Dicariin ...

"Begini non, nanti saya bilang sama security kalau Rika saudara saya mau jenguk. Nanti non Ghina bisa ketemu di paviliun belakang."

“Ide cemerlang nih mbak, tapi saya kan gak tahu paviliunnya ada di mana.” bibir Ghina mengerucut.

“Saya antar non dulu ke paviliun, baru jemput teman non, gimana?”

“Oke Mbak!”

Ghina mengikuti langkah kaki Ria menuju tempat tinggal para pelayan yang berada di paviliun.  Sesekali matanya tampak terpesona dengan ke mewahan mansion Edward.

Selepas Ria mengantar Ghina ke paviliun, Ria bergegas menjemput Rika teman Ghina yang sudah menunggu di luar gerbang mansion.

Setelah drama kecil antara Ria dan security mansion Edward, akhirnya Rika bisa masuk ke mansion Edward.

Ria dan Rika berjalan menuju paviliun melalui taman samping, tidak masuk lewat pintu utama. Jadi selamat dari pengawal yang ada di depan pintu utama.

Ini mansion atau istana, gila bener nih pasti kaya banget calon suami Ghina, batin Rika.

“Ghina ...!” seru Rika langsung memeluk sohibnya.

“Rika.” Ghina ikut membalas pelukan Rika.

“Muka loe kok pucat begini, loe sakit Ghin?”

“Abis pingsan gue tadi pagi,” jawab santai Ghina. Lalu mengajak Rika untuk duduk.

“Non, saya tunggu diluar ya, sekalian jaga-jaga.”

“Makasih ya Mbak.”

“Loe kok bisa pingsan?”

“Kelamaan berendam di bathub.”

“Aje gile gara-gara kelamaan berendam bisa pingsan, jangan-jangan lo sengaja udah bosen hidup."

“Amit-amit jabang bayi, kalau ngomong sekate-kate Rik. Gue masih sayang ama nyawa gue!”

“Syukurlah kalau begitu.”

“Nih barang-barang loe yang ke tinggalan.” Rika menyodorkan tas kecil yang dibawanya.

Ghina terlihat menghela napas setelah memeriksa ponselnya.

“Ghina ... loe baik-baik ajakan?” Rika menepuk bahu Ghina yang tiba-tiba tampak murung.

“Gue 2 hari lagi ada job di butik Tante Feby. Tapi gimana cara keluar dari mansion ini. Sedangkan job ini lumayan buat tambah tabungan gue.”

“Ghin, jangan di pikirin dulu. Masih ada waktu kan. Nanti kita sama-sama cari solusinya.”

Sesaat Ghina terlihat termenung, kenapa jadi terkurung di mansion Edward, dan tidak leluasa untuk bergerak.

Baru beberapa menit ...

“Non Ghina, sebaiknya cepat-cepat balik ke kamar. Pengawal tuan besar lagi cari-cari non,” pinta Ria yang tiba-tiba masuk dengan wajah pucat.

"Baru sebentar gue keluar dari kamar, belum juga ngobrol panjang lebar. Udah pakai di cariin aja," gerutu Ghina.

“Rika, gue makasih banyak udah dianterin barang gue. Nanti kita kabar kabari via telepon,” ucap Ghina sambil memeluk temannya.

“Apapun yang lo butuhkan, gue bantu loe selama gue mampu ya,” sambil mengelus punggung Ghina, memberikan kekuatan.

“Thanks Rika, mbak Ria nanti tolong antar teman saya ya ke depan. Biar saya kembali ke kamar sendiri.”

“Baik Non.”

Ghina meninggalkan mereka berdua di ruang tamu paviliun. Tidak ada rasa buru buru untuk kembali ke kamarnya, kalau boleh memilih kakinya ingin keluar dari mansion Edward.

“Non Ghina, dari mana?" salah satu pengawal Edward bernapas lega, saat melihat Ghina berjalan di sekitar kolam renang. Dia tidak menjawabnya, dan tidak perlu di jawab pikirnya, lagi pula dia masih berada di area mansion Edward.

Terserah gue mau ke mana kek, toh ini kaki gue, kesal batin Ghina.

Pengawal tersebut mengikuti langkah Ghina dari belakang.

PRANG ...!!

PRANG ...!!

Segala pajangan keramik, vas bunga sudah pecah tak berbentuk lagi di lantai.

