Masih kabur......

Mama Sarah terduduk lemas di tepi ranjang setelah membaca wa dari anaknya. Sedangkan Papa Zakaria berusaha menelepon Ghina, tapi nomornya sudah tidak aktif lagi.

“Ini semua gara-gara Papa!” tuding Mama Sarah dengan mata yang sudah memerah.

“Mama sudah bilang, jangan jodohkan Ghina dengan Edward!” pekik Mama Sarah.

Raut wajah Papa Zakaria terlihat menyesal, anak pertamanya benar-benar kabur dari rumah.

“Hiks.....hiks.......hiks.....ini semua salah papa.” Mama Sarah mulai menangis sejadi-jadinya di tempat tidur.

“Maafkan Papa.....mam,” Papa Zakaria memeluk istrinya ikut terisak.

Keegoisan orang tua, akhirnya membawa petaka buat keluarga sendiri. Demi sebuah balas budi dengan orang lain.

Setelah kedua orang tua Ghina menangis karena penyesalan teramat berat, hingga benar-benar anak gadisnya pergi dari rumah. Mereka memutuskan mencari keberadaan Ghina kembali.

.

.

Hamparan pemandangan hijau dengan hawa yang sangat sejuk menjadi sesuatu yang indah bagi Ghina, sambil menyeruput teh hangat dan beberapa pisang goreng yang baru matang, menjadi temannya di pagi hari.

Yang biasanya ada sapa dari mama cantiknya dan adiknya yang sedikit pendiam di pagi hari, sekarang berbeda. Dia berada di tempat berbeda dengan orang yang berbeda.

“Hei......pagi-pagi sudah bengong aja. Awas kesambet setan,” ujar Rika ikut duduk di depan balkon lantai 2 vilanya.

“Bukan bengong tapi lagi nikmatin suasana, jarang-jarang lihat pemandangan indah kayak begini.”

“Kiraiin loe bengong sambil mikirin om loe yang ganteng.”

“Hahaha......boro boro gue mikirin,” balas Ghina sambil mengunyah pisang goreng.

“Ghin....kita berenang yuk...,” ajak Rika.

“Gila pagi-pagi berenang, dingin tahu. Agak siangan aja....”

“Enak lagi......dingin-dingin.....apalagi kalau berenangnya sama om ganteng,” ledek Rika.

“Dasar otak loe udah ngeres tuh.”

“Ha......ha......ha.....!” mereka tertawa bersama.

Maafi Ghina ya mam, pah......kalau Ghina memilih untuk pergi dari rumah.

Di balik tawanya, ada hati yang sedih. Entah apa betul keputusan yang dia ambil.

.

.

Dua hari sudah  Mama Sarah dan Papa Zakaria pontang panting mencari ke beradaan Ghina, sudah datang ke sekolahnya serta menghubungi teman-teman sekolahnya termasuk Rika.

“Assalamualaikum Bang Zaka, Kak Sarah,” sapa Edward yang baru tiba di rumah Ghina yang berpas-pasan dengan kedua orang tua Ghina yang baru tiba di rumahnya.

“Walaikumsalam Edward, kita masuk dulu,” pinta Papa Zakaria.

Mama Sarah sudah duluan masuk ke rumah, tanpa menunggu suaminya dan Edward.

Papa Zakaria dan Edward sama-sama duduk di kursi ruang tamu. Tak lama kemudian Bik Inem membawakan minum beserta cemilan.

“Abang udah sehatan?” tanya Edward.

“Belum terlalu sehat.”

Mama Sarah kembali ke ruang tamu menemani suaminya.

“Ghina ada dirumah Bang?”

Papa Zakaria dan Mama Sarah saling bersitatap.

“Edward.........Ghina tidak ada dirumah.”

“Lagi pergi keluar? Pergi ke mana lagi?”

Hobi amat tuh bocah keluyuran di luar, setiap ke rumahnya pasti tidak ada.

“Kita tidak tahu perginya ke mana.”

“Maksud Bang Zaka apa, kok bisa gak tahu anak sendiri pergi kemana.”

“Baca ini!” Mama Sarah menyodorkan ponselnya, agar Edward membaca pesan terakhir dari Ghina.

