Karena wajah cantik!

"Terima kasih Om Edward atas makan siangnya,” ucap Ghina setelah menyelesaikan makannya.

“Kalau begitu saya permisi dulu,” ujar Ghina lagi, mulai beranjak berdiri.

“Tunggu, biar saya temani kamu.”

“Tidak perlu, saya bisa sendiri,” tolak Ghina.

“Jangan membantah, turuti orang yang lebih tua!”

“Selalu ... selalu seperti itu!” Ghina hari ini berusaha tidak terpancing emosi karena pekerjaannya butuh mood yang bagus.

Tidak mau berdebat lagi, Edward menyelesaikan membayar tagihan makan. Lalu segera membantu Ghina berjalan yang ribet dengan kebayanya.

Entah kenapa Edward terlihat menyenangkan membantu Ghina jalan.

Ghina dan Edward sudah berada di butik kenamaan yang berada di mall tersebut.

Karyawan butik segera membantu Ghina untuk berganti busana dan sang MUA kembali menata rias wajah Ghina.

Edward terlihat santai di butik tersebut, sambil memilih milih jas untuknya yang dijual dalam butik tersebut.

Pak Rudi beserta karyawannya dan pria tampan yang seperti model tiba di butik, mereka langsung ke studio yang ada di dalam butik.

1 Jam kemudian Ghina sudah keluar dari ruang make up.

Mulut Edward menganga melihat Ghina keluar dari ruang make up, tambah terpesona dengan kecantikan Ghina yang selama ini belum ia lihat.

Dengan tubuhnya dibaluti gaun pengantin putih dengan potongan bahu rendah, serta tudung transparan panjang yang menutupi kepala bagian belakangnya. Ditambah dandanan wajah yang natural tapi glowing terlihat semakin cantik.

Edward beranjak dari duduknya dan menghampiri Ghina, menatap lekat lebih dekat.

“Permisi Pak, Ghina nya mau langsung ke studio,” ujar karyawan butik, segera membantu angkat bagian bawah gaun biar mudah jalan.

Ghina melengoskan wajahnya tidak peduli dengan kehadiran Edward. Edward mengikuti mereka masuk ke dalam studio.

Ghina mulai melakukan sesi pemotretan dengan model pria, Edward tidak putus-putus memandangi pose foto Ghina yang terkesan intim. Ya namanya juga tema fotonya pernikahan, adalah adegan di peluk, saling memeluk, menyentuh wajah, dan pose seperti ingin ciuman.

Edward pergi sebentar keluar studio, dan kembali dengan setelan baju yang berbeda.

Selesai pemotretan Ghina dan pria model tersebut, fotografer mempersilahkan Edward untuk mendekat ke Ghina.

Sementara Ghina agak aneh, untuk apa Edward masuk ke lokasi pemotretan. Sepertinya Edward sudah mengkoordinir agar bisa masuk ke area pemotretan.

Tanpa banyak bicara, sang fotografer mengarahkan Ghina dan Edward. Jantung Ghina kembali berdebar-debar tidak seperti dengan pria model tersebut.

Apalagi saat posisi Edward mencium kening Ghina, dan memeluknya dari belakang. Duduk di pangkuan Edward, dengkul kakinya terasa lemas, sedangkan Edward terlihat santai.

“Pak Rudi ... saya beli cincin yang tadi dipakai Ghina,” pinta Edward setelah selesai sesi foto.

“Oh baik Pak Edward, cincin wanitanya saja atau sepasang. Biar saya langsung siapkan.”

“Sepasang Pak Rudi, nanti setelah ini saya ambil ke toko.”

“Baik Pak”

Edward langsung bergegas menuju ruang ganti Ghina. Menunggu dengan sabarnya.

Ghina sudah berganti pakaiannya, dan wajahnya kembali polos tanpa make up. Keluar dari ruang ganti.

“Terima kasih Ghina ya sudah bantu Tante, honornya nanti tante transfer,” ujar Tante Feby pemilik butik.

“Sama-sama tante, Ghina pulang dulu. Makasih ya,” ucap Ghina sambil tersenyum lebar.

Edward segera memegang lengan Ghina saat mereka akan keluar butik.

“Om lepasin dong tangannya!” pinta Ghina.

“Gak bisa, nanti kamu kabur lagi!” jawab Edward.

Mau gak mau Ghina mengikuti langkah Edward, sekarang mereka berada di toko perhiasan, Edward mengambil dan membayar cincin yang dia pesan tadi.

“Gile ... harganya 200 juta ... dasar sultan. Beli cincin udah kaya beli kacang,” gumam Ghina sambil memperhatikan isi etalase yang memajang perhiasan.

Sungguh beruntung sekali mbak Kiren, cincin nikahnya bagus banget, untung tadi udah coba pakai ... batin Ghina.

“Kamu ada yang mau diinginkan gak, biar sekalian saya beliin?”

“Gak Om makasih, cuma lihat-lihat aja kok.”

“Ya sudah, kita langsung pulang setelah ini.”

Kali ini Edward tidak memegang lengan Ghina lagi. Dan Ghina jalan di belakang Edward sedikit memberi jarak.

“Sayang ... kok kalian berdua ada di sini. Dari siang aku telepon tidak di angkat-angkat?” ujar Kiren, tiba-tiba mereka tanpa sengaja bertemu.

“Maaf Honey, tadi saya ada rapat dengan klien, ini saya juga gak sengaja ketemu Ghina,” ujar bohong Edward.

“Lain kali kasih tahu ya sayang, jadi aku tidak khawatir,” ujar lembut Kiren.

“Om, Mbak Kiren ... duluan ya Ghina udah di tunggu sama teman,” pamit Ghina tanpa menunggu di jawab.

Edward tidak bisa menghentikan kepergian Ghina, karena Kiren sudah bergelayut manja di lengannya.

“Kita makan malam dulu yuk sayang,” ajak Kiren.

“Ya ..."

Jam 7 malam Ghina sudah sampai rumah, langsung mandi dan berganti baju.

Berkumpul bersama keluarga menikmati makan malam. Selesai makan malam, Ghina pamit duluan beristirahat karena merasa lelah.

Sebelum tidur, Ghina mengecek fotonya tadi siang di ponselnya. Mengagumi dirinya sendiri.

Om Edward tiba-tiba berubah karena melihatku berubah cantik. Ketika diriku berubah ke semula... diapun berubah sikapnya ... ha-ha-ha rasanya ingin tertawa. Semuanya karena wajah cantik ... sungguh miris!

Tanpa menunggu waktu lama, Ghina mulai tertidur.

Sedangkan Edward sibuk dengan kekasihnya minta dibelanjakan beberapa barang, padahal baru kemarin Kiren minta dibelanjakan.

Jam 10 malam ...

Edward sudah berada di depan rumah Ghina, kebetulan Papa Zakaria dan Mama Sarah sedang duduk di depan rumah.

“Edward kok malam-malam ke sini, ada apa?” tanya Papa Zakaria.

“Mau ngecek Ghina sudah sampai rumah atau belum?”

“Padahal cukup telepon saja, tidak perlu ke sini. Kasihan kamu pasti capek,” ujar mama Sarah.

“Gak pa-pa Kak Sarah, sekalian mau mengantar barang buat Ghina, boleh saya ke kamarnya?”

“Silakan, mudah-mudahan tidak dikunci kamarnya,” ujar mama Sarah.

“Terima kasih Kak, Bang,” Edward masuk menuju kamar Ghina.

Tanpa mengetuk kamar, Edward membuka pintu kamar Edward, ternyata tidak dikunci.

Diletaknya paper bag yang dia bawa di atas meja, terlihat Ghina sudah tidur terlentang dengan memakai daster dari bahan kaos.

Edward mendekati ranjang Ghina, disingkirkannya anak rambut dari wajahnya. Agar jelas ia menatap Ghina yang sudah tertidur, jari tangannya mengelus wajah mulus Ghina, sepintas bayangan Ghina saat pakai baju kebaya dan gaun pengantin terbayang-bayang di pelupuk mata Edward.

Tanpa terasa setengah jam Edward berdiam di kamar Ghina. Langkah kakinya terasa berat untuk keluar dari kamar Ghina.

“Kak, Abang ... saya pamit pulang dulu,” ucap Edward setelah dari kamar Ghina.

