Bab 16

Mereka bermain di Taman hingga sore hari, lalu Alfans membawa mereka ke Restoran yang sudah di pesan nya untuk makan malam.

"Kita kemana lagi?" tanya Delima setelah mobil melaju.

"Kita akan makan di Restoran tengah Kota Osaka, disana makanannya lumayan enak. Apalagi yang punya nya" jawab Alfans tersenyum ke arah Delima.

Hah.

Delima melongo tak mengerti apa yang di maksud oleh Alfans.

"Pasti Restoran RD"Resto ya, Pa?" tebak Raka dengan terkekeh.

"Kau benar, Nak. Kita akan Restoran milik Mama" ucap Alfans tersenyum kecil ke arah Delima.

Blush.

Delima langsung merasakan hawa panas pada wajah nya, dia memalingkan wajah nya ke arah jendela mobil karena salah tingkah dengan pandangan Alfans.

Alfans malah tersenyum melihat tingkah lucu Delima, dia merasa bahagia melihat Delima yang salah tingkah.

"Pa, apa benar Papa Randi sudah menikah dengan Tante Vini sejak kita pergi?" tanya Raka.

Deg.

Delima langsung menatap Alfans seolah mencaritahu dari mana Putra nya mengetahui bahwa Papa kandung nya sudah menikah.

"Benar, kamu tahu dari mana sayang?" tanya Alfans lembut

"Aku tak sengaja mendengar ucapan Oma saat kemarin berkunjung kesini" jawab Raka dengan raut wajah santai nya.

Delima menghela nafas kasar, dia memang tidak bilang hal ini pada Raka. Namun tanpa sepengetahuannya bahwa sang Putra sudah tahu.

Alfans memegang tangan Delima dengan lembut, dia tersenyum dengan sangat manis pada calon Istri nya.

Sehingga tepat jam 05 sore mereka tiba di Restoran milik Delima, Alfans membukakan pintu untuk Delima dan juga Raka.

"Terimakasih, Pa" ucap Raka tersenyum.

"Terimakasih, Mas" ucap Delima dengan wajah yang bersemu.

Alfans hanya mengangguk dengan tersenyum, lalu mereka masuk ke dalam.

Para karyawan menunduk hormat setiap kali berpasan dengan Delima, sedangkan Delima hanya membalas nya dengan senyum manis nya.

"Delimaaaaaaaa" pekik seorang wanita yang baru saja masuk ke Restoran.

Delima, Alfans dan Raka pun menoleh ke belakang, mereka cukup terkejut saat melihat April dan Suami nya datang.

"Ya ampun aku seneng banget ketemu kamu, apa kabar?" tanya April dengan antusias.

"Ayo masuk dulu" ajak Alfans pada semua nya.

April terkekeh, kemudian mereka masuk ke dalam ruangan yang sudah di pesan oleh Alfans.

"Bagaimana kabarmu, Delima?" tanya Ipan, Suami April.

"Baik-baik saja, Pan" jawab Delima tersenyum

"Bagaimana kabar kalian? Oh iya sudah berapa bulan hmm?" tanya Delima mengusap lembut perut April yang sudah membuncit.

April tersenyum kecil, dia mengelus tangan Delima yang ada di perut nya.

"Sudah mau 5 bulan, De" jawab April.

"Wah berarti sebentar lagi Raka ketemu dede bayi" celetuk Raka dengan semangat.

"Iya dong, minta sama Mama juga untuk ngasih Dede bayi" timpal Ipan dengan menggoda Alfans dan Delima.

Delima menundukan kepala nya karena salah tingkah, sedangkan Alfans hanya tersenyum kecil dan melirik Delima.

"Oh iya Delima, kemarin saat aku cekup di tanah air aku memlihat mantan mertua mu di larikan ke ICU" ucap April.

Deg.

"Siapa? Bunda apa Ayah?" tanya Delima dengan perasaan takut.

"Ibu mertua mu, Delima" jawab April.

"Ya Allah, Bunda" lirih Delima dengan perasaan khawatir nya.

Tanpa pikir panjang, Delima langsung mengambil ponsel nya yang ada di tas. Alfans mencoba memeberi ketenangan pada Delima, dia juga memeluk Raka yang terlihat sangat syok.

