Tepat jam makan siang, Randi dan Vini mendatangi kantor KUA. Semua berkas sudah di siapkan Randi dan tadi pagi sudah di berikan oleh nya langsung pada kantor tersebut.
Tak ada orangtua Randi, hanya ada Asisten nya saja dan juga Ibu Vini yang datang ke kantor KUA. Bahkan Randi tidak tau sama sekali tentang Delima yang sudah menggugat nya di bantu oleh Ayah Randi sendiri.
'SAH'
Terdengar kata sah keluar dari para saksi yang di bawa oleh Randi, dan tepat hari itu juga Randi dan Vini resmi jadi sepasang suami-istri.
"Sekarang antarkan Ibu" ucap Ibu Vini pada Putri nya setelah mereka keluar dari gedung itu.
"Fer, antarkan Ibu mertuaku" titah Randi pada Asistennya.
"Baik Tuan" balas Ferdi patuh.
Lalu Ferdi mengajak Ibu Vini untuk masuk ke dalam mobil, namun sebelum masuk dia menatap kepada Putri dan menantu nya.
"Entah kesalahan apa yang dulu aku lakukan sehingga mempunyai Putri sepertimu, Vini. Kamu sudah seperti pagar makan tanaman, kamu tidak mempunyai hati sampai-sampai tega menikah dengan Suami dari orang yang sudah membantu kita" ucap Ibu nya dengan panjang lebar.
"Semoga kalian cepat sadar dan menyesal, detik ini juga kamu bukan Putri ku, Vini" tegas Ibu nya tanpa ragu apapun.
Vini hanya diam saja, dia bahkan terkesan cuek akan ucapan sang Ibu.
"Loh Bu, kenapa berbicara seperti itu?" tanya Randi dengan kaget.
Ibu Vini hanya diam dan berlalu masuk ke dalam mobil, dia sangat kecewa pada Putri nya yang ternyata sangat jahat.
"Ayo Mas kita pergi, katanya mau ajak bulan madu" ajak Vini dengan manja.
"Ah iya sayang ayo, kita akan langsung pergi ke Bali" ucap Randi dengan enteng nya.
Vini mengangguk dengan antusias, kemudian mereka masuk ke dalam mobil yang sudah siap disana.
"Aku tau kamu tidak akan pernah pergi dari sampingku, Delima. Kamu juga tidak punya siapa-siapa lagi selain aku, setelah dari Bali aku akan bertemu denganmu dan meminta maaf padamu" batin Randi dengan percaya diri.
Mobil melaju dengan kecepatan sedang, selama perjalanan itu juga Vini terus saja bergelayut manja di tangan sang Suami, Randi.
"Kini aku akan hidup bahagia, udah dapet Suami kaya dan pasti nya semua akan terjamin" batin Vini tertawa.
Hingga tak berselang lama mereka sampai juga di Bandara dan langsung saja keluar dari dalam mobil. Keduanya melangkah ke arah pesawat yang sudah akan berangkat.
**
Malam hari nya, Delima pulang dengan membawa beberapa makanan kesukaan Raka. Dia masuk dan langsung menuju ke ruang makan.
"Mama" panggil Raka dari arah tangga.
"Hei sayang, maaf ya Mama pergi lama" ucap Delima menyimpan makanannya di atas meja makan.
"Bi, tolong siapkan makanan ini" ucap Delima pada pelayannya.
"Baik Nyonya" balas pelayannya dengan patuh.
Delima lalu menghampiri Raka dan memeluk nya dengan erat.
"Putra Mama sudah wangi begini, udah tampan lagi" ucap Delima tersenyum kecil.
"Iya dong, aku tadi habis main sama Opa dan Oma" balas Raka lembut.
"Lalu dimana Opa dan Oma sekarang, sayang?" tanya Delima celingukan.
"Kami disini, Nak" ucap Bunda Indri yang baru tiba bersama Ayah Deni dari arah kamar.
Delima lalu menghampiri kedua mertua nya, dia lalu memeluk dan menyalami keduanya dengan ramah.
"Maaf ya merepotkan Bunda dan Ayah, aku tadi ada urusan di luar" ucap Delima tak enak.
"Tidak apa, Nak. Ayo makan malam" balas Bunda Indri lembut.
