Buat apa datang?

Pagi hari di Mansion Thalib.

Edward pagi ini sudah datang kembali ke Mansion papanya. Mereka sudah berkumpul di ruang makan untuk sarapan. Ghina terlihat baru datang dari kamar Edward dan masih menggunakan baju kemarin. Netra Edward seperti memeriksa tubuh Ghina.

“Duduk Ghina, kita sarapan dulu,” pinta Oma Ratna.

Ghina langsung duduk di samping Oma Ratna.

“Edward, Ghina sudah menyetujui menikah dengan kamu. Pernikahan kalian akan di adakan 2 minggu lagi.”

Ghina menundukkan kepala, tidak sedikit pun menatap Edward yang ada di hadapannya, dia menyibukkan mengambil lauk untuk dirinya.

“Bagus kalau begitu,” jawab Edward datar.

“Nanti kalian cari waktu luang untuk beli cincin dan fitting baju pengantin,” ucap Opa Thalib.

“Iya Pah.” Edward masih menunggu Ghina mengangkat wajahnya.

Lebih baik cepat menikah, agar lebih cepat  keluar dari jeratan Om Edward.

.

.

Papa dan Mama Ghina pagi ini ternyata datang ke Mansion Thalib atas permintaan Opa Thalib.

Para orang tua sedang berdiskusi di ruang tengah, Ghina berkutat di dapur menghilangkan rasa jenuhnya.

Sedangkan Edward tidak berangkat ke kantor, tapi bekerja dari mansion papanya.

Ghina dengan dibantu beberapa pelayan, membuat kue lagi dengan bahan yang masih tersedia di dapur.

“Bisa kita bicara sebentar,” pinta Edward yang tiba-tiba datang ke dapur.

Ghina mengacuhkannya, masih sibuk dengan adonan kuenya.

“Non ... ada Tuan Edward,” ujar salah satu pelayan.

“Biarkan saja mbak, memangnya tidak lihat saya lagi ngapain,” jawab ketus Ghina.

Edward bukannya pergi dari dapur setelah penolakan Ghina, dia mendudukkan dirinya di bangku tinggi yang tersedia di meja dapur.

“Mbak ... buatkan saya kopi,” pinta Edward.

“Baik Tuan.”

Adonan kue sudah siap di masukkan ke oven, bahan-bahan dan perkakas masak di rapikannya. Edward memperhatikan lengan Ghina yang lincah membersihkan meja dapur, sambil menyesap kopinya.

“Ghina duduk, kalian semua tolong tinggalkan dapur dulu sebentar!” perintah Edward.

Para pelayan keluar dari dapur, meninggalkan mereka berdua, Ghina sudah duduk di hadapannya.

“Terima kasih sudah menerima perjodohan kita. Tapi bukan berarti saya menyukai kamu. Sebagai balasannya saya akan memberikan imbalan yang pantas buat kamu. Atau tinggal sebut aja kamu mau berapa?”

“Dan saya mengingatkan kembali, setelah kita menikah. Saya akan menikah dengan Kiren, istri yang saya anggap. Bukan kamu, jadi jangan khawatir kamu tidak akan saya sentuh sedikit pun!”

Ghina hanya menatap mata Edward dalam-dalam, sungguh malang nasib gue harus terpaksa menikah dan akan menjadi janda muda.

“Kenapa diam saja, sebutkan berapa yang kamu minta?”

“Nanti akan saya kasih tahu, bukan sekarang waktunya.” Ghina meninggalkan Edward begitu saja.

Sengaja dia mengakhiri pembicaraan dengan Edward, karena rasanya sesak, buru-buru dia menuju ke kamar mandi untuk menunggu waktu kue matang.

Edward tampak kesal di tinggal begitu saja oleh Ghina, saat dia masih berbicara.

30 menit kemudian ...

Ghina merasa cukup bersembunyi di kamar mandi, lalu bergegas mengecek oven, ternyata sudah matang kuenya.

Dikeluarkannya kue tersebut dari oven, lalu di tatanya di atas piring, kali ini dia membuat kue muffin kurma dan keju.

Dirasa sudah siap dihidangkan, Ghina membawa kuenya ke ruang tengah, tempat di mana kedua orang tua Edward dan kedua orang tuanya berbicara.

