Datang lagi ke sekolah

Jam pulang sekolah sudah tiba, kali ini Ghina berencana untuk mampir ke sanggar tarinya, tempat biasa dia berlatih nari.

Di gerbang sekolah tampak siswi masih berkumpul ramai dan riuh seperti ada sesuatu.

Ghina melipir mendekati keramaian tersebut.

“Om Edward!” gumam Ghina, melihat Edward sedang bersandar di depan mobilnya.

Dan pantesan saja para siswi tidak langsung pulang, mereka terpukau melihat pria tampan tersebut, yang potongannya seperti aktor bule ternama.

“Rika ... tolong bantuin gue.” Ghina menarik tangan Rika.

“Gue gak bisa pulang nih,” ujar Ghina.

“Kenapa?”

“Loe lihat cowok yang ada di depan gerbang?”

“Mmmm ... cowok yang ganteng itu?”

“Yaaaa ... dia laki-laki yang bakal dijodohin sama gue!”

“Anjrit ... gue gak bakal nolak kalau bokap gue jodohin sama laki kayak begitu!”

“Dasar gelo ...!” Ghina menoyor kepala Rika.

“Terus loe ngapain pakai kabur, hadapin aja.”

“Udah males gue temuin dia.”

“Ya udah loe pakai jaket hoodie gue, trus nih loe pakai masker. Nanti loe jalan di samping gue.” Ghina langsung mengikat gulung rambut panjangnya, memakai jaket hoodie punya Rika serta masker.

“Jalannya biasa aja, nanti dia curiga lagi kalau lihat cewek yang gelagatnya aneh.”

“Oke Rika.”

Tatapan Edward tidak putus-putus memperhatikan siswi yang keluar dari gerbang sekolah.

Sesekali Edward menghubungi seseorang dengan ponselnya.

Ghina dan Rika mulai menuju gerbang sekolah untuk keluar. Ponsel Ghina seperti berbunyi terus.

Panas dingin Ghina harus melewati posisi Edward yang sedang berdiri. Ponselnya kembali berdering , tatapan Edward menuju ke siswi yang memakai jaket hoodie dan masker.

Ketika dia menelepon, ponsel gadis tersebut berbunyi. Refleks Ghina mengambil ponselnya dan memutuskan panggilannya. Bunyi lagi, di matikan lagi oleh Ghina.

Edward melangkah pelan-pelan mendekati gadis berjaket hoodie. Rika mulai mencolek badan Ghina, melihat pergerakan Edward yang mendekati mereka berdua.

“GHINA ...!” panggil Edward.

DEG!

Sialan ... gue ketahuan ...!”

 Refleks Ghina mengerakkan kedua kakinya untuk berlari lagi. Edward pun ikut berlari mengejar Ghina.

BUGH!

Tubuh Ghina sudah tertangkap dari belakang oleh Edward.

“Lepasin ... lepasin!!” Ghina memukul tangan Edward yang telah memegang pinggangnya dan mengangkatnya, membawa dirinya ke dalam mobil Edward.

Semua mata memandang di sana “Tolong ... tolong ... tolong gue di culik!!” teriak Ghina.

Satpam sekolah berlarian mendengar teriakan tersebut. “Dia keponakan saya,” ujar Edward langsung menghempaskan Ghina ke dalam mobil. Dan menjelaskannya ke satpam yang mendekatinya.

“Pak, tolong saya ... saya bukan keponakannya!” teriak Ghina dari dalam mobil.

“Ini kartu nama saya, bapak-bapak bisa menghubungi saya lagi. Anak ini memang ada sedikit masalah keluarga,” ujar Edward segera masuk ke mobilnya.

Bapak-bapak satpam hanya menganggukkan kepalanya, membaca kartu nama yang mereka pegang.

Mobil mewah berwarna hitam melaju, dan meninggalkan sekolah Ghina.

Napas Ghina terlihat masih ngos-ngosan “apa-apaan ini Om Edward!” Matanya memburu Edward.

“Kayaknya kamu suka main lari-larian ya.”

“Bukan urusan Om!”

“Pak Sopir tolong berhenti di depan.” Ghina menepuk bahu sopir.

“Jalan ke tempat tujuan awal,” titah Edward.

“Turunin saya sekarang juga!”

