Makan Malam

“Assalamualaikum, sepertinya baru mulai makan ya,” suara Pria yang masuk ke ruang makan.

“Tumben kamu pulang ke mansion papa?”

“Lagi ke pengen pulang Pah,” Edward melirik ke arah Ghina, dan memilih duduk di samping Ghina, gadis yang kabur di siang hari, malam ini ketemu lagi.

Apes gue ... ketemu lagi sama Om Edward.

Ghina mempercepat suapan makannya, agar lebih cepat meninggalkan mansion Thalib.

“Ghina ambilkan aku makan!” perintah Edward.

“Om masih punya tangan kan! Berarti bisa mengambil makan sendiri!” jawab Ghina dengan ketusnya.

“Ini tugas kamu jadi calon istri!”

“HAH ... apa! Gak salah dengar! Calon istri ... calon istri Om itu bukan saya!”

“Hemmm......!” Deheman Opa Thalib jengah dengan orang yang berbicara saat makan.

Ghina kembali menyuapkan makannya, Edward mengambil makannya sendiri.

Benarkan memang dasar bocah belum siap menjadi istri, buat apa papa memilih Ghina jadi istriku, batin Edward.

Mata Ghina melirik ke seluruh ruang makan, terlihat Opa Oma serta kedua adik Edward sudah selesai makan.

“Opa ...," panggil Ghina.

“Ya Ghina."

“Mumpung semuanya ada di sini, Ghina mau menyampaikan, kalau Ghina minta Opa membatalkan perjodohan Ghina dengan Om Edward!”

“Ada masalah apalagi Ghina, kamu tidak perlu khawatir masalah pendidikan sekolah kamu.”

“Bukan begitu Opa, Ghina tidak suka dengan Om Edward, dan rasanya tidak pantas jadi pendamping Om Edward.”

“Apa yang kurang dari anak Opa? Edward pria yang tampan lalu punya usaha dan jabatan CEO.”

DUH gimana ngejelasinnya ya sama Bapak tua ini ... intinya harus batal, tidak ada pernikahan.

“Bukan begitu maksudnya Opa, intinya Ghina menolak menikah dengan Om Edward.”

Edward mulai memegang salah satu tangan Ghina, dengan bermaksud untuk menghentikan ucapan Ghina.

“Baiklah kalau begitu pernikahan kalian berdua, dilaksanakan 2 minggu lagi!” ujar Opa Thalib.

“APA!” kedua mata Ghina terbelalak,, maksud hati menolak perjodohan, malah akan dimajukan.

“Jangan Opa please! Om ngomong dong sama Opa jangan diam saja. Perjuangkan kisah cintanya dengan mbak Kiren! Jangan beraninya bicara dengan saya!” Ghina mencoba melepaskan cengkeraman tangan Edward.

“Maksudnya apa Ghina?” tanya Opa.

“Tidak ada apa-apa Pah, kami berdua permisi dulu,” jawab Edward.

Edward langsung menarik lengan Ghina, sampai badan Ghina terhuyung-huyung.

“Lepasin gak tangannya Om! Oma tolongin Ghina!!” teriak Ghina.

“Mulut kamu bisa diam gak!” hardik Edward menarik Ghina masuk lift menuju lantai 3.

TING ...

Pintu lift terbuka di lantai 3.

“Eeerggh!” ringis Edward tangannya kesakitan karena gigitan Ghina.

Ghina dengan cepat masuk kembali ke lift saat Edward melepaskan tangannya, tapi apa daya langkah cepat dan lebar, Edward kembali menarik pinggang Ghina. Dengan kedua tangannya mengangkat pinggang Ghina.

“LEPASKAN OM!” teriak Ghina, badannya memberontak ketika Edward mulai mengangkatnya.

BRUG!!

“AAAWWW ..!” pekik Ghina saat Edward menghempaskan dirinya ke ranjang Edward.

Dengan tatapan tajam Edward, dia mulai membuka jasnya dan melemparkannya ke sembarang tempat. Lalu digulungnya lengan panjang kemejanya.

“Kamu, selalu saja kabur!” ujar Edward menunjuk Ghina.

Ghina mulai mendudukkan dirinya di ranjang.

“Kenapa Om ... tidak suka. Urusan kita berdua sudah selesai!”

