Wanita berkebaya

"Besok kita balik lagi ke mall tadi untuk beli cincin."

“Tidak perlu, Om saja sama mbak Kiren yang cari. Tidak perlu Ghina ikut seperti tadi. Nanti mengganggu Om Edward pacaran. Lagi pula tidak pakai cincin juga gak pa-pa.”

“Besok saya jemput jam 10 pagi,” ucap tegas Edward lalu keluar dari kamar Ghina tanpa menunggu jawaban darinya.

“Seenak saja perintah-perintah, untung besok ada kerjaan jadi bisa lolos dari Om CEO!” gerutu Ghina.

.

.

Keesokan hari ...

“Mam, pagi ini Ghina ada kerja part-time ya,” ucap Ghina sambil menyantap sarapannya.

“Di mana nak?” tanya Mama Sarah.

“Di mall CP Mam butiknya Tante Feby, mungkin sore atau malam baru pulang.”

“Ya sudah, jaga diri baik-baik. Jangan lupa makan siang jangan sampai telat makan. Salam buat tante Feby."

“Siap Mama cantik.”

Selesai sarapan, Ghina bergegas menyiapkan barang yang akan di bawanya.

“Rika ... nanti tunggu di butiknya langsung ya,” ujar Ghina via ponselnya.

“Ok siap,” jawab Rika.

Ghina memutuskan sambungan teleponnya.

“Mam ... Ghina berangkat ya!”

“Ya Nak ... hati-hati di jalan.”

.

.

2 Jam kemudian ...

“Edward, maaf kakak gak tahu kalau kamu janji sama Ghina mau jemput," ucap Mama Sarah, ketika pria itu datang kembali ke rumahnya.

“Sekarang Ghinanya ke mana Kak?”

“Katanya hari ini dia ada kerja part time di mall?”

“Mall mana? Biar saya cari sendiri?”

“Biasanya di Mall CP, tapi kurang tahu juga. Kakak lupa-lupa ingat.”

“Ya sudah Kak, saya pamit dulu.”

Kerja apa dia ? Paling banter anak SMU kerjanya sebagai SPG !

Mobil Edward langsung menuju Mall CP, dan menyuruh anak buahnya mencari Ghina di area Mall CP.

Di tempat lain ...

Sosok wanita berbadan ramping dengan tinggi 163 cm terlihat anggun dan sexy dengan kebaya berwarna hitam berpayet  dipadu dengan kain jawa.

Sedangkan rambutnya disanggul modern ditambah beberapa aksesoris di sanggulnya, di tambah polesan wajah dari sang MUA membuat wajah cantik yang selama ini tersembunyi, terlihat semakin jelas seperti bidadari.

Beberapa karyawan butik terlihat sibuk memakaikan high heals 10cm ke wanita tersebut, dan ada juga yang merapikan baju kebayanya yang memiliki buntut panjang.

Wanita berkebaya tersebut di tuntun hati-hati oleh berapa karyawan dalam berjalan ke luar dari butik menuju view acara di lantai ground mall CP.

Edward yang sudah berada di mall CP melintas butik tersebut, dan tak sengaja beradu pandang dengan wanita berkebaya tersebut.

Cantik sekali ... batin Edward.

Langkah kaki Edward sengaja agak melamban, mensejajarkan langkahnya dengan wanita berkebaya yang keluar dari butik tersebut.

Mata Edward seakan-akan tersihir dengan kecantikan wanita tersebut.

Jantung wanita berkebaya terasa berdebar-debar, setelah tahu jika pria yang beradu pandang dengannya berada tidak jauh dari tempat dia berjalan.

Semoga dia gak ngenalin wajah gue ...!!

Tanpa Edward sadari, dia mengikuti wanita berkebaya sampai di tempat acara yang di adakan di mall tersebut. Ternyata ada pameran wedding organizer. Padahal dia ingin mencari Ghina di dalam mall CP.

Kedatangan wanita berkebaya tersebut, di sambut oleh para pria yang postur dan wajahnya seperti model, tidak sungkan memegang kedua tangan wanita tersebut.

Sekarang wanita berkebaya tersebut sudah di apit oleh dua model pria yang memakai jas pengantin.

Edward sengaja mendekati panggung acara, agar lebih jelas melihat wanita berkebaya hitam.

