelukannya. Tapi setelah dia puas, dia meninggalkan Elsa dengan wanita itu hiks... Elsa kecewa, Mbak kecewa! Dia sudah merenggutnya tapi dia tidak menepati janjinya untuk bertanggung jawab pada Elsa hiks...” Elsa pun menangis kembali yang membuat Suci sedikit terkejut.
“Astaghfirullah, Elsa. Kenapa kamu seperti ini sih. Sudah ya jangan nangis lagi, aku tidak bisa melihat kamu menangis seperti ini hiks... Lebih baik kamu hubungi pria itu untuk ketemuan, karena aku ingin dengar apa alasan dia menikahi wanita itu dan bukan malah menikahimu yang sudah ia campakkan seperti ini” saut Suci sambil memeluk Elsa.
“Hiks... Ma-maaf, Mbak. Elsa sudah sangat kotor. Elsa terlalu bodoh dalam hal cinta yang membuat Elsa rela mengorbankan semuanya untuk laki-laki yang tidak pasti dan mau bertanggung jawab atas semua perlakuannya hiks...” ucap Elsa.
“Sttt... Stop bicara seperti itu, Elsa. Lebih baik kamu tenang dulu, kamu hubungi laki-laki itu dan ajak ketemuan besok sama kita. Paham kan apa yang aku ucapkan” tegas Suci yang tidak terima sahabat kecilnya diperlakukan bagaikan sampah seperti ini.
Elsa hanya bisa menangis di pelukan Suci sambil menggigit jarinya, ia benar-benar sangat membutuhkan dukungan dari Suci agar bisa kembali bangkit dan meneruskan kehidupannya.
Tak lama telepon genggam Suci pun berbunyi...
Tolalit... tolalit... haiyaya... haiyaya...
Elsa yang mendengar ada suara telepon yang bukan dari suara handphonenya pun langsung menyingkir sejenak untuk membiarkan Suci supaya mengangkat panggilan tersebut. Elsa menghapus air matanya sambil meminum teh buatan Suci.
“Halo... Assalamualaikum, Mas” ucap Suci sambil mengangkat teleponnya.
“Waalaikumsalam, Dek. Kamu ada dimana? Kata Pak Dandi kamu ingin menginap di rumah sahabatmu. Aku baru tahu kalau kamu punya sahabat, selama ini kan aku tahunya kamu tidak memiliki sahabat siapa-siapa” tanya Dimas dengan nada yang sedikit menaruh curiga pada Suci.
“Ya, Mas. Maaf, aku juga kebetulan ketemu sama sahabat kecilku. Nanti kalau aku pulang aku ceritain ya, Mas. Sekarang sahabatku benar-benar sangat membutuhkanku. Tolong izinkan aku menginap di sini, sehari saja...” ucap Suci dengan sedikit memohon.
“Angkat video call dariku” ucap Dimas yang langsung mengalihkan panggilan suara ke panggilan video call.
“Halo, Mas...” ucap Suci saat melihat wajah Dimas dari layar teleponnya.
“Aku ingin lihat wajah sahabatmu, benarkan ia sahabatmu atau...” ucap Dimas terhenti saat Elsa langsung merebut telepon genggam dari tangan Suci.
“Halo... Mas. Maaf ini aku Elsa sahabat kecil Mbak Suci yang sudah lama tidak pernah bertemu. Salam kenal ya, Mas. Elsa janji akan jaga Mbak Suci dengan baik kok di sini, jadi tolong biarkan Mbak Suci menginap sehari saja di sini ya...” ucap Elsa dengan memohon.
“Baiklah, aku sudah tenang. Ya sudah aku ingin kembali berbicara pada istriku” ucap Dimas dengan cuek.
“Perasaan tadi sama Mbak Suci biasa saja, kenapa saat bicara denganku seperti sikapnya berubah jadi dingin sih...” ucap Elsa di dalam hatinya sambil memberikan teleponnya pada Suci.
“Bagaimana, Mas. Sudah lega kan... Sahabat Suci wanita kok, tidak mungkin Suci mengkhianati suami Suci yang tampan ini apa lagi sangat baik hehe...” ucap Suci sambil tertawa kecil.
