“Kalau enggak, jual buah tuh. Paling modal gerobak.“
“Gitu ya.“
Memang namanya menari rejeki banyak cara. Selain menjual buah secara besar, juga bisa di eceran untuk beberapa potong pada tiap satu biji nya. Jadi harganya nanti tidak terlampau mahal. Bahkan anak sekolah juga bisa beli.
Kalau mau jualan buah, maka beli banyak buah di pasar. Kemudian di potong-potong. Lalu di jual per potong dengan harga murah. Asal ada untung saja untuk satu buah besar dengan potongan itu yang di potong-potong dan digabungkan.
“Tapi kan membuat gerobak juga tak murah. Masih butuh biaya banyak. Hampir sejuta, yang bagus. Itu bukan harga yang murah kan,” kata Kintoko mempertimbangkan isi dompet yang semakin menipis. Semua itu mesti dipakai buat bertahan dalam beberapa waktu di kota ini. Jadi jangan sampai nanti bolak-balik untuk mencari dana agar bisa selalu di situ. Dengan tak stabilnya posisi, bisa jadi saat ada kesempatan bakalan terbuang percuma harapan yang sudah lama di idam-idamkan. Misalkan saat melamar ke suatu perusahaan tertentu, lalu ada panggilan, tapi tak di tempat. Dan jauh, bakalan butuh waktu untuk sampai situ. Dan bisa jadi kala kembali waktu yang di minta sudah terlewat. Baik itu posisi nya sudah terisi, atau memang membutuhkan kedisiplinan awal yang dibuktikan dengan kesediaan saat itu juga.
“Tapi nanti kan balik.” Namanya juga usaha. Kadang untung kadang tak beruntung. Dan itu butuh usaha keras, waktu yang mesti sabar. Juga kekecewaan awal yang terkadang muncul. Sebab namanya usaha, pasti ada halangan dan rintangan yang menghadang untuk siap menjegal usaha demi menjangkau sukses. Terkadang ada yang langsung memperoleh untung di saat hari pertama, dengan banyak pundi-pundi duit yang masuk tentunya, sehingga membuat si penjual langsung merasa besar hati untuk meneruskan usaha yang sangat menggiurkan itu. Walau ada kalanya juga dagangan selalu sepi bahkan sampai berbulan-bulan. Disini dipertaruhkan suatu kesabaran. Karena dalam waktu lama, biasanya modal juga belum balik, sampai dagangan habis, dan buat mengadakan dagangan itu belum bisa didapat. Sehingga tak ada yang di jual lagi. Itu yang bisa membuat pikiran down serta keinginan melanjutkan usaha itu dirasa tak berhasil.
“Kalau untung, kalau enggak.“
“Namanya usaha pasti ada waktu untuk menjangkau kata itu. Bisa jadi dalam tempo cepat yang hanya perlu beberapa saat saja. Atau butuh waktu yang sangat lama demi keuntungan dan ramai usaha tersebut. “
“Pinjam?“
“Kalau ada yang kosong boleh.“ Karena kala seperti itu gerobak tak di gunakan. Daripada mangkrak, maka di pakai juga boleh. Hanya saja kalau di pakai resiko rusak lebih besar. Cuma dengan di gunakan itu maka akan ada hasil. Dan hasil itu impas untuk perbaikan alat tersebut. “Misal pulang kampung. Atau lagi pergi ke hajatan orang. Di sewa juga paling boleh.“
“Pinjam doang,“ tanya Kintoko yang masih ingin menggunakan benda demikian dengan harga seminimal mungkin. Agar apa yang dipunyai itu masih bisa di fungsikan untuk hal lain yang lebih berguna. Maklum namanya juga awal. Jadi masih butuh banyak dana guna menjangkau itu.
“Bisa, tapi kadang kan nggak enak. Namanya juga buat usaha. Kalau kotor atau sampai rusak, saat di gunakan nanti kan mesti ada dana untuk membuat normal kembali.“
“Gitu ya.“
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments