Kembali ke rumah

"RIA........RIA.......!” teriak Edward dari ruang tengah.

DEG

Tia mencolek tangan Ria, sambil meliriknya.

“Di bawa tenang aja!” ucap Tia.

Ria segera menemui Edward di ruang tengah.

“Tuan panggil saya?” tanya Ria sambil menundukkan kepalanya.

“Panggil Ghina suruh dia ke sini!” titah Edward.

“Baik Tuan!” Ria bergegas ke ruang tamu, jantungnya seperti mau loncat. Menunggu kemarahan Edward saat tahu Ghina sudah tidak ada di mansion.

5 menit berlalu, Ria menghampiri Tuannya. “Tuan, maaf Non Ghina tidak  ada di kamarnya!”

“Kok bisa, kamu sudah cari dia? Memangnya kamu tidak jaga Ghina!” tatapan tajam Edward muncul.

“Maaf tuan, saya dari jam 5 sudah pergi ke pasar. Dan ini saya juga baru balik dari pasar,” Ria berusaha berkata tenang.

“Suruh semua pengawal mencari Ghina sekarang juga!” titah Edward.

“Baik Tuan, saya permisi!”

Ria langsung berlari kecil mencari keberadaan salah satu penjaga untuk mencari Ghina. Setelahnya dia kembali ke dapur.

“Gimana......?” tanya Tia penuh rasa ingin tahu.

“Siap-siap bencana datang!” bisik Ria.

Belum ada 5 menit titah dari Edward, semua penjaga menyelusuri semua area mansion termasuk paviliun.

Ria dan Tia khusuk menyiangi sayur bersama pelayan lainnya.

Wajah Edward kembali terlihat garang setelah dapat laporan tidak ada Ghina di mansionnya, sedangkan hasil cctv tidak ada tanda-tanda Ghina keluar dari mansion Edward.

“Kalian itu saya gaji untuk berjaga, bukan buat tidur!” bentak Edward kepada semua penjaga rumahnya.

“Jaga bocah kecil aja kalian masih bisa lolos....huh!”

PRANK.....

PRANK.....

Semua benda pecah belah yang berada di dekat Edward, jadi tempat pelampiasan kemarahan Edward.

Ferdi asisten pribadinya pun tidak bisa menenangkannya, apalagi calon istrinya Kiren. Dia hanya berdiam diri di kamarnya takut kena amukkan Edward.

“Siap-siap kita kerja bakti!” ucap kepala pelayan melihat pecahan kaca, vas, piring, pajangan sudah tidak berbentuk lagi di lantai.

Puas melampiaskan kemarahannya Edward ke ruang kerjanya, di ikuti Ferdi.

“Segera hubungi team untuk mencari Ghina sekarang juga, sampai dapat!” titah Edward.

“Baik Tuan.” Ferdi langsung mengirim pesan ke team.

Edward menyandarkan dirinya di kursi kebesarannya, tidak habis pikir Ghina selalu lolos dari cengkeramannya.

Dia hanya ingin Ghina diam sampai hari mereka menikah, setelahnya dia akan melepaskan Ghina. Lagi pula dia tidak tertarik dengan Ghina.......si bocah kecil.

🌹🌹

Di rumah Ghina.......

Mama Sarah menangis histeris melihat kedatangan putrinya, di peluk eratnya Ghina.

“Ghin, maafkan mama nak.....hiks....hiks.”

Ada rasa rindu setelah beberapa hari meninggalkan rumah, gara-gara perjodohannya.

“Ghina juga minta maaf mam.” Mama Sarah menuntun anaknya untuk duduk di ruang tengah.

Bik Inem membawakan minum untuk mama Sarah dan Ghina, agar sedikit tenang. Setelah 10 menit mereka menangis bersama.

“Edward tahu kamu ke sini?”

“Tidak, Ghina kabur dari mansionnya mam. Tolong jangan kasih tahu!”

“Ya......”

“Bu Sarah, Ghina.....sebaiknya sarapan dulu. Pasti Ghina belum makan!” ucap Bik Inem.

“Iya Bik, Ghina belum makan sama sekali!” Ghina segera ke meja makan, dan mengambil sepiring nasi goreng.

Ghina dan mama Sarah menyantap sarapan pagi dengan keadaan tenang, walau kadang hidung Ghina meler akibat menangisnya tadi.