“Kamu ini bisa saja merayuku, Dek. Sudahlah jangan seperti itu, nanti bisa-bisa aku tidak bisa tidur sendiri di kamar karena merasa kangen sama kamu” goda Dimas sambil tersenyum.
“Isshh... Dasar gombal hehe... Sudah ya, hari ini Mas tidur sendiri dulu enggak apa-apa kan?” tanya Suci.
“Ya sudah deh, tapi janji ya hanya sehari saja. Aku tidak akan kuat jika lama-lama berjauhan dari istriku yang selalu membuatku candu saat berada di dekatnya” jawab Dimas.
“Mulai deh... Sudahlah malu tahu Mas. Ada sahabatku di sini, pokonya Mas jangan lupa nanti pulang kerja langsung bersih-bersih terus makan ya. Dan langsung tidur jangan kebanyakan kerja nanti Mas bisa sakit” ucap Suci.
“Biasanya kan di mandiin sama kamu, sayang. Jadi hari ini aku mandi sendiri deh...” saut Dimas dengan wajah cemberutnya yang membuat Suci begitu malu.
“Aduh Mas... Kamu ini tidak pantas pasang muka seperti itu loh. Bukannya kaya orang sedang marah tapi malah kaya bayi yang menggemaskan hihi...” saut Suci sambil cengengesan yang sedikit membuat Elsa merasakan iri.
“Sepertinya pernikahan mereka terlihat sangat bahagia ya, tidak sepertiku yang bernasib buruk kaya gini. Beruntung banget Mbak Suci mendapatkan laki-laki seperti suaminya yang begitu mencintainya ” ucap Elsa di dalam hatinya saat melihat kemesraan mereka yang sedikit membuat hatinya tersentuh.
“Ya sudah, sayang. Aku lanjut kerja dulu ya, nanti kalau sudah pulang ke rumah aku telepon kamu lagi. Ingat baik-baik di sana, jaga diri, jaga mata, dan jaga hati. Jangan nakal-nakal ya... Kalau ada yang iseng atau berani mendekati kamu, langsung cepat hubungi aku. Maka aku langsung datang ke sana” ucap Dimas dengan tegas.
“Aduh... Mas ini terlalu berlebihan deh, sudah tenang saja Suci di sini baik-baik saja kok. Lagian cuman sehari, bukan selamanya jadi sudah ya jangan berpikir aneh-aneh. Mas juga ingat pesan Suci tadi ya...” jawab Suci.
“Ya sayangku, miss you and i love you so much my wife” ucap Dimas.
“Ya, suamiku. Miss you toi and i love you too my hubby” saut Suci.
“Assalamualaikum, istriku yang cantik” jawab Dimas.
“Waalaikumsalam, suamiku yang tampan” saut Suci.
Tut... tut... tut...
Sambungan telepon pun terputus.
“Maaf ya, Sa. Suamiku memang seperti itu, jadi malu aku hehe...” ucap Suci yang tidak enak dengan Elsa.
“Tidak apa-apa, Mbak. Malah aku senang melihat Mbak dan suami Mbak sangat bahagia di dalam pernikahan kalian, tidak seperti nasib aku yang buruk ini. Kapan ya aku bisa seperti kalian yang sangat romantis dan bisa membuat orang merasakan iri saat melihat kemesraan aku dan pasanganku nantinya” ucap Elsa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai para readers semuanya 🤗
Perkenalkan ini adalah karya novel ke-3 Author loh 🤩
Semoga kalian menyukainya ya 🤝
Dukung Author terus dengan cara berikut :
Like 👍
Komen 📨
Favorite ❤️
Rate 🌟
Share 📲
Dan tidak lupa pula selipkan hadiahnya ya 😍🙏
Bunga, kopi atau sebagainya pun tak apa kok malah lebih bagus lagi pundi-pundi receh yang berterbangan di karyaku ini hihi 😆😜
Sayang kalian banyak banyak ❤️❤️❤️
Terima kasih semuanya 🙏🙏
Papaaayyy~~~ 🤗🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 282 Episodes
Comments