“Kalau kalian masih pengen ribut lebih baik keluar dari kantor ini! Saya pusing lihatnya, setiap kalian bertemu pasti ada saja keributan. Kalau kalian sama-sama suka bilang jangan malah saling gengsi seperti ini” ucap Dimas yang penuh dengan rasa kesalnya.
“Dia tuh yang suka sama saya Tuan” tunjuk Lisa kepada Dion.
“Apaan enak saja, ada juga kamu yang suka sama saya” saut Dion yang tidak mau kalah.
“Sudah-sudah jangan pada bertengkar tidak baik loh, nanti kalau salah satunya punya pasangan yang satunya kangen lagi. Jadi, sudahlah ayo makan dulu nanti keburu tidak enak loh ini. Sini duduk...” ucap Suci.
“Tapi, Bu. Sa...” ucapan Lisa terpotong saat suara Dimas kembali bergema.
“Kalau istri saya bilang duduk, ya sudah duduk. Saya tidak mau banyak alasan. Pekerjaan saya masih banyak, jika kalian masih ingin bekerja di sini maka kalian harus menuruti apa pun perkataan istri saya, mengerti!” saut Dimas dengan tegas.
Lisa dan Dion pun langsung duduk di 1 sofa yang sama entah kenapa kondisi ini membuat mereka sangat canggung satu sama lagi.
Degh !...
Degh !...
Degh !...
Suara detak jantung mereka saling berpacu dengan cepat layaknya seseorang yang sedang ikut lomba.
“Astaga ini jantungku kenapa berdetak tidak karuan sih, apa jangan-jangan aku suka dengan Pak Dion? Arghh... Tidak, tidak, tidak. Tidak mungkin. Pak Dion kan orangnya genit, jadi aku tidak boleh jatuh cinta padanya. Aku hanya ingin mempunyai laki-laki setia seperti Tuan Dimas ” ucap Lisa di dalam hatinya.
“Aduh... Ini jantungku ada apa ya? Kenapa kencang sekali, apa aku sedang menyukai seseorang? Tapi, siapa? Lisa? Yak... Tidak mungkin, dia kan bocah kemarin sore masa ia aku harus pacaran sama dia. Entar di sangka sugar Daddy lagi. Paling tidak umur 25 lah ya biar tidak jauh dari umurku yang 26 ini ” ucap Dion di dalam hati kecilnya.
“Sudah ayo di makan, keburu jam istirahat kalian habis loh” ucap Suci sambil mengambil makanan untuk Dimas.
Lisa dan Dion pun langsung mengambil piring dan sendok secara bersamaan. Namun, tidak sengaja tangan mereka saling bersentuhan.
“Niat makan atau menyeberang jalan?” ucap Dimas yang langsung memakan makanan dari piringnya.
Dion dan Lisa pun saling salah tingkah dan secepat kilat mengambil makanan, lalu mereka makan dengan perasaan yang tidak karuan.
“Pelan-pelan saja makannya nanti keselak loh...” ucap Suci yang juga sambil makan.
Akhirnya mereka pun makan dengan keadaan yang berbeda. Dimas dan Suci memakan makanan dengan sangat mesra bahkan sampai Dimas meminta untuk di suapi oleh Suci karena ia berpura-pura tangannya sedang keram.
Lalu, dua sejoli yang melihat aksi pasangan suami istri di depannya terlihat sangat romantis membuat mereka merasa kesal dan panas bahkan mereka juga sempat-sempatnya melirik satu sama lain.
Sehingga di saat semuanya sudah selesai makan, Lisa kembali ke mejanya untuk meneruskan pekerjaannya dan tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Suci. Sedangkan Dion masih berada di ruangan Dimas karena tujuannya belum tersampaikan.
“Mas, Suci ke kamar mandi sebentar ya” ucap Suci.
“Ya sayang, hati-hati terpeleset” jawab Dimas.
Suci pun pergi ke dalam kamar mandi.
“Bro, ada yang mau aku sampaikan sama kamu. Ini tentang dokter spesial untuk Suci” ucap Dion sambil memelankan suaranya.
“Apa kamu sudah berhasil menemukan dokter yang bisa membantu istriku?” tanya Dimas dengan wajah seriusnya.
“Belum, aku sudah mencari kemana-mana di luar negeri dan menunjukkan semua hasil tes Suci kepada mereka. Tapi tidak ada satu pun yang bisa membantu. Jawaban mereka semua sama seperti dokter yang ada di sini” ucap Dion.
“Lalu, aku harus mencarikan dokter kemana lagi agar Suci bisa memiliki keturunan. Aku tidak kuat Dion saat melihat Mamah dan Vina selalu memojokkan Suci. Kamu tahu kan aku menikahi Suci bukan karena aku ingin memiliki anak. Tapi karena aku sungguh mencintai dia dan menerima semua kekurangannya” jawab Dimas yang sudah sangat frustrasi.
“Sabar, Bro. Tuhan tidak akan tidur kok, aku yakin suatu saat nanti kalian pasti akan memiliki seorang anak. Dan aku juga akan terus mencari dokter untuk Suci kamu tenang saja, lalu jika ada pekerjaan yang tidak bisa kamu selesaikan aku bisa membantumu. Apa lagi aku sudah terlalu lama di luar negeri pasti pekerjaanmu sekarang menumpuk kan” ucap Dion sambil menepuk punggung Dimas yang sedang menunduk.
