9. Cerita Yati

"Makam itu ... Sebenarnya makam keramat. Jadi, tabu untuk diceritakan kisahnya. Kita cukup tahu saja."

What?!

Pundakku langsung merosot. Padahal tadi sudah keburu tegang, karena penasaran mendengar ceritanya.

"Tapi itu makam siapa? Apa pemilik asli rumah ini?" cecarku.

"Begini ya, Via. Selama aku tinggal di sini, aku juga gak tau kenapa makam itu gak boleh diusik. Yang aku tahu, barang siapa yang menceritakan, juga yang mendengar kisah di balik makam itu, maka dia harus rela menumbalkan seseorang."

"Apa? Tidak masuk akal."

"Awalnya aku juga berpikir seperti itu ... Tapi .... "

"Tapi apa?"

Yati menunduk lesu. Hidungnya mulai memerah, bibirnya bergetar. Sepertinya dia menahan tangis.

"Yati .... " lirihku, tak tega melihatnya mulai menitikkan air mata.

"Aku memaksa seseorang untuk menceritakan kisahnya, karena penasaran. Orang itu ... Meninggal secara gak wajar. Dan aku harus kehilangan seseorang yang paling berharga dalam hidupku." Suara Yati mulai serak, tak lama terdengar isak lirih dari bibirnya.

Separah itukah? Kenapa aku tak percaya? Mungkin kebetulan saja mereka meninggal. Mana ada orang yang mati karena sebuah cerita? Sangat tidak masuk akal.

Aku tidak banyak bertanya lagi. Yati nampak sangat terpukul setelah menceritakan kisahnya. Kemudian dia pamit pulang. Meninggalkanku yang masih diselimuti penasaran.

...----------------...

Hingga hari mulai larut, suamiku belum pulang juga. Aku menanti di ruang tengah sambil menonton TV dengan harap-harap cemas.

Ku lirik ponsel mas Raihan di atas meja yang bersanding dengan ponselku. Aneh, kalau urusan bisnis kenapa dia tidak membawa ponselnya. Aku 'kan jadi tidak bisa menghubungi.

Apa dia sudah membelikan seblak pesananku?

Atau mas Raihan sengaja tidak mau terganggu olehku? Karena dia yakin kalau aku akan menelponnya jika telat pulang?

Kutampik pikiran buruk itu. Meyakinkan diri kalau mas Raihan tidak akan berbuat yang macam-macam di belakangku.

Tok Tok

Ketukan dari arah pintu, seketika membuatku sumringah. Langsung saja aku melesat ke ruang depan untuk membukakan pintu.

Ceklek.

Brugh.

"Mas, kok, pulangnya telat?" tanyaku yang langsung menubrukkan diri lalu memeluk orang di depan pintu setelah membukanya.

Sunyi.

Kenapa mas Raihan tidak merespon?

Deg.

Jangan-jangan?!

Deru nafasku mulai tercekat. Badan juga sudah menegang. Aku terpejam sambil mendongakkan kepala, dengan sedikit merenggangkan pelukanku. Dengan harap-harap cemas perlahan kubuka mata.

Satu.

Dua.

Tiga.

Deg.

Wajah Bryan yang tersenyum langsung memenuhi retinaku. Membuat hati ini serasa berdesir. Entah mengapa tatapan tajam itu bagai menyihirku untuk membalas senyumannya.

"Ma! Papa udah pulang?"

Suara Althaf yang menggema dari dalam rumah sukses membuatku memutus kontak mata di antara kami.

Astaga! Kenapa aku ini?

Tapi, diriku masih bisa bernafas lega. Setidaknya aku masih aman. Makhluk yang baru saja aku peluk adalah manusia.

Jika makhluk astral lagi, entah jantungku masih bisa selamat atau tidak. Aku terlalu banyak mendapat gangguan akhir-akhir ini, hingga jantungku rasanya perlu diperiksakan ke dokter.

"Ma?" Althaf menyembul dari balik pintu. "Oh, Om Bryan? Malam, Om," sapanya, sopan.

"Malam, Al. Papa kamu ada?"

Sialan. Kenapa si Bryan itu? Jelas-jelas aku ada di depannya. Kenapa tidak bertanya padaku saja kalau sedang mencari suamiku?

Oke. Mungkin aku sudah tidak sopan padanya karena langsung memeluk tanpa permisi, tapi itu reflek.

"A—"

"Papa belum pulang, Om."

Baru saja akan membuka mulut Althaf sudah lebih dulu menyahut.

"Hmm, kalau begitu besok saja—"

Tin... Tin...

Suara klakson mobil menjeda ucapan Bryan, sekaligus mengalihkan perhatian kami bertiga untuk menoleh ke asal suara.

Terpopuler

Comments

Mommy QieS

Mommy QieS

Bryan oh Bryan ketimban bintang dapat dekapan hangat dari Divia😍😍

2022-07-27

2

lazy

lazy

wah wah wahh

2022-06-29

1

SaLsa

SaLsa

next kk, jan lama²

2022-06-26

2

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!