Nayra duduk diteras rumahnya tanpa terasa air mata mengalir dikedua belah pipinya.
"Selama ini aku berusaha menjaga kesucianku, aku ingin menyerahkan semua hanya untuk suamiku. aku tidak menyangka semua jadi begini." Nayra menyesali semua yang terjadi.
"Nay, kamu tidak salah karena sudah menyerahkan dirimu padaku karena aku akan menjadi suamimu." Arfi tiba tiba duduk disebelah Nayra ternyata sejak tadi ia berdiri didepan pintu dan mendengar kata kata Nayra.
"Arfi, kenapa kamu memaksa aku untuk menikah denganmu?"
"Kamu sendiri, kenapa kamu selalu menolakku?"
"Harus berapa kali aku bilang, aku menolak karena kamu sudah punya istri dan anak."
"Nay, seandainya aku tahu kita akan bertemu lagi. aku tidak akan menikahi Renata."
"Arfi, kamu jangan bicara seperti itu. Renata sudah memberikanmu seorang anak."
"Yah, kamu benar. kalau bukan karena Kevin aku mungkin sudah menceraikan Renata."
"Kenapa kamu ingin bercerai? apa karena aku?"
"Tidak, ini tidak ada hubungannya denganmu. ini karena, sudah lama Renata tidak melakukan kewajibannya sebagai istri."
"Benarkah?" Nayra seperti tidak percaya.
"Nay, saat tiba tiba kamu memutuskan hubungan kita. aku seperti kehilangan separuh jiwaku. Aku tidak tahu harus berbuat apa? akhirnya aku menerima perjodahan yang sudah diatur keluargaku." Arfi mulai bercerita.
"Hari hari pertama aku menikah dengan Renata. aku sangat bahagia karena Renata perempuan baik, tapi sekarang Renata sudah berubah. sejak karirnya bertambah bagus, ia semakin sibuk, bahkan sudah hampir dua bulan aku tidak menyentuhnya. dia selalu menolakku dengan alasan cape." Arfi bercerita panjang lebar.
"Arfi, apa kamu tidak bohong?" Nayra meragukan kebenaran cerita Arfi.
"Buat apa aku bohong? Nay, apa kamu masih ingat waktu kita pacaran? kamu janji akan menikah denganku. lima tahun aku menunggu tapi ternyata kamu ingkar janji. Nay, sudah bertahun tahun kita tidak bertemu. sekarang, setelah kita bertemu lagi. kamu tetap menolakku. apa kamu tidak merasa ini terlalu kejam? " Arfi mencurahkan isi hatinya wajahnya terlihat sedih.
"Arfi tapi kamu sudah punya istri."
"Itu cuma alasan kamu saja, aku bisa meninggalkan Renata demi kamu." Kata kata Arfi membuat Nayra terdiam.
"Kamu pasti mau bilang, kamu tidak ingin disebut pelakor? Nay, setelah kita menikah kita bisa pindah keluar kota atau kalau perlu keluar negeri supaya tidak ada yang menyebutmu pelakor." Arfi berdiri dari duduknya.
"Sudahlah Nay, kalau kamu memang tidak mau menikah denganku. aku tidak akan memaksamu lagi, aku pergi." Arfi menyerah, ia sudah putus asa.
Arfi tidak mengira sikapnya membuat hati Nayra yang keras menjadi luluh.
"Arfi, jangan pergi." Nayra memeluk Arfi dari belakang.
"Baiklah aku setuju, aku mau menikah denganmu." Nayra mempererat pelukannya.
"Sayang, kamu serius?" Arfi melepaskan pelukan Nayra lalu ia membalikan badannya.
"Iya, bagaimanapun kamu harus bertanggung jawab."
"Akhrinya kamu menerima lamaranku." Arfi memeluk Nayra ia sangat bahagia.
"Ini sudah malam, kamu tidur lagi saja." ucap Nayra.
"Kamu engga tidur?"
"Aku belum ngantuk, kalau pun aku mau tidur. aku tidak akan tidur sekamar denganmu." Nayra menyipitkan matanya.
"Iya, iya."
Nay, aku tidak perduli kamu tidur dimana sekarang. yang penting kita akan menikah dan setelah itu kamu tidak akan bisa kabur lagi.
Arfi kemudian masuk kedalam kamar Nayra. lima menit setelah Arfi masuk kedalam kamar, Nayra juga masuk kedalam rumah. Nayra memilih tidur dikamar yang bersebelahan dengan Arfi.
"Bagaimanapun aku dan Arfi belum menikah, aku tidak mau membuat kesalahan lagi." Nayra masuk kedalam kamar sebelah Arfi.
🍀🍀🍀🍀🍀
Renata mondar mandir diruang keluarga, ia cemas memikirkan Arfi yang tidak pulang.
Sebenarnya Arfi pergi kemana? kenapa dia meninggalkan Kevin dan menitipkannya pada kepala sekolah? Apa benar dia ada urusan pekerjaan?
Banyak pertanyaan pertanyaan yang muncul dibenak Renata.
Arfi memang sempat menelphone Renata, Arfi mengatakan kalau dia menitipkan Kevin pada kepala sekolah, Arfi juga mengatakan kalau ia sudah meminta Satria asistentnya untuk menjemput Kevin disekolah.