“Tidak bisa, kita harus bicara dulu!”

“Ya sudah, silakan Om bicara ... saya akan dengarkan.”

“Kamu tuh susah di atur ya.”

“Kalau iya mau apa, baru tahu.”

“Melawan terus, lama-lama saya lakban mulut kamu Ghina!”

“Silakan ambil lakbannya, nih tutup mulutnya,” ujar Ghina memonyongkan bibirnya.

Edward menahan untuk tidak tertawa, melihat Ghina memonyongkan bibirnya tanpa rasa malu.

“Hufh ...!” Edward mengambil napas dalam-dalam, sepertinya agak susah menghadapi bocah seperti Ghina.

Edward untuk sementara menutup mulutnya, agar saudara  jauhnya tidak terus melawannya.

Mobil Edward sudah berada di lobby Hotel Bintang 7 milik keluarga Thalib.

“TURUN!” perintah Edward, sambil menarik tangan Ghina. Mata Ghina mulai menjelajah ke semua sisi.

Edward mencengkeram lengan Ghina agar tidak kabur “ Om, kita mau ke mana?” selidik Ghina.

“Kamu cukup ikut aja!”

“Om boleh ke kamar mandi dulu gak, udah gak tahan nih.”

“Tahan aja!” bentak Edward.

“Bagaimana caranya di tahan Om, udah di ujung nih. Kalau sampai gompol gimana Om?” Ghina mengepit kedua pahanya, terlihat seperti sangat menahan hasratnya.

Edward tampak ragu-ragu melepaskan Ghina walau ke kamar mandi.

“Ghina, janji gak kabur kok Om.”

Edward melirik kamar mandi dari jarak mereka berdiri. “Ya sudah jangan lama-lama, saya tunggu di sana,” dia menunjukkan sofa yang berada di lobby hotel.

“Ok Om,” Ghina langsung berlari ke kamar mandi, setelah Edward melepaskan tangannya.

“Duh ... gimana caranya kabur nih,” gumam Ghina, masih mondar mandir di dalam kamar mandi.

Diintipnya dari depan kamar mandi, Edward duduk menghadap kamar mandi sesekali memainkan ponselnya.

Ghina mengeluarkan semua isi tasnya, dia mengganti seragamnya dengan pakaian yang seharusnya dia pakai buat latihan nari.

Celana legging ¾ warna hitam, serta kaos warna abu ukuran besar tapi gantung bawahnya hingga pinggang ramping terlihat sekali. Sepatu sekolahnya dia ganti dengan flat shoes yang dia bawa.

Diubek-ubek lagi isi tasnya, ternyata dia menyimpan topi. Dipakailah topinya rambutnya dia selipkan ke lubang topi yang berada di belakang. Tak lupa dia memakai masker pemberian Rika tersebut.

“Semoga Om Edward tidak mengenali gue,” gumam Ghina.

Ghina kembali mengintip keadaan di luar, terlihat Edward sedang berbincang dengan salah satu pegawai hotel.

“Kesempatan!” Ghina mulai keluar dari kamar mandi, sambil mengalihkan wajahnya dari pandangan Edward. Ghina mulai dag dig dug saat melewati keberadaan Edward, tapi tetap berusaha tenang.

3....2....1.......akhirnya gue bisa melewatinya.......batin Ghina.

Telah melewati Edward yang sedang duduk, Ghina mempercepat langkahnya agar sampai ke luar lobi ... setelah keluar lobi Ghina langsung berlari menuju jalan raya, lalu menyetop kendaraan yang lewat hotel tersebut.

“Akhirnya, berhasil juga kabur,” gumam Ghina.

Sudah 10 menit Edward menunggu Ghina yang berada di kamar mandi.

“Pak Presdir, di toilet wanita tidak ada siapa-siapa,” lapor karyawati yang di suruh Edward mengecek kamar mandi.

“Lolos lagi tuh bocah!” ujar Edward geram, seharusnya dia tidak mempercayai omongan Ghina.

Edward menghubungi Ghina dengan ponselnya.

“Halo ....” Ghina terpaksa menerima telepon ini, karena sudah sering kali menghubunginya.

“Kamu di mana?” tanya Edward melalui sambungan teleponnya.

