Memilih pergi ...

Pagi hari di rumah Ghina ...

“Mam, ini punya siapa ya?” tanya Ghina sambil menunjukkan paper bag.

“Oh semalam Om Edward mampir ke rumah, katanya antar barang buat kamu,” jawab Mama Sarah sambil menyiapkan sarapan.

“Ooooh, seperti itu.” Ghina mengeluarkan isi paper bag tersebut.

“Wah cantik banget bajunya Ghin,” ujar Mama Sarah yang melihat dress hitam di tangan Ghina.

“Biasa aja, kayaknya ini juga bukan ukuran Ghina. Ini punya pacarnya kayaknya.” Ghina memasukkan kembali dress tersebut ke dalam paper bag.

“Mama, tahu alamat kantor Om Edward gak?”

“Tahu, kenapa nak?”

“Ghina minta dong Mam alamatnya, mau kembalikan barang ini.”

“Gak usah dikembalikan, biarin aja. Kalau kamu gak suka kasih ke orang lain aja.”

“Gak bisa Mam, siapa tahu waktu dia kasih barang ini gak ngecek dulu, takutnya punya Mbak Kiren.”

Mama Sarah akhirnya mencatat alamat kantor Edward.

“Sebaiknya sebelum ke kantornya, kamu telepon dulu takutnya Edward tidak ada di kantor," pinta Mama Sarah.

“Kalau gak ada di kantor, ya tinggal titipin aja sama yang ada di kantor," jawab Ghina santai.

“Terserah kamu sajalah, Mama cuma kasih saran aja.”

“Ya Mam.”

Siang ini setelah selesai bantu-bantu berbenah rumah, Ghina memutuskan ke kantor Edward.

Dengan gaya andalannya, pakai celana jeans, kaos kebesaran, sepatu kets dan tas selempangnya. Wajah putihnya hanya bermodal bedak tipis dan liptint yang teroles di bibirnya. Ghina berangkat dengan ojek onlinenya.

1 jam perjalanan dari rumah ke kantor Edward membuat Ghina mandi keringat saking teriknya matahari.

Sekarang dia sudah berdiri di gedung tinggi, tempat kantor pusat usaha keluarga Thalib.

Penuh percaya diri Ghina masuk ke gedung tersebut.

“Selamat siang mbak, bisa bertemu dengan Pak Edward,” ucap Ghina kepada resepsionis.

“Pak Edward, maksudnya Presdir kantor ini?” tanya resepsionis sambil melihat Ghina dari ujung kaki sampai ujung rambut.

“Ade sudah bikin janji sebelumnya?”

“Belum Mbak, tapi tolong bilang saja keponakannya Ghina mau ketemu sebentar.”

“Ooh keponakannya, ditunggu sebentar. Saya hubungi sekretarisnya dulu.”

Resepsionis segera menelepon ke line sekretaris CEO.

“Ade silakan naik ke lantai 12, nanti ada tulisan ruang CEO, dan ini kartu access untuk masuk ke dalam menuju lift.”

“Terima kasih banyak Mbak.”

Ghina segera masuk ke pintu access masuk gedung, lalu segera masuk ke lift yang terbuka.

Untuk pertama kalinya Ghina menginjak gedung perkantoran keluarga Thalib.

TING ...

Pintu Lift terbuka di lantai 12, Ghina melirik ke arah ke kanan dan ke kiri mencari petunjuk ruang CEO.

“Selamat siang Mbak, mau tanya kalau ruang CEO di sebelah mana ya?” tanya Ghina.

“Kamu Ghina ya keponakan Pak Edward?”

“Iya Mbak.”

“Silakan ikut saya,” pinta sekretaris CEO mengantar Ghina ke ruang CEO.

“Permisi Pak Presdir, tamunya sudah datang.” Ujar sang sekretaris.

“Ya suruh masuk, sekalian kamu pesan minum dan makanan!” jawab Edward yang terlihat sibuk diskusi bersama asisten pribadinya.

“Baik Pak.”

Ghina masih berdiri di depan pintu, merasa belum di suruh duduk, cukup lama sekitar 10 menit.

“Loh kamu kok masih berdiri, duduk dulu Ghin.” Edward baru ngeh Ghina masih di depan pintu.