Edward mengeraskan rahangnya, salah satu tangan terkepal membaca pesan Ghina.” Kenapa Abang tidak kasih tahu ke saya saat 2 hari yang lalu!”

“Abang pikir Ghina akan pulang hari itu juga, tapi nyatanya sampai hari ini belum pulang.”

Edward mengeluarkan ponselnya dari kantong jasnya. “Cari wanita ini sampai ke temu!” perintah Edward dengan orang yang di hubunginya.

“Abang jangan sampai papa tahu kalau Ghina kabur dari rumah. Saya akan cari dia sampai ketemu. Dan tidak ada namanya pembatalan nikah,” ujar tegas Edward.

“Tapi.....Ghina sudah memutuskan perjodohan ini, saya akan menuruti permintaanya,” ujar Papa Zakaria.

“Kita bicarakan nanti saja Bang, tunggu sampai Ghina ketemu.”

“Saya pamit dulu Bang.” Edward bergegas pergi dari rumah Ghina.

Papa Zakaria dan Mama Sarah terpaku dengan kepergian Edward begitu saja.

Benar-benar kamu.....Ghina berani kabur dari saya. Akan saya cari kamu berada!

Edward sudah mengirim foto Ghina ke anak buahnya, dan sudah tersebar di beberapa wilayah.

Anak buah Edward segera mencari Ghina dengan bekal foto yang mereka terima.

“Cari gadis itu sampai dapat, sebar anak buah kamu ke semua wilayah Jakarta, Bogor kalau perlu daerah puncak.....kamu cek di semua penginapan!” perintah Edward melalui sambungan teleponnya.

“Kamu berani kabur dari saya. Kita tunggu sampai saat bertemu lag,!” gumam Edward dengan senyuman smirknya memandang fotonya bersama Ghina di ponselnya.

.

.

“Ghin.......kita makan di luar yuk.....ke tempat resto yang lagi ngehits di sekitar sini,” ajak Rika.

“Aman gak kira-kira kalau gue keluar vila nih. Secara loe kan kemarin di hubungin sama bokap gue.”

“Semoga aman, lagian gue juga bilang ke bokap loe, gak tahu loe ada di mana. Walau gue kasihan juga sih ama bokap loe.”

“Ya habis mau bagaimana lagi Rik, kalau tidak ada wacana gue dijodohin. Gue juga gak bakal kabur dari rumah.”

“Ya sudah mending kita siap-siap, lebih baik di bawa happy aja.”

“Okelah kalau begitu.” Ghina balik ke kamarnya untuk berganti pakaian. Setelahnya mereka berdua meluncur ke resto yang sedang ngehits di antar sopir keluarga Rika.

.

“Wooow keren banget tempatnya, pantesan ngehits banget,” ujar kekaguman Ghina.

“Betulkan gue bilang, gak salah pilih tempat.” Balas Rika.

Ghina dan Rika memilih untuk duduk di luar restoran, yang banyak di pilih pengunjung resto tersebut. Pemandangannya langsung ke arah hamparan kebun teh.

Ghina menghembuskan napasnya dalam-dalam, menghirup oksigen yang sangat sejuk.

“Indah sekali.....” puji Ghina.

Tidak jauh dari keberadaan Ghina, beberapa pasang mata terlihat serius menatap Ghina dari bawah kaki sampai rambut.

“Ini bukan gadis yang di cari bos?” tanya salah satu pria ke temannya.

“Fotoin dulu lalu kirim ke Bos,” balas temannya. Segera foto gadis tersebut dan langsung mengirim ke Bosnya.

Menunggu beberapa lama....

✅Bos Besar

Iya gadis itu, kalian culik bawa langsung ke mansion!

✅Anak Buah

Siap Bos....segera laksanakan.

“Oke.....kamu siapkan mobil di luar, bilang sama yang lain buat siap-siap. Dan kamu jaga jangan sampai lolos.”

Pria yang satunya menganggukkan kepalanya.

Ghina dan Rika terlihat menikmati makan siangnya dengan nuansa yang berbeda, mungkin karena di dukung suasananya.....makan siangnya begitu lahap.

“Sumpah.....Rik makanannya enak banget......jadi pengen nambah gue.”

“Ya sudah nambah aja, jarang-jarang kita ke sini.”