Ghina mencoba untuk beranjak bangun dari ranjang, “Urusan kita belum selesai!” tubuh Ghina kembali di dorong Edward ke atas ranjang.

“AAKHH ...!” pekik Ghina.

Edward mulai mengungkung tubuh Ghina “Apa yang Om inginkan!” Ghina mulai panik saat Edward sudah berada di atas tubuhnya.

“Kamu harus menerima perjodohan ini, dan saya akan membayar berapa pun yang kamu minta.”

“Cih ... tidak akan pernah ... sampai kapan pun!” jawab Ghina memalingkan wajahnya ke samping.

“Bagaimana agar kamu setuju! Atau dengan ...." tatapan mata Edward mulai menggoda Ghina, dengan sengaja merapatkan tubuhnya ke tubuh Ghina.

Ghina merasakan sesuatu yang mengeras di bawah sana, dan menempel di bagian sensitifnya “Jangan macam-macam Om! Om jangan menjilat ludahnya sendiri. Kalau Om tidak tertarik dengan saya ... wanita rata!” ucap Ghina ketus, hatinya mulai berdebar cepat.

“Mungkin dengan hal seperti itu, kamu terpaksa menerima perjodohan kita!”

“Om gila, demi wanita lain ... saya dikorbankan!”

Mereka tidak sadar, berbicara dengan gaya intim, tubuh mereka berhimpitan.

“Om ... bisa bangun tidak! Dada Ghina sakit ... tidak bisa bernapas!” napas Ghina mulai terasa sesak.

Edward menatap wajah Ghina yang mulai terlihat pucat. “Om, na—pas Ghi—na se—sak!” ujar Ghina terbata-bata sambil memegang dadanya.

Edward segera bangkit dari atas tubuh Ghina.

Aah pasti pura-pura sakit...

TOK ... TOK ... TOK

“Edward ... buka pintunya!” teriak Oma Ratna dari luar kamar.

Ceklek

Edward membuka pintu kamarnya.

“Ke mana kamu bawa Ghina?” tanya Oma Ratna, langsung masuk mencari Ghina.

“Astaga ... Edward ... kamu apain Ghina. Cepat panggil dokter, asma Ghina kambuh!” teriak Oma Ratna.

“Asma ...!” gumam Edward, segera menelepon dokter keluarga.

Di ranjang Edward, Ghina merasakan asmanya kambuh, wajahnya yang putih semakin terlihat putih. Oma Ratna memberikan air putih hangat.

Dokter keluarga sudah tiba, dan segera ke kamar Edward. Masker oksigen sudah terpasang, Ghina sudah mulai bisa bernapas.

“Jangan terlalu kelelahan ya Non, biar asmanya tidak kambuh,” pinta Dokter Rahmat.

“Sementara cucunya harus banyak istirahat, asmanya kambuh karena kelelahan. Ini resep obatnya yang harus diminumnya.”

“Terima kasih banyak Dokter,” ujar Oma Ratna.

“Gimana gak kelelahan, kerjaannya lari-larian terus!” celetuk Edward.

PUG

Oma Ratna menepuk bahu Edward, “Untuk sementara Ghina malam ini tidur di kamar kamu, dan kamu harus menemaninya ... tanggung jawab membuat asma Ghina kambuh!”

“Lebih baik aku pulang ke mansion sendiri, dari pada mengurus bocah penyakitan!” sahut Edward dengan entengnya, dan dia keluar begitu saja dari kamarnya.

Tangan Ghina memegang salah satu lengan Oma Ratna untuk tidak mengejar Edward.

Opa Thalib menyusul Oma Ratna ke kamar Edward.

“Napasnya sudah enakkan Ghina?” tanya Oma Ratna.

“Lumayan Oma, maaf Ghina sudah merepotkan Oma.”

“Tidak merepotkan Oma.”

“Malam ini kamu menginap di sini, Opa sudah kasih kabar ke papa kamu.”

“Ya Opa.”

“Opa ... Ghina ingin menyampaikan sesuatu.” Ghina mengatur napasnya agak tidak terlalu sesak.

“Ingin menyampaikan apa?” tanya Opa.

“Sejujurnya Ghina tidak ingin menikah dengan Om Edward, begitu juga Om Edward tidak ingin menikah dengan Ghina. Dan apakah benar dengan Om Edward menikah sama Ghina, Opa mengizinkan Om Edward menikahi mbak Kiren?”

