Ke esokan pagi nya, Randi bersiap untuk berangkat ke perusahaan. Delima membantu nya bersiap dan dia juga tak lupa membuatkan bekal untuk Suami dan Putra nya.
"Sayang, nanti aku tidak bisa ikut makan malam karena ada rapat bersama klien" ucap Randi setelah Delima menyelesaikan memasang dasi nya.
"Iya Mas, kamu jangan lupa untuk makan yang teratur" balas Delima.
Randi mengangguk lalu mengecup lembut kening sang Istri, dia kemudian merangkul pinggang Delima dan beranjak pergi dari kamar.
**
Delima mengantar Raka ke sekolah menggunakan motor yang memang milik Delima. Mereka bersenandung ria di sepanjang jalan, bahkan Raka memeluk Delima dengan erat.
Hampir 20 menit Delima sampai juga di pintu gerbang sekolah Raka.
"Ma, nanti jemput di jam biasa ya" ucap Raka setelah turun dari motor sang Mama.
"Iya Nak, kamu tunggu sama pak satpam saja ya" balas Delima tersenyum.
"Siap Ma" patuh Raka.
Kemudian Delima melajukan motor nya ke arah Restoran yang ada di ujung jalan, dia memang mempunyai Restoran yang terkenal dan ada beberapa anak cabang di setiap Kota.
Namun, tidak ada yang mengetahui nya kecuali orang kepercayaan sendiri yang memang sejak dulu bersama dengan Delima.
Delima memarkirkan motor nya di belakang, dia juga masuk lewat jalan dapur tempat para karyawan hilir mudik.
"Bu" sapa salah satu karyawan disana dengan tersenyum.
"Lanjutkan saja, aku akan ke ruangan ku" balas Delima ramah.
Karyawan tersebut pun hanya mengangguk, dia kemudian kembali fokus bekerja.
Sedangkan Delima, dia sudah masuk ke dalam ruangannya bersama dengan April sang kaki tangannya yang selama ini menghandle pekerjaan Delima.
"Bu, saya ada berita untuk anda" ucap April sedikit ragu.
Delima otomatis langsung menghentikan kegiatannya yang sedang memeriksa berkas, dia lalu beralih menatap April.
"Ada April?" tanya Delima.
"Ibu lihat saja ini, ini rekaman CCTV yang ada di ruangan VVIP Restoran kita" jelas April sambil memberikan falshdick pada Delima.
Delima menerima nya, dia lalu menyambungkan pada laptop yang ada di hadapannya.
Klik.
Deg.
Deg.
Delima merasa jantung nya berdetak dengan kencang saat dia melihat rekaman itu. Bahkan tanpa dia sadar, dia sudah meremas buku yang ada di bawah tangannya.
"Ini kapan, April?" tanya Delima dengan tajam.
"Saat anda pergi ke Yogyakarta bersama dengan Tuan muda Raka" jawab April menundukan kepala nya.
"Saya bukan bermaksud merusak rumah tangga anda, Bu. Namun jika memang yang ada di vidio itu benar, maka saya tidak akan pernah rela" tegas April.
Huh.
Delima menghela nafas nya kasar, dia lalu menyeka sudut mata nya yang terasa basah oleh air mata.
"Aku juga tidak tahu, aku akan menyelidiki nya sendiri April. Terimakasih atas info nya" ucap Delima lirih.
"Bu, anda harus kuat jika memang itu adalah kenyataannya. Jangan mau di butakan oleh cinta, Ibu adalah wanita baik, kuat dan juga cerdas, anda pasti akan tahu apa yang harus anda lakukan" jelas April dengan penuh suport.
Delima mengangguk, dia lalu beranjak dari sana. Suasana hati nya sedang sangat kalut, dia akan pergi ke Taman yang dekat dengan sekolah Raka saja.
"Tolong handle semua nya, Pril. Saya akan pergi dulu" pamit Delima.
"Hati-hati, Bu" balas April lembut.
Delima hanya diam, dia melangkah dengan lebar menuju ke luar Restoran.
"Anda wanita yang baik, saya yakin anda akan mendapatkan kebahagian setelah penderitaan yang menyakitkan" gumam April sambil menatap Delima nanar.