“Kalian semua jaga bocah kecil saja tidak becus!!” suara bariton Edward menggelegar di ruang tengah. Para beberapa pengawal hanya menundukkan kepalanya.

Ghina yang melewati ruang tengah, tidak peduli melihat Edward yang memarahi pengawalnya.

Sorot mata Edward yang melihat Ghina lewat ditambah salah satu tangan Ghina membawa tas kecil, tampak seperti serigala melihat mangsanya.

“Dari mana kamu?” Edward mencekal tangan Ghina.

Tidak menjawab lagi, Ghina hanya menatap wajah Edward.

“Kamu mau kabur lagi!” cekalan Edward semakin kuat.

“JAWAB!!” bentak Edward.

Oooh seperti ini wajah sesungguhnya Om Edward, terima kasih ya Allah telah membukakan mataku ...

Tidak dijawab juga oleh Ghina, Edward menarik paksa tangan Ghina menuju kamar tamu yang di tempatinya.

BUGH!!

Edward menghempaskan tubuh Ghina dengan kasarnya ke atas ranjang.

“Kalau kamu kembali coba kabur dari mansion ini. Kamu akan terima hukumannya!” titah Edward, sambil mencoba menurunkan emosinya.

Entah kemana begitu emosinya saya ketika tahu Ghina tidak ada di kamar, berulang kali ingin kabur, seharusnya dia jadi bocah yang penurut.

Ghina memalingkan wajahnya, percuma jika dia menjawab, pasti akan salah.

Dengan wajah kesalnya Edward keluar dari kamar Ghina.

Sepertinya gue harus keluar dari mansion ini! Udah kayak masuk kandang singa. Selama ini Opa tahukah kelakuan anaknya gak sih!!

🌹🌹

Ditatapnya langit-langit kamarnya, perlahan-lahan Ghina memejamkan matanya. Sambil memikirkan ide untuk bisa keluar dari mansion Edward.

“Errrgh ... kok tiba-tiba otak gue buntu ya!” Ghina bangun dari ranjangnya, dan mengeluarkan isi tasnya. Dilihat dekat televisi ada speaker, dia langsung mengganti bajunya.

“Mending olah raga dulu deh.” Ghina sudah menggunakan celana ketat hitam ¾ ditambah baju hitam ketatnya. Ghina langsung menyetel music dari ponselnya ke speaker.

“Lets workout!” Ghina tersenyum sendiri.

Music India menggema di kamar tamu, sengaja suaranya di besarkan.

🎶🎶🎶🎶

Jo Teri Khaatir Tadpe Pehle Se Hi Kya Usse Tadpana

Untuk apa menyiksa seseorang yang sudah merindukanmu?

O Zaalima, O Zaalima

Wahai seorang yang kejam

Jo Tere Ishq Mein Behka Pehle Se Hi Kya Usse Behkana

Untuk apa memabukkan seseorang yang sudah terlena dalam cintamu?

O Zaalima, O Zaalima

Wahai seorang yang kejam.

Liuk tubuh Ghina tampak gemulai menari tarian india menyesuaikan hentakan iramanya.

Kaki dan tangannya seolah-olah membaca perasaan lagu tersebut. Mimik wajah Ghina terlihat sedih.

Edward yang tak sengaja mendengar suara kencang di kamar tamu, langsung menghampiri kamar tamu dan membuka pintunya.

Netra Edward terkesima melihat liukkan tubuh Ghina di tambah pakaian yang dikenakan terlihat press body.

Susah payah Edward menelan salivanya, tergodakah? atau membangkitkan sesuatu?

Edward hanya berdiri di pintu kamar tanpa bersuara, sedangkan Ghina tidak tahu kehadiran Edward. Ghina masih menikmati tariannya.

2 lagu sudah Ghina menari, setelahnya tubuhnya roboh dilantai. Edward yang masih setia berdiri di depan pintu kamar menonton Ghina menari. Langsung masuk ke kamar Ghina.

“Ghina ...!” Edward mematikan speaker, lalu mengangkat tubuh Ghina ke ranjang.

Wajah dan tubuh Ghina sudah banjir dengan keringatnya, Edward menepuk pipi Ghina biar cepat sadar.

“Ghina ...!” panggil Edward sambil menepuk pipinya.

