Episode 9

“Loh kok suasananya begini bang?“ terasa aneh. Suram-suram. Mencekam. Dan kabut seakan menyelimuti daerah yang semula terang benderang itu.

“Yah tak ada. Kemana lagi dia?“ Semakin terkejut Luhkita saat menoleh ke samping tak ada apapun di tempat duduk sopir. Dia tak tahu kapan Kintoko meninggalkan tempat tersebut. Dasar lelaki tak bertanggung jawab. Disaat genting begini malahan pergi. Tapi mau bagaimana lagi. Yang jelas kini dia kesunyian. Merasa sendiri, dan entah kenapa rasanya seperti berada dalam kulkas. Dingin, mencekam.

Duk.

“Waduh.“ Belum usai rasa terkejutnya, di atas atap kendaraan terdengar suara aneh. Seakan ada benda jatuh. Dari suaranya Nampak sangat berat benda tersebut. Namun dia tak mampu melihat apa-apa. Tak bisa. Dia mesti keluar untuk menoleh pada atap kendaraan. Sedangkan hal ini tak mungkin. Dia masih sangat ketakutan. Jangankan untuk keluar, menatap sosok tersebut saja sudah tak kuasa.

“Waa….“ Kemudian dia menjerit. Takut, sangat takut. Dan memang hanya itu yang bisa dia lakukan. Padahal baru saja dengan tatapan. Bukan dengan hal lainnya. Belum lagi kalau mahluk tersebut menyerang. Tapi kalau sudah sampai menerjang, keadaan akan bertambah gawat. Dan bisa jadi semua bakalan terlambat. Itu yang mesti dihindari. Dan supaya kejadian semakin buruk tak kembali dating, mesti ada tindakan mendahului.

“Gawat ada mahluk menyeramkan.“ Nampak di depannya sebuah bayangan. Itu tadi yang menimbulkan suara nampaknya. Dia sekarang berada di atap mobil. Keadaan bertambah mencekam. Pemikiran untuk lebih dahulu kabur sudah tak ada. Yang kali ini tersisa hanyalah bagaimana supaya bisa terhindar dari keadaan yang lebih buruk.

“Kunci pintu ah.“ Segera dia mengunci pintu mobil tersebut. Rasanya lebih aman. Bagaimana bisa masuk. Untuk membuka pintu kendaraan sulit. Karena selain memang di tahan, juga keadaan pintu tersebut yang kurang bagus. Tentunya akan semakin sulit.

Mahluk itu berusaha membuka pintu tersebut. Namun seperti dugaan semula, membuka pintu dengan penahan dari dalam tentu bakalan tak semudah yang di bayangkan. Kenyataannya mahluk itu hanya berputar saja di sekitar kendaraan. Mencoba membuka lagi, tak bisa. Lalu berjalan berkeliling untuk mendobrak masuk. Sekali-sekali dibenturkan tangan kuatnya pada badan mobil.

Kemudian mahluk tersebut hilang dari tatapan Luhkita. Entah kemana. Barangkali naik kea tap kendaraan. Atau langsung menelusup ke balik semak belukar. Yang terang kali ini sudah tak terlihat. Harapan Luhkita semoga saja si mahluk benar-benar meninggalkan tempat tersebut serta tak kembali lagi. Sehingga untuk sementara rasanya sudah aman.

“Yah dia memecahkan kaca mobil.“ Dengan cakar kuatnya, manusia serigala itu berhasil merobek kaca depan. Hingga kuku-kuku jemarinya menembus kaca transparan tersebut. Rupanya dia terus berusaha menerobos masuk ke mobil yang kuat. Sehingga harapan satu-satunya dari mahluk itu adalah dengan memecahkan kaca mobil.

“Mending lari. Mencari bang Kintoko,“ ujar Luhkita. Dia semakin panik saat melihat tangan si mahluk berhasil berada di dalam mobil seraya menggapai-gapai ke arahnya. Jarak tak terlampau panjang. Bisa saja akan segera menjangkau nya. Keadaan semakin gawat.

“Bang tunggu!“ Segera Luhkita keluar paksa mobil tersebut. Aneh, pintu yang biasanya sulit di buka, kini dengan mudahnya dia dobrak. Kemudian keluar dan lari sekuat tenaga ke arah pepohonan hutan di sekitar mobil berhenti. Disana dia bisa menyembunyikan diri. Pohon besar dan semak yang rapat nampaknya bisa membuat dia terlindung.