“Makasih Om, Ghina hanya mau mengantar ini saja.” Diletakkannya paper bag di atas meja kerja Edward.

“Ferry, kamu bisa keluar dulu. Tolong kerjakan yang saya minta tadi!”

“Baik Pak.” Ferry segera undur diri meninggalkan ruang CEO.

“Ghina duduk dulu.” Edward berdiri dari kursi kebesarannya.

“Makasih Om, Ghina mau langsung pamit saja.” Badan Ghina berbalik ke arah pintu.

“Kalau saya suruh dudu ... ya duduk Ghina!” ucap Edward sedikit membentak.

“Ghina datang ke sini baik-baik Om. Om tidak perlu bentak-bentak Ghina. Ghina datang ke sini hanya ingin mengembalikan barang dari Om. Dan sepertinya barang ini salah alamat. Lebih cocok buat Mbak Kiren!"

Edward menarik lengan Ghina, dan menghempaskan Ghina ke sofa.

“Disuruh duduk saja susah sekali!”

Edward ikut duduk di sofa tersebut. ”Itu hadiah buat kamu, sebaiknya diterima.”

“Sayang.” Kiren tiba-tiba masuk ke ruang CEO tanpa mengetuk terlebih dahulu.

“Oooh ada Ghina, tumben kamu ke sini?” tanya Kiren langsung duduk di samping Edward.

“Mau kembalikan barang mbak, kayaknya Om Edward salah kasih.”

“Oooh ... dress semalam yang kita beli ya sayang?” tanya Kiren, Edward menganggukkan kepalanya.

“Terima saja Ghina, semalam mbak yang pilihkan buat kamu. Hitung hitung tanda terima kasih kami telah menerima perjodohan ini.”

Ghina diam sesaat. “Bagaimana kalau saya tidak jadi menikah dengan Om Edward!”

“Maksud kamu apa?” tanya Kiren serius.

“Ya bagaimana kalau tiba-tiba saya tidak jadi menikah dengan Om Edward.” Tatapan mata Ghina begitu tajam menatap Edward.

“Ah, Ghina jangan bercanda, nasib mbak ada di kamu. Kalau Kak Edward menikah dengan kamu, berarti kami bisa menikah!”

Nikah ... nikah ... nikah ... semudah itu kalian membuat candaan nikah buat gue !!

“Om Edward, saya akan batalkan menikah dengan OM!!” Ghina bangkit dari duduknya dan langsung berlari keluar dari ruang CEO.

“Ghina!" seru Edward

Edward mengejar Ghina, tapi sudah keburu masuk lift. Tanpa panjang pikir, Edward segera turun melalui tangga darurat.

Tapi sayang usaha Edward mengejar Ghina sia-sia, dia sudah tidak berada di kantornya.

“Selalu saja suka kabur,” gumam Edward sambil menyugar rambutnya.

.

.

Dari pagi hati Ghina di rumah sudah kalut, di tambah saat dia menerima notif bank, telah diterima honor kemarin sebesar 35 juta. Otaknya mulai berputar untuk menggagalkan pernikahannya dengan Edward.

Ditambah lagi hatinya jadi mantap setelah ke kantor Edward, mendengar ucapan Kiren, semakin jelas dia akan tersiksa jika menerima di nikahkan.

Mama, Papa maafkan Ghina jika tidak bisa menuruti permintaan kalian. Lebih baik Ghina pergi!

Ghina menatap stasiun kereta api yang sekarang ada di hadapannya.

Derrtt ... Drettt

Ponsel yang digenggam Ghina berdering.

Rika Calling

“Halo Ghin, loe ada dimana, jalan yuk?” tanya Rika.

“Gue ada di statiun gambir.”

“Gambir, loe mau ke mana? Jangan bilang loe mau kabur!” terkejut Rika mendengarnya.

“Iya gue mau kabur.”

“Wait, loe jangan kemana-mana loe tunggu gue dulu. Gue ke sana sekarang nyusul!” Rika mencoba menahan temannya.

“Oke..!”

“ Loe tunggu gue di restoran hokben, awas jangan kabur dulu!” pinta Rika.

“Iya.” jawab singkat Ghina.

Ghina memutuskan sambungan teleponnya dengan Rika, lalu masuk ke stasiun gambir mencari restoran yang di sebut Rika tadi.

1 Jam kemudian ...

Mumpung Ghina sedang berada di restoran hokben, dia mengisi perutnya sampai kenyang, karena kalau mau kabur itu menguras otak dan tenaga.

“Ghina...!” panggil Rika yang baru saja muncul.

“Syukurlah loe masih di sini."

“Mmmm, loe udah makan belum, kalau belum gue traktir nih mumpung di sini.”

“Gue udah makan tadi di rumah.” Kedua netra Rika mulai menyelidik di sekitar Ghina.

“Ghin, loe beneran mau kabur. Bawaan loe mana, kok gak bawa tas atau koper besar?”

“Namanya juga kabur dadakan, tanpa rencana,” jawab Ghina santai.

“Trus loe mau kabur ke mana ?”

Terpopuler

Comments

Taty Hartaty

Taty Hartaty

seperti nya syarat untuk jadi ahli waris harus jikanbdgn ghina kayaknya nih,hmmm

2024-12-04

0

Amrih Ledjaringtyas

Amrih Ledjaringtyas

jgn bilng..jgn bilng...tutup hp. ganti no..buruan gina..biar kapok mrk

2025-01-31

0

Rusmini Rusmini

Rusmini Rusmini

/Sweat//Sweat//Sweat/

2024-12-31

0

lihat semua
Episodes
1 Lamaran yang tak terduga
2 Makan Siang
3 Pembicaraan 2 sohib
4 Tamu di rumah dan di sekolah
5 Datang lagi ke sekolah
6 Mansion Thalib
7 Makan Malam
8 Buat apa datang?
9 Pindah ke Mall lain
10 Wanita berkebaya
11 Karena wajah cantik!
12 Memilih pergi ...
13 Pergi dari rumah
14 Masih kabur......
15 Ditemukan
16 Kelamaan berendem
17 Malu
18 Dicariin ...
19 Kabur lagi....
20 Kembali ke rumah
21 Memajukan tanggal pernikahan
22 Pemotretan
23 Ghina Shock
24 Foto Prawedding
25 Terpaksa atau dipaksa ?
26 Berkata jujur
27 Wanita Penari
28 Menuju Hari H
29 Pernikahan
30 Tergoda
31 Sarapan Pagi
32 Welcome to the jungle
33 Perkara telepon
34 Kabar gembira
35 Me Time
36 Suasana pengantin baru
37 Malam Pertama
38 Mulai pertengkaran
39 Pertengkaran Hebat
40 Uang nafkah
41 Terluka
42 Rumah sakit
43 Siuman
44 Menantang Om Edward
45 Takkan berhenti menantang ...
46 Opa dan Oma tahu!
47 Om Edward VS Dokter Irvan
48 Hati yang memanas
49 Kepergok
50 Rahasia Kiren
51 Bunga Tulip
52 Kesempatan ...
53 Pernyataan Suka
54 Pelayan
55 Beli Handphone
56 Awal keributan
57 Melawannya
58 Bercerita tentang rasa
59 Akan menjemput Ghina
60 Mencari yang belum pergi
61 Menemukan Ghina
62 Kedatangan Opa Thalib dan Oma Ratna
63 Mimpi Buruk
64 Dia benar-benar pergi
65 Hati yang hancur
66 Hanya tinggal kenangan
67 Sarapan Pagi
68 Datang ke rumah sakit
69 Jangan coba lawan Ghina
70 Mengejarnya
71 Telepon
72 Persiapan
73 It's hard to say goodbye
74 Gadis Kecil
75 Welcome Yogyakarta
76 Berkunjung ke kampus