“Mam, jangan kasih tahu papa dulu kalau Ghina ada di rumah.”

“Kenapa memangnya nak?”

“Om Edward pasti akan mencari papa, untuk memastikan keberadaan Ghina.”

“Baiklah, mama tidak akan kabarin papa.”

Selepas menghabjskan sarapan pagi, Ghina masuk ke kamar tidur yang sudah beberapa hari tidak di tempatinya.

Kamar dengan ukuran 3x4m, walau tidak seluas kamar yang di mansion Edward. Dan ranjangnya tidak seempuk ranjang di mansion Edward, tapi buat Ghina inilah tempat yang membuat dia tertidur pulas.

Mama Sarah ikut menemani Ghina di dalam kamarnya “kamar kamu setiap hari mama bersihkan, saat kamu memutuskan kabur dari rumah. Mama selalu tidur di kamar kamu nak!” mata mama Sarah kembali berkaca-kaca.

“Terima kasih mam, maaf Ghina saat itu memutuskan pergi dari rumah mam,” Ghina menundukkan kepalanya, dari hati yang paling dalam, dia menyesalkan keputusannya.

“Mama dan papa tempo hari sudah memutuskan, kami akan memutuskan rencana pernikahan kamu nak.”

“Tapi setelah 2 hari yang lalu, dapat kabar dari Edward kalau kamu sudah di temukan. Mama dan papa tidak bisa berbuat apa-apa, di tambah Edward bilang seminggu lagi kalian akan menikah dan dia minta kamu tetap tinggal di sana.”

Ghina mere*mas-re*mas tangannya, mengingat kembali ancaman Edward jika dia membatalkan rencana pernikahan, maka papanya akan kehilangan pekerjaannya.

Melihat diamnya Ghina, mama Sarah terlihat khawatir. Takut anaknya kembali melarikan diri dari rumah.

“Mam......beri Ghina waktu tenang untuk berpikir,” ucap lirih Ghina.

“Baiklah, kamu istirahat dulu. Kalau ada yang ingin dibicarakan, ada mama.”

“Iya mam.”

Mama Sarah meninggalkan Ghina seorang diri di kamarnya, padahal ia masih ingin bersama putrinya, menemaninya, berbagi keluh, tapi nyatanya putrinya butuh untuk menyendiri.

“Ehh...iya hampir lupa belum kabari mbak Ria!” gumam Ghina sendiri.

Di keluarkannya ponsel dari tas kecilnya.

✅Ghina

Assalamualaikum, mbak Ria....saya sudah sampai dirumah. Keadaan mbak gimana?

✅ Ria

Walaaikumsalam Non, alhamdulillah sudah sampai rumah. Keadaan mbak aman non, tapi di sini lagi gak aman.

✅Ghina

Gak aman gimana mbak?

✅Ria

Tuan besar mengamuk, saat tahu Non Ghina tidak ada di mansion 😁.

✅Ghina

Oh.....kiraiin apaan. Kayak saya penting aja di cariiin 😁.

✅Ria.

Karena Non Ghina itu cantik, makanya dicariiin sama Tuan Besar.

✅Ghina

Bisa aja mba Ria memuji.

✅Ria

Ya udah non, baek-baek ya di rumah. Saya mau balik kerja lagi.

✅Ghina

OK, met kerja mbak.

“Cari sana sampai ke Jonggol, saudara sendiri di jadiin tumbal buat kawin lagi!” gumam Ghina.

Derrt ... Derrt

Baru selesai chatting dengan Ria, tiba-tiba ponsel Ghina berdering.

Tante Feby Calling

“Assalamualaikum Ghina," sapa Tante Febby, pemilik butik.

“Walaikumsalam Tante Feby," balas sapa Ghina.

“Ghina, besok ada acara gak?”

“Gak ada sih Tante, kenapa memangnya?” tanya Ghina.

“Besok kamu ada kerjaan, seperti biasa jadi model butik tante tapi barengan sama partner tante. Kamu bisakan?” balas Tante Feby.

“Bisa dong kalau buat Tante Feby.”

“Ok kalau begitu besok pagi  Lusi jemput kamu di rumah ya, karena foto shootnya bukan di studio.”

“Siap Tante," balas Ghina, semangat.

Alhamdulillah besok ada job, lumayan buat tambah tabungan. Sepertinya gue harus menikmati waktu yang singkat ini, sebelum kembali ke kandang macan.