“Aku tidak peduli, Dion. Aku rela bekerja keras demi Suci agar dia segera di obati. Aku tidak tega melihat dia selalu di rendahkan oleh Mamah. Aku sudah bilang kita bisa lakukan bayi tabung, atau pinjam rahim dan kalau perlu mengadopsi anak. Tapi, Mamah kekeh ingin memiliki keturunan dariku. Aku bingung Dion, aku cape lelah. Kenapa cobaan rumah tanggaku begitu besar ya Allah” ucap Dimas.
“Sabar, Bro sabar. Aku yakin kalian bisa melewati semua ini kok. Suci adalah wanita yang kuat, jadi kamu harus lebih kuat dari dia. Supaya dia tidak merasa sendirian. Ingat, Suci adalah wanita yang baik. Tidak mungkin Allah mengasih cobaan kepada kalian jika kalian tidak bisa melewati semua ini” ucap Dion dengan sangat serius.
“Terima kasih, kamu sudah selalu mensuport aku sejauh ini. Aku kira kamu bukan tipe laki-laki yang serius tahunya aku salah” ucap Dimas sambil menoleh dan menatap Dion.
“Yakk... Enak saja kalau ngomong, gini-gini juga aku laki-laki yang serius. Cuma ada saja waktunya aku bercanda ada waktunya aku serius. Ya sudah aku balik dulu ke ruangan ya, kalau ada apa-apa langsung telepon oke...” ucap Dion yang langsung berdiri.
“Jangan lupa kerjain setengah pekerjaan di meja tuh” saut Dimas.
“Cih... Baru juga masuk kerja sudah di kasih kerjaan banyak. Dasar bos tidak tahu diuntung” gumam Dion sambil mengambil semua map di meja Dimas dan pergi ke luar ruangan.
Dimas yang sudah sangat pusing pun langsung bersandar ke sandaran sofa sambil menepuk-nepuk jidatnya yang terasa sangat pening.
Dion Suhendra adalah tangan kanan dari Dimas di kantor dengan usia 26 tahun. Dion dan Dimas adalah sahabat kecil yang sudah dianggap sebagai saudara Dimas sendiri, bahkan di belakang ke suksesan Dimas pun masih ada campur tangan dari Dion.
Ya, walaupun hanya sedikit. Tetapi tidak menutup kemungkinan, bahwasanya Dion yang selalu membantu Dimas jika ia merasakan kesulitan.
Sehingga Dimas selalu mempercayai Dion melebihi Dimas percaya pada dirinya sendiri untuk membantu membawa bisnis kecil yang mereka jalani agar bertambah maju.
Dan inilah hasilnya mereka berdua bisa berjaya menikmati hasilnya bersama-sama tanpa harus mempersalahkan siapa yang lebih unggul dalam membangun Bisnis ini.
...*...
...*...
Di dalam kamar mandi.
“Sudah aku duga Mas, kamu akan melakukan ini di belakangku. Kamu memang pria yang baik Mas, tapi sayang aku tidak bisa membahagiakan kamu dan keluargamu hiks... Benar kata Mamahmu Mas, kalau aku bukan wanita yang sempurna untuk di jadikan seorang istri hiks...”
“Selama ini aku sudah tahu saat kita mengetahui hal itu pasti kamu akan usahakan berbagai cara untuk bisa mengobatiku. Padahal aku tidak sakit Mas, hanya rahimku yang sangat lemah dan tidak bisa di harapkan. Tapi kenapa kamu masih mempertahankan aku Mas, harusnya kamu cari wanita yang lebih sempurna dariku. Apa lagi, di luaran sana sangat banyak wanita yang lebih sempurna Mas hiks...”
“Aku tidak bisa melihat kamu stres seperti ini Mas hiks... Hatiku sangat sakit saat melihat kamu selalu melawan Mamahmu sendiri hanya demi membela aku yang tidak berguna ini hiks...”
“Kamu pria baik-baik Mas, tidak seharusnya kamu menderita seperti ini hanya karena diriku. Insya Allah, aku akan mencoba mengikhlaskan terlebih dahulu hatiku untuk kamu menikah lagi dan memiliki keturunan. Jika aku sudah siap, maka aku akan langsung berbicara hal ini padamu Mas. Sekali lagi maafkan aku yang belum bisa menjadi seorang istri yang sempurna serta baik untukmu. Dan aku pun minta maaf juga karena belum bisa membahagiakan kamu beserta keluargamu hiks...”
Suci menangis di dalam kamar mandi saat mendengar semua pembicaraan antara Dimas dan Dion.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai para readers semuanya 🤗
Perkenalkan ini adalah karya novel ke-3 Author loh 🤩
Semoga kalian menyukainya ya 🤝
Dukung Author terus dengan cara berikut :
Like 👍
Komen 📨
Favorite ❤️
Rate 🌟
Share 📲
Dan tidak lupa pula selipkan hadiahnya ya 😍🙏
Bunga, kopi atau sebagainya pun tak apa kok malah lebih bagus lagi pundi-pundi receh yang berterbangan di karyaku ini hihi 😆😜
Sayang kalian banyak banyak ❤️❤️❤️
Terima kasih semuanya 🙏🙏
Papaaayyy~~~ 🤗🤗
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 282 Episodes
Comments
AdindaRa
Secangkir kopi buat kakaaaak. Semangat berkarya yaaa
2022-08-24
2
Desilia Chisfia Lina
sabar Tuhan pasti kasih jalan keluar
2022-08-16
2