“Hati-hati di jalan,” ujar Papa Zakaria.

“Ya Bang.”

Mobil Edward melesat cepat meninggalkan rumah Ghina.

.

.

Pagi hari di rumah Ghina ...

“Mam, ini punya siapa ya?” tanya Ghina sambil menunjukkan paper bag.

“Oh semalam Om Edward mampir ke rumah, katanya antar barang buat kamu,” jawab mama Sarah sambil menyiapkan sarapan.

.

.

bersambung

Terpopuler

Comments

hanie tsamara

hanie tsamara

jatuuhh cintroong khaaan sm ghina..

makany om..jgn ngatain anak kecil mulu..ketula khannn😂🤭🤭

2025-01-18

0

Tati Suwarsih

Tati Suwarsih

ko seenaknya keluar masuk kamar....mereka BKN mahram lho,trus ortunya ngasih izin lagi?????!

2025-01-09

0

Rusmini Rusmini

Rusmini Rusmini

kiren kayaknya netra hartana ya.... kasihan Edward di manfaatin doang 🤭🤭

2024-12-31

0

lihat semua
Episodes
1 Lamaran yang tak terduga
2 Makan Siang
3 Pembicaraan 2 sohib
4 Tamu di rumah dan di sekolah
5 Datang lagi ke sekolah
6 Mansion Thalib
7 Makan Malam
8 Buat apa datang?
9 Pindah ke Mall lain
10 Wanita berkebaya
11 Karena wajah cantik!
12 Memilih pergi ...
13 Pergi dari rumah
14 Masih kabur......
15 Ditemukan
16 Kelamaan berendem
17 Malu
18 Dicariin ...
19 Kabur lagi....
20 Kembali ke rumah
21 Memajukan tanggal pernikahan
22 Pemotretan
23 Ghina Shock
24 Foto Prawedding
25 Terpaksa atau dipaksa ?
26 Berkata jujur
27 Wanita Penari
28 Menuju Hari H
29 Pernikahan
30 Tergoda
31 Sarapan Pagi
32 Welcome to the jungle
33 Perkara telepon
34 Kabar gembira
35 Me Time
36 Suasana pengantin baru
37 Malam Pertama
38 Mulai pertengkaran
39 Pertengkaran Hebat
40 Uang nafkah
41 Terluka
42 Rumah sakit
43 Siuman
44 Menantang Om Edward
45 Takkan berhenti menantang ...
46 Opa dan Oma tahu!
47 Om Edward VS Dokter Irvan
48 Hati yang memanas
49 Kepergok
50 Rahasia Kiren
51 Bunga Tulip
52 Kesempatan ...
53 Pernyataan Suka
54 Pelayan
55 Beli Handphone
56 Awal keributan
57 Melawannya
58 Bercerita tentang rasa
59 Akan menjemput Ghina
60 Mencari yang belum pergi
61 Menemukan Ghina
62 Kedatangan Opa Thalib dan Oma Ratna
63 Mimpi Buruk
64 Dia benar-benar pergi
65 Hati yang hancur
66 Hanya tinggal kenangan
67 Sarapan Pagi
68 Datang ke rumah sakit
69 Jangan coba lawan Ghina
70 Mengejarnya
71 Telepon
72 Persiapan
73 It's hard to say goodbye
74 Gadis Kecil
75 Welcome Yogyakarta
76 Berkunjung ke kampus
77 Rahasia mulai terkuak
78 Menahan emosi
79 Secangkir kopi
80 Hatimu Hatiku
