Pergi dari rumah

"Ghin, loe beneran mau kabur. Bawaan loe mana, kok gak bawa tas atau koper besar?”

“Namanya juga kabur dadakan, tanpa rencana,” jawab Ghina santai.

“Trus loe mau kabur ke mana ?”

“Belum tahu ke mana, yang jelas ya gue pesen tiket dulu di sini, naik kereta yang ada.”

“Ghin, gimana kalau loe kabur ke vila orang tua gue dulu. Biar matang perencanaan loe. Paling enggak loe tambah kuat tuh mentalnya.”

Ghina tampak berpikir, antara menerima atau tidaknya usulan Rika.

“Gue gak bakal kasih tahu loe ada di vila gue, sekalian gue juga temenin loe di sana. Gimana terima usulan gue gak?”

“Mmm.....boleh deh.”

“Oke.....gue hubungin sopir gue. Tapi kita belanja pakaian dulu, loe kan gak bawa apa-apakan?”

“Ya seperti loe lihat, cuma baju yang gue pakai. Ehhh kita belanja di pasar aja, agak murah harganya.”

“Terserah loe aja, ya udah sekarang kita jalan ke pasar. Nanti sopir gue nyusul.”

“Yuuukkk cusss!”

Kedua sohib ini melangkahkan kedua kakinya dengan ringan seperti tidak ada masalah. Dengan menaiki bajaj mereka menuju pasar terdekat.

.

.

Jam 7 malam di rumah Ghina.

 

“Mam.....Ghina belum pulang?”

“Belum Pah, tadi siang dia pamit ke mama mau ke kantor Edward sebentar. Ini sudah berulang kali telepon ke ponselnya tapi gak aktif. Mama jadi cemas, gak biasanya Ghina kayak begini.”

“Papa coba telepon Edward dulu.” Papa Zakaria langsung menghubungi Edward.

“Assalamualaikum Edward, tadi siang Ghina ke kantor kamu?” sapa apa Papa Zaka

“Waalaikumsalam, iya Bang," jawab Edward

“Ghina ada bilang mau mampir ke mana dulu gak ke kamu. Soalnya ponsel Ghina tidak aktif," kembali bertanya Papa Zaka

“Gak ada Bang, paling Ghina mampir ke mall dulu," jawab asal Edward.

“Bisa jadi ya.....oh ya sudah maaf ya kalau mengganggu.”

“Gak pa-pa Bang," balas Edward.

Papa Zaka mengakhiri pembicaraannya.

“Gimana Pah, Edward tahu kemana perginya?”

“Dia tidak tahu, kita tunggu aja.....mungkin sebentar lagi Ghina pulang.”

“Oh ya sudah.”

.

.

Jam 11 malam.....

“Pah........Ghina belum pulang juga!” Mama Sarah mondar mandir di depan rumah.

Raut wajah Papa Nugraha ikut terlihat cemas, tidak biasanya Ghina jam 11 belum pulang ke rumah.

“Pah.......jangan-jangan Ghina kabur!” Mama Sarah mulai cemas.

“Gak mungkin mah, Ghina mau kabur ke mana,” sanggah Papa Zaka

“Kalau begitu Papa cari Ghina sekarang?”

“Kita cari ke mana mah?”

“Kemana kek, pokoknya sampai ketemu!”

Papa Zakaria segera mengambil kunci mobil bututnya. Dan melajukan mobilnya ke jalan raya perlahan-lahan, sedangkan Mama Sarah memperhatikan setiap bahu jalan......berharap anaknya ada di sana.

“Ke mana kamu nak perginya?” keluh Mama Sarah.

Papa Zakaria dan Mama Sarah selama 3 jam menyelusuri sepanjang jalan, dan memutuskan untuk kembali ke rumah, karena Papa Zakaria sudah kelelahan menyetir mobil.

.

.

Pagi hari mata mama Sarah tampak ada lingkar hitam dibawah matanya begitu juga papa Zakaria, sepertinya kepulangan mereka semalam hanya merebahkan tubuhnya saja, tapi matanya tidak bisa terpejam.

“Pah......Ghina benar-benar minggat dari rumah. Ini pasti gara-gara perjodohannya.” Kedua mata Mama Sarah terlihat berkaca-kaca.