Dia mencoba melongok ke arah mobil nya. Disana mahluk itu menoleh kesana - kemari untuk mencari posisi nya. Dalam keremangan malam, terlihat mahluk tersebut begitu mengerikan. Dengan mulut menganga yang memperlihatkan taring tajam serta sanggup merobek apapun. Serta tatapan mata yang juga tajam. Seakan tak lepas dari tatapannya benda sekecil atau sosok yang tengah dia cari. Bahkan seakan bercahaya kala memantulkan sinar yang tertangkap oleh mata itu. Dengan kondisi demikian maka mata tersebut terasa semakin mengerikan.

“Gawat di hutan bisa tersesat aku.“ Sekarang Luhkita bertambah panik. Hutan tersebut semakin gelap saja dalam pandangannya. Yang semula Nampak hijau menggoda mata, kali ini gelap. Yang Nampak hanya bayang-bayang pohon yang tak jelas.

Nampak mahluk itu menuju ke arah dia. Langkahnya pelan. Seakan terus berusaha mendapatkan posisi Luhkita. Baru setelah tahu, akan dengan cepat menerjang.

Dicari pepohonan besar untuk berlindung. Bebatuan kalau ada, atau menelusup semak belukar gatal yang penuh dengan ilalang serta duri katimusa. Kesemuanya itu seakan tak ada arti. Dimana mahluk tersebut terus berusaha mendapatkannya. Berkali-kali dia mencoba beralih posisi. Setelah dari balik pohon, kala tempat tersebut di tuju si mahluk, dia menuju ke semak belukar yang rapat. Begitu tempat tersebut juga di hampiri, dia akan menuju ke pohon yang lain, supaya tak tertangkap, lalu dicabik-cabik, atau di seret masuk ke dalam hutan menuju ke sarangnya. Tentu akan semakin parah jika keadaan mengerikan tersebut terjadi. Mengingat dia sendiri, serta perlawanan pastinya taka da artinya. Dari pandangannya saja sudah terlihat jika mahluk tersebut sangat kuat. Dia bisa bayangkan jika serigala saja sudah sangat kuat, apalagi ini mahluk astral yang tengah mencari kekuatan dengan kondisi badan seperti manusia, namun kepala serigala. Nampaknya ilmu orang itu demikian tinggi. Dan kemampuannya tentu tak bisa di ragukan lagi.

“Gawat… Ah kembali saja ke mobil. Disana kayaknya lebih aman. Daripada disini malah terlalu terbuka. Sekali ketahuan, bisa langsung celaka ini.“ Kembali berlari menghampiri mobil. Untung kendaraan itu masih ada di situ. Tidak seperti kisah lain yang langsung taka da. Baik itu lenyap dari tatapan, atau Cuma di dorong oleh mahluk jatuh ke jurang. Yang terang kali ini benda itu ada di hadapannya.

Langsung menerobos masuk ke pintu depan. Kembali dia kunci pintu tersebut. Dan diam menunggu siapa tahu berikutnya ada kendaraan lewat yang bisa dia mintai tolong. Aneh sejak awal pada jalanan yang biasanya ramai itu mendadak senyap. Entah pada lewat jalur mana kendaraan itu. Padahal biasanya tiap menit pasti ada yang melintas. Baik itu kendaraan besar, maupun kendaraan ringan. Kali ini tak ada. Bahkan setah dia taka da jalur lain di sekitar situ. Mungkinkah mereka menerobos melewati jalan setapak hutan yang sulit di lalui.

“Hrr….“ Mulut menyeringai tersebut telah ada di depannya. Luhkita langsung beringsut ke belakang mobil, mencoba bersembunyi dan menjadikan kursi sebagai tameng jika mahluk tersebut masuk.

“Yah dia di depan dan mencoba memecahkan kaca mobil!“

Mahluk itu terus mengorek-ngorek kuku tajamnya melewati kaca depan yang sudah retak. Sehingga tak berlangsung lama, kaca depan itu terkuak lebar. Dan siap di masuki tubuh menyeramkan nya itu. Di dalam mobil tersebut, yang ada hanya ketakutan hebat. Yang kemudian tak bisa berbuat banyak. Hanya kengerian dan teriakan yang tersisa.

“Wa…“

Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Episode 107
108 Episode 108
109 Episode 109
110 Episode 110
111 Episode 111
112 Episode 112
113 Episode 113
114 Episode 114
115 Episode 115
116 Episode 116
117 Episode 117
118 Episode 118
Episodes

Updated 118 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Episode 107
108
Episode 108
109
Episode 109
110
Episode 110
111
Episode 111
112
Episode 112
113
Episode 113
114
Episode 114
115
Episode 115
116
Episode 116
117
Episode 117
118
Episode 118

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!