“Kata siapa?” tanya Opa Thalib.

“Om Edward sendiri,” jawab Ghina.

Opa Thalib mengerutkan dahinya.

“Andaikan Ghina setuju dengan perjodohan ini, bisakah Opa mengabulkan permintaan Ghina?”

Opa Thalib menganggukkan kepalanya” apa yang Ghina inginkan?”

“Dua minggu setelah menikah, jika memang ternyata Om Edward menikah lagi. Opa dan Oma harus menjemput Ghina dari tempat tinggal di mana pun Ghina berada.”

“Baiklah jika Ghina mau seperti itu, Opa akan menurutinya. Sekarang kamu istirahat dulu, biar Oma yang menemani Ghina di sini,” pinta Opa Thalib.

“Iya Opa.”

.

.

bersambung

Terpopuler

Comments

Rusmini Rusmini

Rusmini Rusmini

nyimak 😞😞

2024-12-31

1

ᶜᵃˡˡ ᴹᵉ ᴶⁱⁿᵍᵍᵃ😜

ᶜᵃˡˡ ᴹᵉ ᴶⁱⁿᵍᵍᵃ😜

knp g bilang aja ghina alasan Edward nikahin kamu

2024-10-23

0

Merica Bubuk

Merica Bubuk

Dah jodohmu itu Ghin 🤣🤣🤣

2024-10-18

0

lihat semua
Episodes
1 Lamaran yang tak terduga
2 Makan Siang
3 Pembicaraan 2 sohib
4 Tamu di rumah dan di sekolah
5 Datang lagi ke sekolah
6 Mansion Thalib
7 Makan Malam
8 Buat apa datang?
9 Pindah ke Mall lain
10 Wanita berkebaya
11 Karena wajah cantik!
12 Memilih pergi ...
13 Pergi dari rumah
14 Masih kabur......
15 Ditemukan
16 Kelamaan berendem
17 Malu
18 Dicariin ...
19 Kabur lagi....
20 Kembali ke rumah
21 Memajukan tanggal pernikahan
22 Pemotretan
23 Ghina Shock
24 Foto Prawedding
25 Terpaksa atau dipaksa ?
26 Berkata jujur
27 Wanita Penari
28 Menuju Hari H
29 Pernikahan
30 Tergoda
31 Sarapan Pagi
32 Welcome to the jungle
33 Perkara telepon
34 Kabar gembira
35 Me Time
36 Suasana pengantin baru
37 Malam Pertama
38 Mulai pertengkaran
39 Pertengkaran Hebat
40 Uang nafkah
41 Terluka
42 Rumah sakit
43 Siuman
44 Menantang Om Edward
45 Takkan berhenti menantang ...
46 Opa dan Oma tahu!
47 Om Edward VS Dokter Irvan
48 Hati yang memanas
49 Kepergok
50 Rahasia Kiren
51 Bunga Tulip
52 Kesempatan ...
53 Pernyataan Suka
54 Pelayan
55 Beli Handphone
56 Awal keributan
57 Melawannya
58 Bercerita tentang rasa
59 Akan menjemput Ghina
60 Mencari yang belum pergi
61 Menemukan Ghina
62 Kedatangan Opa Thalib dan Oma Ratna
63 Mimpi Buruk
64 Dia benar-benar pergi
65 Hati yang hancur
66 Hanya tinggal kenangan
67 Sarapan Pagi
68 Datang ke rumah sakit
69 Jangan coba lawan Ghina
70 Mengejarnya
71 Telepon
72 Persiapan
73 It's hard to say goodbye
74 Gadis Kecil
75 Welcome Yogyakarta
76 Berkunjung ke kampus
77 Rahasia mulai terkuak
78 Menahan emosi