“Ghina ... hati-hati jalannya ya,” ujar karyawan butik. Pas banget berbicara di samping Edward.

“Apaaaaa ... Ghina!" gumam Edward terkejut setelah mendengar nama Ghina, apakah orang yang sama. Atau namanya saja yang sama.

“Mbak, wanita yang pakai kebaya hitam nama lengkapnya siapa ya?” Edward memberanikan diri bertanya.

“Ooh namanya Ghina Farahditya Pak.”

“Terima kasih mbak.”

Ternyata kamu di sini ...!!

Dengan setianya Edward sabar menunggu acara Ghina, dia selalu menatap Ghina dari kejauhan.

Wanita yang selalu dia kataiin bocah kecil dan wanita dengan berbadan rata, hari ini tampak berbeda. Hari ini juga sepertinya Edward menjilat ludahnya sendiri.

“Selamat Siang Pak Edward, kita bertemu lagi,” sapa pemilik toko perhiasan.

“Siang juga Pak Rudi, ada di sini juga?” balas sapa Edward.

“Iya, saya lagi menunggu model saya untuk pemotretan hari ini.”

“Siapa modelnya?” tanya Edward.

“Itu yang pakai kebaya hitam,” tunjuk Pak Rudi.

“Oooh, jadi model apa Pak?” Edward berusaha tidak terkejut.

“Buat model cincin pernikahan Pak Edward, kalau begitu saya permisi dulu. Kayaknya modelnya sudah turun panggung, harus cepat menemuinya.”

“Saya juga ikut, sekalian ada keperluan juga dengannya," sambung Edward.

“Mari Pak kalau begitu.”

Pak Rudi dan Edward segera ke belakang panggung.

Di belakang panggung ...

“Selama Siang Pak Rudi,” sapa karyawan Butik.

“Selamat Siang Mbak Lusi, bagaimana siang ini modelnya bisa pemotretan kan?” tanya Pak Rudi.

“Bisa Pak, modelnya setuju."

“Oke kalau begitu, baju pengantinnya pakai yang ada di butik ya. Saya siapkan perhiasannya. Kalau begitu kita ketemu langsung di butik.”

“Baik Pak, modelnya juga harus makan siang dulu.”

“Oh iya kalau Bapak ini, mau ketemu siapa?” tanya Lusi pada Edward.

“Aku Omnya si model, mau ajak makan siang dulu.”

“Oh .. Silakan Pak kalau begitu,” Lusi membuka jalan untuk Edward ke tempat Ghina duduk.

“Ghina ...," sapa Edward.

Ghina mendongakkan wajahnya melihat pria yang berdiri di hadapannya.

Apes lagi ... ternyata muka gue dikenalin juga !!!

“Kita makan siang di resto itu,” ujar Edward sambil menunjuk resto yang dekat dengan tempat acara.

“Mbak Lusi, saya makan dulu ya,” ujar Ghina terpaksa, malu kalau dia ribut dengan Edward gara-gara menolak ajakan makan siang.

“Iya Ghina,” jawab Lusi.

Masih dengan berbalut kebaya dan kainnya, Ghina bangun dari duduk. Edward langsung memegang lengan Ghina dan mengangkat buntut kebayanya agar tidak keserimpet jalannya.

Semua mata pengunjung menatap ke arah Edward dan Ghina, pasangan tampan dan cantik.

Mereka sudah berada di dalam resto, Edward sengaja memilih ruang VIP. Kini mereka berdua sudah duduk berhadapan.

Tak sengaja pandangan Edward ke baju kebaya Ghina yang membuat buah dadanya ingin menyembul keluar.

“Kenapa lihat-lihat?!" celetuk Ghina yang merasa Edward melihat buah dadanya.

“Mmm ... gak ...” Merasa tertangkap basah.

“Ghina mau makan apa?” tanya Edward dengan nada sedikit rendah.

“Apa saja, terserah,” jawab Ghina sibuk dengan ponselnya.

Tumben nanyanya suaranya pelan, biasa eeeeh suara kerasnya terdengar ... ck

Edward memanggil pelayan, dan memesan berbagai makanan. Selepas memesan makanan, antara mereka berdua tidak ada yang memulai membuka pembicaraan.