“Tapi sayang kalau nambah Rik.”

“Loh kok malah sayang.”

“Sayang bikin dompet gue tipis...,” ujar terkekeh Ghina.

“Dasar di kiraiin sayang ama Om loe!”

“Dasar gelo loe Rik.....dikit-dikit Om.”

“Eh gue keluar sebentar ya, kayaknya  di luar ada yang jual stawberry. Mau beli dulu, buat cuci mulut di sini,” ujar Ghina.

“Ya udah jangan lama-lama!”

.

.

bersambung

Buat Kaka Readers jangan lupa tinggalin jejaknya ya, Like, Vote, Rate dan Komennya, biar tambah semangat. Terima Kasih 😘

Terpopuler

Comments

Rusmini Rusmini

Rusmini Rusmini

waduhh mlh keluar ya ketempong dong .🥴🥴

2024-12-31

0

Amrih Ledjaringtyas

Amrih Ledjaringtyas

payahhh

2025-01-31

0

Mardalena Bundatwoel

Mardalena Bundatwoel

ketangkap dehhhhhhh 🙃

2024-12-18

0

lihat semua
Episodes
1 Lamaran yang tak terduga
2 Makan Siang
3 Pembicaraan 2 sohib
4 Tamu di rumah dan di sekolah
5 Datang lagi ke sekolah
6 Mansion Thalib
7 Makan Malam
8 Buat apa datang?
9 Pindah ke Mall lain
10 Wanita berkebaya
11 Karena wajah cantik!
12 Memilih pergi ...
13 Pergi dari rumah
14 Masih kabur......
15 Ditemukan
16 Kelamaan berendem
17 Malu
18 Dicariin ...
19 Kabur lagi....
20 Kembali ke rumah
21 Memajukan tanggal pernikahan
22 Pemotretan
23 Ghina Shock
24 Foto Prawedding
25 Terpaksa atau dipaksa ?
26 Berkata jujur
27 Wanita Penari
28 Menuju Hari H
29 Pernikahan
30 Tergoda
31 Sarapan Pagi
32 Welcome to the jungle
33 Perkara telepon
34 Kabar gembira
35 Me Time
36 Suasana pengantin baru
37 Malam Pertama
38 Mulai pertengkaran
39 Pertengkaran Hebat
40 Uang nafkah
41 Terluka
42 Rumah sakit
43 Siuman
44 Menantang Om Edward
45 Takkan berhenti menantang ...
46 Opa dan Oma tahu!
47 Om Edward VS Dokter Irvan
48 Hati yang memanas
49 Kepergok
50 Rahasia Kiren
51 Bunga Tulip
52 Kesempatan ...
53 Pernyataan Suka
54 Pelayan
55 Beli Handphone
56 Awal keributan
57 Melawannya
58 Bercerita tentang rasa
59 Akan menjemput Ghina
60 Mencari yang belum pergi
61 Menemukan Ghina
62 Kedatangan Opa Thalib dan Oma Ratna
63 Mimpi Buruk
64 Dia benar-benar pergi
65 Hati yang hancur
66 Hanya tinggal kenangan
67 Sarapan Pagi
68 Datang ke rumah sakit
69 Jangan coba lawan Ghina
70 Mengejarnya
71 Telepon
72 Persiapan
73 It's hard to say goodbye
74 Gadis Kecil
75 Welcome Yogyakarta
76 Berkunjung ke kampus
77 Rahasia mulai terkuak
78 Menahan emosi
79 Secangkir kopi
80 Hatimu Hatiku