81 Datang ke mansion utama....
82 Histeris
83 Nasehat Ferdi
84 Mencari bukti
85 Rumah Ghina
86 Rumah Ghina
87 Memohon
88 Surat!!!
89 Mulai usaha
90 Edward VS Kiren
91 Talak
92 Terluka
93 Henti Jantung
94 Kritis
95 Mengabari
96 Bukalah matamu
97 Aku mendengarmu
98 Bangunnya Singa Betina
99 Detak jantung berhenti
100 Berpisah
101 Hidup harus tetap berjalan
102 Calon bidadari surga
103 Makan malam bersama
104 Benci
105 Pembicaraan antara Ibu dan Anak
106 Toko Kue Gina's
107 Tak ingin bercerai
108 Pacar Mbak Ghina
109 Bertemu kembali
110 Masalah Laporan
111 Bertemu untuk bertengkar
112 Rapat Manajer
113 Ghina istri Edward
114 Perhatian Edward
115 Ungkapan hati
116 Di gerebek
117 Menolak permintaan Opa
118 Antar Ghina pulang
119 Merawat Ghina - 1
120 Merawat Ghina - 2
121 Merawat Ghina - 3
122 Aku takut
123 Kabar Pak Bowo dan Bu Sari
124 Kisah Buket Bunga Tulip
125 Pagi yang manis...
126 Kabar mengejutkan
127 Kejutan dari Opa Thalib
128 Test DNA
129 Sayang/Baby/Honey
130 Masalah tidur
131 Kedatangan Rafael
132 Akibat ciuman
133 Minta maaf
134 Membuka lembaran baru
135 Minta restu Papa Zakaria
136 Merestui
137 Akad Nikah
138 Bicara dari hati ke hati
139 Kenalan sama si Jon
140 Ada yang datang
141 Akibat kedatangan Rafael
142 Saling memaafkan
143 Cemburu
144 OM OM
145 Bahagia itu sederhana
146 Hubby
147 Mencintai suamiku
148 Berkunjung ke toko kue Gina's
149 Ketika sensasi itu datang
150 Malam pertama
151 Masih malam pertama
152 Mandi
153 Bantuin Istri
154 Mencari pengganti
155 Pacaran
156 Nonton di bioskop
157 Double Date
158 Menagih janji
159 Bikin anak
160 Dapat kabar
161 Berpisah dengan sahabat
162 Selamat Tinggal Kota Yogyakarta
163 Selamat datang di Jakarta
164 Pindah mansion
165 Promo Novel Kekasih Taruhan Tuan Bangsawan
166 Aroma bawang goreng
167 Kado untuk Oma Ratna dan Opa Thalib
168 Perkara rujak
169 Cilok
170 Feeling Istri
171 Kejutan indah
172 Menuju lahiran
173 Welcome Baby Twin
174 Intermezzo
175 Intermezzo : Dijual Ayahku Dibeli Bosku
176 NOVEL FORGETTING YOU
177 Info novel terbaru : Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh
178 Info Novel Terbaru : Salahkah Aku Mencintaimu?
179 Info Novel : Sahabatku, Penggoda Suamiku
180 Info novel terbaru Mommy Ghina
181 Info kisah anaknya Edward dan Ghina
182 Info Karya Terbaru
183 PROMOSI KARYA TERBARU MOMMY GHINA
184 Info Karya Terbaru Mommy Ghina
Episodes