Diam-diam Edward memperhatikan wanita yang dijodohkan papanya, entahlah seperti terkagum-kagum.

Beberapa panggilan dari Kiren sampai tidak dijawab Edward.

Sedangkan Ghina yang melihatnya karena ponsel Edward ada di meja, sedang berusaha menenangkan dirinya.

Tidak menunggu waktu lama, pesanan makanan mereka telah datang. Dalam hening mereka makan siang tanpa bicara.

“Terima kasih Om Edward atas makan siangnya,” ucap Ghina setelah menyelesaikan makannya.

“Kalau begitu saya permisi dulu,” ujar Ghina lagi, mulai beranjak berdiri.

.

.

bersambung ...

Terpopuler

Comments

hanie tsamara

hanie tsamara

terpesona jg kaaaannn..

makany jgn ngatain anak kecil..anak kecil jg bisa jd dewasa😜😜

2025-01-18

0

Murniyati

Murniyati

emang buaya buntung c oom nyaaa

2025-01-19

0

Rusmini Rusmini

Rusmini Rusmini

dr mata turun ke hati ☺️☺️

2024-12-31

0

lihat semua
Episodes
1 Lamaran yang tak terduga
2 Makan Siang
3 Pembicaraan 2 sohib
4 Tamu di rumah dan di sekolah
5 Datang lagi ke sekolah
6 Mansion Thalib
7 Makan Malam
8 Buat apa datang?
9 Pindah ke Mall lain
10 Wanita berkebaya
11 Karena wajah cantik!
12 Memilih pergi ...
13 Pergi dari rumah
14 Masih kabur......
15 Ditemukan
16 Kelamaan berendem
17 Malu
18 Dicariin ...
19 Kabur lagi....
20 Kembali ke rumah
21 Memajukan tanggal pernikahan
22 Pemotretan
23 Ghina Shock
24 Foto Prawedding
25 Terpaksa atau dipaksa ?
26 Berkata jujur
27 Wanita Penari
28 Menuju Hari H
29 Pernikahan
30 Tergoda
31 Sarapan Pagi
32 Welcome to the jungle
33 Perkara telepon
34 Kabar gembira
35 Me Time
36 Suasana pengantin baru
37 Malam Pertama
38 Mulai pertengkaran
39 Pertengkaran Hebat
40 Uang nafkah
41 Terluka
42 Rumah sakit
43 Siuman
44 Menantang Om Edward
45 Takkan berhenti menantang ...
46 Opa dan Oma tahu!
47 Om Edward VS Dokter Irvan
48 Hati yang memanas
49 Kepergok
50 Rahasia Kiren
51 Bunga Tulip
52 Kesempatan ...
53 Pernyataan Suka
54 Pelayan
55 Beli Handphone
56 Awal keributan
57 Melawannya
58 Bercerita tentang rasa
59 Akan menjemput Ghina
60 Mencari yang belum pergi
61 Menemukan Ghina
62 Kedatangan Opa Thalib dan Oma Ratna
63 Mimpi Buruk
64 Dia benar-benar pergi
65 Hati yang hancur
66 Hanya tinggal kenangan
67 Sarapan Pagi
68 Datang ke rumah sakit
69 Jangan coba lawan Ghina
70 Mengejarnya
71 Telepon
72 Persiapan
73 It's hard to say goodbye
74 Gadis Kecil
75 Welcome Yogyakarta
76 Berkunjung ke kampus
77 Rahasia mulai terkuak
