Ditemukan

"Eh gue keluar sebentar ya, kayaknya  di luar ada yang jual stawberry. Mau beli dulu, buat cuci mulut di sini,” ujar Ghina.

“Ya udah jangan lama-lama.”

Ghina mengambil beberapa lembar duit di dompetnya, lalu meninggalkan tasnya di meja makan.

Ghina meluncur ke luar restoran. Dan ternyata yang jual buah stawberry masih ada di luar resto. Dengan semangat langsung membelinya.

Mobil berwarna hitam terlihat berhenti pas di depan Ghina berdiri di luar resto. Ghina masih sibuk mengecek isi kantong plastiknya.

Belum melangkah, salah satu tangan Ghina sudah di tarik oleh salah satu pria bermasker yang keluar dari pintu tengah mobil tersebut. Dalam sekejap Ghina sudah tidak sadarkan diri akibat obat bius yang dibalurkan ke saputangan sebagai penutup mulut dia tadi.

“Ghina kok lama banget ya gak balik-balik,” cemas Rika, hampir 20 menit Ghina belum balik juga ke mejanya.

Rika menitip meja ke pelayan untuk menyusul Ghina di luar.

“Mbak tadi lihat cewek yang beli stawberry pergi ke mana gak?” tanya Rika pada penjual stawberry sambil memperlihatkan foto Ghina di ponselnya.

“Oh si Neng yang beli stawberry barusan, tadi saya lihat dia masuk ke mobil hitam. Mobilnya ke arah Jakarta neng.”

“Astaga, makasih ya Mbak.” Rika kembali ke meja makannya, mengambil barangnya dan membayar bill makan mereka.

“Duh jangan-jangan si Ghina udah ketahuan kaburnya, tapi gak mungkin aah!” gumam Rika deg deg degan.

“Gak mungkin juga gue kabarin orang tuanya, aduh kok gue jadi ribet sendiri iiih!” Rika sudah mulai pusing. Mau hubungin siapa?

Rika kembali ke vilanya dengan kegundahan setelah dapat info kalau Ghina masuk ke dalam mobil.

“Ya Allah, aku harus ngapaiin.” Rika mondar mandir udah kayak gosokan di dalam vilanya. Otak Rika mulai buntu.

.

.

3 Jam kemudian ...

Ghina mulai mengerjapkan matanya, dia merasa asing tempat dia berbaring setelah melihat ke sekeliling ruangan.

Edward terlihat duduk tenang di sofa sambil menatap Ghina yang sudah sadar dari pingsannya.

“Om Edward!” Ghina terkejut melihat Edward berada di ruangan yang sama. Ghina segera bangkit dari ranjangnya dan menuju pintu kamar.

“Iissshhh!” Ghina mencoba membuka pintu kamar ternyata di kunci.

“Sekuat apa pun pintu itu tidak akan terbuka,” ucap Edward.

“Buka pintunya OM!” pekik Ghina.

Edward melangkahkan kakinya menuju Ghina yang berada di depan pintu.

“Mau kabur ke mana lagi kamu?” bentak Edward.

“Bukan urusan Om!”

“Ini jadi urusan saya, sampai kita menikah!” sentak Edward dengan tatapan yang sangat menusuk relung hati Ghina.

“Tidak akan ada pernikahan antara saya dan om!” tegas Ghina menantang tatapan tajam Edward.

Edward memegang pinggang Ghina dengan ke dua tangannya lalu mengangkatnya menuju ranjang dan langsung menghempaskannya ke ranjang.

“Kamu jangan berani-berani menolak pernikahan kita. Atau saya akan memecat papa kamu! Dan akan membuat kalian sekeluarga tambah melarat!” ucap Edward yang sudah berada di atas tubuh Ghina.

Ghina tampak terpaku dengan ucapan Edward yang akan memecat papanya. Jika sampai papanya di pecat, bagaimana dengan keadaan mama dan adiknya kelak.

Buliran air bening tampak keluar dari ujung matanya. Edward masih betah di atas tubuh Ghina, tanpa di sadarinya tubuh bagian bawahnya menempel dengan bagian sensitif Ghina. Dan Edward menikmatinya hingga senjatanya terasa mengeras.