77 Rahasia mulai terkuak
78 Menahan emosi
79 Secangkir kopi
80 Hatimu Hatiku
81 Datang ke mansion utama....
82 Histeris
83 Nasehat Ferdi
84 Mencari bukti
85 Rumah Ghina
86 Rumah Ghina
87 Memohon
88 Surat!!!
89 Mulai usaha
90 Edward VS Kiren
91 Talak
92 Terluka
93 Henti Jantung
94 Kritis
95 Mengabari
96 Bukalah matamu
97 Aku mendengarmu
98 Bangunnya Singa Betina
99 Detak jantung berhenti
100 Berpisah
101 Hidup harus tetap berjalan
102 Calon bidadari surga
103 Makan malam bersama
104 Benci
105 Pembicaraan antara Ibu dan Anak
106 Toko Kue Gina's
107 Tak ingin bercerai
108 Pacar Mbak Ghina
109 Bertemu kembali
110 Masalah Laporan
111 Bertemu untuk bertengkar
112 Rapat Manajer
113 Ghina istri Edward
114 Perhatian Edward
115 Ungkapan hati
116 Di gerebek
117 Menolak permintaan Opa
118 Antar Ghina pulang
119 Merawat Ghina - 1
120 Merawat Ghina - 2
121 Merawat Ghina - 3
122 Aku takut
123 Kabar Pak Bowo dan Bu Sari
124 Kisah Buket Bunga Tulip
125 Pagi yang manis...
126 Kabar mengejutkan
127 Kejutan dari Opa Thalib
128 Test DNA
129 Sayang/Baby/Honey
130 Masalah tidur
131 Kedatangan Rafael
132 Akibat ciuman
133 Minta maaf
134 Membuka lembaran baru
135 Minta restu Papa Zakaria
136 Merestui
137 Akad Nikah
138 Bicara dari hati ke hati
139 Kenalan sama si Jon
140 Ada yang datang
141 Akibat kedatangan Rafael
142 Saling memaafkan
143 Cemburu
144 OM OM
145 Bahagia itu sederhana
146 Hubby
147 Mencintai suamiku
148 Berkunjung ke toko kue Gina's
149 Ketika sensasi itu datang
150 Malam pertama
151 Masih malam pertama
152 Mandi
153 Bantuin Istri
154 Mencari pengganti
155 Pacaran
156 Nonton di bioskop
157 Double Date
158 Menagih janji
159 Bikin anak
160 Dapat kabar
161 Berpisah dengan sahabat
162 Selamat Tinggal Kota Yogyakarta
163 Selamat datang di Jakarta
164 Pindah mansion
165 Promo Novel Kekasih Taruhan Tuan Bangsawan
166 Aroma bawang goreng
167 Kado untuk Oma Ratna dan Opa Thalib
168 Perkara rujak
169 Cilok
170 Feeling Istri
171 Kejutan indah
172 Menuju lahiran
173 Welcome Baby Twin
174 Intermezzo
175 Intermezzo : Dijual Ayahku Dibeli Bosku
176 NOVEL FORGETTING YOU
177 Info novel terbaru : Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh
178 Info Novel Terbaru : Salahkah Aku Mencintaimu?
179 Info Novel : Sahabatku, Penggoda Suamiku
180 Info novel terbaru Mommy Ghina
181 Info kisah anaknya Edward dan Ghina
182 Info Karya Terbaru
183 PROMOSI KARYA TERBARU MOMMY GHINA
184 Info Karya Terbaru Mommy Ghina
Episodes

