Makan Siang

Ghina hanya bisa terpaku mendengar pembicaraan orang tua membahas pernikahan mereka.

“Papa, saya mau ajak Ghina keluar dulu,” ujar Edward tiba-tiba kepada Papa Thalib.

“Silakan, sepertinya memang harus seperti itu biar kalian berdua lebih mengenal,” jawab Papa Thalib.

“Ayo Ghina,” ajak Edward yang telah beranjak dari duduknya. Gadis itu mengikuti langkah Edward dan turut masuk ke dalam mobil pria itu.

Hening ... belum ada yang membuka suaranya.

Edward menyetir mobilnya menuju salah satu resto yang terkenal di wilayah Jakarta.

Masih dalam diamnya, Ghina kembali mengikuti langkah Edward. Sebenarnya kakinya terasa berat untuk masuk ke resto tersebut, secara pengunjungnya terlihat gayanya high class, dan rasanya tidak sesuai dengan pakaian yang di kenakan Ghina sekarang.

“Duduk!” titah Edward.

Ghina menurut perintah Edward yang sudah duduk di hadapannya.

Pelayan resto menghampiri mereka dan memberikan daftar menu.

“Mau makan apa?” tanya Edward sambil melihat daftar menunya.

“Terserah ...,” jawab Ghina malas.

“Pesan 2 beef steak, 2 cream sup, 1 calamary, 2 orange jus,” Edward menyebutkan pesanan makanannya.

“Tambah 1 air mineral,” sambung Ghina.

Selesai memesan makanan, netra Edward menatap Ghina yang ada di hadapannya.

“Saya tidak menyangka, kalau kamu berani menolak perjodohan kita.” Edward mulai buka pembicaraan.

“Ya, karena saya tidak mau menikah muda. Lagi pula saya belum lulus sekolah.”

Sebenarnya Ghina tinggal menunggu pengumuman kelulusannya saja, selanjutnya dia ingin melanjutkan pendidikannya ke bangku universitas.

“Saya juga menolak perjodohan ini,” ucap Edward.

“Kalau Om menolak kenapa tadi tidak bilang saat di rumah saya, biar tidak ada rencana pernikahan.”

“Saya pikir, kamu bisa di ajak kerja sama!”

Nah berasa kayak cerita di novel nih......batin Ghina.

“Kerja sama apa?”

“Sebenarnya saya sudah punya calon istri, tapi papa akan merestui jika aku menikahimu.”

“What ...!”

“Saya tidak mungkin menyukai anak kecil seperti kamu, apalagi ... lihat saja tubuhmu ... terlalu kurus dan lihat dadamu saja seperti baru tumbuh atau tidak bertambah besar. Tidak ada daya tarik sama sekali sebagai wanita,” kata Edward, terang terangan

“Ooooh terus sekarang Om ajak saya kesini buat menghina begitu!” Ghina berusaha menekan emosinya terhadap pria tampan di hadapannya sekarang.

“Bukan menghina, tapi memberitahu fakta kenyataan, dan saya tidak munafik sebagai pria dewasa.”

Iya sih ada benarnya, memang fakta ... tidak ada apa-apa kalau lihat tubuh gue ... rata!! Tinggi badan 163cm, berat badan 50kg 😔

“Jadi Om Edward mau kerja sama seperti apa?”

“Kita tetap menikah seperti yang papa minta, tapi dengan catatan kita hanya suami istri secara hukum. Tapi kamu jangan mengharapkan saya menjadi suami sesungguhnya, dan saya juga tidak akan menganggap kamu istri.”

“Maksud Om, kita hanya status di atas kertas begitu. Jadi saya tidak punya kewajiban mengurus suami, betulkan!”

“Ya seperti itu, saya tidak akan menyentuh kamu sedikit pun. Tapi perlu kamu ketahui setelah menikah dengan kamu. Saya akan menikah dengan kekasih saya, dan kamu harus memberikan izin nikah, agar bisa di daftarkan secara hukum.”

“Om Edward sudah gila, lebih baik kita tidak usah menikah. Dari pada menuntut izin dari saya agar om bisa menikah lagi. Pokoknya Om harus usahakan gagalkan rencana Kakek untuk menikahkan saya dengan Om!” suara Ghina agak meninggi, untungnya Edward memilih tempat di VIP.