81 Datang ke mansion utama....
82 Histeris
83 Nasehat Ferdi
84 Mencari bukti
85 Rumah Ghina
86 Rumah Ghina
87 Memohon
88 Surat!!!
89 Mulai usaha
90 Edward VS Kiren
91 Talak
92 Terluka
93 Henti Jantung
94 Kritis
95 Mengabari
96 Bukalah matamu
97 Aku mendengarmu
98 Bangunnya Singa Betina
99 Detak jantung berhenti
100 Berpisah
101 Hidup harus tetap berjalan
102 Calon bidadari surga
103 Makan malam bersama
104 Benci
105 Pembicaraan antara Ibu dan Anak
106 Toko Kue Gina's
107 Tak ingin bercerai
108 Pacar Mbak Ghina
109 Bertemu kembali
110 Masalah Laporan
111 Bertemu untuk bertengkar
112 Rapat Manajer
113 Ghina istri Edward
114 Perhatian Edward
115 Ungkapan hati
116 Di gerebek
117 Menolak permintaan Opa
118 Antar Ghina pulang
119 Merawat Ghina - 1
120 Merawat Ghina - 2
121 Merawat Ghina - 3
122 Aku takut
123 Kabar Pak Bowo dan Bu Sari
124 Kisah Buket Bunga Tulip
125 Pagi yang manis...
126 Kabar mengejutkan
127 Kejutan dari Opa Thalib
128 Test DNA
129 Sayang/Baby/Honey
130 Masalah tidur
131 Kedatangan Rafael
132 Akibat ciuman
133 Minta maaf
134 Membuka lembaran baru
135 Minta restu Papa Zakaria
136 Merestui
137 Akad Nikah
138 Bicara dari hati ke hati
139 Kenalan sama si Jon
140 Ada yang datang
141 Akibat kedatangan Rafael
142 Saling memaafkan
143 Cemburu
144 OM OM
145 Bahagia itu sederhana
146 Hubby
147 Mencintai suamiku
148 Berkunjung ke toko kue Gina's
149 Ketika sensasi itu datang
150 Malam pertama
151 Masih malam pertama
152 Mandi
153 Bantuin Istri
154 Mencari pengganti
155 Pacaran
156 Nonton di bioskop
157 Double Date
158 Menagih janji
159 Bikin anak
160 Dapat kabar
161 Berpisah dengan sahabat
162 Selamat Tinggal Kota Yogyakarta
163 Selamat datang di Jakarta
164 Pindah mansion
165 Promo Novel Kekasih Taruhan Tuan Bangsawan
166 Aroma bawang goreng
167 Kado untuk Oma Ratna dan Opa Thalib
168 Perkara rujak
169 Cilok
170 Feeling Istri
171 Kejutan indah
172 Menuju lahiran
173 Welcome Baby Twin
174 Intermezzo
175 Intermezzo : Dijual Ayahku Dibeli Bosku
176 NOVEL FORGETTING YOU
177 Info novel terbaru : Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh
178 Info Novel Terbaru : Salahkah Aku Mencintaimu?
179 Info Novel : Sahabatku, Penggoda Suamiku
180 Info novel terbaru Mommy Ghina
181 Info kisah anaknya Edward dan Ghina
182 Info Karya Terbaru
183 PROMOSI KARYA TERBARU MOMMY GHINA
184 Info Karya Terbaru Mommy Ghina
Episodes