🌹🌹

Sore hari Papa Zakaria sudah pulang dari kerjanya, mama Sarah menyambutnya dengan senang hati.

“Mam, tadi Edward bilang ke papa. Ghina kabur dari mansionnya,” ucap papa seraya duduk di kursi tamu.

“Kita harus cari kemana mam, Edward sudah menyebarkan anak buahnya.”

Mama Sarah terlihat tenang, tidak menggubris omongan suaminya. Mama Sarah menyuguhkan kopi hangat, lalu ikut duduk bersama dengan suaminya.

“Mama kok kelihatan tenang sekali,” sedikit aneh menurut Papa Zakaria.

“Assalamualaikum Pah,” sapa Ghina di ruang tamu.

“Ghina.......!” Papa Zakaria terkejut, dan memeluk anaknya.

“Kamu di sini nak?” tanya Papa Zakaria.

“Papa.......gak suka kalau Ghina pulang ke rumah?” tanya Ghina dengan tatapan menyelidik.

.

.

bersambung

Terpopuler

Comments

Rusmini Rusmini

Rusmini Rusmini

bukannya gak suka nak tp pekerjaan papa yg jd tarohannya jika kamu kabur ..😞😞

2024-12-31

0

Neneng Liauw

Neneng Liauw

sprtinya s Edward stress

2024-09-17

0

Indah Andini

Indah Andini

edward takut kehilangan ghina

2024-08-23

1

lihat semua
Episodes
1 Lamaran yang tak terduga
2 Makan Siang
3 Pembicaraan 2 sohib
4 Tamu di rumah dan di sekolah
5 Datang lagi ke sekolah
6 Mansion Thalib
7 Makan Malam
8 Buat apa datang?
9 Pindah ke Mall lain
10 Wanita berkebaya
11 Karena wajah cantik!
12 Memilih pergi ...
13 Pergi dari rumah
14 Masih kabur......
15 Ditemukan
16 Kelamaan berendem
17 Malu
18 Dicariin ...
19 Kabur lagi....
20 Kembali ke rumah
21 Memajukan tanggal pernikahan
22 Pemotretan
23 Ghina Shock
24 Foto Prawedding
25 Terpaksa atau dipaksa ?
26 Berkata jujur
27 Wanita Penari
28 Menuju Hari H
29 Pernikahan
30 Tergoda
31 Sarapan Pagi
32 Welcome to the jungle
33 Perkara telepon
34 Kabar gembira
35 Me Time
36 Suasana pengantin baru
37 Malam Pertama
38 Mulai pertengkaran
39 Pertengkaran Hebat
40 Uang nafkah
41 Terluka
42 Rumah sakit
43 Siuman
44 Menantang Om Edward
45 Takkan berhenti menantang ...
46 Opa dan Oma tahu!
47 Om Edward VS Dokter Irvan
48 Hati yang memanas
49 Kepergok
50 Rahasia Kiren
51 Bunga Tulip
52 Kesempatan ...
53 Pernyataan Suka
54 Pelayan
55 Beli Handphone
56 Awal keributan
57 Melawannya
58 Bercerita tentang rasa
59 Akan menjemput Ghina
60 Mencari yang belum pergi
61 Menemukan Ghina
62 Kedatangan Opa Thalib dan Oma Ratna
63 Mimpi Buruk
64 Dia benar-benar pergi
65 Hati yang hancur
66 Hanya tinggal kenangan
67 Sarapan Pagi
68 Datang ke rumah sakit
69 Jangan coba lawan Ghina
70 Mengejarnya
71 Telepon
72 Persiapan
73 It's hard to say goodbye