“Jadi kamu berharap menjadi istri satu-satunya, begitu. Jangan bermimpi kamu, Ghina!” bentak Edward.

Butek lama-lama otak Ghina berhadapan dengan Om Edward. Dan baru pertama kali ini dia berbincang lama, sebelumnya dia hanya menyapa basa basi jika ada pertemuan atau acara keluarga besar.

Ghina beranjak bangun dari duduknya, bermaksud untuk pergi dari resto tersebut.

“Duduk, kamu tidak sopan dengan orang yang lebih tua!” tegur Edward sambil mencengkeram lengan Ghina.

“Tidak ada yang harus kita bicarakan Om Edward, sebaiknya Om membujuk Opa agar membatalkan perjodohan kita!” ucap Ghina masih dalam posisi berdirinya.

“Auw ...!” pekik Ghina kaget, badannya telah ditarik Edward untuk duduk kembali.

“Tidak usah belaga dewasa, kamu masih kecil. Jangan sok sok mengatur!”

Makanan yang di pesan telah datang, dan sudah berada di meja mereka. “Makan dulu!” ucap Edward mulai menyantap makanannya.

Sayang kalau gak dimakan, marah itu butuh tenaga juga, batin Ghina.

Ghina segera melahap makannya, mmm pantesan resto ini buat kalangan high class.......makanannya enak banget. Gadis itu kembali menikmati steaknya perlahan-lahan seakan-akan esok hari belum tentu menikmati makanan semewah ini.

Mereka berdua makan dalam hening.

“Sayang ...,” sapa seorang wanita yang terlihat anggun dari pintu ruangan. Edward langsung menghampiri wanita tersebut. Dan memberikan kecupan di kedua pipi wanita tersebut.

“Halo Ghina ...,” sapa wanita tersebut, yang sudah duduk di samping Edward.

“Eeeh halo juga Mbak Kiren.”

“Honey ... kamu sudah makan?” tanya Edward kepada kekasihnya.

“Sudah sayang,” ujar penuh kelembutan dari Kiren.

Oh pasangan bucin sudah ada di depan mata gue.

“Sayang, kamu sudah bicarakan dengan Ghina?”

“Sudah.”

“Ghina, Mbak harap kamu mengerti keadaan aku dengan Om kamu. Kami sudah lama berhubungan, tapi nyatanya kekasih hatiku dijodohkan dengan kamu.” Mata Kiren mulai berkaca-kaca.

“Aku sudah mengalah Kak Edward menikahi kamu sebagai istri pertama, tapi kamu juga harus bisa ngertiin ... Kak Edward akan menikahiku juga,” Kiren mulai menghela napas.

Sudah kayak di sinetron ikan terbang nih, dikiraiin cuma ada di sinetron aja. Ternyata ada di depan mata gue sendiri.

“Honey ... tidak perlu mengemis dengan Ghina. Apa pun yang terjadi aku tetap menikahi kamu. Dan istriku hanya kamu seorang,” ucap Edward dan memberikan kecupan di pipi Kiren, di hadapan Ghina.

“Huft ..!” Ghina menarik napas panjang.

“Sudah drama queennya!” celetuk Ghina.

“Kalau sudah selesai, saya pamit dulu. Silakan dilanjutkan lagi.” Ghina bergegas keluar.

“Aaauww ... lepasin Om tangannya!” Ghina meringis kesakitan, tangannya telah di cengkeram Edward saat akan membuka pintu.

“Kita belum selesai bicara!”

“Saya rasa sudah selesai diskusi kita, intinya silakan Om menikah dengan pacarnya. Dan tidak mesti menikah dengan saya terlebih dahulu,” celetuk Ghina.

Aku sangka anak ini penurut dan takut dengan orang tuanya, ternyata salah besar ...!”

“AAWWW ...!” pekik Edward, ternyata Ghina menggigit tangannya, agar lepas dari cengkeramannya.

BRAK!!!

Dibantingnya pintu ruangan VIP tanpa dosa oleh Ghina.

“Tak disangka Om Edward, orangnya seperti itu. Mentang-mentang gue masih kecil, seenaknya aja ngatur-ngatur gue. Dikiranya gue gak ngerti apa,” gerutu Ghina sambil keluar dari resto.

.