78 Menahan emosi
79 Secangkir kopi
80 Hatimu Hatiku
81 Datang ke mansion utama....
82 Histeris
83 Nasehat Ferdi
84 Mencari bukti
85 Rumah Ghina
86 Rumah Ghina
87 Memohon
88 Surat!!!
89 Mulai usaha
90 Edward VS Kiren
91 Talak
92 Terluka
93 Henti Jantung
94 Kritis
95 Mengabari
96 Bukalah matamu
97 Aku mendengarmu
98 Bangunnya Singa Betina
99 Detak jantung berhenti
100 Berpisah
101 Hidup harus tetap berjalan
102 Calon bidadari surga
103 Makan malam bersama
104 Benci
105 Pembicaraan antara Ibu dan Anak
106 Toko Kue Gina's
107 Tak ingin bercerai
108 Pacar Mbak Ghina
109 Bertemu kembali
110 Masalah Laporan
111 Bertemu untuk bertengkar
112 Rapat Manajer
113 Ghina istri Edward
114 Perhatian Edward
115 Ungkapan hati
116 Di gerebek
117 Menolak permintaan Opa
118 Antar Ghina pulang
119 Merawat Ghina - 1
120 Merawat Ghina - 2
121 Merawat Ghina - 3
122 Aku takut
123 Kabar Pak Bowo dan Bu Sari
124 Kisah Buket Bunga Tulip
125 Pagi yang manis...
126 Kabar mengejutkan
127 Kejutan dari Opa Thalib
128 Test DNA
129 Sayang/Baby/Honey
130 Masalah tidur
131 Kedatangan Rafael
132 Akibat ciuman
133 Minta maaf
134 Membuka lembaran baru
135 Minta restu Papa Zakaria
136 Merestui
137 Akad Nikah
138 Bicara dari hati ke hati
139 Kenalan sama si Jon
140 Ada yang datang
141 Akibat kedatangan Rafael
142 Saling memaafkan
143 Cemburu
144 OM OM
145 Bahagia itu sederhana
146 Hubby
147 Mencintai suamiku
148 Berkunjung ke toko kue Gina's
149 Ketika sensasi itu datang
150 Malam pertama
151 Masih malam pertama
152 Mandi
153 Bantuin Istri
154 Mencari pengganti
155 Pacaran
156 Nonton di bioskop
157 Double Date
158 Menagih janji
159 Bikin anak
160 Dapat kabar
161 Berpisah dengan sahabat
162 Selamat Tinggal Kota Yogyakarta
163 Selamat datang di Jakarta
164 Pindah mansion
165 Promo Novel Kekasih Taruhan Tuan Bangsawan
166 Aroma bawang goreng
167 Kado untuk Oma Ratna dan Opa Thalib
168 Perkara rujak
169 Cilok
170 Feeling Istri
171 Kejutan indah
172 Menuju lahiran
173 Welcome Baby Twin
174 Intermezzo
175 Intermezzo : Dijual Ayahku Dibeli Bosku
176 NOVEL FORGETTING YOU
177 Info novel terbaru : Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh
178 Info Novel Terbaru : Salahkah Aku Mencintaimu?
179 Info Novel : Sahabatku, Penggoda Suamiku
180 Info novel terbaru Mommy Ghina
181 Info kisah anaknya Edward dan Ghina
182 Info Karya Terbaru
183 PROMOSI KARYA TERBARU MOMMY GHINA
184 Info Karya Terbaru Mommy Ghina
Episodes

