"Kamu tahu di mana kedua orang itu?!" teriak Dave di depan penjaga itu.
"Siapa yang kamu maksud?" tanya penjaga itu ketakutan.
"Liu dan Jacky!"
"Dia tidak pernah ada di tempat ini."
"Apa kamu bilang?!"
"Iya, selama saya menjadi penjaga di sini saya tidak pernah menemukan bahkan melihat Liu dan Jacky. Jika ada, pasti mereka sudah bertarung melawanmu Dave." kata penjaga itu masih ketakutan.
Dave semakin mengencangkan tarikan tangannya di kerah baju penjaga itu. Dia menatap tajam hingga penjaga itu semakin ketakutan dan juga memejamkan matanya. Dave pun mendorong tubuh penjaga ke belakang, dia menuju pintu keluar. Tapi sayang, pintu itu selalu tertutup, sehingga jika penjaga dalam keadaan terdesak. Maka Dave tetap tidak bisa keluar.
Pintu itu, jika penjaga masuk memberi makan pada Dave. Maka langsung terkunci lagi, Morata tahu Dave tidak akan melukai atau menyerang penjaga yang memberinya makan. Dave pun kembali ke arah penjaga tersebut.
Dia mencari cara agar bisa keluar dari kamar pengap yang selama dua tahun lebih dia tinggali karena di bohongi oleh Morata. Kini dia harus keluar dari kamar itu, bagaimana pun caranya. Dave mondar mandir tidak jelas. Membuat penjaga berusaha untuk menghindar darinya agar tidak terkena pukulannya.
Tapi Dave sedang berpikir untuk bisa keluar tanpa banyak menimbulkan kecurigaan dan keributan.
"Baiklah, aku harus berpikir jernih. Jangan gegabah." ucap Dave.
Dia lalu duduk diam di tempat biasa dia tidur. Selama dia memenangkan pertarungan selama dua tahun lebih, Dave tidak lagi di ikat tangannya ke atas. Hanya saja penjagaan di luar sangat ketat. Ada tujuh orang di sana seingat dia, jadi bisa jadi jika dia keluar maka akan terjadi perkelahian.
Dave juga belum bisa menggunakan pistol dengan benar, meski dia bisa menembak. Tapi jika dia sudah memegangnya sekali saja, kemungkinan dia bisa menggunakananya meski pun arahnya belum tepat ke sasaran. Dave mendekat pada penjaga yang ketakutan, dia ingin bertanya tentang penjagaan di luar.
"Di luar penjaga ada berapa orang?" tanya Dave.
"Seperti biasa, tujuh orang. Dan di luar gedung ini justru lebih banyak, bahkan ada juga penembak jitu di setiap sudutnya." jawab penjaga itu.
"Hemm, Morata benar-benar menjagaku dengan ketat. Baiklah, kali ini kamu aku bebaskan. Aku bisa saja membunuhmu di sini, tapi tidak aku lakukan asal kamu tidak bicara tentangku di sini. Kamu mengerti?" kata Dave.
"Bagaimana bisa?"
"Bisa saja! Asal kamu diam dan seperti biasa kamu menjawabnya. Aku tahu Morata itu akan mengawasimu, jadi bersikap wajar. Jika kamu membuat dia curiga, maka nyawamu ada di tangan Morata. Tapi jika kamu diam, kamu selamat dan aku akan menyelamatkanmu dari Morata. Kamu mengerti?" kata Dave.
Penjaga itu pun diam, dia ragu. Namun akhirnya dia pun mengangguk, mencoba percaya pada Dave. Tapi, bukankah lebih baik percaya pada Dave dari pada Morata? Morata bahkan lebih banyak berbohong, temannya saja bahkan di asingkan ke wilayah berbahaya.
Lalu penjaga itu pun keluar, dengan ragu dia melangkah. Menoleh ke arah Dave, berharap dia menggantungkan harapannya pada Dave bisa keluar dari kekangan Morata. Dia juga dan temannya sangat ingin lepas, karena tugasnya hanya menjadi pengantar makanan saja.
Setelah keluar, ternyata anak buah Morata pun sudah menunggu di depan kamar tahanan itu. Wajah penjaga itu pun tegang, namun dia berusaha bersikap tenang. Melangkah meninggalkan anak buah Morata dan pergi.