.

“Ghina, kok pulang sendiri ke mana Om Edwardnya?” Mama Sarah menengok ke arah luar rumah.

“Lagi sibuk pacaran,” jawab Ghina sambil lalu.

Ghina melirik ke ruang tamu, bersyukur kalau keluarga Thalib sudah tidak berada di rumahnya.

“Loh bukannya tadi kalian hanya berdua saja perginya?”

“Pergi berdua, tapi di jalan bisa dong janjian ketemu.”

“Oooh!” membulat mulut Mama Sarah.

.

.

bersambung

Jangan lupa tinggalin jejaknya ya, like, love, komen, vote, plus di kasih hadiah juga boleh 😍. Terima kasih

Love you sekebon 🌹🌹

Terpopuler

Comments

Novira Bcl

Novira Bcl

betul tuh Risti...persetan dgn balas Budi😖
lagi pula si cowok nya Cemen juga, klau EMG gak mau Yach hrus berani nolak.

2025-01-05

0

Ristieriswanharti

Ristieriswanharti

blo on juga nyokap si gina udah tau gitu masih mau jodohin hahaa

2024-12-13

0

Reza

Reza

lawan jngan mudah ditindas iya gina

2024-11-14

1

lihat semua
Episodes
1 Lamaran yang tak terduga
2 Makan Siang
3 Pembicaraan 2 sohib
4 Tamu di rumah dan di sekolah
5 Datang lagi ke sekolah
6 Mansion Thalib
7 Makan Malam
8 Buat apa datang?
9 Pindah ke Mall lain
10 Wanita berkebaya
11 Karena wajah cantik!
12 Memilih pergi ...
13 Pergi dari rumah
14 Masih kabur......
15 Ditemukan
16 Kelamaan berendem
17 Malu
18 Dicariin ...
19 Kabur lagi....
20 Kembali ke rumah
21 Memajukan tanggal pernikahan
22 Pemotretan
23 Ghina Shock
24 Foto Prawedding
25 Terpaksa atau dipaksa ?
26 Berkata jujur
27 Wanita Penari
28 Menuju Hari H
29 Pernikahan
30 Tergoda
31 Sarapan Pagi
32 Welcome to the jungle
33 Perkara telepon
34 Kabar gembira
35 Me Time
36 Suasana pengantin baru
37 Malam Pertama
38 Mulai pertengkaran
39 Pertengkaran Hebat
40 Uang nafkah
41 Terluka
42 Rumah sakit
43 Siuman
44 Menantang Om Edward
45 Takkan berhenti menantang ...
46 Opa dan Oma tahu!
47 Om Edward VS Dokter Irvan
48 Hati yang memanas
49 Kepergok
50 Rahasia Kiren
51 Bunga Tulip
52 Kesempatan ...
53 Pernyataan Suka
54 Pelayan
55 Beli Handphone
56 Awal keributan
57 Melawannya
58 Bercerita tentang rasa
59 Akan menjemput Ghina
60 Mencari yang belum pergi
61 Menemukan Ghina
62 Kedatangan Opa Thalib dan Oma Ratna
63 Mimpi Buruk
64 Dia benar-benar pergi
65 Hati yang hancur
66 Hanya tinggal kenangan
67 Sarapan Pagi
68 Datang ke rumah sakit
69 Jangan coba lawan Ghina
70 Mengejarnya
71 Telepon
72 Persiapan
73 It's hard to say goodbye
74 Gadis Kecil
75 Welcome Yogyakarta
76 Berkunjung ke kampus
77 Rahasia mulai terkuak
