Bab 9

Randi sudah seperti orang linglung, dia kesana kemari mencari Delima dan Raka namun hasil nya tetap nihil. Bahkan sampai malam hari dia masih di jalanan guna mencari Delima.

Dia sendiri sampai melupakan Vini yang ada di Apartemennya, dia menunggu dengan perasaan tak menentu.

"Kemana kamu, Mas" gumam Vini sambil memegang ponsel nya erat.

"Kenapa kamu tidak mengangkat panggilan ku" gumam nya lagi dengan nada kesal.

Ceklek.

Atensi Vini langsung teralihkan saat melihat Randi datang dengan wajah masam. Vini langsung mendekat dan memeluk nya dengan manja.

"Kamu darimana saja, Mas?" tanya Vini penuh dengan perasaan cemas dan khawatir.

"Maaf sayang, tadi Mas ke perusahaan dulu" jawab Randi dengan berbohong.

Vini hanya mengangguk, dia lalu mengajak Randi untuk makan malam lebih dulu sebelum membersihkan tubuh nya.

Randi makan dengan diam, pikirannya melanglang buana memikirkan Delima yang entah ada dimana. Sedangkan Vini? Dia hanya cuek dan tidak memperhatikan Suami nya.

Setelah selesai makan malam, keduanya langsung menuju ke kamar. Randi langsung saja ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya, sedangkan Vini merebahkan tubuh nya di atas ranjang.

Ceklek.

Randi keluar dengan keadaan yang lebih segar dan sudah rapih. Dia lalu membawa laptop dan ponsel nya ke balkon kamar Apartemennya.

"Ferdi" ucap Randi setelah panggilannya di angkat sang Asisten.

"Iya Tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanya Ferdi sopan.

"Tolong kau cari dimana Delima dan Raka sekarang" bisik Randi dengan ekor mata melihat ke arah Vini yang asyik bermain ponsel.

"Baik Tuan" patuh Ferdi.

Tut.

Randi mematikan panggilannya, dia kemudian mengerjakan berkas yang akan di bahas esok hari. Setelah cuti nya selama 3 hari, dia di hadapkan dengan kesibukan dan jadwal padat.

Vini menatap Suami nya yang sibuk dengan laptop, lalu ia bangkit dari tidurannya dan menghampiri Randi.

"Mas, biar aku bantu" ucap Vini mengambil satu berkas yang ada di hadapan Randi.

"Terimakasih, sayang" balas Randi lembut.

Vini tersenyum, dia lalu membuka dan mulai mengerjakan pekerjaan tersebut.

**

Sedangkan di mansion Saputra, Ayah dan Bunda Randi sedang duduk termenung di balkon kamar mereka.

Bunda Indri sangat kecewa dengan langkah yang di ambil oleh Randi, bahkan dia dengan tega nya mengkhianati Delima yang sudah sangat padanya.

"Mas, aku tidak menyangka bahwa Randi akan membuat Delima sakit hati" ucap Bunda lirih.

"Jangankan kamu, aku pun juga tidak menyangka! Dia sudah seperti kacang lupa kulit nya, dia tidak ingat bagaimana dulu dia berjuang untuk mendapatkan Delima. Bahkan Delima juga ikut berjuang demi perusahaan Randi se sukses ini" balas Ayah Deni dengan gelengan kepala.

"Aku malu dengan Delima, dia sudah seperti Putri ku sendiri" ucap Ayah lagi.

Bunda mengangguk, dia juga tidak pernah menganggap Delima sebagai menantu nya. Bahkan mereka berdua sangat sayang pada Delima yang memang mempunyai sikap sopan dan lemah lembut.

"Ayah harap Delima bisa bahagia disana, semoga dia bisa mendapatkan pengganti Randi yang lebih dari apapun" ucap tulus Bunda Indri.

Ayah Deni memeluk Istri nya dengan erat, ini masalah yang cukup rumit karena Putra mereka bahkan mengambil langkah untuk menikahi Vini saat Anak dan Istri nya bersedih.

**

Ke esokan pagi nya, Randi dan Vini bersiap untuk berangkat ke perusahaan bersama. Mereka sudah tidak akan sembunyi-sembunyi lagi pada karyawan kantor.

Dengan langkah yang elegant, Vini menggandeng tangan Randi saat mereka tiba di loby perusahaan. Para karyawan hanya menunduk dengan hormat, ada yang memandang sinis pada Vini.