Selagi menata kue di meja, Ghina tidak memperhatikan kalau Edward masih ada di sana juga.

“Ghina jangan terlalu lelah,” pinta Oma Ratna.

“Iya Oma, cuma iseng bikin kue saja kok.” Ghina ikut duduk bersama mereka.

Opa dan Oma dengan senang hati mencicipi sajian kue yang dihidangkan Ghina. Sedang Edward tanpa peduli tatapan mata Ghina, dia mencoba kue buatan Ghina.

Enak sekali kuenya, batin Edward.

Kesepakatan dari kedua orang tua Edward dan Ghina sudah final, mereka akan menikah dalam waktu 2 minggu lagi, di adakan di salah satu hotel punya Opa Thalib.

Ghina hanya bisa bernapas panjang, sedangkan Edward terlihat santai.

.

.

2 hari setelah pertemuan di mansion.

Ghina mencoba merilekskan pikirannya, kebetulan sudah tidak perlu ke sekolah lagi karena tinggal menunggu pengumuman kelulusan.

Siang ini dia berencana akan jalan-jalan dengan Rika ke mall, setelah makan siang di rumah.

“Assalamualaikum,” sapa suara Pria dari depan pintu rumah yang kebetulan terbuka.

“Walaikumsalam, oh Edward ... masuk saja,” ujar Mama Sarah yang menyambut tamu di depan.

“Sekalian ikut makan siang ya,” ajak Mama Sarah.

“Iya Kak.” Edward ikut ke meja makan.

Ghina dan Bibi Inem sibuk menata masakan yang dia masak di meja makan. Tanpa memperhatikan siapa yang datang.

“Dah siap, makan yuk mam, bibi,” ajak Ghina sembari mengangkat wajahnya yang sedari tadi menata meja.

Dia lagi, buat apa datang ...!

“Ayo duduk Edward,” pinta Mama Sarah.

Edward mendudukkan dirinya di samping Ghina. Ghina tidak menyapanya Edward sama sekali, dia langsung menyiapkan makan untuk mamanya, dan mau tidak mau menyiapkan untuk Edward juga, baru buat dirinya.

“Kak Sarah, masakannya enak sekali,” puji Edward semangat menyantap makanannya.

“Bukan kakak yang masak, ini semuanya Ghina yang masak,” jawab Mama Sarah.

“Uhuk ... Uhuk ...!” Edward tersedak dengan makanannya, mendengar yang masak bocah kecil.

“Diminum Om airnya, biar gak nyangkut nasinya di tenggorokan.” Ghina menyodorkan segelas air di hadapan Edward. Pria itu langsung meminumnya sampai tandas.

Ghina kembali menyantap makan siangnya dengan cepat, sudah selesai makan dia langsung masuk ke kamar untuk berganti pakaian.

“Mama, Ghina pamit dulu ya, sudah janjian sama Rika,” ujar Ghina menghampiri mama Sarah yang masih berada di meja makan bersama Edward.

“Kamu mau ke mana? Saya sengaja datang ke sini menjemput kamu untuk membeli cincin nikah,” ucap Edward.

“Maaf Om Edward, Ghina sudah terlanjur janji sama teman. Seharusnya Om kasih kabar dulu kalau mau ajak Ghina pergi. Jangan dadakan!”

“Wah, hebat sekali ... kamu udah kayak CEO harus bikin janji dulu. Saya saja yang CEO rela mengcancel semua meeting siang ini!” sahut Edward tegas.

“Udah mam, Ghina pamit dulu ya.” Ghina langsung pergi. Tapi tidak seberapa lama. ”Apa-apaan si Om!” Lengan gadis itu sudah ditarik Edward.

“Ikut saya, enak saja kamu mengatur saya!” semakin erat Edward mencengkeram lalu menarik lengan Ghina menuju mobilnya yang terparkir di depan rumah Ghina. Dan membawa Ghina masuk ke mobilnya.

Wajah Ghina mulai cemberut, dengan cekatan diambilnya ponsel dari tas selempangnya, kemudian mengirim pesan ke sohibnya.