“Sepatutnya sebagai anak, kamu harus menolong orang tuamu,” ujar Edward sambil mengelus salah satu pipi Ghina, dan gadis itu langsung memalingkan wajahnya.

“Tidak ada jawaban, berarti kamu setuju. Mulai sekarang kamu tinggal di mansion saya sampai hari kita menikah!” Edward beringsut dari atas ranjang. Lalu merapikan bajunya yang terlihat kusut.

Sedangkan Ghina terdiam, terpaku dalam pembaringannya.

Sekarang gue harus apa?? Sia-sia saja gue kabur, ternyata dia menemukan gue juga.

“Dan jangan sekali sekali kamu coba kabur lagi!”

Lalu Edward meninggalkan Ghina di kamarnya seorang diri.

Bulir-bulir bening tadi sudah semakin deras berjatuhan di pipi, dalam keadaan meringkuk tangisan Ghina pecah juga.

Lama dia menangis sendiri akhirnya dia mencoba menghentikannya menekan semua perasaan yang ada dihatinya.

“Percuma gue nangis sendiri, tidak ada yang mendengarkan,” gerutunya sambil menyeka air mata dan membuang ingusnya dengan ujung kaosnya.

Netra Ghina mulai berkeliling melihat kamar yang dia tempati. Terlihat mewah tapi tidak mengunggah hatinya.

TOK ... TOK ... TOK

Ceklek!

“Permisi Non, di minta Tuan Besar ke ruang makan sekarang,” ujar pelayan yang masuk ke kamar Ghina.

“Mbak, maaf boleh pinjam ponselnya gak?”

“Boleh Non,” sang pelayan mengeluarkan ponsel dari kantong bajunya.

Menerima pinjaman ponsel, Ghina mencoba menghubungi sohibnya Rika. Berkali-kali di telepon belum di angkat juga, mungkin karena Rika tidak mengenal nomor tersebut. Ghina mulai putus asa, tapi di coba menelepon kembali.

”Halo Rika ini gue Ghina," sapanya. Akhirnya teleponnya di terima Rika.

“Ya Allah, ini beneran loe Ghina. Sekarang ada di mana? Gue bingung saat dikasih tahu si mbak stawberry, loe di bawa mobil hitam," balas Rika.

“Ya gue di culik sama Om Edward," sahut Ghina melas.

"Astaga! trus loe sekarang di mana?”

“Di mansionnya, eeh nanti gue kabarin lagi ya. Gak enak gue minjem ponsel si mbak di sini.”

“OK.” jawab Rika, lalu Ghina segera memutuskan sambungan teleponnya.

“Terima kasih ya Mbak, insya Allah nanti saya ganti pulsanya." Sambil mengulurkan ponsel si mbak.

“Ya Non, sebaiknya Non segera ke ruang makan. Takut Tuan Besar marah.”

“Tolong antar saya ke sana ya mbak.”

“Mari Non.”

Ghina mengikuti langkah si mbak pelayan menuju ruang makan.

Diruang makan sudah ada Edward dan Kiren yang menunggu kedatangan Ghina.

“Duduk!” titah Edward melihat kedatangan Ghina.

Makanan sudah tersaji di meja makan, Kiren dengan telaten mengambil makanan untuk Edward.

“Terima kasih honey,” ujar Edward yang menerima makanan dari Kiren.

Ghina terlihat belum memulai mengambil makanannya, hanya menatap kedua manusia yang berada di hadapannya.

“Kok belum makan juga Ghina, atau kamu tidak suka dengan makanannya?” Kiren bertanya dengan suara lembutnya.

Netra Edward kembali menatap tajam ke wajah Ghina seperti tadi di kamar, seperti tatapan serigala yang ingin memakan mangsanya.

“Makan! Jangan cari penyakit di sini!” titah Edward.

“Ciiiihhh," gumam Ghina, dia memulai mengambil sedikit nasi dan sedikit lauk. Perutnya sebenarnya lapar, tapi mulut terasa berat untuk mengunyah makanannya.

Dengan terburu-buru Ghina menghabiskan makanannya agar bisa lebih cepat meninggalkan ruang makan.