"Ck, kenapa Pak Randi mau-mau nya sama Vini ya. Udah di kasih Istri cantik dan sebaik Bu Delima juga masih mau bekasan" ucap karyawan A.

"Kau benar, seharus nya Pak Randi bersyukur bukan malah mendua" balas karyawan B.

Ya kabar pengkhianatan dan pernikahan Randi dan Vini sudah menyebar ke karyawan perusahaan. Mereka sangat menyayangkan bahwa Bos mereka memilih melepaskan Delima daripada Vini.

Bagi karyawan lama mereka tahu siapa Vini, bahkan mereka juga tahu bahwa Delima mah yang menolong Vini hingga dia bisa masuk ke perusahaan itu.

Namun dengan tidak tahu malu nya, Vini malah merebut Suami dari Bu Delima.

Vini dan Randi mengabaikan ucapan-ucapan dari karyawannya, mereka terus saja pergi ke dalam lift yang akan mengantarkannya ke ruangan dimana mereka bekerja.

"Huh, aku sebenarnya malu tapi aku juga bahagia bisa bersama dengan kamu, sayang" ucap Vini memeluk Randi.

"Abaikan saja mereka, sayang" balas Randi mengecup bibir ranum Vini.

Lalu keduanya keluar, Randi langsung saja masuk ke dalam ruangannya dan di ikuti oleh Asistennya. Sedangkan Vini, dia duduk di depan ruangan Randi karena memang Vini adalah Sekertaris Randi.

"Bagaimana, Fer?" tanya Randi dengan to the point.

"Saya hanya bisa menemukan tempat terakhir Nyonya saja, dan seterus nya saja tidak bisa menemukan dimana keberadaannya" jawab Ferdi.

"Posisi terakhir Nyonya ada di Bandara, dan setelah itu aku tidak menemukan kemana mereka pergi" jelas Ferdi memberikan hasil penyelidikannya pada Randi.

"Cari lagi, bila perlu sewa detektif handal untuk mencari mereka" ucap Randi dengan tegas.

"Baik Tuan" balas Ferdi.

Kemudian mereka kembali fokus pada pekerjaannya, hari ini ada rapat untuk membahas proyek yang ada di luar Kota.

Randi menenggelamkan diri nya dalam pekerjaan, dia sama sekali tidak ingin di ganggu oleh siapapun termasuk Vini. Dia ingin menyendiri karena pikiran nya sedang melanglang buana sejak kemarin.

"Kemana kalian pergi" gumam Randi di sela pekerjaannya.

"Kenapa kamu pergi, Delima. Aku bahkan sangat mencintai mu" gumam nya lagi.

Randi sama sekali tidak menyadari apapun kesalahannya, dia hanya tau mencintai Vini dan Delima saja. Dia berpikir bahwa Delima adalah Istri yang penurut hingga dia dengan enteng nya menikahi Vini.

*

Tepat jam 10, Randi bersiap untuk pergi ke Restoran RD'Food. Mereka akan melakukan rapat disana sekalian makan siang, Randi hanya akan pergi bersama dengan Vini dan Ferdi menghandle di perusahaan.

"Ayo pergi" ajak Randi setelah tiba di depan meja kerja Vini.

"Ayo Pak" balas Vini.

Keduanya berangkat dengan di antar oleh sopir kantor karena Randi malas untuk menyetir. Banyak tatapan jiji*, sinis dan lainnya lagi pada Vini. Namun dia hanya acuh dan mengabaikannya saja.

"Ck, aku tidak peduli pada kalian" batin Vini.

Mobil melaju dengan kecepatan sedang, Restoran yang mereka tuju tidak cukup jauh dari perusahaan dan hanya memerlukan 25 menit saja mereka sudah tiba.

Randi dan Vini menuju ke meja kasir, dia akan menanyakan ruangan yang sudah di pesan oleh klien nya disana.

Setelah mengetahui nya, Randi menggandeng tangan Vani untuk masuk ke dalam ruangan VIP Restoran, mereka tidak menyadari bahwa sepasang mata menatap mereka dengan penuh emosi.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Maria Magdalena Indarti

Maria Magdalena Indarti

pasti restoran punya Delima tuh.

2025-03-20

0

cinta semu

cinta semu

pelakor ma bebas berbuat gila ...mau di komentari apapun g mempan 😁😂coba langsung pasung kaki ny ..pasti dah g bisa ber'ulah lagi 😂🤣

2024-01-27

4

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

buat apa fikir pasal Delima dan Raka....kan sudah bahagia bersama Vini

2023-12-16

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!