“Seharusnya Om dan mbak Kiren yang membeli cincin, bukan dengan saya. Lagi pula saya gak perlu dibelikan cincin, percuma cincinnya hanya numpang lewat!” ujar Ghina ketus.

“Maunya seperti itu, tapi apa kata Opa nanti.”

Lagi dan lagi ... semua karena Opa!

Ghina mengalihkan pandangannya ke luar mobil, menatap kosong. Andaikan Om mengajak membeli cincin karena cinta padaku ... andaikan saja!

.

.

bersambung

Terpopuler

Comments

fei yuu

fei yuu

ya allah gina lucu bgt, masa edward g gemes sm bocil ini aku ajah yg baca gemes 😂

2024-11-08

0

Tati Suwarsih

Tati Suwarsih

emang boleh nikah d bawah umur????secara gina baru 17th

2025-01-09

0

Rusmini Rusmini

Rusmini Rusmini

hmmm 😞😞😞

2024-12-31

0

lihat semua
Episodes
1 Lamaran yang tak terduga
2 Makan Siang
3 Pembicaraan 2 sohib
4 Tamu di rumah dan di sekolah
5 Datang lagi ke sekolah
6 Mansion Thalib
7 Makan Malam
8 Buat apa datang?
9 Pindah ke Mall lain
10 Wanita berkebaya
11 Karena wajah cantik!
12 Memilih pergi ...
13 Pergi dari rumah
14 Masih kabur......
15 Ditemukan
16 Kelamaan berendem
17 Malu
18 Dicariin ...
19 Kabur lagi....
20 Kembali ke rumah
21 Memajukan tanggal pernikahan
22 Pemotretan
23 Ghina Shock
24 Foto Prawedding
25 Terpaksa atau dipaksa ?
26 Berkata jujur
27 Wanita Penari
28 Menuju Hari H
29 Pernikahan
30 Tergoda
31 Sarapan Pagi
32 Welcome to the jungle
33 Perkara telepon
34 Kabar gembira
35 Me Time
36 Suasana pengantin baru
37 Malam Pertama
38 Mulai pertengkaran
39 Pertengkaran Hebat
40 Uang nafkah
41 Terluka
42 Rumah sakit
43 Siuman
44 Menantang Om Edward
45 Takkan berhenti menantang ...
46 Opa dan Oma tahu!
47 Om Edward VS Dokter Irvan
48 Hati yang memanas
49 Kepergok
50 Rahasia Kiren
51 Bunga Tulip
52 Kesempatan ...
53 Pernyataan Suka
54 Pelayan
55 Beli Handphone
56 Awal keributan
57 Melawannya
58 Bercerita tentang rasa
59 Akan menjemput Ghina
60 Mencari yang belum pergi
61 Menemukan Ghina
62 Kedatangan Opa Thalib dan Oma Ratna
63 Mimpi Buruk
64 Dia benar-benar pergi
65 Hati yang hancur
66 Hanya tinggal kenangan
67 Sarapan Pagi
68 Datang ke rumah sakit
69 Jangan coba lawan Ghina
70 Mengejarnya
71 Telepon
72 Persiapan
73 It's hard to say goodbye
74 Gadis Kecil
75 Welcome Yogyakarta
76 Berkunjung ke kampus
77 Rahasia mulai terkuak
78 Menahan emosi
79 Secangkir kopi
80 Hatimu Hatiku
81 Datang ke mansion utama....