“Ini siapa ya?” gadis itu tidak mengenal suara yang menelepon.

“Katanya ke kamar mandi, tapi nyatanya kamu kabur!” ucap pria itu

“Oh ... Om Edward!” balas Ghina.

"Sekarang ada di mana? Saya jemput!”

“Gak perlu Om, udah jauh ... gak perlu di jemput. Saya harap Om gak usah cari saya lagi baik di rumah atau di sekolah, hanya buang waktu Om saja. Lebih baik Om bujuk Opa aja, agar Om dapat restu menikah dengan mbak Kiren. Dah ya Om!”

“Ghina ...!” panggil Edward.

Ghina telah memutuskan sambungan teleponnya, lalu memblokir nomor Edward.

.

.

bersambung

Terpopuler

Comments

hanie tsamara

hanie tsamara

ampuun dahh edward..
cm pantang menyerah bgtt😂😂

2025-01-18

0

Tati Suwarsih

Tati Suwarsih

ad bakat jadi aktris tuh s gina...sebagai detektive

2025-01-09

0

Shelly Tefa

Shelly Tefa

wkwkwkwkw

mantap si ghina🤣🤣

2025-01-25

0

lihat semua
Episodes
1 Lamaran yang tak terduga
2 Makan Siang
3 Pembicaraan 2 sohib
4 Tamu di rumah dan di sekolah
5 Datang lagi ke sekolah
6 Mansion Thalib
7 Makan Malam
8 Buat apa datang?
9 Pindah ke Mall lain
10 Wanita berkebaya
11 Karena wajah cantik!
12 Memilih pergi ...
13 Pergi dari rumah
14 Masih kabur......
15 Ditemukan
16 Kelamaan berendem
17 Malu
18 Dicariin ...
19 Kabur lagi....
20 Kembali ke rumah
21 Memajukan tanggal pernikahan
22 Pemotretan
23 Ghina Shock
24 Foto Prawedding
25 Terpaksa atau dipaksa ?
26 Berkata jujur
27 Wanita Penari
28 Menuju Hari H
29 Pernikahan
30 Tergoda
31 Sarapan Pagi
32 Welcome to the jungle
33 Perkara telepon
34 Kabar gembira
35 Me Time
36 Suasana pengantin baru
37 Malam Pertama
38 Mulai pertengkaran
39 Pertengkaran Hebat
40 Uang nafkah
41 Terluka
42 Rumah sakit
43 Siuman
44 Menantang Om Edward
45 Takkan berhenti menantang ...
46 Opa dan Oma tahu!
47 Om Edward VS Dokter Irvan
48 Hati yang memanas
49 Kepergok
50 Rahasia Kiren
51 Bunga Tulip
52 Kesempatan ...
53 Pernyataan Suka
54 Pelayan
55 Beli Handphone
56 Awal keributan
57 Melawannya
58 Bercerita tentang rasa
59 Akan menjemput Ghina
60 Mencari yang belum pergi
61 Menemukan Ghina
62 Kedatangan Opa Thalib dan Oma Ratna
63 Mimpi Buruk
64 Dia benar-benar pergi
65 Hati yang hancur
66 Hanya tinggal kenangan
67 Sarapan Pagi
68 Datang ke rumah sakit
69 Jangan coba lawan Ghina
70 Mengejarnya
71 Telepon
72 Persiapan
73 It's hard to say goodbye
74 Gadis Kecil
75 Welcome Yogyakarta
76 Berkunjung ke kampus
77 Rahasia mulai terkuak
78 Menahan emosi
