Bab 20

Pagi-pagi di kediaman Randi dan Vini sudah terdengar suara bising keributan.

"Mas, kamu harus percaya bahwa ini anak kamu" tekan Vini dengan memegang tangan Randi.

Randi menepis nya dengan raut yang penuh emosi, dia lalu menyeret Vini masuk ke dalam mobil nya.

"Mas kita akan kemana?" tanya Vini gelisah.

"Diam saja" bentak Randi tanpa menoleh ke arah Vini.

Vini membeku, dia baru kali ini mendengar Randi yang membentak nya dengan suara sangat lantang. Dia lalu diam membisu dengan sorot mata menatap ke arah luar jendela mobil.

Tak berselang lama mobil yang mereka tumpangi pun sampai di halaman Rumah sakit, Vini sontak saja langsung gelisah dan sangat enggan untuk turun.

"Ayo turun" ajak nya dengan datar.

"Mas, mau apa kemari? Bukannya kita sudah mengecek kandungan ku" ucap Vini mencoba membujuk Randi.

Namun Randi hanya diam dan menyeret paksa Istri nya, dia membawa Vini ke ruangan Obgyn terkenal di Jakarta.

Ceklek.

"Selamat pagi, Dok" sapa Randi setelah membuka pintu ruangan Dokter tersebut.

"Selamat pagi Tuan, silahkan duduk" balas Dokter tersebut ramah.

Kemudian Randi mengutarakan maksud dan tujuannya, dan Dokter pun menyuruh perawat mengambil hasil nya di ruangan lab.

"Mas, kapan kamu periksa?" tanya Vini dengan jantung yang berdegup kencang.

"Semalam" balas Randi dengan wajah datar nya.

"Ya Tuhan bagaimana kalau benar Mas Randi mandul, ahh sial aku akan ketahuan" batin Vini gelisah.

Ceklek.

Pintu terbuka dan masuklah perawat tadi membawa berkas di tangannya.

"Silahkan Tuan" ucap nya sambil memberikan map tersebut pada Randi.

Dengan sekuat tenaga Randi membuka dan membaca nya, bahkan dia juga melihat diagnosa nya yang bertahun silam masih ada di Rumah sakit itu.

"Itu adalah diagnosa anda yang sudah beberapa tahun silam, dan ini yang baru. Anda memang benar mengalami ke mandul*n setelah kecelakaan tersebut" jelas Dokter.

"Ja jadi benar bahwa saya tidak akan pernah mempunyai anak kembali?" tanya Randi dengan terbata

Dokter mengangguk.

"Benar Tuan, memang masih bisa hanya sangat kecil kemungkinan karena pasca kecelakaan itu membuat mati alat reproduksi" jawab Dokter.

"Baik Dok, terimakasih" ucap Randi bangkit dari duduk nya.

Randi pergi dari ruangan Dokter dengan masih membawa Vini yang terkesan menyeret paksa nya.

"Mas sakit" lirih Vini saat Randi memegang tangan nya kuat.

Lagi dan lagi Randi hanya diam saja, dia kemudian menghempaskan tubuh Vini untuk masuk ke dalam mobil.

Mau tak mau Vini hanya bisa menurut nya, dia duduk dengan sangat gelisah dan takut.

Randi menginjak pedal gas nya dan melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi. Dia membawa Vini untuk ke Rumah nya kembali, dia akan memaksa nya mengaku akan hal ini semua nya.

*

Setelah sampai di Rumah, Randi menyeret kembali tangan Vini agar masuk dan tidak kabur.

"Jelaskan semua nya, Vini. Siapa ayah dari bayi yang kau kandung" teriak Randi dengan nafas memburu.

Vini menunduk dengan diam, dia lalu meremas dress yang dia pakai.

"Jawab" bentak Randi.

"Dia anak kamu, Mas" jawab Vini pelan.

Brak.

"Aku mand*l dan tak akan punya anak kembali, mana mungkin aku Ayah dari anak itu. Jawablah yang jujur Vini" bentak Randi kembali setelah melemparkan berkas yang di tangannya sejak tadi.

"Jawab atau aku akan mencaritahu nya sendiri" ancam Randi dengan mengcengkram dagu Vini.

"Sstt sakit, Mas" racau Vini dengan meringis.

Randi melepaskannya dan menatap Vini dengan tajam.

Glek.

Vini menelan ludah nya kasar, dia lalu menghela nafas kasar.

"Pak Anton" jawab nya dengan menundukan wajah nya karena takut.

"Kolega bisnis yang bulan lalu bertemu di Hotel X?" tanya Randi kembali dengan rahang mengetat.

"Iya, sejak saat itu kami dekat dan hanya dua kali kami melakukannya. Setelah itu kami tidak pernah bertemu lagi" jawab Vini lirih.

Plak.

Plak.

"Hanya kau bilang? Dan sekarang kau mengandung anak nya dengan status Istri ku namun Anak orang lain" teriak Randi dengan sangat tinggi.

"Kau memalukan sekali, Vin. Sekarang pergi dari sini dan kemasi barang-barang mu" bentak Randi kembali.

Deg.

"Mas aku mohon jangan usir aku, jangan ceraikan aku, Mas" mohon Vini dengan bersimpuh di kaki Randi.

"Pergi, pergi aku bilang" ucap Randi kembali dengan tegas

"Gak, aku gak akan pergi. Kalau kamu tetep maksa aku pergi, aku akan bunuh diri dan mencoreng nama perusahaan kamu" balas Vini menatap Randi dengan berani.

Ck.

Randi berdecak, dia bingung harus mengambil jalan apa. Dia memilih meninggalkan Vini dan akan pergi ke Rumah Ayah nya.

Siang ini akan di adakan pengajian bersama dengan para anak yatim piatu dan beberapa masyarakat terdekat.

"Mas, Mas kamu mau kemana" teriak Vini dengan lantang.

Randi hanya diam saja dan langsung masuk ke dalam mobil, dia melajukan mobil nya dengan kecepatan tinggi.

"Arrgghh sial" geram Vini menghentakan kaki nya.

Vini lalu masuk dan membanting pintu, dia akan meredakan emosi nya dan akan menyusul sang Suami yang sudah pasti akan ke Rumah Orangtua nya.

.

.

.

.

.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Maria Magdalena Indarti

Maria Magdalena Indarti

nah loe Randi sdh dpt karmamu

2025-03-20

0

Malis Rahasya

Malis Rahasya

pasan muka lu setannn

2024-12-02

0

guntur 1609

guntur 1609

mampus kau menikahi jalang yg belum.insaf

2024-02-18

4

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!