“Ria tolong bawa minyak angin, dan teh manis ke kamar tamu, sekarang juga!” titah Edward lewat interkom yang berada dikamar.

Sambil menunggu Ria datang,  Edward mengambil handuk kecil dari kamar mandi. Dan melap wajah Ghina dari keringatnya.

“Tuan Besar ini minyak angin dan tehnya,” ujar Ria dari pintu dengan membawa nampan di tangannya.

“Astaga Non Ghina.” Ria buru-buru mendekati ranjang, melihat Ghina tidak sadarkan diri lagi.

“Mana minyak anginnya?” Edward bertanya sambil mengulurkan salah satu tangannya.

Ria langsung memberikannya ke Edward. Edward langsung mengoleskan ke hidung Ghina, kening dan belakang telinga. Lalu membalurkan ke perut Ghina.

“Perlu panggil dokter lagi gak Tuan?” tanya Ria.

“Kita tunggu dulu sebentar.”

Ria menganggukkan kepalanya “biar saya saja tuan yang memijat tangan Non Ghina,” pinta Ria.

bersambung ...

Terpopuler

Comments

Rusmini Rusmini

Rusmini Rusmini

😞😞😞

2024-12-31

0

Anonim

Anonim

Ghina kenapa tidak tlp mamamu

2024-09-27

0

Rapa Rasha

Rapa Rasha

gina capek

2024-08-18

3

lihat semua
Episodes
1 Lamaran yang tak terduga
2 Makan Siang
3 Pembicaraan 2 sohib
4 Tamu di rumah dan di sekolah
5 Datang lagi ke sekolah
6 Mansion Thalib
7 Makan Malam
8 Buat apa datang?
9 Pindah ke Mall lain
10 Wanita berkebaya
11 Karena wajah cantik!
12 Memilih pergi ...
13 Pergi dari rumah
14 Masih kabur......
15 Ditemukan
16 Kelamaan berendem
17 Malu
18 Dicariin ...
19 Kabur lagi....
20 Kembali ke rumah
21 Memajukan tanggal pernikahan
22 Pemotretan
23 Ghina Shock
24 Foto Prawedding
25 Terpaksa atau dipaksa ?
26 Berkata jujur
27 Wanita Penari
28 Menuju Hari H
29 Pernikahan
30 Tergoda
31 Sarapan Pagi
32 Welcome to the jungle
33 Perkara telepon
34 Kabar gembira
35 Me Time
36 Suasana pengantin baru
37 Malam Pertama
38 Mulai pertengkaran
39 Pertengkaran Hebat
40 Uang nafkah
41 Terluka
42 Rumah sakit
43 Siuman
44 Menantang Om Edward
45 Takkan berhenti menantang ...
46 Opa dan Oma tahu!
47 Om Edward VS Dokter Irvan
48 Hati yang memanas
49 Kepergok
50 Rahasia Kiren
51 Bunga Tulip
52 Kesempatan ...
53 Pernyataan Suka
54 Pelayan
55 Beli Handphone
56 Awal keributan
57 Melawannya
58 Bercerita tentang rasa
59 Akan menjemput Ghina
60 Mencari yang belum pergi
61 Menemukan Ghina
62 Kedatangan Opa Thalib dan Oma Ratna
63 Mimpi Buruk
64 Dia benar-benar pergi
65 Hati yang hancur
66 Hanya tinggal kenangan
67 Sarapan Pagi
68 Datang ke rumah sakit
69 Jangan coba lawan Ghina
70 Mengejarnya
71 Telepon
72 Persiapan
73 It's hard to say goodbye
