“Ti-tidak, Mas. Saat ini kita sudah bukan siapa-siapa lagi, Mas juga sudah memiliki seorang istri. Jadi, lebih baik Mas fokus saja pada rumah tangga Mas yang baru di mulai” ucap Elsa dengan lantang.
Fajar terlihat begitu terkejut saat mendengar bahwa Elsa sudah mengetahui tentang semua ini.
“Ka-kamu tahu dari mana kalau aku sudah menikah, Sa?”, tanya Fajar dengan wajah penasaran.
“Ibumu, Mas. Saat itu aku tidak sengaja bertemu dengan Ibumu, dan Ibumu bilang jika kamu akan menikah dengan wanita lain dalam waktu dekat. Aku kira semua itu hanya ancaman Ibumu saja, tapi di saat aku mencari tahu dan datang ke acaramu kemarin, di situ aku baru percaya bahwa kamu benar-benar sudah menghianati cinta kita... Selama ini aku bertahan dengan sikap Ibumu yang selalu membandingkan aku dengan wanita lain, tapi apa yang aku dapatkan? Hanya air mata dan rasa sakit yang sudah kamu ukir, Mas” ucap Elsa sambil berlinang air mata.
Suci hanya bisa terdiam dan mendengarkan apa pun percakapan mereka, karena Suci mencoba untuk memberi waktu untuk mereka mengungkapkan apa yang tidak bisa mereka ungkapkan satu sama lain.
“Kenapa kamu tega mengkhianati cinta kita, Mas. Kenapa? Apa karena aku belum siap untuk menikah pada saat itu? Namun, dengan mudahnya kau berpaling dariku setelah 10 tahun lamanya kita bersama bahkan aku sudah merelakan semuanya untukmu, tapi apa balasan kamu padaku Mas? Apa!!...” teriak Elsa dengan wajah kecewanya.
“Sabar, Sa. Kamu harus bisa menahan emosimu. Ini tempat umum tidak baik jika kita membuat keributan di sini” ucap Suci yang berusaha menenangkan Elsa.
“Hiks... Tidak, Mbak. Biarkan saja semua orang tahu betapa be*jatnya laki-laki di hadapanku ini yang tega memperlakukan wanita bagaikan sampah” ucap Elsa sambil menatap tajam ke arah Fajar.
“Sa, dengarkan aku dulu. Kamu salah paham sama aku, Sa. Kamu tahu bagaimana Ibuku kan. Aku lakukan semua ini bukan semata-mata karena aku melupakan kamu, atau pun aku mengkhianati kamu, Sa. Please... Dengarkan penjelasan aku” ucap Fajar dengan wajah memohon sambil menggenggam tangan Elsa yang langsung di hempaskan kasar olehnya.
“Hiks... Stop!! Jangan pernah sentuh aku lagi, Mas” ucap Elsa.
“Oke... Aku tidak akan menyentuhmu, tapi tolong dengarkan penjelasan aku. Kenapa semuanya ini bisa terjadi” ucap Fajar.
“Jika kamu laki-laki, maka jelaskan dengan lantang. Jangan hanya bisa berbuat tapi tidak bisa bertanggung jawab!” sindir Suci yang membuat Fajar hanya sedikit meliriknya.
“Jadi begini, Sa. Beberapa bulan terakhir ini Ibu bertemu dengan sahabatnya, aku juga tidak tahu siapa dia bahkan aku baru melihatnya dan belum pernah sedikit pun berjumpa dengan mereka. Lalu, aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Aku hanya tahu jika Ibu menjodohkan aku dengan anak sahabatnya itu karena dulu sahabat Ibu pernah mendonorkan darahnya untuk Ibuku di saat Ibu sedang sekarat melahirkan aku"
"Sahabat Ibuku tersebut mendonorkan darahnya untuk menyelamatkan nyawa Ibu, namun dengan syarat bahwa jika aku sudah dewasa akan di jodohkan dengan anaknya. Awalnya aku menolak karena aku tahu wanita itu bukanlah wanita baik-baik, api Ibu selalu saja menyuruhku untuk menikahinya dengan alasan hutang nyawa. Aku bingung, Sa harus bagaimana lagi. Jika aku tidak menuruti Ibu maka Ibu mengancam untuk mengakhiri hidupnya jika aku tidak mau menikahi wanita itu”
“Kamu tahu, Sa. Aku ini benar-benar mencintai kamu, 10 tahun kita bersama dan banyak sekali suka duka yang sudah kita lewati. Tidak mungkin semudah itu aku berpaling kalau bukan karena perjanjian Ibuku yang konyol ini"
"Coba kasih tahu aku Sa... Aku harus bagaimana, Sa? Apa aku harus membiarkan nyawa Ibuku hilang karena diriku ataukah aku harus meninggalkan orang yang aku sayang demi nyawa Ibuku? Coba, Sa. Bagaimana jadi aku! Aku tidak tahu lagi harus bagaimana. Aku sudah stres, berbagai cara sudah aku lakuin untuk membuat Ibu mengerti tapi semuanya nihil, Sa. Ibu tetap kekeh dengan janjinya itu, maka dari itu aku tidak bisa lagi menolaknya. Niatnya setelah ini aku ingin menjelaskan semuanya padamu, tapi ponselku malah hilang”
“Di situ aku sudah sangat bingung, harus bagaimana lagi. Aku datang ke kontrakanmu, tapi kata Ibu kost kamu sudah pindah. Jadi, aku harus mencari kamu kemana lagi, Sa? Aku cape, aku lelah dengan kehidupanku yang semua serta paksaan dari Ibu, tapi aku tidak bisa lagi menolaknya. Tapi, syukurlah Allah masih baik padaku jadi kita di pertemukan di sini dan aku bisa menjelaskan semuanya padamu. Sekali lagi aku minta maaf, Sa. Aku sudah membuat kau terluka, sakit hati bahkan merasakan kecewa. Jika, aku bisa menebusnya maka aku akan lakukan itu semua”
Fajar menjelaskan semuanya kepada Elsa dan Suci. Di sana Suci bisa melihat betapa tulusnya Fajar pada Elsa. Hanya saja sang Ibu yang tidak merestui mereka. Suci berpikir bahwa kisah mereka hampir sama dengan kisahnya dengan Dimas.