82 Histeris
83 Nasehat Ferdi
84 Mencari bukti
85 Rumah Ghina
86 Rumah Ghina
87 Memohon
88 Surat!!!
89 Mulai usaha
90 Edward VS Kiren
91 Talak
92 Terluka
93 Henti Jantung
94 Kritis
95 Mengabari
96 Bukalah matamu
97 Aku mendengarmu
98 Bangunnya Singa Betina
99 Detak jantung berhenti
100 Berpisah
101 Hidup harus tetap berjalan
102 Calon bidadari surga
103 Makan malam bersama
104 Benci
105 Pembicaraan antara Ibu dan Anak
106 Toko Kue Gina's
107 Tak ingin bercerai
108 Pacar Mbak Ghina
109 Bertemu kembali
110 Masalah Laporan
111 Bertemu untuk bertengkar
112 Rapat Manajer
113 Ghina istri Edward
114 Perhatian Edward
115 Ungkapan hati
116 Di gerebek
117 Menolak permintaan Opa
118 Antar Ghina pulang
119 Merawat Ghina - 1
120 Merawat Ghina - 2
121 Merawat Ghina - 3
122 Aku takut
123 Kabar Pak Bowo dan Bu Sari
124 Kisah Buket Bunga Tulip
125 Pagi yang manis...
126 Kabar mengejutkan
127 Kejutan dari Opa Thalib
128 Test DNA
129 Sayang/Baby/Honey
130 Masalah tidur
131 Kedatangan Rafael
132 Akibat ciuman
133 Minta maaf
134 Membuka lembaran baru
135 Minta restu Papa Zakaria
136 Merestui
137 Akad Nikah
138 Bicara dari hati ke hati
139 Kenalan sama si Jon
140 Ada yang datang
141 Akibat kedatangan Rafael
142 Saling memaafkan
143 Cemburu
144 OM OM
145 Bahagia itu sederhana
146 Hubby
147 Mencintai suamiku
148 Berkunjung ke toko kue Gina's
149 Ketika sensasi itu datang
150 Malam pertama
151 Masih malam pertama
152 Mandi
153 Bantuin Istri
154 Mencari pengganti
155 Pacaran
156 Nonton di bioskop
157 Double Date
158 Menagih janji
159 Bikin anak
160 Dapat kabar
161 Berpisah dengan sahabat
162 Selamat Tinggal Kota Yogyakarta
163 Selamat datang di Jakarta
164 Pindah mansion
165 Promo Novel Kekasih Taruhan Tuan Bangsawan
166 Aroma bawang goreng
167 Kado untuk Oma Ratna dan Opa Thalib
168 Perkara rujak
169 Cilok
170 Feeling Istri
171 Kejutan indah
172 Menuju lahiran
173 Welcome Baby Twin
174 Intermezzo
175 Intermezzo : Dijual Ayahku Dibeli Bosku
176 NOVEL FORGETTING YOU
177 Info novel terbaru : Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh
178 Info Novel Terbaru : Salahkah Aku Mencintaimu?
179 Info Novel : Sahabatku, Penggoda Suamiku
180 Info novel terbaru Mommy Ghina
181 Info kisah anaknya Edward dan Ghina
182 Info Karya Terbaru
183 PROMOSI KARYA TERBARU MOMMY GHINA
184 Info Karya Terbaru Mommy Ghina
Episodes