Entah mengapa Renata tidak percaya pada Arfi, Renata duduk disofa ia membuka ponselnya. ia ingin mengetahui keberadaan Arfi melalui ponselnya.
"Alamatnya sepertinya masih dikota ini dan ini tidak jauh dari sekolahan Kevin, Arfi bilang dia keluar kota selama beberapa hari tapi hpnya masih ada kota ini. dia bohong." Renata merasa sedih dan kecewa.
"Besok aku akan datang kealamat ini, aku penasaran alamat rumah siapa ini? apa mungkin rumah temannya Arfi." Renata menduga duga.
Keesokan harinya,
Arfi terbangun pagi pagi, ia mencium harum aroma masakan. Arfi keluar dari kamar Nayra, Arfi melihat Nayra sedang menyiapkan makanan dimeja makan.
"Nay, ini kamu yang masak?" Arfi memeluk Nayra.
"Iya, sekarang lebih baik kamu mandi, setelah itu kita makan." Nayra melepaskan pelukan Arfi."
"Iya, sayang."
Belum menikah saja aku sudah sebahagia ini.
Arfi merasa senang.
Tok... tok...
Terdengar suara pintu rumah Nayra diketuk.
"Sayang, biar aku yang buka." Arfi yang semula ingin kekamar mandi berbalik berjalan mendekati pintu ruang tamu.
Arfi membuka pintu ruang tamu dan betapa terkejutnya Arfi, ketika ia melihat yang datang ternyata Renata.
"Renata, kenapa kamu kesini?"
Renata belum menjawab pertanyaan Arfi, tapi Nayra lebih dulu datang.
"Sayang, siapa yang datang?" Prang...
Nayra tidak sengaja memecahkan gelas yang ia pegang sama seperti Arfi, Nayra juga terkejut melihat Renata berada dirumahnya.
"Seharusnya, aku yang tanya, kenapa kamu ada disini? apa ini rumah Nayra? Apa kamu berselingkuh dengan Nayra?" Renata seperti ingin menangis.
"Aku benar benar bodoh, kenapa aku harus bertanya? sudah jelas jelas kalian sedang berduaan dan Nayra memanggil kamu dengan sebutan sayang." Renata menghapus air matanya.
"Arfi, apa kamu tahu? semalaman aku menunggu kamu. aku khawatir sampai aku tidak bisa tidur, tapi ternyata kamu sedang bersenang senang dengan perempuan lain, kamu..kamu keterlaluan Arfi." Nayra membalikan tubuhnya kemudian ia berjalan pergi meninggalkan Arfi dan Nayra.
Arfi mengikuti Renata, ia berjalan cepat agar bisa menghalangi Renata pergi. karena berjalan terburu buru Renata tidak sengaja menabrak seseorang, orang yang Renata tabrak ternyata adalah Raddit.
"Kamu" Renata tidak senang bertemu Raddit.
"Sayang akhirnya kamu pulang." Nayra tiba tiba datang dan langsung melingkarkan tangannya dilengan Raddit.
"Renata, kamu itu jangan menuduh aku sembarangan. aku ini sudah bersuami." ucap Nayra bohong.
Raddit bingung dan tidak mengerti apa yang terjadi.
"Suami aku itu lebih ganteng dan lebih muda dari pada suami kamu, jadi buat apa aku selingkuh?" kata kata Nayra terdengar meyakinkan.
Arfi mengepalkan satu tangannya, melihat Nayra dekat dekat dengan Raddit hatinya seperti terbakar.
"Terus, kenapa Arfi ada dirumah kamu? dan kenapa kamu memanggilnya sayang?" Tanya Renata
Nayra berusaha tenang meskipun sebenarnya ia gugub dan sedikit takut.
"Kemarin itu aku sakit, pak Arfi cuma membantu aku. dia mengantarkan aku pulang, karena sudah malam Raddit meminta pak Arfi untuk menginap dirumah kita." Nayra mengarang cerita.
"Soal panggian sayang, aku pikir pak Arfi itu suamiku. karena dia memakai baju suamiku, Aku jadi salah orang." lanjut Nayra.
"Sayang, kamu dari mana? kenapa pergi engga bilang? Nayra menatap Raddit sambil tersenyum manis.
"Tadi aku cuma kewarung sebentar jadi aku engga bilang." Raddit merasa senang bisa menatap Nayra sedekat itu.
"Aku pikir tadi pak Arfi sudah pulang dan yang berdiri didepan pintu itu kamu, tapi ternyata aku salah." Nayra dan Raddit bicara seakan akan mereka hanya berdua dan tidak ada orang lain disana.
"Sayang, aku minta maaf ya. lain kali kemanpun aku pergi aku pasti bilang sama kamu." Raddit membelai belai rambut Nayra.
"Pak Arfi, istri anda sudah datang jadi lebih baik anda pulang sekarang." Nayra mengusir Arfi.
"Sayang, ayo kita masuk. aku udah lapar. " Raddit merengek manja.
Raddit dan Nayra berjalan masuk kedalam rumah, mereka terlihat seperti sepasang suami istri yang bahagia. sementara itu Renata dan Arfi hanya bisa diam melihat kemesraan Nayra dan Raddit.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 86 Episodes
Comments
Lastri diah
lanjut
2022-08-22
6