“Jangan diam aja dong Pah, mau ke mana lagi kita cari anak kita!”

Pikiran Papa Zakaria juga terlihat kacau seharusnya jam 6 sudah berangkat kerja, untuk hari ini terpaksa dia izin tidak hadir ke kantor.

“Sekarang mama sarapan dulu, setelah itu kita ke sekolahan Ghina.”

Mama Sarah menuruti ucapan suaminya, di ambilnya nasi goreng ke piringnya, walau dikit yang penting perut terisi.

Sedangkan Rio adik Ghina, hanya memperhatikan ke dua orang tuanya tanpa ikut bertanya kenapa kakaknya tidak pulang.

“Pak Zaka ada tamu di depan,” ujar Bik Inem yang baru balik dari pasar.

Tanpa menjawab Papa Zakaria bergegas ke depan melihat siapa yang bertamu di pagi hari.

“Assalamualaikum Bang Zaka,” sapa Edward yang terlihat tampan dengan setelan jas kerjanya.

“Walaikumsalam.....Edward silakan masuk, tumben pagi-pagi sudah ke sini?”

“Mampir sebentar Bang sebelum ke kantor, semalam Ghina pulang jam berapa?”

“Oh........hampir larut malam, ternyata dia mampir ke rumah temannya,” ujar bohong Papa Nugraha.

“Syukurlah kalau pulang ke rumah, bisa saya bertemu Ghina Bang?”

“Aahh.....itu Ghina tadi habis shubuh langsung pergi lagi di jemput temannya,” Papa Zakaria terlihat kikuk.

“Pagi sekali, ke mana perginya Bang?”

“Abang juga kurang tahu perginya ke mana, bilangnya mau temani temannya jalan-jalan.” Papa Zakaria berusaha menutupi kepergian Ghina.

Mama Sarah menyusul Papa Zakaria ke ruang tamu sambil membawakan minum untuk tamu.

“Oh ada Edward,” sapa mama Sarah sambil menyajikan minum di meja tamu. Raut kesedihan dan mata sembab masih terlihat di wajah mama Sarah, membuat Edward sedikit curiga.

“Iya Kak, mampir sebentar ke sini mau ketemu Ghina.”

Mama Sarah diam sambil memeluk nampan kosongnya.

“Tadi papa udah bilang ke Edward kalau Ghina habis shubuh di jemput temannya. Ya kan mam!”

“Eeh...iya,” jawab mama Sarah menganggukkan kepalanya.

“Edward silakan di minum tehnya.”

Edward segera minum teh yang telah di sajikan di meja.

“Tumben Abang belum berangkat kerja?” tanya Edward.

“Hari ini Abang ijin tidak masuk kerja, badan abang agak sakit. Nanti abang lapor ke HRD,” alasan Papa Zakaria. Wajar Edward bertanya, karena Papa Zakaria bekerja di perusahaan keluarga Thalib.

“Semoga cepat sehat Bang. Bang ada nomor ponsel Ghina yang lain gak. Dari semalam saya wa hanya centang satu.”

“Setahu abang, Ghina tidak punya nomor ponsel yang lain.”

“Mungkin nomor Edward masih diblokir sama Ghina,” ucap Mama Sarah.

Edward tampak diam, dia kembali minum.

“Kalau begitu saya permisi dulu Bang, mau ke kantor.”

“Oh....iya...,” ucap Papa Zakaria mengantar Edward menuju mobilnya.

Sepertinya ada yang mencurigakan....batin Edward.

“Pah.....bagaimana ini....kalau Edward tahu kalau kita berbohong?” tanya Mama Sarah yang tampak cemas.

“Nanti kita pikirkan lagi, sekarang coba mama hubungi ponsel Ghina lagi.”

Mama Sarah segera masuk ke kamarnya untuk mengambil ponselnya.

Di ceknya beberapa notif wa yang masuk ke ponsel mama Sarah.

✅Ghina

Assalamualaikum mama, maafin Ghina bila tidak bisa menjadi anak yang tidak tahu balas budi pada orang tua. Mama dan Papa jangan cemasin dan mencari keberadaan Ghina. Ghina sudah besar insya allah bisa jaga diri mam.