79 Secangkir kopi
80 Hatimu Hatiku
81 Datang ke mansion utama....
82 Histeris
83 Nasehat Ferdi
84 Mencari bukti
85 Rumah Ghina
86 Rumah Ghina
87 Memohon
88 Surat!!!
89 Mulai usaha
90 Edward VS Kiren
91 Talak
92 Terluka
93 Henti Jantung
94 Kritis
95 Mengabari
96 Bukalah matamu
97 Aku mendengarmu
98 Bangunnya Singa Betina
99 Detak jantung berhenti
100 Berpisah
101 Hidup harus tetap berjalan
102 Calon bidadari surga
103 Makan malam bersama
104 Benci
105 Pembicaraan antara Ibu dan Anak
106 Toko Kue Gina's
107 Tak ingin bercerai
108 Pacar Mbak Ghina
109 Bertemu kembali
110 Masalah Laporan
111 Bertemu untuk bertengkar
112 Rapat Manajer
113 Ghina istri Edward
114 Perhatian Edward
115 Ungkapan hati
116 Di gerebek
117 Menolak permintaan Opa
118 Antar Ghina pulang
119 Merawat Ghina - 1
120 Merawat Ghina - 2
121 Merawat Ghina - 3
122 Aku takut
123 Kabar Pak Bowo dan Bu Sari
124 Kisah Buket Bunga Tulip
125 Pagi yang manis...
126 Kabar mengejutkan
127 Kejutan dari Opa Thalib
128 Test DNA
129 Sayang/Baby/Honey
130 Masalah tidur
131 Kedatangan Rafael
132 Akibat ciuman
133 Minta maaf
134 Membuka lembaran baru
135 Minta restu Papa Zakaria
136 Merestui
137 Akad Nikah
138 Bicara dari hati ke hati
139 Kenalan sama si Jon
140 Ada yang datang
141 Akibat kedatangan Rafael
142 Saling memaafkan
143 Cemburu
144 OM OM
145 Bahagia itu sederhana
146 Hubby
147 Mencintai suamiku
148 Berkunjung ke toko kue Gina's
149 Ketika sensasi itu datang
150 Malam pertama
151 Masih malam pertama
152 Mandi
153 Bantuin Istri
154 Mencari pengganti
155 Pacaran
156 Nonton di bioskop
157 Double Date
158 Menagih janji
159 Bikin anak
160 Dapat kabar
161 Berpisah dengan sahabat
162 Selamat Tinggal Kota Yogyakarta
163 Selamat datang di Jakarta
164 Pindah mansion
165 Promo Novel Kekasih Taruhan Tuan Bangsawan
166 Aroma bawang goreng
167 Kado untuk Oma Ratna dan Opa Thalib
168 Perkara rujak
169 Cilok
170 Feeling Istri
171 Kejutan indah
172 Menuju lahiran
173 Welcome Baby Twin
174 Intermezzo
175 Intermezzo : Dijual Ayahku Dibeli Bosku
176 NOVEL FORGETTING YOU
177 Info novel terbaru : Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh
178 Info Novel Terbaru : Salahkah Aku Mencintaimu?
179 Info Novel : Sahabatku, Penggoda Suamiku
180 Info novel terbaru Mommy Ghina
181 Info kisah anaknya Edward dan Ghina
182 Info Karya Terbaru
183 PROMOSI KARYA TERBARU MOMMY GHINA
184 Info Karya Terbaru Mommy Ghina
Episodes