79 Secangkir kopi
80 Hatimu Hatiku
81 Datang ke mansion utama....
82 Histeris
83 Nasehat Ferdi
84 Mencari bukti
85 Rumah Ghina
86 Rumah Ghina
87 Memohon
88 Surat!!!
89 Mulai usaha
90 Edward VS Kiren
91 Talak
92 Terluka
93 Henti Jantung
94 Kritis
95 Mengabari
96 Bukalah matamu
97 Aku mendengarmu
98 Bangunnya Singa Betina
99 Detak jantung berhenti
100 Berpisah
101 Hidup harus tetap berjalan
102 Calon bidadari surga
103 Makan malam bersama
104 Benci
105 Pembicaraan antara Ibu dan Anak
106 Toko Kue Gina's
107 Tak ingin bercerai
108 Pacar Mbak Ghina
109 Bertemu kembali
110 Masalah Laporan
111 Bertemu untuk bertengkar
112 Rapat Manajer
113 Ghina istri Edward
114 Perhatian Edward
115 Ungkapan hati
116 Di gerebek
117 Menolak permintaan Opa
118 Antar Ghina pulang
119 Merawat Ghina - 1
120 Merawat Ghina - 2
121 Merawat Ghina - 3
122 Aku takut
123 Kabar Pak Bowo dan Bu Sari
124 Kisah Buket Bunga Tulip
125 Pagi yang manis...
126 Kabar mengejutkan
127 Kejutan dari Opa Thalib
128 Test DNA
129 Sayang/Baby/Honey
130 Masalah tidur
131 Kedatangan Rafael
132 Akibat ciuman
133 Minta maaf
134 Membuka lembaran baru
135 Minta restu Papa Zakaria
136 Merestui
137 Akad Nikah
138 Bicara dari hati ke hati
139 Kenalan sama si Jon
140 Ada yang datang
141 Akibat kedatangan Rafael
142 Saling memaafkan
143 Cemburu
144 OM OM
145 Bahagia itu sederhana
146 Hubby
147 Mencintai suamiku
148 Berkunjung ke toko kue Gina's
149 Ketika sensasi itu datang
150 Malam pertama
151 Masih malam pertama
152 Mandi
153 Bantuin Istri
154 Mencari pengganti
155 Pacaran
156 Nonton di bioskop
157 Double Date
158 Menagih janji
159 Bikin anak
160 Dapat kabar
161 Berpisah dengan sahabat
162 Selamat Tinggal Kota Yogyakarta
163 Selamat datang di Jakarta
164 Pindah mansion
165 Promo Novel Kekasih Taruhan Tuan Bangsawan
166 Aroma bawang goreng
167 Kado untuk Oma Ratna dan Opa Thalib
168 Perkara rujak
169 Cilok
170 Feeling Istri
171 Kejutan indah
172 Menuju lahiran
173 Welcome Baby Twin
174 Intermezzo
175 Intermezzo : Dijual Ayahku Dibeli Bosku
176 NOVEL FORGETTING YOU
177 Info novel terbaru : Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh
178 Info Novel Terbaru : Salahkah Aku Mencintaimu?
179 Info Novel : Sahabatku, Penggoda Suamiku
180 Info novel terbaru Mommy Ghina
181 Info kisah anaknya Edward dan Ghina
182 Info Karya Terbaru
183 PROMOSI KARYA TERBARU MOMMY GHINA
184 Info Karya Terbaru Mommy Ghina
Episodes