78 Menahan emosi
79 Secangkir kopi
80 Hatimu Hatiku
81 Datang ke mansion utama....
82 Histeris
83 Nasehat Ferdi
84 Mencari bukti
85 Rumah Ghina
86 Rumah Ghina
87 Memohon
88 Surat!!!
89 Mulai usaha
90 Edward VS Kiren
91 Talak
92 Terluka
93 Henti Jantung
94 Kritis
95 Mengabari
96 Bukalah matamu
97 Aku mendengarmu
98 Bangunnya Singa Betina
99 Detak jantung berhenti
100 Berpisah
101 Hidup harus tetap berjalan
102 Calon bidadari surga
103 Makan malam bersama
104 Benci
105 Pembicaraan antara Ibu dan Anak
106 Toko Kue Gina's
107 Tak ingin bercerai
108 Pacar Mbak Ghina
109 Bertemu kembali
110 Masalah Laporan
111 Bertemu untuk bertengkar
112 Rapat Manajer
113 Ghina istri Edward
114 Perhatian Edward
115 Ungkapan hati
116 Di gerebek
117 Menolak permintaan Opa
118 Antar Ghina pulang
119 Merawat Ghina - 1
120 Merawat Ghina - 2
121 Merawat Ghina - 3
122 Aku takut
123 Kabar Pak Bowo dan Bu Sari
124 Kisah Buket Bunga Tulip
125 Pagi yang manis...
126 Kabar mengejutkan
127 Kejutan dari Opa Thalib
128 Test DNA
129 Sayang/Baby/Honey
130 Masalah tidur
131 Kedatangan Rafael
132 Akibat ciuman
133 Minta maaf
134 Membuka lembaran baru
135 Minta restu Papa Zakaria
136 Merestui
137 Akad Nikah
138 Bicara dari hati ke hati
139 Kenalan sama si Jon
140 Ada yang datang
141 Akibat kedatangan Rafael
142 Saling memaafkan
143 Cemburu
144 OM OM
145 Bahagia itu sederhana
146 Hubby
147 Mencintai suamiku
148 Berkunjung ke toko kue Gina's
149 Ketika sensasi itu datang
150 Malam pertama
151 Masih malam pertama
152 Mandi
153 Bantuin Istri
154 Mencari pengganti
155 Pacaran
156 Nonton di bioskop
157 Double Date
158 Menagih janji
159 Bikin anak
160 Dapat kabar
161 Berpisah dengan sahabat
162 Selamat Tinggal Kota Yogyakarta
163 Selamat datang di Jakarta
164 Pindah mansion
165 Promo Novel Kekasih Taruhan Tuan Bangsawan
166 Aroma bawang goreng
167 Kado untuk Oma Ratna dan Opa Thalib
168 Perkara rujak
169 Cilok
170 Feeling Istri
171 Kejutan indah
172 Menuju lahiran
173 Welcome Baby Twin
174 Intermezzo
175 Intermezzo : Dijual Ayahku Dibeli Bosku
176 NOVEL FORGETTING YOU
177 Info novel terbaru : Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh
178 Info Novel Terbaru : Salahkah Aku Mencintaimu?
179 Info Novel : Sahabatku, Penggoda Suamiku
180 Info novel terbaru Mommy Ghina
181 Info kisah anaknya Edward dan Ghina
182 Info Karya Terbaru
183 PROMOSI KARYA TERBARU MOMMY GHINA
184 Info Karya Terbaru Mommy Ghina
Episodes