“Orang tua kamu, sudah saya kabarkan kalau kamu sudah ada di mansion saya. Dan anak buah saya sedang ada di rumahmu mengambil beberapa pakaianmu,” ucap Edward.

“Om seenaknya berbuat sesuka hati,” celetuk Ghina.

“Itu karena kamu yang selalu banyak ulah,” balas Edward.

“Ulah apa!! Jangan karena saya masih kecil, kalian orang dewasa berbuat sesuka hati!” nyolot Ghina.

Terpopuler

Comments

Anita Nita

Anita Nita

bodoh gina kenapa gak kasi dikasi tau saja opa rencanya edward dan karin biar perjodohannya di batalkana

2024-11-05

0

Rusmini Rusmini

Rusmini Rusmini

sebenarnya opa nya tau gak sih rencana nya Edward

2024-12-31

0

Anonim

Anonim

lah Ghina terpenjara di mansion Edward

2024-09-26

0

lihat semua
Episodes
1 Lamaran yang tak terduga
2 Makan Siang
3 Pembicaraan 2 sohib
4 Tamu di rumah dan di sekolah
5 Datang lagi ke sekolah
6 Mansion Thalib
7 Makan Malam
8 Buat apa datang?
9 Pindah ke Mall lain
10 Wanita berkebaya
11 Karena wajah cantik!
12 Memilih pergi ...
13 Pergi dari rumah
14 Masih kabur......
15 Ditemukan
16 Kelamaan berendem
17 Malu
18 Dicariin ...
19 Kabur lagi....
20 Kembali ke rumah
21 Memajukan tanggal pernikahan
22 Pemotretan
23 Ghina Shock
24 Foto Prawedding
25 Terpaksa atau dipaksa ?
26 Berkata jujur
27 Wanita Penari
28 Menuju Hari H
29 Pernikahan
30 Tergoda
31 Sarapan Pagi
32 Welcome to the jungle
33 Perkara telepon
34 Kabar gembira
35 Me Time
36 Suasana pengantin baru
37 Malam Pertama
38 Mulai pertengkaran
39 Pertengkaran Hebat
40 Uang nafkah
41 Terluka
42 Rumah sakit
43 Siuman
44 Menantang Om Edward
45 Takkan berhenti menantang ...
46 Opa dan Oma tahu!
47 Om Edward VS Dokter Irvan
48 Hati yang memanas
49 Kepergok
50 Rahasia Kiren
51 Bunga Tulip
52 Kesempatan ...
53 Pernyataan Suka
54 Pelayan
55 Beli Handphone
56 Awal keributan
57 Melawannya
58 Bercerita tentang rasa
59 Akan menjemput Ghina
60 Mencari yang belum pergi
61 Menemukan Ghina
62 Kedatangan Opa Thalib dan Oma Ratna
63 Mimpi Buruk
64 Dia benar-benar pergi
65 Hati yang hancur
66 Hanya tinggal kenangan
67 Sarapan Pagi
68 Datang ke rumah sakit
69 Jangan coba lawan Ghina
70 Mengejarnya
71 Telepon
72 Persiapan
73 It's hard to say goodbye
74 Gadis Kecil
75 Welcome Yogyakarta
76 Berkunjung ke kampus
77 Rahasia mulai terkuak
78 Menahan emosi
79 Secangkir kopi
80 Hatimu Hatiku
81 Datang ke mansion utama....