"Jika benar Bapak mengkhianati Ibu, saya akan membawa anda pergi dari sana. Karena dengan Bapak melakukan itu, berarti dia sudah tidak peduli dan butuh lagi pada Ibu" gumam nya kembali sambil melangkah keluar dari ruangan sang Bos.
**
Sedangkan Delima, dia sudah sampai di Taman. Dia duduk di sudut Taman yang memang sudah tersedia kursi disana.
"Mas, dua bukti sudah aku lihat. Maaf karena aku tidak bisa percaya lagi padamu, dan mungkin selama ini aku sangat bodoh karena telah di pedaya oleh kalian" gumam Delima dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang, apa harus diam saja tanpa ada pergerakan? Atau aku harus mencari bukti" gumam nya kembali.
Delima bertekad, dia akan bangkit dan membuktikan sendiri apa memang ini benar atau hanya bohong belaka.
Tak terasa jam pulang sekolah pun sudah tiba, Delima bangkit dari duduk nya dan menghampiri gerbang sekolah Raka.
"Mama" teriak Raka dengan penuh semangat dan binar bahagia.
"Ayo kita langsung pulang, Nak" ajak Delima dengan tersenyum.
"Emm Ma, bagaimana kalau kita ke perusahaan Papa? Kita makan siang disana saja" ucap Raka dengan penuh permohonan.
"Baiklah sayang, kalau begitu ayo" balas Delima dengan cepat.
Raka mengangguk dengan semangat, dia lalu naik ke atas motor sang Mama. Lalu setelah nya Delima melajukan motor nya ke arah perusahaan Randi.
Tak lupa juga Delima membeli makanan untuk mereka makan siang disana.
Sepanjang jalan, Raka terus saja bercerita semua kegiatan di sekolah nya. Bahkan dia juga mendapatkan nilai paling tinggi saat ulangan tadi.
Hingga tak terasa mereka sampai juga di perusahaan Randi, Delima menggandeng tangan Raka untuk masuk ke dalam.
"Selamat siang, Nyonya" sapa resepsionis dengan sopan yang memang sudah tahu bahwa Delima adalah Istri dari Bos nya.
"Pak Randi ada di ruangannya?" tanya Delima ramah.
"Ada Nyonya, apa perlu saya telepon Asistennya?" balik tanya resepsionis tersebut.
"Tidak perlu, saya akan memberinya kejutan" jawab Delima tersenyum kecil.
"Baiklah Nyonya" patuh nya dengan sopan.
Lalu Delima dan Raka masuk ke dalam lift khusus petinggi perusahaan. Memang Randi pemilik perusahaan Dwitama Group, perusahaan yang cukup besar dan ada anak cabang nya di beberapa Kota.
Hingga lift berhenti di lantai dimana ruangan Randi berada, Delima langsung saja menggandeng Raka keluar dan menuju ke ruangan sang Suami.
"Kemana Vini dan Asisten Mas Randi" gumam Delima saat melihat meja di depan ruangan Randi kosong dan bahkan ruangan Asistennya pun kosong.
"Hemm mungkin lagi makan siang" gumam nya lagi.
"Ayo Ma" ucap Raka dengan cepat.
"Ah iya, sayang" balas Delima tersenyum.
Delima lalu melangkah ke arah ruangan Randi, Raka sendiri berada di belakang tubuh sang Mama.
Ceklek.
"Ahhhhhh sayang"
Brak.
"Mas" ucap Delima dengan lirih dan bahkan air mata nya sudah menetes.
"Mama, awas aku mau masuk dan bertemu dengan Papa" teriak Raka yang cukup nyaring dan membuat dua pasang berbeda jenis kelamin di dalam ruangan tersebut tersentak kaget, bahkan mereka langsung saja melihat ke belakang mereka.
Deg.
Deg.
.
.
.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 86 Episodes
Comments
G** Bp
suami lacknut nih...
2024-05-23
0
Yusron Hamid
cerita nya ok skali tuh
2024-02-18
2
cinta semu
ni suami knp kok selingkuh ya...agak geser mungkin otak ny😂😂😂maaf thor ...asli gedek ketemu lelaki suka selingkuh
2024-01-27
0