Tetapi yang membedakan hanyalah Dimas masih mau membantah ucapan sang Ibu dengan sangat keras. Di situ Elsa mulai merasa tenang karena Fajar melakukan semua ini bukan semata-mata ingin mengkhianatinya tapi semua tuntutan dari sang Ibu.
“Kalau begitu aku kasih kamu waktu 1 tahun untuk berpisah dengan wanita itu. Tapi, jika tidak. Maka kamu harus bersiap untuk kehilangan aku selamanya, Mas” ucap Elsa.
“Elsa!” ucap Suci dengan terkejut.
“Apa yang kamu bicarakan, Sa. Biarkan mereka menjalani rumah tangganya sendiri. Jika tidak ada kecocokan biarkan mereka yang menentukan bukan kamu yang menentukan. Ini salah, Sa. Benar-benar salah” tegas Suci kepada Elsa.
“Biarkan saja, Mbak. Jika dia benar-benar mencintaiku, maka dia harus rela berkorban untuk kembali padaku. Jika tidak, maka semua ucapan cinta darinya hanyalah angin belakang yang tidak ada wujudnya” jawab Elsa.
“Baiklah... Jika itu yang kamu minta supaya kamu masih mau bersamaku, maka aku akan turuti semuanya. Walaupun Ibuku nanti akan marah padaku, tapi aku tidak peduli lagi. Aku sudah menikahinya dan jika aku berpisah itu adalah keputusanku bukan keputusan Ibuku karena aku hanya ingin hidup bersama kamu, Sa. Please... Jangan tinggalin aku Elsa” ucap Fajar sambil memegang kedua tangan Elsa.
“Kita lihat saja nanti, 1 tahun ke depan. Apakah Mas bisa berpisah dengan dia atau kita yang akan benar-benar pisah” ucap Elsa dengan cuek.
“Astaghfirullah, Sa. Kamu sadar dong, jangan seperti ini. Kamu seorang wanita, Sa. Kamu punya harga diri. Buat apa kamu mau sama suami orang yang saat ini baru memulai kehidupannya. Kamu ingat, laki-laki di luar sana masih banyak yang mau sama kamu kok. Jadi, stop lakukan ini. Kasihan wanita itu, mau dia baik atau buruk tetapi jika kita merebut apa yang bukan milik kita itu akan meninggalkan luka. Harusnya kalian selesaikan masalah kalian dengan baik-baik, kalian masih bisa berteman kok. Jadi, tidak perlu seperti ini” saut Suci yang merasa tidak setuju dengan perjanjian mereka yang sudah salah jalan.
“Maaf, Mbak. Ini urusan percintaan kami. Sebaiknya Mbak tidak perlu ikut campur, kita tahu mana yang terbaik buat kita dan mana yang tidak. Semua ini saya lakukan demi cinta saya ke Elsa, dan kalau bukan karena Ibu saya... Mungkin saat ini saya dan Elsa sudah menikah” ucap Fajar yang tidak terima dengan nasihat dari Suci.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai para readers semuanya 🤗
Perkenalkan ini adalah karya novel ke-3 Author loh 🤩
Semoga kalian menyukainya ya 🤝
Dukung Author terus dengan cara berikut :
Like 👍
Komen 📨
Favorite ❤️
Rate 🌟
Share 📲
Dan tidak lupa pula selipkan hadiahnya ya 😍🙏
Bunga, kopi atau sebagainya pun tak apa kok malah lebih bagus lagi pundi-pundi receh yang berterbangan di karyaku ini hihi 😆😜
Sayang kalian banyak banyak ❤️❤️❤️
Terima kasih semuanya 🙏🙏
Papaaayyy~~~ 🤗🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 282 Episodes
Comments