"Tunggu!" teriak laki-laki berbadan kekar itu.
Penjaga itu berhenti, menghela nafas dan berbalik. Dia menatap santai dengan nampan di tangannya. Menghadap ke arahnya.
"Ada apa?"
"Apa yang kamu bicarakan dengan pemuda itu?" tanyannya mendekat pada penjaga pembawa makanan Dave.
"Bicara apa? Aku hanya memberinya semangat seperti biasa, kenapa memangnya?" tanyanya sedikit keras agar tidak di curigai.
"Jangan coba-coba mengatakan apa pun pada pemuda itu! Jika tidak nyawamu akan sama dengan temanmu!" teriaknya.
"Memangnya saya berani mengatakan apa pun pada petarung itu?" katanya mengelak.
"Tentu saja, tapi jika ketahuan kamu mengatakan tentang kedua orang yabg dia jaga selama ini, kami akan cari kamu di mana pun itu!" katanya lagi dengan mengancam.
Pupil mata penjaga itu menyipit, dia pun menghela nafas panjang. Lalu pergi meninggalkan anak buah Morata. Dalam hatinya dia sangat takut, tapi dia berusaha tenang tanpa mengundang kecurigaan padanya.
Mata-mata Morata ada di mana-mana, beruntung sekali di kamar yang pengap Dave tidak di pasang cctv. Mungkin Morata lupa, atau memang dia sengaja tidak memasangnya karena percaya pada penjaga bahwa Dave tidak mungkin akan kabur dari sana.
_
Dave berpikir keras bagaimana dia bisa keluar dari kamar pengap itu yang sebagai penjara baginya. Selama lima tahun dia ada di ruangan itu, yang ada di pikirannya selama itu hanya membuat Liu dan Jacky bisa makan enak. Tanpa mencari tahu di mana keduanya berada. Jadi, dia sia-sia saja sebagai petarung tangguh.
Yang dapat uang banyak adalah Morata, dia tetap tersiksa dan tidak hidup layak di dalam kamar pengap itu. Dia merasa geram dengan itu dan menyesal hanya percaya pada ucapan penjaga yang mengatakan kalau Liu dan Jacky baik-baik saja. Tapi kenyataannya, para penjaga yang mengantarkan makanannya banyak merasa kasihan padanya.
Hingga sekarang dia baru tahu selama lima tahun itu, Liu dan Jacky tidak pernah ada di markas Morata. Lalu, kemana kedua orang itu? Apakah masih hidup, atau sudah mati? Dave tidak tahu itu.
Makanya, dia ingin keluar dari tempat Morata dan mencari kedua orang itu di mana. Kini Dave berpikir bagaimana dia akan keluar, tentunya besok dia akan bertarung lagi. Lawan yang tidak seimbang, dia bisa mengalahkannya. Tapi bukan itu, dia akan mencari celah untuk keluar dan mungkin akan membuat keributan lebih dulu.
Apa sebaiknya dia pura-pura kalah dulu? Ya, itu akan memancing penonton ribut di sana. Senyum Dave pun mengembang, dia akan melakukan kekalahan dan membuat keributan pada penonton. Dan bukan hanya itu saja, dia akan melihat bagian mana untuk bisa di lewatinya agar leluasa kabur dari tempat bertarung itu.
"Besok aku akan mulai, aku ingin mencari Liu dan Jacky. Di mana mereka berada?" gumam Dave.
Seingat dia, waktu itu Liu di berondongi oleh peluru yang mengarah padanya. Dia dan Jacky juga sama halnya, ingin menyelamatkan Liu. Tapi akhirnya dia malah tertangkap dan berada di tempat Morata.
Malam semakin larut, Dave masih berpikir. Hingga waktu menjelang pagi, Dave baru bisa tidur karena dia sudah menemukan celah di mana dia bisa kabur. Dan siang hari menjelang bertarung, baru penjaga memberiny makan dan setengah jam kemudian mereka baru mengeluarkannya Dave untuk bertarung.
_
_
_
♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments
NandhiniAnak Babeh
Ya Allah Tong.. Udeh 5 taun.. loe baru nyadar.. hadeeh klo begini emak kga jadi dah mau jodohin loe sama anak gadis emak 🤣🤣🤣🤣🤣😂😂😂😂😂
2022-07-30
0