74 Gadis Kecil
75 Welcome Yogyakarta
76 Berkunjung ke kampus
77 Rahasia mulai terkuak
78 Menahan emosi
79 Secangkir kopi
80 Hatimu Hatiku
81 Datang ke mansion utama....
82 Histeris
83 Nasehat Ferdi
84 Mencari bukti
85 Rumah Ghina
86 Rumah Ghina
87 Memohon
88 Surat!!!
89 Mulai usaha
90 Edward VS Kiren
91 Talak
92 Terluka
93 Henti Jantung
94 Kritis
95 Mengabari
96 Bukalah matamu
97 Aku mendengarmu
98 Bangunnya Singa Betina
99 Detak jantung berhenti
100 Berpisah
101 Hidup harus tetap berjalan
102 Calon bidadari surga
103 Makan malam bersama
104 Benci
105 Pembicaraan antara Ibu dan Anak
106 Toko Kue Gina's
107 Tak ingin bercerai
108 Pacar Mbak Ghina
109 Bertemu kembali
110 Masalah Laporan
111 Bertemu untuk bertengkar
112 Rapat Manajer
113 Ghina istri Edward
114 Perhatian Edward
115 Ungkapan hati
116 Di gerebek
117 Menolak permintaan Opa
118 Antar Ghina pulang
119 Merawat Ghina - 1
120 Merawat Ghina - 2
121 Merawat Ghina - 3
122 Aku takut
123 Kabar Pak Bowo dan Bu Sari
124 Kisah Buket Bunga Tulip
125 Pagi yang manis...
126 Kabar mengejutkan
127 Kejutan dari Opa Thalib
128 Test DNA
129 Sayang/Baby/Honey
130 Masalah tidur
131 Kedatangan Rafael
132 Akibat ciuman
133 Minta maaf
134 Membuka lembaran baru
135 Minta restu Papa Zakaria
136 Merestui
137 Akad Nikah
138 Bicara dari hati ke hati
139 Kenalan sama si Jon
140 Ada yang datang
141 Akibat kedatangan Rafael
142 Saling memaafkan
143 Cemburu
144 OM OM
145 Bahagia itu sederhana
146 Hubby
147 Mencintai suamiku
148 Berkunjung ke toko kue Gina's
149 Ketika sensasi itu datang
150 Malam pertama
151 Masih malam pertama
152 Mandi
153 Bantuin Istri
154 Mencari pengganti
155 Pacaran
156 Nonton di bioskop
157 Double Date
158 Menagih janji
159 Bikin anak
160 Dapat kabar
161 Berpisah dengan sahabat
162 Selamat Tinggal Kota Yogyakarta
163 Selamat datang di Jakarta
164 Pindah mansion
165 Promo Novel Kekasih Taruhan Tuan Bangsawan
166 Aroma bawang goreng
167 Kado untuk Oma Ratna dan Opa Thalib
168 Perkara rujak
169 Cilok
170 Feeling Istri
171 Kejutan indah
172 Menuju lahiran
173 Welcome Baby Twin
174 Intermezzo
175 Intermezzo : Dijual Ayahku Dibeli Bosku
176 NOVEL FORGETTING YOU
177 Info novel terbaru : Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh
178 Info Novel Terbaru : Salahkah Aku Mencintaimu?
179 Info Novel : Sahabatku, Penggoda Suamiku
180 Info novel terbaru Mommy Ghina
181 Info kisah anaknya Edward dan Ghina
182 Info Karya Terbaru
183 PROMOSI KARYA TERBARU MOMMY GHINA
184 Info Karya Terbaru Mommy Ghina
Episodes