82 Histeris
83 Nasehat Ferdi
84 Mencari bukti
85 Rumah Ghina
86 Rumah Ghina
87 Memohon
88 Surat!!!
89 Mulai usaha
90 Edward VS Kiren
91 Talak
92 Terluka
93 Henti Jantung
94 Kritis
95 Mengabari
96 Bukalah matamu
97 Aku mendengarmu
98 Bangunnya Singa Betina
99 Detak jantung berhenti
100 Berpisah
101 Hidup harus tetap berjalan
102 Calon bidadari surga
103 Makan malam bersama
104 Benci
105 Pembicaraan antara Ibu dan Anak
106 Toko Kue Gina's
107 Tak ingin bercerai
108 Pacar Mbak Ghina
109 Bertemu kembali
110 Masalah Laporan
111 Bertemu untuk bertengkar
112 Rapat Manajer
113 Ghina istri Edward
114 Perhatian Edward
115 Ungkapan hati
116 Di gerebek
117 Menolak permintaan Opa
118 Antar Ghina pulang
119 Merawat Ghina - 1
120 Merawat Ghina - 2
121 Merawat Ghina - 3
122 Aku takut
123 Kabar Pak Bowo dan Bu Sari
124 Kisah Buket Bunga Tulip
125 Pagi yang manis...
126 Kabar mengejutkan
127 Kejutan dari Opa Thalib
128 Test DNA
129 Sayang/Baby/Honey
130 Masalah tidur
131 Kedatangan Rafael
132 Akibat ciuman
133 Minta maaf
134 Membuka lembaran baru
135 Minta restu Papa Zakaria
136 Merestui
137 Akad Nikah
138 Bicara dari hati ke hati
139 Kenalan sama si Jon
140 Ada yang datang
141 Akibat kedatangan Rafael
142 Saling memaafkan
143 Cemburu
144 OM OM
145 Bahagia itu sederhana
146 Hubby
147 Mencintai suamiku
148 Berkunjung ke toko kue Gina's
149 Ketika sensasi itu datang
150 Malam pertama
151 Masih malam pertama
152 Mandi
153 Bantuin Istri
154 Mencari pengganti
155 Pacaran
156 Nonton di bioskop
157 Double Date
158 Menagih janji
159 Bikin anak
160 Dapat kabar
161 Berpisah dengan sahabat
162 Selamat Tinggal Kota Yogyakarta
163 Selamat datang di Jakarta
164 Pindah mansion
165 Promo Novel Kekasih Taruhan Tuan Bangsawan
166 Aroma bawang goreng
167 Kado untuk Oma Ratna dan Opa Thalib
168 Perkara rujak
169 Cilok
170 Feeling Istri
171 Kejutan indah
172 Menuju lahiran
173 Welcome Baby Twin
174 Intermezzo
175 Intermezzo : Dijual Ayahku Dibeli Bosku
176 NOVEL FORGETTING YOU
177 Info novel terbaru : Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh
178 Info Novel Terbaru : Salahkah Aku Mencintaimu?
179 Info Novel : Sahabatku, Penggoda Suamiku
180 Info novel terbaru Mommy Ghina
181 Info kisah anaknya Edward dan Ghina
182 Info Karya Terbaru
183 PROMOSI KARYA TERBARU MOMMY GHINA
184 Info Karya Terbaru Mommy Ghina
Episodes