Updated 184 Episodes

1
Lamaran yang tak terduga
2
Makan Siang
3
Pembicaraan 2 sohib
4
Tamu di rumah dan di sekolah
5
Datang lagi ke sekolah
6
Mansion Thalib
7
Makan Malam
8
Buat apa datang?
9
Pindah ke Mall lain
10
Wanita berkebaya
11
Karena wajah cantik!
12
Memilih pergi ...
13
Pergi dari rumah
14
Masih kabur......
15
Ditemukan
16
Kelamaan berendem
17
Malu
18
Dicariin ...
19
Kabur lagi....
20
Kembali ke rumah
21
Memajukan tanggal pernikahan
22
Pemotretan
23
Ghina Shock
24
Foto Prawedding
25
Terpaksa atau dipaksa ?
26
Berkata jujur
27
Wanita Penari
28
Menuju Hari H
29
Pernikahan
30
Tergoda
31
Sarapan Pagi
32
Welcome to the jungle
33
Perkara telepon
34
Kabar gembira
35
Me Time
36
Suasana pengantin baru
37
Malam Pertama
38
Mulai pertengkaran
39
Pertengkaran Hebat
40
Uang nafkah
41
Terluka
42
Rumah sakit
43
Siuman
44
Menantang Om Edward
45
Takkan berhenti menantang ...
46
Opa dan Oma tahu!
47
Om Edward VS Dokter Irvan
48
Hati yang memanas
49
Kepergok
50
Rahasia Kiren
51
Bunga Tulip
52
Kesempatan ...
53
Pernyataan Suka
54
Pelayan
55
Beli Handphone
56
Awal keributan
57
Melawannya
58
Bercerita tentang rasa
59
Akan menjemput Ghina
60
Mencari yang belum pergi
61
Menemukan Ghina
62
Kedatangan Opa Thalib dan Oma Ratna
63
Mimpi Buruk
64
Dia benar-benar pergi
65
Hati yang hancur
66
Hanya tinggal kenangan
67
Sarapan Pagi
68
Datang ke rumah sakit
69
Jangan coba lawan Ghina
70
Mengejarnya
71
Telepon
72
Persiapan
73
It's hard to say goodbye
74
Gadis Kecil
75
Welcome Yogyakarta
76
Berkunjung ke kampus
77
Rahasia mulai terkuak
78
Menahan emosi
79
Secangkir kopi
80
Hatimu Hatiku
81
Datang ke mansion utama....
82
Histeris
83
Nasehat Ferdi
84
Mencari bukti
85
Rumah Ghina
86
Rumah Ghina
87
Memohon
88
Surat!!!
89
Mulai usaha
90
Edward VS Kiren
91
Talak
92
Terluka
93
Henti Jantung
94
Kritis
95
Mengabari
96
Bukalah matamu
97
Aku mendengarmu
98
Bangunnya Singa Betina
99
Detak jantung berhenti
100
Berpisah
101
Hidup harus tetap berjalan
102
Calon bidadari surga
103
Makan malam bersama
104
Benci
105
Pembicaraan antara Ibu dan Anak
106
Toko Kue Gina's
107
Tak ingin bercerai
108
Pacar Mbak Ghina
109
Bertemu kembali
110
Masalah Laporan
111
Bertemu untuk bertengkar
112
Rapat Manajer
113
Ghina istri Edward
114
Perhatian Edward
115
Ungkapan hati
116
Di gerebek
117
Menolak permintaan Opa
118
Antar Ghina pulang
119
Merawat Ghina - 1
120
Merawat Ghina - 2
121
Merawat Ghina - 3
122
Aku takut
123
Kabar Pak Bowo dan Bu Sari
124
Kisah Buket Bunga Tulip
125
Pagi yang manis...
126
Kabar mengejutkan
127
Kejutan dari Opa Thalib
128
Test DNA
129
Sayang/Baby/Honey
130
Masalah tidur
131
Kedatangan Rafael
132
Akibat ciuman
133
Minta maaf
134
Membuka lembaran baru
135
Minta restu Papa Zakaria
136
Merestui
137
Akad Nikah
138
Bicara dari hati ke hati
139
Kenalan sama si Jon
140
Ada yang datang
141
Akibat kedatangan Rafael
142
Saling memaafkan
143
Cemburu
144
OM OM
145
Bahagia itu sederhana
146
Hubby
147
Mencintai suamiku
148
Berkunjung ke toko kue Gina's
149
Ketika sensasi itu datang
150
Malam pertama
151
Masih malam pertama
152
Mandi
153
Bantuin Istri
154
Mencari pengganti
155
Pacaran
156
Nonton di bioskop
157
Double Date
158
Menagih janji
159
Bikin anak
160
Dapat kabar
161
Berpisah dengan sahabat
162
Selamat Tinggal Kota Yogyakarta
163
Selamat datang di Jakarta
164
Pindah mansion
165
Promo Novel Kekasih Taruhan Tuan Bangsawan
166
Aroma bawang goreng
167
Kado untuk Oma Ratna dan Opa Thalib
168
Perkara rujak
169
Cilok
170
Feeling Istri
171
Kejutan indah
172
Menuju lahiran
173
Welcome Baby Twin
174
Intermezzo
175
Intermezzo : Dijual Ayahku Dibeli Bosku
176
NOVEL FORGETTING YOU
177
Info novel terbaru : Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh
178
Info Novel Terbaru : Salahkah Aku Mencintaimu?
179
Info Novel : Sahabatku, Penggoda Suamiku
180
Info novel terbaru Mommy Ghina
181
Info kisah anaknya Edward dan Ghina
182
Info Karya Terbaru
183
PROMOSI KARYA TERBARU MOMMY GHINA
184
Info Karya Terbaru Mommy Ghina

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!