Updated 184 Episodes

1
Lamaran yang tak terduga
2
Makan Siang
3
Pembicaraan 2 sohib
4
Tamu di rumah dan di sekolah
5
Datang lagi ke sekolah
6
Mansion Thalib
7
Makan Malam
8
Buat apa datang?
9
Pindah ke Mall lain
10
Wanita berkebaya
11
Karena wajah cantik!
12
Memilih pergi ...
13
Pergi dari rumah
14
Masih kabur......
15
Ditemukan
16
Kelamaan berendem
17
Malu
18
Dicariin ...
19
Kabur lagi....
20
Kembali ke rumah
21
Memajukan tanggal pernikahan
22
Pemotretan
23
Ghina Shock
24
Foto Prawedding
25
Terpaksa atau dipaksa ?
26
Berkata jujur
27
Wanita Penari
28
Menuju Hari H
29
Pernikahan
30
Tergoda
31
Sarapan Pagi
32
Welcome to the jungle
33
Perkara telepon
34
Kabar gembira
35
Me Time
36
Suasana pengantin baru
37
Malam Pertama
38
Mulai pertengkaran
39
Pertengkaran Hebat
40
Uang nafkah
41
Terluka
42
Rumah sakit
43
Siuman
44
Menantang Om Edward
45
Takkan berhenti menantang ...
46
Opa dan Oma tahu!
47
Om Edward VS Dokter Irvan
48
Hati yang memanas
49
Kepergok
50
Rahasia Kiren
51
Bunga Tulip
52
Kesempatan ...
53
Pernyataan Suka
54
Pelayan
55
Beli Handphone
56
Awal keributan
57
Melawannya
58
Bercerita tentang rasa
59
Akan menjemput Ghina
60
Mencari yang belum pergi
61
Menemukan Ghina
62
Kedatangan Opa Thalib dan Oma Ratna
63
Mimpi Buruk
64
Dia benar-benar pergi
65
Hati yang hancur
66
Hanya tinggal kenangan
67
Sarapan Pagi
68
Datang ke rumah sakit
69
Jangan coba lawan Ghina
70
Mengejarnya
71
Telepon
72
Persiapan
73
It's hard to say goodbye
74
Gadis Kecil
75
Welcome Yogyakarta
76
Berkunjung ke kampus
77
Rahasia mulai terkuak
78
Menahan emosi
79
Secangkir kopi
80
Hatimu Hatiku
81
Datang ke mansion utama....
82
Histeris
83
Nasehat Ferdi
84
Mencari bukti
85
Rumah Ghina
86
Rumah Ghina
87
Memohon
88
Surat!!!
89
Mulai usaha
90
Edward VS Kiren
91
Talak
92
Terluka
93
Henti Jantung
94
Kritis
95
Mengabari
96
Bukalah matamu
97
Aku mendengarmu
98
Bangunnya Singa Betina
99
Detak jantung berhenti
100
Berpisah
101
Hidup harus tetap berjalan
102
Calon bidadari surga
103
Makan malam bersama
104
Benci
105
Pembicaraan antara Ibu dan Anak
106
Toko Kue Gina's
107
Tak ingin bercerai
108
Pacar Mbak Ghina
109
Bertemu kembali
110
Masalah Laporan
111
Bertemu untuk bertengkar
112
Rapat Manajer
113
Ghina istri Edward
114
Perhatian Edward
115
Ungkapan hati
116
Di gerebek
117
Menolak permintaan Opa
118
Antar Ghina pulang
119
Merawat Ghina - 1
120
Merawat Ghina - 2
121
Merawat Ghina - 3
122
Aku takut
123
Kabar Pak Bowo dan Bu Sari
124
Kisah Buket Bunga Tulip
125
Pagi yang manis...
126
Kabar mengejutkan
127
Kejutan dari Opa Thalib
128
Test DNA
129
Sayang/Baby/Honey
130
Masalah tidur
131
Kedatangan Rafael
132
Akibat ciuman
133
Minta maaf
134
Membuka lembaran baru
135
Minta restu Papa Zakaria
136
Merestui
137
Akad Nikah
138
Bicara dari hati ke hati
139
Kenalan sama si Jon
140
Ada yang datang
141
Akibat kedatangan Rafael
142
Saling memaafkan
143
Cemburu
144
OM OM
145
Bahagia itu sederhana
146
Hubby
147
Mencintai suamiku
148
Berkunjung ke toko kue Gina's
149
Ketika sensasi itu datang
150
Malam pertama
151
Masih malam pertama
152
Mandi
153
Bantuin Istri
154
Mencari pengganti
155
Pacaran
156
Nonton di bioskop
157
Double Date
158
Menagih janji
159
Bikin anak
160
Dapat kabar
161
Berpisah dengan sahabat
162
Selamat Tinggal Kota Yogyakarta
163
Selamat datang di Jakarta
164
Pindah mansion
165
Promo Novel Kekasih Taruhan Tuan Bangsawan
166
Aroma bawang goreng
167
Kado untuk Oma Ratna dan Opa Thalib
168
Perkara rujak
169
Cilok
170
Feeling Istri
171
Kejutan indah
172
Menuju lahiran
173
Welcome Baby Twin
174
Intermezzo
175
Intermezzo : Dijual Ayahku Dibeli Bosku
176
NOVEL FORGETTING YOU
177
Info novel terbaru : Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh
178
Info Novel Terbaru : Salahkah Aku Mencintaimu?
179
Info Novel : Sahabatku, Penggoda Suamiku
180
Info novel terbaru Mommy Ghina
181
Info kisah anaknya Edward dan Ghina
182
Info Karya Terbaru
183
PROMOSI KARYA TERBARU MOMMY GHINA
184
Info Karya Terbaru Mommy Ghina

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!