Updated 184 Episodes

1
Lamaran yang tak terduga
2
Makan Siang
3
Pembicaraan 2 sohib
4
Tamu di rumah dan di sekolah
5
Datang lagi ke sekolah
6
Mansion Thalib
7
Makan Malam
8
Buat apa datang?
9
Pindah ke Mall lain
10
Wanita berkebaya
11
Karena wajah cantik!
12
Memilih pergi ...
13
Pergi dari rumah
14
Masih kabur......
15
Ditemukan
16
Kelamaan berendem
17
Malu
18
Dicariin ...
19
Kabur lagi....
20
Kembali ke rumah
21
Memajukan tanggal pernikahan
22
Pemotretan
23
Ghina Shock
24
Foto Prawedding
25
Terpaksa atau dipaksa ?
26
Berkata jujur
27
Wanita Penari
28
Menuju Hari H
29
Pernikahan
30
Tergoda
31
Sarapan Pagi
32
Welcome to the jungle
33
Perkara telepon
34
Kabar gembira
35
Me Time
36
Suasana pengantin baru
37
Malam Pertama
38
Mulai pertengkaran
39
Pertengkaran Hebat
40
Uang nafkah
41
Terluka
42
Rumah sakit
43
Siuman
44
Menantang Om Edward
45
Takkan berhenti menantang ...
46
Opa dan Oma tahu!
47
Om Edward VS Dokter Irvan
48
Hati yang memanas
49
Kepergok
50
Rahasia Kiren
51
Bunga Tulip
52
Kesempatan ...
53
Pernyataan Suka
54
Pelayan
55
Beli Handphone
56
Awal keributan
57
Melawannya
58
Bercerita tentang rasa
59
Akan menjemput Ghina
60
Mencari yang belum pergi
61
Menemukan Ghina
62
Kedatangan Opa Thalib dan Oma Ratna
63
Mimpi Buruk
64
Dia benar-benar pergi
65
Hati yang hancur
66
Hanya tinggal kenangan
67
Sarapan Pagi
68
Datang ke rumah sakit
69
Jangan coba lawan Ghina
70
Mengejarnya
71
Telepon
72
Persiapan
73
It's hard to say goodbye
74
Gadis Kecil
75
Welcome Yogyakarta
76
Berkunjung ke kampus
77
Rahasia mulai terkuak
78
Menahan emosi
79
Secangkir kopi
80
Hatimu Hatiku
81
Datang ke mansion utama....
82
Histeris
83
Nasehat Ferdi
84
Mencari bukti
85
Rumah Ghina
86
Rumah Ghina
87
Memohon
88
Surat!!!
89
Mulai usaha
90
Edward VS Kiren
91
Talak
92
Terluka
93
Henti Jantung
94
Kritis
95
Mengabari
96
Bukalah matamu
97
Aku mendengarmu
98
Bangunnya Singa Betina
99
Detak jantung berhenti
100
Berpisah
101
Hidup harus tetap berjalan
102
Calon bidadari surga
103
Makan malam bersama
104
Benci
105
Pembicaraan antara Ibu dan Anak
106
Toko Kue Gina's
107
Tak ingin bercerai
108
Pacar Mbak Ghina
109
Bertemu kembali
110
Masalah Laporan
111
Bertemu untuk bertengkar
112
Rapat Manajer
113
Ghina istri Edward
114
Perhatian Edward
115
Ungkapan hati
116
Di gerebek
117
Menolak permintaan Opa
118
Antar Ghina pulang
119
Merawat Ghina - 1
120
Merawat Ghina - 2
121
Merawat Ghina - 3
122
Aku takut
123
Kabar Pak Bowo dan Bu Sari
124
Kisah Buket Bunga Tulip
125
Pagi yang manis...
126
Kabar mengejutkan
127
Kejutan dari Opa Thalib
128
Test DNA
129
Sayang/Baby/Honey
130
Masalah tidur
131
Kedatangan Rafael
132
Akibat ciuman
133
Minta maaf
134
Membuka lembaran baru
135
Minta restu Papa Zakaria
136
Merestui
137
Akad Nikah
138
Bicara dari hati ke hati
139
Kenalan sama si Jon
140
Ada yang datang
141
Akibat kedatangan Rafael
142
Saling memaafkan
143
Cemburu
144
OM OM
145
Bahagia itu sederhana
146
Hubby
147
Mencintai suamiku
148
Berkunjung ke toko kue Gina's
149
Ketika sensasi itu datang
150
Malam pertama
151
Masih malam pertama
152
Mandi
153
Bantuin Istri
154
Mencari pengganti
155
Pacaran
156
Nonton di bioskop
157
Double Date
158
Menagih janji
159
Bikin anak
160
Dapat kabar
161
Berpisah dengan sahabat
162
Selamat Tinggal Kota Yogyakarta
163
Selamat datang di Jakarta
164
Pindah mansion
165
Promo Novel Kekasih Taruhan Tuan Bangsawan
166
Aroma bawang goreng
167
Kado untuk Oma Ratna dan Opa Thalib
168
Perkara rujak
169
Cilok
170
Feeling Istri
171
Kejutan indah
172
Menuju lahiran
173
Welcome Baby Twin
174
Intermezzo
175
Intermezzo : Dijual Ayahku Dibeli Bosku
176
NOVEL FORGETTING YOU
177
Info novel terbaru : Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh
178
Info Novel Terbaru : Salahkah Aku Mencintaimu?
179
Info Novel : Sahabatku, Penggoda Suamiku
180
Info novel terbaru Mommy Ghina
181
Info kisah anaknya Edward dan Ghina
182
Info Karya Terbaru
183
PROMOSI KARYA TERBARU MOMMY GHINA
184
Info Karya Terbaru Mommy Ghina

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!