Tut.

Tut.

"Halo Ayah" ucap Delima dengan cepat saat telepon nya sudah di angkat.

Ipan dan April hanya menatap nya dengan bingung, mereka pikir Delima tahu akan kondisi Ibu mertua nya.

"Pa, Oma" lirih Raka di pelukan Alfans.

"Tenanglah, Oma tidak apa-apa" bisik Alfans pada Raka.

Prak.

Ponsel yang di genggam oleh Delima jatuh begitu saja, Alfans yang memang di samping Delima pun langsung menahan tubuh nya yang akan tumbang.

"Mama"

"Delima" teriak Alfans dan Raka bersama.

"Hei tenanglah, ada apa?" tanya Alfans dengan memeluk Delima lembut.

Hiks Hiks.

Terdengar isak tangis dari bibir Delima, Raka pun ikut memeluk Delima.

"Ada apa Delima?" tanya April cemas.

"Bunda, Bu bunda masuk IcU dan belum sadar hingga sekarang" jawab Delima terbata.

"Mas, ayo kita pulang ke tanah air hari ini. Raka juga libur" ajak Delima.

"Loh aku kira kamu tahu, kalian pergilah sekarang" timpal Ipan dengan cepat.

"Aku akan menghubungi anak buahku untuk menyiapkan pesawat pribadi ku, nanti setelah sampai di Bandara kalian akan di jemput anak buah ku" jelas Ipan pada Delima dan Alfans.

April mengangguk dan menyuruh Delima cepat, dia memang akan berlibur bersama dengan mertua nya di Osaka dan sekalian akan bertemu dengan Delima di kediamannya , namun ternyata dia malah bertemu dengan Delima di Osaka.

"Terimakasih, kalau begitu kami pergi" ucap Delima memeluk tubuh April.

April dan Ipan pun menganggukan kepala nya, dan setelah itu Alfan, Delima dan Raka pergi dari Restoran.

"Kamu wanita baik, wanita kuat Delima. Aku yakin bahwa Alfans adalah pria yang akan menjagamu kelak dengan baik" ucap April dengan helaan nafas.

Ipan merangkul pundak sang Istri, dia lalu memeluk nya dengan hangat.

"Kau benar sayang, Delima adalah wanita baik dan karena dia juga kita seperti sekarang ini" timpal Ipan tersenyum.

April mengangguk, lalu kedua nya pun pergi dari sana untuk langsung ke tempat kedua orangtua Ipan.

**

Tepat jam 9 malam pesawat sudah berangkat, selama di perjalanan ke Bandara Delima sangat tak tenang dan bahkan sesekali menyeka air mata nya. Raka tak pernah jauh dari Mama nya, dia selalu memeluk Delima dengan erat.

"Kemarilah" ucap Alfans agar Delima mendekat bersama Raka.

Patuh, Delima dan Raka lalu duduk di samping kanan kiri tubuh Alfans.

Lalu Alfans membawa kedua nya dalam pelukan nyaman nya, Delima tidak menolak dan dia bahkan memeluk pinggang Alfans.

Hingga perlahan Raka mulai terlelap dengan berbantalkan paha Alfans dan Delima dengan dada Alfans yang menjadi sandarannya.

"Syukurlah kalian tidur, aku tak bisa melihat kalian terus khawatir dan gelisah" gumam Alfans menatap Raka dan Delima bergantian.

Hingga lama semakin lama Alfans pu ikut serta memejamkan mata nya. Dia tidak melepaskan Raka dan Delima dalam dekapannya.

.

.

.

.

.

.

.

.

Terpopuler

Comments

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

entah seperti apa perjumpaan Delima dan Randi..

2023-12-16

3

Dwi Setyaningrum

Dwi Setyaningrum

wuih ternyata suami April tajir melintir ya punya jet pribadi🤔👍

2023-12-12

1

Ida Blado

Ida Blado

apa profesi alfans cuma pengacaraa,,, ? hmm knp bkn pengara plus2 gitu,biar si mantan gk terus nerendahkannya krn merasa kaya

2022-11-13

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!