74 Gadis Kecil
75 Welcome Yogyakarta
76 Berkunjung ke kampus
77 Rahasia mulai terkuak
78 Menahan emosi
79 Secangkir kopi
80 Hatimu Hatiku
81 Datang ke mansion utama....
82 Histeris
83 Nasehat Ferdi
84 Mencari bukti
85 Rumah Ghina
86 Rumah Ghina
87 Memohon
88 Surat!!!
89 Mulai usaha
90 Edward VS Kiren
91 Talak
92 Terluka
93 Henti Jantung
94 Kritis
95 Mengabari
96 Bukalah matamu
97 Aku mendengarmu
98 Bangunnya Singa Betina
99 Detak jantung berhenti
100 Berpisah
101 Hidup harus tetap berjalan
102 Calon bidadari surga
103 Makan malam bersama
104 Benci
105 Pembicaraan antara Ibu dan Anak
106 Toko Kue Gina's
107 Tak ingin bercerai
108 Pacar Mbak Ghina
109 Bertemu kembali
110 Masalah Laporan
111 Bertemu untuk bertengkar
112 Rapat Manajer
113 Ghina istri Edward
114 Perhatian Edward
115 Ungkapan hati
116 Di gerebek
117 Menolak permintaan Opa
118 Antar Ghina pulang
119 Merawat Ghina - 1
120 Merawat Ghina - 2
121 Merawat Ghina - 3
122 Aku takut
123 Kabar Pak Bowo dan Bu Sari
124 Kisah Buket Bunga Tulip
125 Pagi yang manis...
126 Kabar mengejutkan
127 Kejutan dari Opa Thalib
128 Test DNA
129 Sayang/Baby/Honey
130 Masalah tidur
131 Kedatangan Rafael
132 Akibat ciuman
133 Minta maaf
134 Membuka lembaran baru
135 Minta restu Papa Zakaria
136 Merestui
137 Akad Nikah
138 Bicara dari hati ke hati
139 Kenalan sama si Jon
140 Ada yang datang
141 Akibat kedatangan Rafael
142 Saling memaafkan
143 Cemburu
144 OM OM
145 Bahagia itu sederhana
146 Hubby
147 Mencintai suamiku
148 Berkunjung ke toko kue Gina's
149 Ketika sensasi itu datang
150 Malam pertama
151 Masih malam pertama
152 Mandi
153 Bantuin Istri
154 Mencari pengganti
155 Pacaran
156 Nonton di bioskop
157 Double Date
158 Menagih janji
159 Bikin anak
160 Dapat kabar
161 Berpisah dengan sahabat
162 Selamat Tinggal Kota Yogyakarta
163 Selamat datang di Jakarta
164 Pindah mansion
165 Promo Novel Kekasih Taruhan Tuan Bangsawan
166 Aroma bawang goreng
167 Kado untuk Oma Ratna dan Opa Thalib
168 Perkara rujak
169 Cilok
170 Feeling Istri
171 Kejutan indah
172 Menuju lahiran
173 Welcome Baby Twin
174 Intermezzo
175 Intermezzo : Dijual Ayahku Dibeli Bosku
176 NOVEL FORGETTING YOU
177 Info novel terbaru : Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh
178 Info Novel Terbaru : Salahkah Aku Mencintaimu?
179 Info Novel : Sahabatku, Penggoda Suamiku
180 Info novel terbaru Mommy Ghina
181 Info kisah anaknya Edward dan Ghina
182 Info Karya Terbaru
183 PROMOSI KARYA TERBARU MOMMY GHINA
184 Info Karya Terbaru Mommy Ghina
Episodes