Updated 184 Episodes

1
Lamaran yang tak terduga
2
Makan Siang
3
Pembicaraan 2 sohib
4
Tamu di rumah dan di sekolah
5
Datang lagi ke sekolah
6
Mansion Thalib
7
Makan Malam
8
Buat apa datang?
9
Pindah ke Mall lain
10
Wanita berkebaya
11
Karena wajah cantik!
12
Memilih pergi ...
13
Pergi dari rumah
14
Masih kabur......
15
Ditemukan
16
Kelamaan berendem
17
Malu
18
Dicariin ...
19
Kabur lagi....
20
Kembali ke rumah
21
Memajukan tanggal pernikahan
22
Pemotretan
23
Ghina Shock
24
Foto Prawedding
25
Terpaksa atau dipaksa ?
26
Berkata jujur
27
Wanita Penari
28
Menuju Hari H
29
Pernikahan
30
Tergoda
31
Sarapan Pagi
32
Welcome to the jungle
33
Perkara telepon
34
Kabar gembira
35
Me Time
36
Suasana pengantin baru
37
Malam Pertama
38
Mulai pertengkaran
39
Pertengkaran Hebat
40
Uang nafkah
41
Terluka
42
Rumah sakit
43
Siuman
44
Menantang Om Edward
45
Takkan berhenti menantang ...
46
Opa dan Oma tahu!
47
Om Edward VS Dokter Irvan
48
Hati yang memanas
49
Kepergok
50
Rahasia Kiren
51
Bunga Tulip
52
Kesempatan ...
53
Pernyataan Suka
54
Pelayan
55
Beli Handphone
56
Awal keributan
57
Melawannya
58
Bercerita tentang rasa
59
Akan menjemput Ghina
60
Mencari yang belum pergi
61
Menemukan Ghina
62
Kedatangan Opa Thalib dan Oma Ratna
63
Mimpi Buruk
64
Dia benar-benar pergi
65
Hati yang hancur
66
Hanya tinggal kenangan
67
Sarapan Pagi
68
Datang ke rumah sakit
69
Jangan coba lawan Ghina
70
Mengejarnya
71
Telepon
72
Persiapan
73
It's hard to say goodbye
74
Gadis Kecil
75
Welcome Yogyakarta
76
Berkunjung ke kampus
77
Rahasia mulai terkuak
78
Menahan emosi
79
Secangkir kopi
80
Hatimu Hatiku
81
Datang ke mansion utama....
82
Histeris
83
Nasehat Ferdi
84
Mencari bukti
85
Rumah Ghina
86
Rumah Ghina
87
Memohon
88
Surat!!!
89
Mulai usaha
90
Edward VS Kiren
91
Talak
92
Terluka
93
Henti Jantung
94
Kritis
95
Mengabari
96
Bukalah matamu
97
Aku mendengarmu
98
Bangunnya Singa Betina
99
Detak jantung berhenti
100
Berpisah
101
Hidup harus tetap berjalan
102
Calon bidadari surga
103
Makan malam bersama
104
Benci
105
Pembicaraan antara Ibu dan Anak
106
Toko Kue Gina's
107
Tak ingin bercerai
108
Pacar Mbak Ghina
109
Bertemu kembali
110
Masalah Laporan
111
Bertemu untuk bertengkar
112
Rapat Manajer
113
Ghina istri Edward
114
Perhatian Edward
115
Ungkapan hati
116
Di gerebek
117
Menolak permintaan Opa
118
Antar Ghina pulang
119
Merawat Ghina - 1
120
Merawat Ghina - 2
121
Merawat Ghina - 3
122
Aku takut
123
Kabar Pak Bowo dan Bu Sari
124
Kisah Buket Bunga Tulip
125
Pagi yang manis...
126
Kabar mengejutkan
127
Kejutan dari Opa Thalib
128
Test DNA
129
Sayang/Baby/Honey
130
Masalah tidur
131
Kedatangan Rafael
132
Akibat ciuman
133
Minta maaf
134
Membuka lembaran baru
135
Minta restu Papa Zakaria
136
Merestui
137
Akad Nikah
138
Bicara dari hati ke hati
139
Kenalan sama si Jon
140
Ada yang datang
141
Akibat kedatangan Rafael
142
Saling memaafkan
143
Cemburu
144
OM OM
145
Bahagia itu sederhana
146
Hubby
147
Mencintai suamiku
148
Berkunjung ke toko kue Gina's
149
Ketika sensasi itu datang
150
Malam pertama
151
Masih malam pertama
152
Mandi
153
Bantuin Istri
154
Mencari pengganti
155
Pacaran
156
Nonton di bioskop
157
Double Date
158
Menagih janji
159
Bikin anak
160
Dapat kabar
161
Berpisah dengan sahabat
162
Selamat Tinggal Kota Yogyakarta
163
Selamat datang di Jakarta
164
Pindah mansion
165
Promo Novel Kekasih Taruhan Tuan Bangsawan
166
Aroma bawang goreng
167
Kado untuk Oma Ratna dan Opa Thalib
168
Perkara rujak
169
Cilok
170
Feeling Istri
171
Kejutan indah
172
Menuju lahiran
173
Welcome Baby Twin
174
Intermezzo
175
Intermezzo : Dijual Ayahku Dibeli Bosku
176
NOVEL FORGETTING YOU
177
Info novel terbaru : Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh
178
Info Novel Terbaru : Salahkah Aku Mencintaimu?
179
Info Novel : Sahabatku, Penggoda Suamiku
180
Info novel terbaru Mommy Ghina
181
Info kisah anaknya Edward dan Ghina
182
Info Karya Terbaru
183
PROMOSI KARYA TERBARU MOMMY GHINA
184
Info Karya Terbaru Mommy Ghina

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!