Papa maafin Ghina tidak bisa melanjutkan perjodohan dengan saudara papa, mungkin langkah yang terbaik buat Ghina adalah jauh dari semuanya. Jaga kesehatannya mama dan papa.

Maafin Ghina 🙏🙏

“PAPA......GHINA....PAH!” teriak Mama Sarah dari kamar setelah baca wa dari Ghina.

“Ada apa mam?” Papa Zakaria menyusul ke kamar. Mama Sarah memberikan ponselnya ke Papa Zakaria.

Mama Sarah terduduk lemas di tepi ranjang setelah membaca wa dari anaknya. Sedangkan Papa Zakaria berusaha menelepon Ghina, tapi nomornya sudah tidak aktif lagi.

.

.

bersambung

Terpopuler

Comments

Rusmini Rusmini

Rusmini Rusmini

kalau anak kabur siapa yg susah ortunya /Sweat//Sweat//Sweat/

2024-12-31

0

ika

ika

othor lupa apa gmn ya?
perasaan di dpn zakaria

2024-11-04

0

Anonim

Anonim

Ghina kemanapun kau pergi pasti ditemukan sama orangnya opa Thalib kaliii

2024-09-26

0

lihat semua
Episodes
1 Lamaran yang tak terduga
2 Makan Siang
3 Pembicaraan 2 sohib
4 Tamu di rumah dan di sekolah
5 Datang lagi ke sekolah
6 Mansion Thalib
7 Makan Malam
8 Buat apa datang?
9 Pindah ke Mall lain
10 Wanita berkebaya
11 Karena wajah cantik!
12 Memilih pergi ...
13 Pergi dari rumah
14 Masih kabur......
15 Ditemukan
16 Kelamaan berendem
17 Malu
18 Dicariin ...
19 Kabur lagi....
20 Kembali ke rumah
21 Memajukan tanggal pernikahan
22 Pemotretan
23 Ghina Shock
24 Foto Prawedding
25 Terpaksa atau dipaksa ?
26 Berkata jujur
27 Wanita Penari
28 Menuju Hari H
29 Pernikahan
30 Tergoda
31 Sarapan Pagi
32 Welcome to the jungle
33 Perkara telepon
34 Kabar gembira
35 Me Time
36 Suasana pengantin baru
37 Malam Pertama
38 Mulai pertengkaran
39 Pertengkaran Hebat
40 Uang nafkah
41 Terluka
42 Rumah sakit
43 Siuman
44 Menantang Om Edward
45 Takkan berhenti menantang ...
46 Opa dan Oma tahu!
47 Om Edward VS Dokter Irvan
48 Hati yang memanas
49 Kepergok
50 Rahasia Kiren
51 Bunga Tulip
52 Kesempatan ...
53 Pernyataan Suka
54 Pelayan
55 Beli Handphone
56 Awal keributan
57 Melawannya
58 Bercerita tentang rasa
59 Akan menjemput Ghina
60 Mencari yang belum pergi
61 Menemukan Ghina
62 Kedatangan Opa Thalib dan Oma Ratna
63 Mimpi Buruk
64 Dia benar-benar pergi
65 Hati yang hancur
66 Hanya tinggal kenangan
67 Sarapan Pagi
68 Datang ke rumah sakit
69 Jangan coba lawan Ghina
70 Mengejarnya
71 Telepon
72 Persiapan
73 It's hard to say goodbye
74 Gadis Kecil
75 Welcome Yogyakarta
76 Berkunjung ke kampus
77 Rahasia mulai terkuak