Updated 184 Episodes

1
Lamaran yang tak terduga
2
Makan Siang
3
Pembicaraan 2 sohib
4
Tamu di rumah dan di sekolah
5
Datang lagi ke sekolah
6
Mansion Thalib
7
Makan Malam
8
Buat apa datang?
9
Pindah ke Mall lain
10
Wanita berkebaya
11
Karena wajah cantik!
12
Memilih pergi ...
13
Pergi dari rumah
14
Masih kabur......
15
Ditemukan
16
Kelamaan berendem
17
Malu
18
Dicariin ...
19
Kabur lagi....
20
Kembali ke rumah
21
Memajukan tanggal pernikahan
22
Pemotretan
23
Ghina Shock
24
Foto Prawedding
25
Terpaksa atau dipaksa ?
26
Berkata jujur
27
Wanita Penari
28
Menuju Hari H
29
Pernikahan
30
Tergoda
31
Sarapan Pagi
32
Welcome to the jungle
33
Perkara telepon
34
Kabar gembira
35
Me Time
36
Suasana pengantin baru
37
Malam Pertama
38
Mulai pertengkaran
39
Pertengkaran Hebat
40
Uang nafkah
41
Terluka
42
Rumah sakit
43
Siuman
44
Menantang Om Edward
45
Takkan berhenti menantang ...
46
Opa dan Oma tahu!
47
Om Edward VS Dokter Irvan
48
Hati yang memanas
49
Kepergok
50
Rahasia Kiren
51
Bunga Tulip
52
Kesempatan ...
53
Pernyataan Suka
54
Pelayan
55
Beli Handphone
56
Awal keributan
57
Melawannya
58
Bercerita tentang rasa
59
Akan menjemput Ghina
60
Mencari yang belum pergi
61
Menemukan Ghina
62
Kedatangan Opa Thalib dan Oma Ratna
63
Mimpi Buruk
64
Dia benar-benar pergi
65
Hati yang hancur
66
Hanya tinggal kenangan
67
Sarapan Pagi
68
Datang ke rumah sakit
69
Jangan coba lawan Ghina
70
Mengejarnya
71
Telepon
72
Persiapan
73
It's hard to say goodbye
74
Gadis Kecil
75
Welcome Yogyakarta
76
Berkunjung ke kampus
77
Rahasia mulai terkuak
78
Menahan emosi
79
Secangkir kopi
80
Hatimu Hatiku
81
Datang ke mansion utama....
82
Histeris
83
Nasehat Ferdi
84
Mencari bukti
85
Rumah Ghina
86
Rumah Ghina
87
Memohon
88
Surat!!!
89
Mulai usaha
90
Edward VS Kiren
91
Talak
92
Terluka
93
Henti Jantung
94
Kritis
95
Mengabari
96
Bukalah matamu
97
Aku mendengarmu
98
Bangunnya Singa Betina
99
Detak jantung berhenti
100
Berpisah
101
Hidup harus tetap berjalan
102
Calon bidadari surga
103
Makan malam bersama
104
Benci
105
Pembicaraan antara Ibu dan Anak
106
Toko Kue Gina's
107
Tak ingin bercerai
108
Pacar Mbak Ghina
109
Bertemu kembali
110
Masalah Laporan
111
Bertemu untuk bertengkar
112
Rapat Manajer
113
Ghina istri Edward
114
Perhatian Edward
115
Ungkapan hati
116
Di gerebek
117
Menolak permintaan Opa
118
Antar Ghina pulang
119
Merawat Ghina - 1
120
Merawat Ghina - 2
121
Merawat Ghina - 3
122
Aku takut
123
Kabar Pak Bowo dan Bu Sari
124
Kisah Buket Bunga Tulip
125
Pagi yang manis...
126
Kabar mengejutkan
127
Kejutan dari Opa Thalib
128
Test DNA
129
Sayang/Baby/Honey
130
Masalah tidur
131
Kedatangan Rafael
132
Akibat ciuman
133
Minta maaf
134
Membuka lembaran baru
135
Minta restu Papa Zakaria
136
Merestui
137
Akad Nikah
138
Bicara dari hati ke hati
139
Kenalan sama si Jon
140
Ada yang datang
141
Akibat kedatangan Rafael
142
Saling memaafkan
143
Cemburu
144
OM OM
145
Bahagia itu sederhana
146
Hubby
147
Mencintai suamiku
148
Berkunjung ke toko kue Gina's
149
Ketika sensasi itu datang
150
Malam pertama
151
Masih malam pertama
152
Mandi
153
Bantuin Istri
154
Mencari pengganti
155
Pacaran
156
Nonton di bioskop
157
Double Date
158
Menagih janji
159
Bikin anak
160
Dapat kabar
161
Berpisah dengan sahabat
162
Selamat Tinggal Kota Yogyakarta
163
Selamat datang di Jakarta
164
Pindah mansion
165
Promo Novel Kekasih Taruhan Tuan Bangsawan
166
Aroma bawang goreng
167
Kado untuk Oma Ratna dan Opa Thalib
168
Perkara rujak
169
Cilok
170
Feeling Istri
171
Kejutan indah
172
Menuju lahiran
173
Welcome Baby Twin
174
Intermezzo
175
Intermezzo : Dijual Ayahku Dibeli Bosku
176
NOVEL FORGETTING YOU
177
Info novel terbaru : Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh
178
Info Novel Terbaru : Salahkah Aku Mencintaimu?
179
Info Novel : Sahabatku, Penggoda Suamiku
180
Info novel terbaru Mommy Ghina
181
Info kisah anaknya Edward dan Ghina
182
Info Karya Terbaru
183
PROMOSI KARYA TERBARU MOMMY GHINA
184
Info Karya Terbaru Mommy Ghina

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!