Rencana Deva berhasil, dia meminta perlindungan dari Fei Kai untuk melindunginya dari sesuatu di luar kendalinya. Dia akan terlindungi dari amukan ayahnay Long Fe Hung, dan kali ini dia akan benar-benar mempertahankan babak semi final dan berlanjut ke final nanti. Jika pun kalah di final, setiadaknya dia ada perlindungan dari Fei Kai dari Long Fe Hung.
"Dave, kamu dari mana?" tanya Liu.
"Mencari teman, Liu." jawab Dave.
"Mencari teman?" tanya Liu heran.
"Ya, untuk melindungiku nanti." kata Dave lagi.
"Untuk apa Dave, aku bisa melindungimu. Lagi pula, Long Fe Hung itu tidak ada apa-apanya. Dia hanya sombong saja." kata Liu.
Dia tahu Long Fe Hung adalah anak dari anggota Triad di Makau, mungkin Dave mencari perlindungan pada lawan dari Long Fe Hung itu. Dia tahu, namun dia juga bisa melindungi Dave dari amukan ayahnya Long Fe Hung itu. Dave menatap Liu, lalu menghela nafas panjang.
"Aku tidak mau keluargamu jadi sasaran, Liu. Cukup aku saja dan mereka." kata Dave menerawang jauh.
"Dave?"
"Tidak Liu, kamu membawaku kabur kesini saja itu seperti aku seorang pengecut. Aku belum bisa membalaskan dendamku pada Javier, bahkan paman Fabio sendiri entah bagaimana kabarnya di sana. Aku juga hilang kontak dengan Mateo." kata Dave.
"Jangan khawatirkan mereka, Mateo sudah melindungi keluarga Fabio. Dan Luca juga mengatasi masalah keamananmu dari informasi internet dan keberadaanmu juga di hilangkan." kata Liu.
"Liu, sebenarnya kamu siapa?" tanya Dave.
Dia sendiri heran kenapa Liu sampai berkorban melindunginya, bahkan dia tidak tahu keluarga Liu di mana. Apakah jangan-jangan Liu adalah anak buahnya papanya? Pikir Dave.
"Aku Liu Xi Chuen, seorang ahli kungfu berasal dari Tiongkok ini Dave. Kamu masih tidak percaya denganku?" tanya Liu.
"Bukan, aku hanya berpikir kamu itu anak buah dari papaku." kata Dave menebak.
Liu tersenyun, dia lalu bangkit dari duduknya dan berdiri di depan jendela. Merasakan angin sepoi-sepoi di udara sore ini di Makau. Ya, Liu dan Dave sekarang tinggal di Makau. Setelah baru datang dari Italia, Liu membawa Dave ke Beijing.
Tempat keluarganya, namun Liu membawa Dave ke Makau untuk menjauh dari keluarganya. Bukan karena dia tidak mau terjadi apa pun pada keluarganya, tapi Dave benar-benar harus dia jaga. Jadi, keduanya pun akan selamat. Dave dan juga keluarganya.
"Kamu Dave, aku anak yang di culik sewaktu usiaku sembilan tahun. Waktu itu ada seorang mafia dari Italia yang menyelamatkanku, dan itu papamu. Tuan Alehandro. Maka sejak saat itu aku di asuh oleh anak buahnya dan di beritahu kalau Tuan Alehandro yang menyelamatkanku dan akhirnya aku tumbuh seperti ini. Beliau bilang, jangan sepertiku, jadilah petarung sejati. Tapi jika Tuan Alehandro membutuhkan bantuanku, aku siap membantunya. Sekarang kamu butuh pertolonganku, maka aku harus melindungimu." kata Liu.
Dave diam, dia sudah menduga sejak dia di bawa Liu ke Tiongkok. Namun Dave tidak berani bertanya, dan ternyata benar. Dave bangkit dari duduknya dan menghampiri Liu yang berdiri di depan jendela. Angin sepoi menyapu wajah Liu dan Dave.
"Aku sudah menduganya Liu, tapi aku ragu untuk bertanya padamu." kata Dave.
Keduanya masih menatap keluar jendela, entah apa yang mereka lihat. Namun pikiran mereka berbeda, Dave memikirkan besok pertandingan karate dengan Long Fe Hung. Dia harus menang kali ini.
_
Pertandingan babak semi final sekarang sedang berlangsung. Dave sudah berada di tempat sejak tadi, memperhatikan arena pertandingan. Dan dari jauh, dia melihat segerombolan kelompok Long Fe Hung. Dia berjalan dengan tegap dan keangkuhan di sana, dengan baju ciri khas karate berwarna mereh.
Serta kelima anak buah Long Fe Hung di belakangnya. Tatapan Long Fe Hong menyapu kesegala penjuru, dan berakhir ke Dave yang sejak tadi duduk di tempatnya semula. Bukan Long Fe Hong yang Dave khawatirkan, tapi Fei Kai belum muncul di tempat penonton.