78 Menahan emosi
79 Secangkir kopi
80 Hatimu Hatiku
81 Datang ke mansion utama....
82 Histeris
83 Nasehat Ferdi
84 Mencari bukti
85 Rumah Ghina
86 Rumah Ghina
87 Memohon
88 Surat!!!
89 Mulai usaha
90 Edward VS Kiren
91 Talak
92 Terluka
93 Henti Jantung
94 Kritis
95 Mengabari
96 Bukalah matamu
97 Aku mendengarmu
98 Bangunnya Singa Betina
99 Detak jantung berhenti
100 Berpisah
101 Hidup harus tetap berjalan
102 Calon bidadari surga
103 Makan malam bersama
104 Benci
105 Pembicaraan antara Ibu dan Anak
106 Toko Kue Gina's
107 Tak ingin bercerai
108 Pacar Mbak Ghina
109 Bertemu kembali
110 Masalah Laporan
111 Bertemu untuk bertengkar
112 Rapat Manajer
113 Ghina istri Edward
114 Perhatian Edward
115 Ungkapan hati
116 Di gerebek
117 Menolak permintaan Opa
118 Antar Ghina pulang
119 Merawat Ghina - 1
120 Merawat Ghina - 2
121 Merawat Ghina - 3
122 Aku takut
123 Kabar Pak Bowo dan Bu Sari
124 Kisah Buket Bunga Tulip
125 Pagi yang manis...
126 Kabar mengejutkan
127 Kejutan dari Opa Thalib
128 Test DNA
129 Sayang/Baby/Honey
130 Masalah tidur
131 Kedatangan Rafael
132 Akibat ciuman
133 Minta maaf
134 Membuka lembaran baru
135 Minta restu Papa Zakaria
136 Merestui
137 Akad Nikah
138 Bicara dari hati ke hati
139 Kenalan sama si Jon
140 Ada yang datang
141 Akibat kedatangan Rafael
142 Saling memaafkan
143 Cemburu
144 OM OM
145 Bahagia itu sederhana
146 Hubby
147 Mencintai suamiku
148 Berkunjung ke toko kue Gina's
149 Ketika sensasi itu datang
150 Malam pertama
151 Masih malam pertama
152 Mandi
153 Bantuin Istri
154 Mencari pengganti
155 Pacaran
156 Nonton di bioskop
157 Double Date
158 Menagih janji
159 Bikin anak
160 Dapat kabar
161 Berpisah dengan sahabat
162 Selamat Tinggal Kota Yogyakarta
163 Selamat datang di Jakarta
164 Pindah mansion
165 Promo Novel Kekasih Taruhan Tuan Bangsawan
166 Aroma bawang goreng
167 Kado untuk Oma Ratna dan Opa Thalib
168 Perkara rujak
169 Cilok
170 Feeling Istri
171 Kejutan indah
172 Menuju lahiran
173 Welcome Baby Twin
174 Intermezzo
175 Intermezzo : Dijual Ayahku Dibeli Bosku
176 NOVEL FORGETTING YOU
177 Info novel terbaru : Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh
178 Info Novel Terbaru : Salahkah Aku Mencintaimu?
179 Info Novel : Sahabatku, Penggoda Suamiku
180 Info novel terbaru Mommy Ghina
181 Info kisah anaknya Edward dan Ghina
182 Info Karya Terbaru
183 PROMOSI KARYA TERBARU MOMMY GHINA
184 Info Karya Terbaru Mommy Ghina
Episodes