"Lets Go" teriak Raka dengan riang.
"Terimakasih Ya Allah, aku bersyukur mempunyai Putra se pintar Raka dan juga mertua yang baik seperti mereka. Aku mohon berilah mereka kesehatan dan kebahagian yang terus mengalir" batin Delima tersenyum.
Kemudian mereka makan malam dengan diam, tak ada yang bersuara sama sekali dan mereka hanya fokus pada makanan saja.
"Ma, aku sudah kenyang" ucap Raka setelah menghabiskan makanan di piring nya.
"Yasudah kamu tunggu Mama di ruang tamu saja, kami belum selesai" balas Delima lembut.
"Oke, Oma Opa aku duluan ya" pamit Raka dengan sopan.
"Iya sayang"
"Iya Nak"
Balas Opa dan Oma nya serempak. Mereka tersenyum bahagia melihat Raka yang sudah cukup dewasa berkat didikan dari Delima.
Sehingga tak lama kemudian Delima dan kedua mertua nya sudah selesai makan malam. Mereka langsung menyusul Raka yang sedang bermain ponsel.
"Sayang" panggil Delima lembut.
"Iya Ma" balas Raka menyimpan ponsel nya.
Delima duduk di samping Raka, dia lalu tersenyum lembut pada Putra nya.
"Oh iya Ma, tadi Oma membantu Raka berkemas karena besok kita akan pindah ya?" tanya Raka.
"Iya, Nak. Kita akan pergi dari sini dan Mama juga sudah meminta surat pindah dari sekolah kamu" jelas Delima.
Raka mengangguk sambil tersenyum, dia memeluk Mama nya dengan erat.
"Nyonya" panggil kedua pelayan yang bekerja disana.
"Boleh kami ikut dengan anda? Kami tidak tahu akan kemana jika memang Nyonya pergi dari Rumah ini" ucap Bi Sri dengan berkaca-kaca.
Delima tersenyum, dia menganggukan kepala karena memang dia akan membawa keduanya pergi bersama dirinya dan Raka.
"Kalian akan ikut bersamaku dan Raka, kalian berkemas lah" balas Delima dengan ramah.
"Baik Nyonya, Terimakasih" ucap kedua nya dengan bahagia.
Lalu keduanya pergi untuk berkemas, Ayah dan Bunda yang melihat nya pun ikut tersenyum kecil karena kebaikan Delima memang sudah melekat sejak dulu.
"Kau bodoh Ran, melepaskan malaikat baik demi wanita itu" batin Ayah Deni dengan geram.
"Yasudah, kami permisi dulu untuk pulang. Nanti jika urusan Ayah dan Bunda sudah selesai maka kami akan kesana untuk menemui kalian" pamit Ayah Deni dengan lembut.
"Iya Ayah, terimakasih atas semua nya" balas Delima.
Kemudian Delima dan Raka pergi ke depan untuk mengantarkan mertua nya.
Disana sudah ada mobil jemputan yang menunggu kedua nya.
Bunda Indri memeluk menantu dan Cucu nya dengan sayang, dia bahkan mengecupi wajah Delima dan Raka bergantian.
"Kalian baik-baik saja ya, Oma pergi dulu boy. Jaga Mama dengan baik" ucap Bunda dengan berkaca-kaca.
"Iya Oma, aku akan menjaga Mama dengan sangat baik" balas Raka tegas.
Lalu Ayah Deni bergantian memeluk kedua nya, dia mengusap puncak kepala Raka dan Delima lembut.
"Jangan lepas kontek dengan kami" ucap Ayah Deni.
Delima hanya mengangguk saja, dia kemudian menyalami sang Ayah mertua dengan takzim.
Oma dan Opa Raka masuk ke dalam mobil, Raka melambaikan tangannya pada mereka berdua hingga mobil tersebut keluar dari halaman Rumah Delima.
Lalu Raka dan Delima masuk ke dalam Rumah, mereka akan istirahat karena besok akan pergi sangat pagi sekali.
.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 86 Episodes
Comments
G** Bp
kamu akan menyesal Randi..
2024-05-23
0
Rubyy??
percaya diri bgt
2024-04-28
0
Yusron Hamid
itu nikah siri
2024-02-18
2