"Dave, siapa yang kamu cari?" tanya Liu yang tahu Dave seperti gelisah.
"Fei Kai." jawab Dave singkat masih menatap pintu masuk.
"Apa? Fei Kai?" tanya Liu kaget.
"Ya, aku meminta dia untuk taruhan untukku." jawab Dave.
"Dave, apa kamu sudah gila?" tanya Liu.
"Aku minta dia taruhan untukku, yang untuk dia. Dan nanti jika Long Fe Hung mrngancamku dan membuatku celaka, dia yang akan membelaku." kata Dave.
Seperti sebuah adu domba, kelompok Fei Kai dan Long Fe Hung adalah musuh bebuyutan, Dave tahu itu. Makanya dia sengaja meminta perlindungan nantinya pada Fei Kai. Liu tidak mengerti pemikiran Dave, namun begitu dia juga sebenarnya mengagumi pemikiran Dave, mesku dia khawatir akan keselamatan Dave.
Long Fe Hung sudah berdiri dia arena pertandingan, dia menatap tajam pada Dave. Senyum sinis dan meremehkan pada Dave yang bersikap tenang. Dia tahu, Long Fe Hung sedang mengintimidasi dari tatapannya juga sikap angkuh di hadapannya.
"Kamu, orang luar berani melawanku," tanya Long Fe Hung.
"Ini turnamen, siapa pun berhak mengikutinya." jawab Dave tenang.
"Heh, baiklah. Tapi kamu sudah pasti kalah olehku." kata Long Fe Hung lagi.
"Kita lihat, siapa yang akan menang. Aku atau kamu." kata Dave dengan wajah dinginnya.
Kali ini dia juga sama mengintimidasi Long Fe Hung itu, dia melihat dari arah pintu masuk tujuh orang masuk, di antara satunya adalah Fei Kai. Senyum Dave mengembang, dia sudah pasti akan memenangkan turnamen babak semi final ini. Karena Fei akan melihatnya bertarung habis-habisan dengan Long.
Lalu, satu orang memberitahu kalau turnamen itu mengadakan taruhan, pengawal Long sendiri heran kenapa Fei Kai ada di tempat turnamen itu. Dan ternyata dia ingin taruhan pada penonton. Awalnya panitia turnamen melarang Fei Kai mengadakan taruhan, tapi panitia di ancam oleh Fei Kai. Mau tidak mau pertandingan antara Dave dan Long akhirnya jadi taruhan.
Dave sendiri merasa tenang, tapi Liu khawatir akan Dave. Jika Dave kalah, maka yang harus dia hadapi adalah kelompok Long Fe Hung dan juga Fei Kai. Jadi, Dave harus menang kali ini. Pertandingan babak final tidak di pikirkan oleh Dave maupun Long.
"Dave, berhati-hatilah. Long terkadang melakukan kecurangan jika dia mulai terdesak." bisik Liu pada Dave.
"Aku tahu Liu, kamu tenang saja. Aku sudah mengantisipasi itu." kata Dave.
Lalu pemimpin turnamen, sebagai wasit di tengah arena pun mengumumkan kalau pertandingan kali ini sangat menegangkan, antara Dave dan Long memperebutkan posisi masuk ke babak final. Lalu juri itu pun memberi aba-aba pada kedua peserta untuk bersiap saling menyerang.
Kemudian, keduanya bersiap setelah hitungan ketiga Long dan Dave memasang kuda-kuda.
"Tiga!"
Teriakan juri untuk memberitahu kalau pertandingan pun sudah mulia. Dave mulai bergerak untuk mencari tahu ke arah mana dia akan menyerang Long. Namun akhirnya Long lebih dulu menyerang Dave, tak ayal lagi Dave terkena tendangan Long. Long tersenyum, namun senyum itu memudar ketika Dave membalas menendang dan memukul tangannya ke arah wajah Long.
"Bug! Hiiat!"
Teriakan Dave berkali-kali dan menghindar dari serangan Long. Awalnya pelih santai, tapi ketika Dave terus memukulnya, Long semakin panas dan marah. Dia memukul dan menendang secara cepat dan membabi buta. Hingga wasit memberi peringatan agar jangan sampai memukul bagian yang di larang.
"Heh! Tangguh juga kamu ya." kata Long pada Dave.
Dave tersenyum sinis, di usapnya mulutnya dan membuang ludah ke samping. Membuat Long semakin kesal, lalu dia pun menerjang lagi ke arah Dave. Dave menghindar, beberapa kali tendangan dan pukulan Long dapat di patahkan oleh Dave. Sampai waktu istirahat pun berbunyi di babak kedua.
_
_
_
♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments
Nur Melani octavia
lieur....pasti menang da
2022-12-21
0
sudah mulai gelud
2022-07-22
1
NandhiniAnak Babeh
waduuuuuuh seruuuuu
2022-07-09
0