Updated 184 Episodes

1
Lamaran yang tak terduga
2
Makan Siang
3
Pembicaraan 2 sohib
4
Tamu di rumah dan di sekolah
5
Datang lagi ke sekolah
6
Mansion Thalib
7
Makan Malam
8
Buat apa datang?
9
Pindah ke Mall lain
10
Wanita berkebaya
11
Karena wajah cantik!
12
Memilih pergi ...
13
Pergi dari rumah
14
Masih kabur......
15
Ditemukan
16
Kelamaan berendem
17
Malu
18
Dicariin ...
19
Kabur lagi....
20
Kembali ke rumah
21
Memajukan tanggal pernikahan
22
Pemotretan
23
Ghina Shock
24
Foto Prawedding
25
Terpaksa atau dipaksa ?
26
Berkata jujur
27
Wanita Penari
28
Menuju Hari H
29
Pernikahan
30
Tergoda
31
Sarapan Pagi
32
Welcome to the jungle
33
Perkara telepon
34
Kabar gembira
35
Me Time
36
Suasana pengantin baru
37
Malam Pertama
38
Mulai pertengkaran
39
Pertengkaran Hebat
40
Uang nafkah
41
Terluka
42
Rumah sakit
43
Siuman
44
Menantang Om Edward
45
Takkan berhenti menantang ...
46
Opa dan Oma tahu!
47
Om Edward VS Dokter Irvan
48
Hati yang memanas
49
Kepergok
50
Rahasia Kiren
51
Bunga Tulip
52
Kesempatan ...
53
Pernyataan Suka
54
Pelayan
55
Beli Handphone
56
Awal keributan
57
Melawannya
58
Bercerita tentang rasa
59
Akan menjemput Ghina
60
Mencari yang belum pergi
61
Menemukan Ghina
62
Kedatangan Opa Thalib dan Oma Ratna
63
Mimpi Buruk
64
Dia benar-benar pergi
65
Hati yang hancur
66
Hanya tinggal kenangan
67
Sarapan Pagi
68
Datang ke rumah sakit
69
Jangan coba lawan Ghina
70
Mengejarnya
71
Telepon
72
Persiapan
73
It's hard to say goodbye
74
Gadis Kecil
75
Welcome Yogyakarta
76
Berkunjung ke kampus
77
Rahasia mulai terkuak
78
Menahan emosi
79
Secangkir kopi
80
Hatimu Hatiku
81
Datang ke mansion utama....
82
Histeris
83
Nasehat Ferdi
84
Mencari bukti
85
Rumah Ghina
86
Rumah Ghina
87
Memohon
88
Surat!!!
89
Mulai usaha
90
Edward VS Kiren
91
Talak
92
Terluka
93
Henti Jantung
94
Kritis
95
Mengabari
96
Bukalah matamu
97
Aku mendengarmu
98
Bangunnya Singa Betina
99
Detak jantung berhenti
100
Berpisah
101
Hidup harus tetap berjalan
102
Calon bidadari surga
103
Makan malam bersama
104
Benci
105
Pembicaraan antara Ibu dan Anak
106
Toko Kue Gina's
107
Tak ingin bercerai
108
Pacar Mbak Ghina
109
Bertemu kembali
110
Masalah Laporan
111
Bertemu untuk bertengkar
112
Rapat Manajer
113
Ghina istri Edward
114
Perhatian Edward
115
Ungkapan hati
116
Di gerebek
117
Menolak permintaan Opa
118
Antar Ghina pulang
119
Merawat Ghina - 1
120
Merawat Ghina - 2
121
Merawat Ghina - 3
122
Aku takut
123
Kabar Pak Bowo dan Bu Sari
124
Kisah Buket Bunga Tulip
125
Pagi yang manis...
126
Kabar mengejutkan
127
Kejutan dari Opa Thalib
128
Test DNA
129
Sayang/Baby/Honey
130
Masalah tidur
131
Kedatangan Rafael
132
Akibat ciuman
133
Minta maaf
134
Membuka lembaran baru
135
Minta restu Papa Zakaria
136
Merestui
137
Akad Nikah
138
Bicara dari hati ke hati
139
Kenalan sama si Jon
140
Ada yang datang
141
Akibat kedatangan Rafael
142
Saling memaafkan
143
Cemburu
144
OM OM
145
Bahagia itu sederhana
146
Hubby
147
Mencintai suamiku
148
Berkunjung ke toko kue Gina's
149
Ketika sensasi itu datang
150
Malam pertama
151
Masih malam pertama
152
Mandi
153
Bantuin Istri
154
Mencari pengganti
155
Pacaran
156
Nonton di bioskop
157
Double Date
158
Menagih janji
159
Bikin anak
160
Dapat kabar
161
Berpisah dengan sahabat
162
Selamat Tinggal Kota Yogyakarta
163
Selamat datang di Jakarta
164
Pindah mansion
165
Promo Novel Kekasih Taruhan Tuan Bangsawan
166
Aroma bawang goreng
167
Kado untuk Oma Ratna dan Opa Thalib
168
Perkara rujak
169
Cilok
170
Feeling Istri
171
Kejutan indah
172
Menuju lahiran
173
Welcome Baby Twin
174
Intermezzo
175
Intermezzo : Dijual Ayahku Dibeli Bosku
176
NOVEL FORGETTING YOU
177
Info novel terbaru : Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh
178
Info Novel Terbaru : Salahkah Aku Mencintaimu?
179
Info Novel : Sahabatku, Penggoda Suamiku
180
Info novel terbaru Mommy Ghina
181
Info kisah anaknya Edward dan Ghina
182
Info Karya Terbaru
183
PROMOSI KARYA TERBARU MOMMY GHINA
184
Info Karya Terbaru Mommy Ghina

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!