Updated 184 Episodes

1
Lamaran yang tak terduga
2
Makan Siang
3
Pembicaraan 2 sohib
4
Tamu di rumah dan di sekolah
5
Datang lagi ke sekolah
6
Mansion Thalib
7
Makan Malam
8
Buat apa datang?
9
Pindah ke Mall lain
10
Wanita berkebaya
11
Karena wajah cantik!
12
Memilih pergi ...
13
Pergi dari rumah
14
Masih kabur......
15
Ditemukan
16
Kelamaan berendem
17
Malu
18
Dicariin ...
19
Kabur lagi....
20
Kembali ke rumah
21
Memajukan tanggal pernikahan
22
Pemotretan
23
Ghina Shock
24
Foto Prawedding
25
Terpaksa atau dipaksa ?
26
Berkata jujur
27
Wanita Penari
28
Menuju Hari H
29
Pernikahan
30
Tergoda
31
Sarapan Pagi
32
Welcome to the jungle
33
Perkara telepon
34
Kabar gembira
35
Me Time
36
Suasana pengantin baru
37
Malam Pertama
38
Mulai pertengkaran
39
Pertengkaran Hebat
40
Uang nafkah
41
Terluka
42
Rumah sakit
43
Siuman
44
Menantang Om Edward
45
Takkan berhenti menantang ...
46
Opa dan Oma tahu!
47
Om Edward VS Dokter Irvan
48
Hati yang memanas
49
Kepergok
50
Rahasia Kiren
51
Bunga Tulip
52
Kesempatan ...
53
Pernyataan Suka
54
Pelayan
55
Beli Handphone
56
Awal keributan
57
Melawannya
58
Bercerita tentang rasa
59
Akan menjemput Ghina
60
Mencari yang belum pergi
61
Menemukan Ghina
62
Kedatangan Opa Thalib dan Oma Ratna
63
Mimpi Buruk
64
Dia benar-benar pergi
65
Hati yang hancur
66
Hanya tinggal kenangan
67
Sarapan Pagi
68
Datang ke rumah sakit
69
Jangan coba lawan Ghina
70
Mengejarnya
71
Telepon
72
Persiapan
73
It's hard to say goodbye
74
Gadis Kecil
75
Welcome Yogyakarta
76
Berkunjung ke kampus
77
Rahasia mulai terkuak
78
Menahan emosi
79
Secangkir kopi
80
Hatimu Hatiku
81
Datang ke mansion utama....
82
Histeris
83
Nasehat Ferdi
84
Mencari bukti
85
Rumah Ghina
86
Rumah Ghina
87
Memohon
88
Surat!!!
89
Mulai usaha
90
Edward VS Kiren
91
Talak
92
Terluka
93
Henti Jantung
94
Kritis
95
Mengabari
96
Bukalah matamu
97
Aku mendengarmu
98
Bangunnya Singa Betina
99
Detak jantung berhenti
100
Berpisah
101
Hidup harus tetap berjalan
102
Calon bidadari surga
103
Makan malam bersama
104
Benci
105
Pembicaraan antara Ibu dan Anak
106
Toko Kue Gina's
107
Tak ingin bercerai
108
Pacar Mbak Ghina
109
Bertemu kembali
110
Masalah Laporan
111
Bertemu untuk bertengkar
112
Rapat Manajer
113
Ghina istri Edward
114
Perhatian Edward
115
Ungkapan hati
116
Di gerebek
117
Menolak permintaan Opa
118
Antar Ghina pulang
119
Merawat Ghina - 1
120
Merawat Ghina - 2
121
Merawat Ghina - 3
122
Aku takut
123
Kabar Pak Bowo dan Bu Sari
124
Kisah Buket Bunga Tulip
125
Pagi yang manis...
126
Kabar mengejutkan
127
Kejutan dari Opa Thalib
128
Test DNA
129
Sayang/Baby/Honey
130
Masalah tidur
131
Kedatangan Rafael
132
Akibat ciuman
133
Minta maaf
134
Membuka lembaran baru
135
Minta restu Papa Zakaria
136
Merestui
137
Akad Nikah
138
Bicara dari hati ke hati
139
Kenalan sama si Jon
140
Ada yang datang
141
Akibat kedatangan Rafael
142
Saling memaafkan
143
Cemburu
144
OM OM
145
Bahagia itu sederhana
146
Hubby
147
Mencintai suamiku
148
Berkunjung ke toko kue Gina's
149
Ketika sensasi itu datang
150
Malam pertama
151
Masih malam pertama
152
Mandi
153
Bantuin Istri
154
Mencari pengganti
155
Pacaran
156
Nonton di bioskop
157
Double Date
158
Menagih janji
159
Bikin anak
160
Dapat kabar
161
Berpisah dengan sahabat
162
Selamat Tinggal Kota Yogyakarta
163
Selamat datang di Jakarta
164
Pindah mansion
165
Promo Novel Kekasih Taruhan Tuan Bangsawan
166
Aroma bawang goreng
167
Kado untuk Oma Ratna dan Opa Thalib
168
Perkara rujak
169
Cilok
170
Feeling Istri
171
Kejutan indah
172
Menuju lahiran
173
Welcome Baby Twin
174
Intermezzo
175
Intermezzo : Dijual Ayahku Dibeli Bosku
176
NOVEL FORGETTING YOU
177
Info novel terbaru : Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh
178
Info Novel Terbaru : Salahkah Aku Mencintaimu?
179
Info Novel : Sahabatku, Penggoda Suamiku
180
Info novel terbaru Mommy Ghina
181
Info kisah anaknya Edward dan Ghina
182
Info Karya Terbaru
183
PROMOSI KARYA TERBARU MOMMY GHINA
184
Info Karya Terbaru Mommy Ghina

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!