Updated 184 Episodes

1
Lamaran yang tak terduga
2
Makan Siang
3
Pembicaraan 2 sohib
4
Tamu di rumah dan di sekolah
5
Datang lagi ke sekolah
6
Mansion Thalib
7
Makan Malam
8
Buat apa datang?
9
Pindah ke Mall lain
10
Wanita berkebaya
11
Karena wajah cantik!
12
Memilih pergi ...
13
Pergi dari rumah
14
Masih kabur......
15
Ditemukan
16
Kelamaan berendem
17
Malu
18
Dicariin ...
19
Kabur lagi....
20
Kembali ke rumah
21
Memajukan tanggal pernikahan
22
Pemotretan
23
Ghina Shock
24
Foto Prawedding
25
Terpaksa atau dipaksa ?
26
Berkata jujur
27
Wanita Penari
28
Menuju Hari H
29
Pernikahan
30
Tergoda
31
Sarapan Pagi
32
Welcome to the jungle
33
Perkara telepon
34
Kabar gembira
35
Me Time
36
Suasana pengantin baru
37
Malam Pertama
38
Mulai pertengkaran
39
Pertengkaran Hebat
40
Uang nafkah
41
Terluka
42
Rumah sakit
43
Siuman
44
Menantang Om Edward
45
Takkan berhenti menantang ...
46
Opa dan Oma tahu!
47
Om Edward VS Dokter Irvan
48
Hati yang memanas
49
Kepergok
50
Rahasia Kiren
51
Bunga Tulip
52
Kesempatan ...
53
Pernyataan Suka
54
Pelayan
55
Beli Handphone
56
Awal keributan
57
Melawannya
58
Bercerita tentang rasa
59
Akan menjemput Ghina
60
Mencari yang belum pergi
61
Menemukan Ghina
62
Kedatangan Opa Thalib dan Oma Ratna
63
Mimpi Buruk
64
Dia benar-benar pergi
65
Hati yang hancur
66
Hanya tinggal kenangan
67
Sarapan Pagi
68
Datang ke rumah sakit
69
Jangan coba lawan Ghina
70
Mengejarnya
71
Telepon
72
Persiapan
73
It's hard to say goodbye
74
Gadis Kecil
75
Welcome Yogyakarta
76
Berkunjung ke kampus
77
Rahasia mulai terkuak
78
Menahan emosi
79
Secangkir kopi
80
Hatimu Hatiku
81
Datang ke mansion utama....
82
Histeris
83
Nasehat Ferdi
84
Mencari bukti
85
Rumah Ghina
86
Rumah Ghina
87
Memohon
88
Surat!!!
89
Mulai usaha
90
Edward VS Kiren
91
Talak
92
Terluka
93
Henti Jantung
94
Kritis
95
Mengabari
96
Bukalah matamu
97
Aku mendengarmu
98
Bangunnya Singa Betina
99
Detak jantung berhenti
100
Berpisah
101
Hidup harus tetap berjalan
102
Calon bidadari surga
103
Makan malam bersama
104
Benci
105
Pembicaraan antara Ibu dan Anak
106
Toko Kue Gina's
107
Tak ingin bercerai
108
Pacar Mbak Ghina
109
Bertemu kembali
110
Masalah Laporan
111
Bertemu untuk bertengkar
112
Rapat Manajer
113
Ghina istri Edward
114
Perhatian Edward
115
Ungkapan hati
116
Di gerebek
117
Menolak permintaan Opa
118
Antar Ghina pulang
119
Merawat Ghina - 1
120
Merawat Ghina - 2
121
Merawat Ghina - 3
122
Aku takut
123
Kabar Pak Bowo dan Bu Sari
124
Kisah Buket Bunga Tulip
125
Pagi yang manis...
126
Kabar mengejutkan
127
Kejutan dari Opa Thalib
128
Test DNA
129
Sayang/Baby/Honey
130
Masalah tidur
131
Kedatangan Rafael
132
Akibat ciuman
133
Minta maaf
134
Membuka lembaran baru
135
Minta restu Papa Zakaria
136
Merestui
137
Akad Nikah
138
Bicara dari hati ke hati
139
Kenalan sama si Jon
140
Ada yang datang
141
Akibat kedatangan Rafael
142
Saling memaafkan
143
Cemburu
144
OM OM
145
Bahagia itu sederhana
146
Hubby
147
Mencintai suamiku
148
Berkunjung ke toko kue Gina's
149
Ketika sensasi itu datang
150
Malam pertama
151
Masih malam pertama
152
Mandi
153
Bantuin Istri
154
Mencari pengganti
155
Pacaran
156
Nonton di bioskop
157
Double Date
158
Menagih janji
159
Bikin anak
160
Dapat kabar
161
Berpisah dengan sahabat
162
Selamat Tinggal Kota Yogyakarta
163
Selamat datang di Jakarta
164
Pindah mansion
165
Promo Novel Kekasih Taruhan Tuan Bangsawan
166
Aroma bawang goreng
167
Kado untuk Oma Ratna dan Opa Thalib
168
Perkara rujak
169
Cilok
170
Feeling Istri
171
Kejutan indah
172
Menuju lahiran
173
Welcome Baby Twin
174
Intermezzo
175
Intermezzo : Dijual Ayahku Dibeli Bosku
176
NOVEL FORGETTING YOU
177
Info novel terbaru : Terpaksa Menikahi CEO Lumpuh
178
Info Novel Terbaru : Salahkah Aku Mencintaimu?
179
Info Novel : Sahabatku, Penggoda Suamiku
180
Info novel terbaru Mommy Ghina
181
Info kisah anaknya Edward dan Ghina
182
Info Karya Terbaru
183
PROMOSI KARYA TERBARU MOMMY GHINA
184
Info Karya Terbaru Mommy Ghina

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!