Updated 184 Episodes

1
Lamaran yang tak terduga
2
Makan Siang
3
Pembicaraan 2 sohib
4
Tamu di rumah dan di sekolah
5
Datang lagi ke sekolah
6
Mansion Thalib
7
Makan Malam
8
Buat apa datang?
9
Pindah ke Mall lain
10
Wanita berkebaya
11
Karena wajah cantik!
12
Memilih pergi ...
13
Pergi dari rumah
14
Masih kabur......
15
Ditemukan
16
Kelamaan berendem
17
Malu
18
Dicariin ...
19
Kabur lagi....
20
Kembali ke rumah
21
Memajukan tanggal pernikahan
22
Pemotretan
23
Ghina Shock
24
Foto Prawedding
25
Terpaksa atau dipaksa ?
26
Berkata jujur
27
Wanita Penari
28
Menuju Hari H
29
Pernikahan
30
Tergoda
31
Sarapan Pagi
32
Welcome to the jungle
33
Perkara telepon
34
Kabar gembira
35
Me Time
36
Suasana pengantin baru
37
Malam Pertama
38
Mulai pertengkaran
39
Pertengkaran Hebat
40
Uang nafkah
41
Terluka
42
Rumah sakit
43
Siuman
44
Menantang Om Edward
45
Takkan berhenti menantang ...
46
Opa dan Oma tahu!
47
Om Edward VS Dokter Irvan
48
Hati yang memanas
49
Kepergok
50
Rahasia Kiren
51
Bunga Tulip
52
Kesempatan ...
53
Pernyataan Suka
54
Pelayan
55
Beli Handphone
56
Awal keributan
57
Melawannya
58
Bercerita tentang rasa
59
Akan menjemput Ghina
60
Mencari yang belum pergi
61
Menemukan Ghina
62
Kedatangan Opa Thalib dan Oma Ratna
63
Mimpi Buruk
64
Dia benar-benar pergi
65
Hati yang hancur
66
Hanya tinggal kenangan
67
Sarapan Pagi
68
Datang ke rumah sakit
69
Jangan coba lawan Ghina
70
Mengejarnya
71
Telepon
72
Persiapan
73
It's hard to say goodbye
74
Gadis Kecil
75
Welcome Yogyakarta
76
Berkunjung ke kampus
77
Rahasia mulai terkuak
78
Menahan emosi
79
Secangkir kopi
80
Hatimu Hatiku
81
Datang ke mansion utama....
82
Histeris
83
Nasehat Ferdi
84
Mencari bukti
85
Rumah Ghina
86
Rumah Ghina
87
Memohon
88
Surat!!!
89
Mulai usaha
90
Edward VS Kiren
91
Talak
92
Terluka
93
Henti Jantung
94
Kritis
95
Mengabari
96
Bukalah matamu
97
Aku mendengarmu
98
Bangunnya Singa Betina
99
Detak jantung berhenti
100
Berpisah
101
Hidup harus tetap berjalan
102
Calon bidadari surga
103
Makan malam bersama
104
Benci
105
Pembicaraan antara Ibu dan Anak
106
Toko Kue Gina's
107
Tak ingin bercerai
108
Pacar Mbak Ghina
109
Bertemu kembali
110
Masalah Laporan
111
Bertemu untuk bertengkar
112
Rapat Manajer
113
Ghina istri Edward
114
Perhatian Edward
115
Ungkapan hati
116
Di gerebek
117
Menolak permintaan Opa
118
Antar Ghina pulang
119
Merawat Ghina - 1
120
Merawat Ghina - 2
121
Merawat Ghina - 3
122
Aku takut
123
Kabar Pak Bowo dan Bu Sari
124
Kisah Buket Bunga Tulip
125
Pagi yang manis...
126
Kabar mengejutkan
127
Kejutan dari Opa Thalib
128
Test DNA
129
Sayang/Baby/Honey
130
Masalah tidur
131
Kedatangan Rafael
132
Akibat ciuman
133
Minta maaf
134
Membuka lembaran baru
135
Minta restu Papa Zakaria
136
Merestui
137
Akad Nikah
138
Bicara dari hati ke hati
139
Kenalan sama si Jon
140
Ada yang datang
141
Akibat kedatangan Rafael
142
Saling memaafkan
143
Cemburu
144
OM OM
145
Bahagia itu sederhana
146
Hubby
147
Mencintai suamiku
148
Berkunjung ke toko kue Gina's
149
Ketika sensasi itu datang
150
Malam pertama
151
Masih malam pertama
152
Mandi
153
Bantuin Istri
154
Mencari pengganti
155
Pacaran
156
Nonton di bioskop
157
Double Date
158
Menagih janji
159
Bikin anak
160
Dapat kabar
161
Berpisah dengan sahabat
162
Selamat Tinggal Kota Yogyakarta
163
Selamat datang di Jakarta
164
Pindah mansion
165
Promo Novel Kekasih Taruhan Tuan Bangsawan
166
Aroma bawang goreng
167
Kado untuk Oma Ratna dan Opa Thalib
168
Perkara rujak
169
Cilok
170
Feeling Istri
171
Kejutan indah
172
Menuju lahiran
173
Welcome Baby Twin
174
Intermezzo
175
Intermezzo : Dijual Ayahku Dibeli Bosku
176
NOVEL FORGETTING YOU
177
Info novel terbaru : Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh
178
Info Novel Terbaru : Salahkah Aku Mencintaimu?
179
Info Novel : Sahabatku, Penggoda Suamiku
180
Info novel terbaru Mommy Ghina
181
Info kisah anaknya Edward dan Ghina
182
Info Karya Terbaru
183
PROMOSI KARYA TERBARU MOMMY GHINA
184
Info Karya Terbaru Mommy Ghina

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!