Updated 184 Episodes

1
Lamaran yang tak terduga
2
Makan Siang
3
Pembicaraan 2 sohib
4
Tamu di rumah dan di sekolah
5
Datang lagi ke sekolah
6
Mansion Thalib
7
Makan Malam
8
Buat apa datang?
9
Pindah ke Mall lain
10
Wanita berkebaya
11
Karena wajah cantik!
12
Memilih pergi ...
13
Pergi dari rumah
14
Masih kabur......
15
Ditemukan
16
Kelamaan berendem
17
Malu
18
Dicariin ...
19
Kabur lagi....
20
Kembali ke rumah
21
Memajukan tanggal pernikahan
22
Pemotretan
23
Ghina Shock
24
Foto Prawedding
25
Terpaksa atau dipaksa ?
26
Berkata jujur
27
Wanita Penari
28
Menuju Hari H
29
Pernikahan
30
Tergoda
31
Sarapan Pagi
32
Welcome to the jungle
33
Perkara telepon
34
Kabar gembira
35
Me Time
36
Suasana pengantin baru
37
Malam Pertama
38
Mulai pertengkaran
39
Pertengkaran Hebat
40
Uang nafkah
41
Terluka
42
Rumah sakit
43
Siuman
44
Menantang Om Edward
45
Takkan berhenti menantang ...
46
Opa dan Oma tahu!
47
Om Edward VS Dokter Irvan
48
Hati yang memanas
49
Kepergok
50
Rahasia Kiren
51
Bunga Tulip
52
Kesempatan ...
53
Pernyataan Suka
54
Pelayan
55
Beli Handphone
56
Awal keributan
57
Melawannya
58
Bercerita tentang rasa
59
Akan menjemput Ghina
60
Mencari yang belum pergi
61
Menemukan Ghina
62
Kedatangan Opa Thalib dan Oma Ratna
63
Mimpi Buruk
64
Dia benar-benar pergi
65
Hati yang hancur
66
Hanya tinggal kenangan
67
Sarapan Pagi
68
Datang ke rumah sakit
69
Jangan coba lawan Ghina
70
Mengejarnya
71
Telepon
72
Persiapan
73
It's hard to say goodbye
74
Gadis Kecil
75
Welcome Yogyakarta
76
Berkunjung ke kampus
77
Rahasia mulai terkuak
78
Menahan emosi
79
Secangkir kopi
80
Hatimu Hatiku
81
Datang ke mansion utama....
82
Histeris
83
Nasehat Ferdi
84
Mencari bukti
85
Rumah Ghina
86
Rumah Ghina
87
Memohon
88
Surat!!!
89
Mulai usaha
90
Edward VS Kiren
91
Talak
92
Terluka
93
Henti Jantung
94
Kritis
95
Mengabari
96
Bukalah matamu
97
Aku mendengarmu
98
Bangunnya Singa Betina
99
Detak jantung berhenti
100
Berpisah
101
Hidup harus tetap berjalan
102
Calon bidadari surga
103
Makan malam bersama
104
Benci
105
Pembicaraan antara Ibu dan Anak
106
Toko Kue Gina's
107
Tak ingin bercerai
108
Pacar Mbak Ghina
109
Bertemu kembali
110
Masalah Laporan
111
Bertemu untuk bertengkar
112
Rapat Manajer
113
Ghina istri Edward
114
Perhatian Edward
115
Ungkapan hati
116
Di gerebek
117
Menolak permintaan Opa
118
Antar Ghina pulang
119
Merawat Ghina - 1
120
Merawat Ghina - 2
121
Merawat Ghina - 3
122
Aku takut
123
Kabar Pak Bowo dan Bu Sari
124
Kisah Buket Bunga Tulip
125
Pagi yang manis...
126
Kabar mengejutkan
127
Kejutan dari Opa Thalib
128
Test DNA
129
Sayang/Baby/Honey
130
Masalah tidur
131
Kedatangan Rafael
132
Akibat ciuman
133
Minta maaf
134
Membuka lembaran baru
135
Minta restu Papa Zakaria
136
Merestui
137
Akad Nikah
138
Bicara dari hati ke hati
139
Kenalan sama si Jon
140
Ada yang datang
141
Akibat kedatangan Rafael
142
Saling memaafkan
143
Cemburu
144
OM OM
145
Bahagia itu sederhana
146
Hubby
147
Mencintai suamiku
148
Berkunjung ke toko kue Gina's
149
Ketika sensasi itu datang
150
Malam pertama
151
Masih malam pertama
152
Mandi
153
Bantuin Istri
154
Mencari pengganti
155
Pacaran
156
Nonton di bioskop
157
Double Date
158
Menagih janji
159
Bikin anak
160
Dapat kabar
161
Berpisah dengan sahabat
162
Selamat Tinggal Kota Yogyakarta
163
Selamat datang di Jakarta
164
Pindah mansion
165
Promo Novel Kekasih Taruhan Tuan Bangsawan
166
Aroma bawang goreng
167
Kado untuk Oma Ratna dan Opa Thalib
168
Perkara rujak
169
Cilok
170
Feeling Istri
171
Kejutan indah
172
Menuju lahiran
173
Welcome Baby Twin
174
Intermezzo
175
Intermezzo : Dijual Ayahku Dibeli Bosku
176
NOVEL FORGETTING YOU
177
Info novel terbaru : Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh
178
Info Novel Terbaru : Salahkah Aku Mencintaimu?
179
Info Novel : Sahabatku, Penggoda Suamiku
180
Info novel terbaru Mommy Ghina
181
Info kisah anaknya Edward dan Ghina
182
Info Karya Terbaru
183
PROMOSI KARYA TERBARU MOMMY GHINA
184
Info Karya Terbaru Mommy Ghina

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!