Updated 184 Episodes

1
Lamaran yang tak terduga
2
Makan Siang
3
Pembicaraan 2 sohib
4
Tamu di rumah dan di sekolah
5
Datang lagi ke sekolah
6
Mansion Thalib
7
Makan Malam
8
Buat apa datang?
9
Pindah ke Mall lain
10
Wanita berkebaya
11
Karena wajah cantik!
12
Memilih pergi ...
13
Pergi dari rumah
14
Masih kabur......
15
Ditemukan
16
Kelamaan berendem
17
Malu
18
Dicariin ...
19
Kabur lagi....
20
Kembali ke rumah
21
Memajukan tanggal pernikahan
22
Pemotretan
23
Ghina Shock
24
Foto Prawedding
25
Terpaksa atau dipaksa ?
26
Berkata jujur
27
Wanita Penari
28
Menuju Hari H
29
Pernikahan
30
Tergoda
31
Sarapan Pagi
32
Welcome to the jungle
33
Perkara telepon
34
Kabar gembira
35
Me Time
36
Suasana pengantin baru
37
Malam Pertama
38
Mulai pertengkaran
39
Pertengkaran Hebat
40
Uang nafkah
41
Terluka
42
Rumah sakit
43
Siuman
44
Menantang Om Edward
45
Takkan berhenti menantang ...
46
Opa dan Oma tahu!
47
Om Edward VS Dokter Irvan
48
Hati yang memanas
49
Kepergok
50
Rahasia Kiren
51
Bunga Tulip
52
Kesempatan ...
53
Pernyataan Suka
54
Pelayan
55
Beli Handphone
56
Awal keributan
57
Melawannya
58
Bercerita tentang rasa
59
Akan menjemput Ghina
60
Mencari yang belum pergi
61
Menemukan Ghina
62
Kedatangan Opa Thalib dan Oma Ratna
63
Mimpi Buruk
64
Dia benar-benar pergi
65
Hati yang hancur
66
Hanya tinggal kenangan
67
Sarapan Pagi
68
Datang ke rumah sakit
69
Jangan coba lawan Ghina
70
Mengejarnya
71
Telepon
72
Persiapan
73
It's hard to say goodbye
74
Gadis Kecil
75
Welcome Yogyakarta
76
Berkunjung ke kampus
77
Rahasia mulai terkuak
78
Menahan emosi
79
Secangkir kopi
80
Hatimu Hatiku
81
Datang ke mansion utama....
82
Histeris
83
Nasehat Ferdi
84
Mencari bukti
85
Rumah Ghina
86
Rumah Ghina
87
Memohon
88
Surat!!!
89
Mulai usaha
90
Edward VS Kiren
91
Talak
92
Terluka
93
Henti Jantung
94
Kritis
95
Mengabari
96
Bukalah matamu
97
Aku mendengarmu
98
Bangunnya Singa Betina
99
Detak jantung berhenti
100
Berpisah
101
Hidup harus tetap berjalan
102
Calon bidadari surga
103
Makan malam bersama
104
Benci
105
Pembicaraan antara Ibu dan Anak
106
Toko Kue Gina's
107
Tak ingin bercerai
108
Pacar Mbak Ghina
109
Bertemu kembali
110
Masalah Laporan
111
Bertemu untuk bertengkar
112
Rapat Manajer
113
Ghina istri Edward
114
Perhatian Edward
115
Ungkapan hati
116
Di gerebek
117
Menolak permintaan Opa
118
Antar Ghina pulang
119
Merawat Ghina - 1
120
Merawat Ghina - 2
121
Merawat Ghina - 3
122
Aku takut
123
Kabar Pak Bowo dan Bu Sari
124
Kisah Buket Bunga Tulip
125
Pagi yang manis...
126
Kabar mengejutkan
127
Kejutan dari Opa Thalib
128
Test DNA
129
Sayang/Baby/Honey
130
Masalah tidur
131
Kedatangan Rafael
132
Akibat ciuman
133
Minta maaf
134
Membuka lembaran baru
135
Minta restu Papa Zakaria
136
Merestui
137
Akad Nikah
138
Bicara dari hati ke hati
139
Kenalan sama si Jon
140
Ada yang datang
141
Akibat kedatangan Rafael
142
Saling memaafkan
143
Cemburu
144
OM OM
145
Bahagia itu sederhana
146
Hubby
147
Mencintai suamiku
148
Berkunjung ke toko kue Gina's
149
Ketika sensasi itu datang
150
Malam pertama
151
Masih malam pertama
152
Mandi
153
Bantuin Istri
154
Mencari pengganti
155
Pacaran
156
Nonton di bioskop
157
Double Date
158
Menagih janji
159
Bikin anak
160
Dapat kabar
161
Berpisah dengan sahabat
162
Selamat Tinggal Kota Yogyakarta
163
Selamat datang di Jakarta
164
Pindah mansion
165
Promo Novel Kekasih Taruhan Tuan Bangsawan
166
Aroma bawang goreng
167
Kado untuk Oma Ratna dan Opa Thalib
168
Perkara rujak
169
Cilok
170
Feeling Istri
171
Kejutan indah
172
Menuju lahiran
173
Welcome Baby Twin
174
Intermezzo
175
Intermezzo : Dijual Ayahku Dibeli Bosku
176
NOVEL FORGETTING YOU
177
Info novel terbaru : Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh
178
Info Novel Terbaru : Salahkah Aku Mencintaimu?
179
Info Novel : Sahabatku, Penggoda Suamiku
180
Info novel terbaru Mommy Ghina
181
Info kisah anaknya Edward dan Ghina
182
Info Karya Terbaru
183
PROMOSI KARYA TERBARU MOMMY GHINA
184
Info Karya Terbaru Mommy Ghina

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!