Updated 184 Episodes

1
Lamaran yang tak terduga
2
Makan Siang
3
Pembicaraan 2 sohib
4
Tamu di rumah dan di sekolah
5
Datang lagi ke sekolah
6
Mansion Thalib
7
Makan Malam
8
Buat apa datang?
9
Pindah ke Mall lain
10
Wanita berkebaya
11
Karena wajah cantik!
12
Memilih pergi ...
13
Pergi dari rumah
14
Masih kabur......
15
Ditemukan
16
Kelamaan berendem
17
Malu
18
Dicariin ...
19
Kabur lagi....
20
Kembali ke rumah
21
Memajukan tanggal pernikahan
22
Pemotretan
23
Ghina Shock
24
Foto Prawedding
25
Terpaksa atau dipaksa ?
26
Berkata jujur
27
Wanita Penari
28
Menuju Hari H
29
Pernikahan
30
Tergoda
31
Sarapan Pagi
32
Welcome to the jungle
33
Perkara telepon
34
Kabar gembira
35
Me Time
36
Suasana pengantin baru
37
Malam Pertama
38
Mulai pertengkaran
39
Pertengkaran Hebat
40
Uang nafkah
41
Terluka
42
Rumah sakit
43
Siuman
44
Menantang Om Edward
45
Takkan berhenti menantang ...
46
Opa dan Oma tahu!
47
Om Edward VS Dokter Irvan
48
Hati yang memanas
49
Kepergok
50
Rahasia Kiren
51
Bunga Tulip
52
Kesempatan ...
53
Pernyataan Suka
54
Pelayan
55
Beli Handphone
56
Awal keributan
57
Melawannya
58
Bercerita tentang rasa
59
Akan menjemput Ghina
60
Mencari yang belum pergi
61
Menemukan Ghina
62
Kedatangan Opa Thalib dan Oma Ratna
63
Mimpi Buruk
64
Dia benar-benar pergi
65
Hati yang hancur
66
Hanya tinggal kenangan
67
Sarapan Pagi
68
Datang ke rumah sakit
69
Jangan coba lawan Ghina
70
Mengejarnya
71
Telepon
72
Persiapan
73
It's hard to say goodbye
74
Gadis Kecil
75
Welcome Yogyakarta
76
Berkunjung ke kampus
77
Rahasia mulai terkuak
78
Menahan emosi
79
Secangkir kopi
80
Hatimu Hatiku
81
Datang ke mansion utama....
82
Histeris
83
Nasehat Ferdi
84
Mencari bukti
85
Rumah Ghina
86
Rumah Ghina
87
Memohon
88
Surat!!!
89
Mulai usaha
90
Edward VS Kiren
91
Talak
92
Terluka
93
Henti Jantung
94
Kritis
95
Mengabari
96
Bukalah matamu
97
Aku mendengarmu
98
Bangunnya Singa Betina
99
Detak jantung berhenti
100
Berpisah
101
Hidup harus tetap berjalan
102
Calon bidadari surga
103
Makan malam bersama
104
Benci
105
Pembicaraan antara Ibu dan Anak
106
Toko Kue Gina's
107
Tak ingin bercerai
108
Pacar Mbak Ghina
109
Bertemu kembali
110
Masalah Laporan
111
Bertemu untuk bertengkar
112
Rapat Manajer
113
Ghina istri Edward
114
Perhatian Edward
115
Ungkapan hati
116
Di gerebek
117
Menolak permintaan Opa
118
Antar Ghina pulang
119
Merawat Ghina - 1
120
Merawat Ghina - 2
121
Merawat Ghina - 3
122
Aku takut
123
Kabar Pak Bowo dan Bu Sari
124
Kisah Buket Bunga Tulip
125
Pagi yang manis...
126
Kabar mengejutkan
127
Kejutan dari Opa Thalib
128
Test DNA
129
Sayang/Baby/Honey
130
Masalah tidur
131
Kedatangan Rafael
132
Akibat ciuman
133
Minta maaf
134
Membuka lembaran baru
135
Minta restu Papa Zakaria
136
Merestui
137
Akad Nikah
138
Bicara dari hati ke hati
139
Kenalan sama si Jon
140
Ada yang datang
141
Akibat kedatangan Rafael
142
Saling memaafkan
143
Cemburu
144
OM OM
145
Bahagia itu sederhana
146
Hubby
147
Mencintai suamiku
148
Berkunjung ke toko kue Gina's
149
Ketika sensasi itu datang
150
Malam pertama
151
Masih malam pertama
152
Mandi
153
Bantuin Istri
154
Mencari pengganti
155
Pacaran
156
Nonton di bioskop
157
Double Date
158
Menagih janji
159
Bikin anak
160
Dapat kabar
161
Berpisah dengan sahabat
162
Selamat Tinggal Kota Yogyakarta
163
Selamat datang di Jakarta
164
Pindah mansion
165
Promo Novel Kekasih Taruhan Tuan Bangsawan
166
Aroma bawang goreng
167
Kado untuk Oma Ratna dan Opa Thalib
168
Perkara rujak
169
Cilok
170
Feeling Istri
171
Kejutan indah
172
Menuju lahiran
173
Welcome Baby Twin
174
Intermezzo
175
Intermezzo : Dijual Ayahku Dibeli Bosku
176
NOVEL FORGETTING YOU
177
Info novel terbaru : Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh
178
Info Novel Terbaru : Salahkah Aku Mencintaimu?
179
Info Novel : Sahabatku, Penggoda Suamiku
180
Info novel terbaru Mommy Ghina
181
Info kisah anaknya Edward dan Ghina
182
Info Karya Terbaru
183
PROMOSI KARYA TERBARU MOMMY GHINA
184
Info Karya Terbaru Mommy Ghina

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!